Thursday, December 24, 2009

update status!

Status FB gue beberapa menit lalu: @ malang! Padahal emang gue udah dari beberapa bulan lalu stuck di Malang raya ini. Haha.. Abis.. Ngiri gue ngeliat status orang-orang. @ juanda, @ argowisata, @ jakarta, @ denpasar,, etc etc.. Hadooooh... Pamer sekalee lagi liburaaaaan... Sedangkan gue, di hari libur ini malah gak kemana-mana.. Ngendok aja di kamar kos, menunggu waktu libur selesai. Haha.. Paling banter ya kerjaan gue ngenet, makan, tidur.. Huhuhu..

Temen-temen gue banyak banget yang nanya, "Gak pulang, Den, ke Jakarta?". Bukan gue gak pengen balik ke Jakarta, tapi ya liburan 4 hari doang, di tengah-tengah UAS pulaa. Masa gue melupakan begitu saja nilai gastrointestinal yang down to earth itu? Hem.. Bukan pilihan yang bijak sepertinya kalau balik ke Jakarta di tengah libur natal ini. Alasan lain, ongkos ke Jakarta dari sini kan gak sedikit. Sayang kalau cuma dihabiskan untuk 3 hari di sana. Mana perjalanannya menghabiskan waktu seharian. Pegel-pegel sekujur tubuh.. Walau memang tidak berlaku untuk pesawat (2 jam nyampe), tapi tetep aja ongkos naik pesawat jauh lebih tidak murah.. Tapi, yang paling menjadi alasan gue gak balik sih,, keluarga gue mau berkunjung ke sini jugaa... Hehehehe.. Asiiiik.. Liburan gue gak ngezonk sendiri di sini :D

Mama, Papa, dan adek-adek gue mau ke Malang? Wah, beneran gue seneng banget deh. It's the first time! Yeah, kapan lagi keluarga gue all out bisa liburan bareng di sini. Hiks.. Sampe terharu gue.. Dari Jakarta ke Malang naik mobil, padahal yang bisa nyetir Papa gue doang. Oh God, gue sendiri suka ngeri bayanginnya.. Hehe.. Makanya nih, gue jadi semangat banget ngebersihin kamar kos gue. Malu kalo ketahuan jarang dipel sama adek-adek jelek gue itu. Gue sering nyombong tentang kamar gue juga sih soalnyaa.. Haha..

Taram taram taram,, syalalala.. Gue jadi gak bete lagi deh.. Liburan gue pun sepertinya akan jaaaaaauh lebih menyenangkan jika dihabiskan bersama keluarga gue tersayang.. Hehehe :D

Monday, December 21, 2009

Ketika Aku Bertanya

pengen berbagi dikit neh. sekalian menuhin blog jugaa.. haha..

Ketika Aku Bertanya

Ketika aku sadar ada sesuatu yang salah
Ketika aku sadar semua terlalu berat untuk kujalani
Ketika aku sadar aku menyesal
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?

Ketika aku sadar, egoku terlalu besar
Ketika aku sadar, perkataanku terlalu kasar
Ketika aku sadar, pikiranku terlalu berlebihan
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?

Aku memang bodoh, jawabku
Aku memang salah, jawabku
Aku telah salah memberi penilaian
Aku telah jatuh ke dalam lubang yang besar
Aku salah mengambil keputusan

Tidak nyaman
Perasaanku saat ini
Meski banyak orang meyakinkan,
aku benar
Dan semua perasaan bersalah ini,
hanya risiko yang memang selalu ada
Yang membayangi hidup manusia
Dan aku telah memutuskan untuk mengambilnya

Ketika itu aku bertanya
Haruskah ku menangisinya?
Dan seseorang menjawabnya,
"Tidak, kau harus tegar menghadapinya,
Jangan lari dan takut seperti seorang pengecut
Karena pasti ada pelangi,
di balik hujan badai dengan petir menyambar-nyambar
Carilah pelangi itu,
dengan terus berikhtiar dan tawakal
Insyaallah.."
Dan aku pun mengangguk lemah,
mencoba tersenyum mengiyakannya

Ini puisi yang gue buat waktu merasa bersalaaaaaah banget sama seseorang.. Dan gue menjadi jauh lebih lega setelah curhat sama Mama tersayang.. Thx a lot for helping me, Mom..

Sunday, December 20, 2009

tentang upgrading BEM Sensei... lanjuuut..

Lanjutin lagi ceritanya yuk.. Hoho..

Seperti apa yg gue tulis di posting sebelumnya, mata gue dibukakan pada saat acara tersebut mendekati akhir, saat kepengurusan BEM mendekati akhir. Maksudnya?? Kan gue udah cerita, semangat kerja gue sebagai danus di acara ini tuh fluktuatif banget. Gak jarang lebih banyak down nya.. Banyak hal lah,, yang menyebabkan itu semua. Mulai dari nunggu sejam kaya orang bodoh di rektorat dengan baju saringan tahu berwarna hijau mencolok (waktu mau jualan di rektorat), jualan oleh-oleh yang butuh perjuangan buesar tapi ternyata hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan, belum lagi perasaan frustasi karena gak berhasil mempertemukan staf-staf gue dalam rapat.. Hehe, jujur-jujuran aja, gue sempet sebeeeeel setengah mampus! Pengen mundur aja dari kordi rasanya. Terlalu banyak hal yg berjalan tersendat-sendat dan hasilnya tak sesuai dengan yg diharapkan. Gimana gak bete berat??? Apalagi gue sering merasa anak-anak panitia lain toh gak semangat juga menjalani acara ini (pikiran egois gue waktu itu). Jadi merasa berjuang sendiri deh..

Akan tetapi.. Ternyata pemikiran gue salah. At least, saat Upgrading BEM terakhir (sesi tiga) dipersiapkan. Walaupun sempat bete dengan perubahan konsep yang mendadak (dari cuma outbond, jadi ada nginep dan jalan-jalan ke pasar segala, which means: semakin banyak uang yg harus dikeluarkan), gue baru sadar, ternyata yang bersusah payah di acara ini bukan gue doang. Yang mengkhawatirkan acara ini jalan atau enggak bukan gue doang. Mungkin memang jauuuh gak kelihatan di Upgrading waktu awal-awal, tapi semangat dan perjuangan itu terlihat sangat manis ketika kami mempersiapkan sesi terakhir Upgrading BEM ini. Yah,, gue sadar gue gak sendirian. Gue seneng, temen-temen kembali bersemangat dalam mempersiapkan acara ini. Gue sampai malu loh, karena gue merasa belum ngapa-ngapain jadinya. Bayangkan aja, sie humas, bela-belain bikin team outbond sendiri untuk menghemat biaya. Sie transportasi bela-belain gak nyewa bis or something like that juga untuk menghemat biaya. Panitia juga menyewa villa yang murah meriah untuk menghemat biaya. Terharu plus malu gue.. Seandainya danus lebih optimal lagi kerjanya, pasti bisa deh, panitia menyediakan fasilitas yang lebih.. Maaf ya semuaa..

Saat mempersiapkan sesi terakhir ini juga, gue sadar, bahwa teman-teman panitia yang lain sukses memotivasi gue untuk lebih bersemangat. Khususnya temen gue, kordi humas. Hem,, gue appreciate banget sama dia. Padahal di awal-awal kepanitiaan, bisa dibilang kasarnya dia "ditinggalin" lho. Sering gak dijarkom, sering gak tahu ada rapat (sering g dateng jadinya), job nya dikasih ke orang lain gitu aja.. Tapi dia tetep muncul sampai akhir lho. Dia yang mengusulkan bikin yel biar panitia bisa lebih semangat, dan it works! Dia juga yang mengusulkan untuk membentuk team outbond. Yang bolak-balik menghubungi pemilik villa, mengirim jarkom berkali-kali ke para peserta, membantu pembagian transport, mengurus konsumsi juga, sampai mengecek pengumpulan dana segala. Udah kaya kapelnya aja deh, hehe (no offense buat pak kapel :p). Secara pribadi, gue salut banget sama dia, dan bener-bener termotivasi karenanya. Dan tanpa mengesampingkan peran dari panitia lain juga, gue pun salut sama mereka semua. Dengan berbagai masalah yang timbul, mereka semua bisa terus bekerja seprofesional mungkin. Salut banget!! Dan karena melihat mereka bersusah payah seperti itu lah, gue pun bertekad gak akan mengeluh lebih banyak lagi. Seperti kata seorang teman panitia yang cukup mengena di hati gue, "Gak ada waktu untuk mengeluh, Den,". Yeah, at least untuk pengumpulan iuran wajib, danus akan menuai sukses. Dan Alhamdulillah.. Berkat kerjasama dari teman-teman semua, dari yang awalnya ketar-ketir bakal devisit, yang terjadi justru sebaliknya.. Hehehe :D

Acara pun akhirnya berjalan dengan amat sangat menyenangkan. Agak lebay dikit gak apa-apa kan.. Hehe.. Yah, gue gak nyangka acaranya akan semenarik ini. Nice job, sie acara! :D Dari study case yang membuat gue sadar bahwa pengetahuan gue tentang departemen-departemen di BEM itu masih terbatas, acara renungan yang membuat gue terharu dan tersanjung bukan main (sekaligus merasa belum layak dianugerahi penghargaan seperti itu) dengan kata-kata yang diucapkan oleh "dedengkot-dedengkot" BEM, sampai acara outbond sederhana tapi penuh makna dan membangkitkan kebersamaan dan semangat yang membara (halah.. bahasa gue hiperbol bgt dah).. Belom lagi acara gak formal, talk show tentang kepribadian (narasumber: Menkes BEM xp), yang bikin gue puas berkonsultasi, hehehe.. sampai acara curhat dari hati ke hati (sepertinya hanya ada di kalangan para cewek), yang bikin gue bersyuuuukuuuur banget, gue punya teman-teman seperjuangan, para pengurus BEM Sensei, yang sudah seperti keluarga.

Secara keseluruhan, setelah mengikuti acara ini full satu hari satu malam di Songgoriti, hanya dua kata yang bisa gue ucapkan. Terimakasih dan maaf.

Terimakasih, untuk Allah SWT, atas segala kesempatan yang Ia berikan. Kesempatan untuk bisa mengalami semua momen indah ini, kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik, kesempatan untuk bisa bertemu dengan teman-teman yang luar bisa hebat yang membuatku termotivasi untuk menjadi orang hebat juga. Amin..

Terimakasih, untuk teman-teman, Kakak-Kakak, rekan seperjuangan pengurus BEM Sensei FKUB.. Terimakasih Kak, atas kepercayaannya terhadap seorang Dendri, terimakasih telah mengizinkan saya bergabung dan ikut berjuang dalam kepengurusan ini. Insyaallah saya akan berjuang untuk megemban amanah yang Kakak-Kakak estafetkan..

Juga untuk teman-teman semuanya,, terimakasih banyak atas supportnya selama ini. Atas cinta dan kasihnya, atas kesempatan untuk bisa berjuang bersama kalian semua.. Terimakasih banyak, telah membuatku belajar banyak hal. Terimakasih..

Dan maaf untuk semuanya, jika masih banyak hal yang belum bisa kupenuhi. Maaf jika masih banyak hal yang belum bisa kulakukan dengan sempurna. Maaf jika kinerjaku selama setahun ini masih belum seperti yang diharapkan.. Tapi insyaallah.. Aku akan terus berjuang agar bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, agar suatu saat aku dapat memberikan sesuatu untuk kolegium ku tercinta. Insyaallah.. Amin.

Semanggiiii!!!! :D

tentang upgrading BEM Sensei...

Seperti judul di atas, gue mau cerita tentang suatu acara ajaib yang kemarin Jumat baru selesai. Berbulan-bulan gue menjadi salah satu panitia, dengan semangat yang fluktuatif sekali, dan jujur, gue malah sempet kepikiran buat mengundurkan diri dari jabatan yg gue pegang waktu itu.. Hehehe..

Upgrading BEM. Udah ketahuan dari namanya kan, acara ini bertujuan untuk meng-upgrade skill sekaligus mengevaluasi kinerja para pengurus BEM waktu itu. Well, acara ini dibagi menjadi tiga sesi, yang gue sendiri masih suka bertanya-tanya pembagian itu berdasarkan apa yaa? Selain yang gue tahu biar gak sama kaya tahun kemarin.. (Maap kalo omongan gue ini agak frontal)

Nah, dengan kronis-nya acara ini, ditambah gue menjabat jadi kordi danus (dengan sedikit paksaan), plus anggaran dana yang gak sedikit, plus lagi anggota juga begitu (hem, bukan bermaksud menjelekkan, tapi gue merasa semangat dari anggota danus waktu itu pun kurang), ditambah lagi, acara itu entah mengapa seperti vakum dalam waktu yang cukup lama, otomatis gue sempet ogah-ogahan menjalani acara ini. Hehe, gue mah di sini jujur2an aja deh.. Sampai mata gue dibukakan saat menjelang Upgrading BEM ketiga. Yah, saat-saat menjelang akhir. Akhir dari acara ini, dan juga akhir dari kepengurusan BEM Sensei FKUB..

(Hem, sebenernya pengen gue lanjutin sampe selesai dalam satu tulisan ini sih, tapi apa daya, jam setengah tujuh mesti kumpul Lakesma nih, ada petis.. Hehe.. My first duty! Soo,, gue lanjutin lagi kapan2 yaaa.. :p)

-to be continued-

Saturday, December 5, 2009

together-gingachou-forever


Pengen nulis lagi ah... Udah lama gak ngisi blog ini. Yah, walaupun sedih juga, bikin blog orang lain ga ada yg tau. Biarlah, emang belom siap mental gue publish sih. Secara emang niat gue cuma nulis ngeluarin uneg2 ajaa, sekalian mengabadikan momen2 gue selama mengisi lembar kehidupan. halah2..

Belakangan ini gue lagi keranjingan banget ke rental komik deket kosan. Hum.. Jadi lah sifat malas gue tambah terasah, hehe.. Dan karena hobi baru gue itu, gue nemuin satu manga yang bikin gue terkagum-kagum. Namanya Sparkling Gingachou..

Ceritanya tentang persahabatan gitu deh. Ralat, persahabatan yang bikin ngiri. Hehe.. Gimana gue gak ngiri? Persahabatan yang digambarkan indah banget sih. Dan (mungkin) karena gue sendiri belum pernah mengalaminya. Apa gue yg gak sadar ya? Haha.. Ya sudah lah.

Hem, komik ini bercerita tentang persahabatan yang terjalin antara enam putera-puteri pemilik toko di pusat pertokoan Gingachou, Miyake Chino (toko sayur), Kurosu Ai (toko ikan), Shirouma Mamoru (kedai sake), Satou Kasumi (eh, gue lupa.. kalo gak salah sih yakitori), Shiiba Anko (toko kelontong bukan y? lupa juga nih..), dan Hanasaka Ikkyu (kedai mi atau soba). Mereka berenam sudah bersahabat dari kecil, tumbuh dan menjadi dewasa di pusat pertokoan itu. Dengan sifat yang berbeda-beda, ajaibnya, mereka bisa saling memahami satu sama lain, mendukung, menguatkan, bahkan juga mengingatkan.. Mungkin karena memang besar di tempat yang sama, dan dari kecil udah sobatan (yah, walaupun alasan yg paling tepat adalah karena si pengarang emang pengen bercerita seperti itu.. haha :p), buaanyaak hal menyenangkan yang mereka lalui bersama. Mulai dari tampil di festival pertokoan, ikut kuis rally, mencari harta karun, sampai nangkep pencuri bareng2.. Dan yang pastinya membuat tali persahabatan mereka bertambah kuat. Best friend forever banget deh mereka.. Wajar kan, kalo gue ngiri.. hehe..

Secara gambar, te-o-pe deh. Gue sih suka. Soft banget, dan blink-blink.. Em, maksudnya gambarnya cerah gitu, menampakkan keindahan di sana-sini. Yah, agak susah sih, mendeskripsikan gambarnya gimana. Mending langsung liat sendiri aja deh. Pokoknya gak jelek lah gambarnya, dan gak lebay juga. Hehe.. Kalau dari segi cerita, hum, two thumbs up. Gue suka banget. Penyampaiannya juga enak, mengalir, seakan melihat kehidupan kita sehari-hari. Pop banget, walaupun juga ada sisi melankolisnya, dan disandingkan sedemikian rupa dengan humor yang pas. Komedinya oke punya deh, at least gue pasti ngakak kalo udah ngeliat Mamoru bertingkah entah polos atau bodoh, hehe. Apalagi kalau udah cerita tentang hubungan Mike-Kuro. Konyol abis.. Lucu deh, kalo ngeliat Kuro salting setengah mampus sedangkan Mike santai-santai aja gak nyadar apa-apa. Walaupun hubungan mereka berdua juga selalu bikin gue terenyuh sambil bilang "so sweet" berkali-kali. Selain itu, biarpun komik ini berseri, ceritanya pendek-pendek, per chapter selesai, kaya Detective Conan gitu deh. Jadi, biar gak baca dari nomer satu, pasti bisa ngerti dengan gampang kok (pengalaman pribadi, gue langsung minjem nomer enam karena gak liat ada tulisan nomer nyempil di kanan bawah).

Over all, I love this comic. Highly recomended untuk dibaca waktu luang. Lumayan lah, bisa membuat kita senyam-senyum sendiri membayangkan momen-momen indah yang pernah atau akan kita lakukan bersama sahabat tercinta. Cerita yang diangkat emang ringan, tapi sarat makna. Bikin gue ngeh, hidup pasti akan jauh lebih indah jika kita hadapi bersama-sama, dengan saling berbagi dan menyayangi. Suatu hal yang mungkin sudah pudar di kebanyakan orang yak. Karena kita toh gak bisa menolak kenyataan bagaimana manusia menjadi makin individualis seiring dengan perkembangan zaman. Ya kan? Ya kan? (tengoklah kehidupan di kota-kota besar sana..) Walaupun emang gak bisa dipukul rata untuk semua orang, semua kembali ke diri masing-masing.

Yah, tapi gue yakin kok. Persahabatan yang luar biasa indah itu tidak ada di Gingachou saja, tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Kuncinya, asal kita mau. Asal kita mau mengesampingkan ego, asal kita mau berbagi, dan asal kita mau menerima sahabat apa adanya.

(hahhahaha.. maap kalo banyak yg gak nyambung ngomongnya..)

Wednesday, October 28, 2009

iseng-iseng..

ada sedikit hasil corat-coret gue nih.. lumayan buat bacaan iseng.. hehe xp

well, terinspirasi dari kisah nyata sebenarnya.. hoho

Bertahun-tahun sudah, kupendam dalam-dalam perasaan ini
Berkali-kali, hendak membuang atau mengganti
Menyemangati diri, dengan sesuatu yang tak murni dari hati
Menyombongkan diri, seakan dengan mudah semua dapat hilang dan pergi

Namun tahun adalah waktu yang lama
Rasa itu terlalu mengakar seiring waktu yang berjalan
Dengan mataku yang terbiasa menyaksikan hadirmu
Dengan hatiku yang bertahap mulai mencari-carimu
Kekagumanku muncul begitu saja
Perasaan ini mengalir tak tertahan

Bukan jarang, aku menyangkal semua
Bukan jarang, aku meragukannya
Namun, aku terus memikirkannya
Aku memilih mempertahankannya
Sampai sekarang, entah mengapa…

Melihatmu, mataku berbinar-binar
Mendengarmu, bibirku tersenyum tiada henti
Berbicara denganmu, hatiku terlonjak kegirangan
Dan saat kau mendiamkanku, jantungku terus berdebar
bertanya-tanya salah apa yang telah kulakukan
karena aku terlalu menyukaimu, itulah kebodohanku
Bibirku tak mudah terbuka saat hanya kau yang ada
Perasaanku tak tertata saat hanya kau yang ada
Rasa ini menahanku untuk mengenalmu lebih jauh,
Aku mengenalmu secukupnya, hal yang sangat kusesali

Mungkin, kamu hanya serpihan memori putih-abu-abu ku
Sepenggal kisah masa lalu,
dan aku harus terus maju tanpa menghiraukan itu
Sejak kita semakin jauh
Kini, semua seakan hanya dongeng bagiku
Tak mungkin lagi kupertahankan mimpiku
Kau pun hanya diam,
meluluhlantakkan harapan yang dulu sempat berkembang
Ketika dulu kita tertawa bersama
Saling berbagi mimpi dan cita-cita
Bersama mengejar tujuan walau berbeda
Bersaing memperoleh kejayaan
Bersusah payah memecahkan masalah
Berkembang bersama mencapai kedewasaan

Satu tahun sudah, sejak kita terpisah jarak
Dengan awal yang tidak pasti,
penuh dengan teka-teki,
yang hanya dipenuhi tebakan dan harapan,
Seharusnya kau hilang,
setidaknya perasaan ini memudar
Tapi yang terjadi justru berlawanan
Tak jarang, aku terus memikirkanmu
Tak jarang, aku sangat merindukanmu
Merindukan ucapanmu yang memotivasiku
Merindukan tindakanmu yang mengagumkanku,
dan juga membingungkanku
Merindukan tawa candamu yang menyenangkanku
Merindukan saat-saat menyenangkan bersamamu
Merindukan semua tentangmu

Beritahu aku mengapa!
Mengapa aku tak bisa melupakannya
Mengapa aku masih menyimpan butir-butir harapan
Mengapa jarak tak membuatku lupa
Apa karena semua yang kau tinggalkan SANGAT membekas?
Membekas dalam, tertanam di relung hati
Karena engkau yang pertama?
Atau semua hanya perasaan sesaat semata?

Mungkin akan kubiarkan perasaan ini terus ada
Membiarkan waktu yang menjaganya
Entah akan terus kokoh tertanam,
atau mulai goyah dan lantas hilang
Tergerus arus waktu dan kedewasaan
Dengan pilihan yang ada di tangan
Memperjuangkan perasaan manis yang bertabur kepahitan,
atau beralih merelakannya melayang

Dan mungkin kau mau berbaik hati memberitahuku
Apa kau merasakan hal yang sama?
Karena entah mengapa, dulu aku sempat percaya,
kau pun merasakannya
Walaupun besar kemungkinan,
semua hanya sekadar angan
Setidaknya beri tahu aku kebenaran
Agar aku dapat tenang,
melanjutkan perjalanan

Denganmu, atau tanpamu…
:’)

Wednesday, August 26, 2009

aaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrggggggghhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!

damn!
Puasa gini, ternyata Allah memberikan cobaan buat gue.
Yah, harusnya gue sabar, tapi, ternyata sabar itu gak mudah ya..
Emang dimana-mana ngomong itu lebih gampang dari praktik.
Yaaaa.. banget..
Mungkin gue pengen sedikit bandel buat bilang, kesabaran gue abis!
Bolehkah? Wallahualam.
Mungkin gue akan mencari2 alasan, kalau semua kekesalan2 itu sudah terakumulasi sedari dulu!
Bolehkah? Wallahualam.
Gue sebel! Gue ngerasa gak dianggap! Gue ngerasa gak dihormati! Gue ngerasa gak punya temen yang real! Fake semuaaaa!!! Gak ada yang ngerti gue!!
Sekarang apa yang harus gue lakuin??
Gue pengeeeen banget marah, ngomong kasar sama anak2 itu,
karena gue KECEWA,
gue SAKIT HATI.
Tapi..
bolehkah?
bisakah?
Karena pada kenyataannya, gue teralu pengecut buat melampiaskan semua kekesalan gue.
Karena gue terlalu takut salah.
Karena gue takut, ternyata memang semua itu gue yang salah.
Tapi sumpah, gue marah.
Dan entah kenapa, semua itu seakan diperburuk dengan kenyataan2 yang hanya membuat gue sedih.

Friday, July 10, 2009

marah

AAARRRGHH!!!! Gue BT! Bad mood!! Gue benciiiiii!!
Huhuhuu ToT
Huh. Udah gue cape2 mikir,, taunya disalahin gitu aja.
Udah gue cape2 nyetujuin pendapat itu orang,, taunya dengan guampang dia berubah pikiran!! Bikin seolah2 itu salah gue! (well, gue mikir gitu)
Gue udah mati2an ngebela dia, eh taunya dengan gampang dia nyetujuin pendapat temen gue yg lain..
BETEE!!!
Bikin gue ilang wibawa aja deh.
Gue beneran ga ngerti jalan pikir dia. Kadang gue mikir apa yg dia omongin itu gak ngeliat sikon dan ga tepat diomongin. Masalahnya, gue lagi ada di posisi sebagai partner dia.. Kesannya pun, kalo dia ngomong, malah bikin gue down mulu bawaannya.. Duh, gue jadi sebel parah sama dia.
Huaaahh..
Btw maaf kalo ada yg tersinggung, gue cuma pengen ngeluarin uneg2 aja.

Tuesday, June 23, 2009

bosen.. sepi.. huaaahh.. ToT

huuuuaaaa...
minggu tenang yg amat tenang..
saking tenangnya, ga ada kerjaan..
***
Hum. Sekarang gue lagi ngaso2 di warnet sambil dengerin mp3. Maklum, berhubung alat elektronik yg gue bawa dari Jakarta cuma hp senter dan chargernya, gue cukup kangen buat memanjakan telinga gue dengan musik. Ya, di warnet lah, jadinya. Sebenernya, gue cukup bosen (ga ding, bosen banget!) ngabisin waktu luang gue di Malang. Bukan salah kotanya si, tapi kalo udah masuk hari2 tenang kaya gini, gue berasa ga punya kehidupan. Kerjaan cuma tidur, makan, baca komik sampe bego, sama ngenet. Belom lagi kalo pas ngenet, fb lolaa.. Beuhhh,, kaga bisa ngomen deh jadinya.. Hilanglah gue dari peradaban. Belom lagi, gue ngerasa, gue bener2 ga punya temen.. (hiks, maav jd curhat) Ga ada yg nemenin gue ngobrol, ga ada yg ngajak gue jalan.. Huuuh.. Gue pun bingung, apa yg salah? Apa yg mesti gue lakuin? Apa emang gue yg dodol ya? Hiks.. Kalo dulu, gue sih nyaman2 aja, soalnya gue emang anak rumahan.. jalan2 paling ya, seperlunya aja.. soalnya udah ada keluarga gue yang ramenya masyaoloh.. hehe..
Tapii,, kalo situasinya gini,, gue meranaaaa.. hiks.. Gue beneran ngerasa ga punya temen, ga punya tempat berbagi. Huaaahh.. Kadang gue cape, hidup gini terus. Bisa2 gue frustasi.. huhu.. Gue, juga bingung mau ngapain jadinya. Kalo gue yg mesti mulai duluan, gue bingung mau mulai gimana.. Hiks.. Gue pun belom punya kekasih hati kaya temen2 gue yg lain, uhh.. so lonely.. Entah lah kapan..
Yah.. Mungkin yg perlu gue lakukan sekarang adalah menarsiskan diri, bahwa hidup gue ini tetep indah. Hahaha.. Yaaaaa,, pasti ada sesuatu di balik skenario ini, yg harus gue pelajari.. Hehe..
Sabar aja deh guee,, haha ;p

Sunday, April 5, 2009

ujian di kampuskuu..

wuihihii.. mendadak inget kalo saya masih punya blog..
jadi pengen nyorat-nyoret bentar,, sebelum kadung ujian.. hohohohoho..

Hmm.. Ngomong2 ujian.. Gue jadi pengen berbagi sedikit tentang huru-hara ujian yg ada di kampus gue tercintaa (huwee xp)
Pertama, huru-hara belajar bersama. Beneran deh, gue ngacungin jempol buat kebiasaan temen2 sekelas gue ini. Pasti, maksimal h-1, setelah soal-soal ujian taun lalu udah ada di tangan, anak-anak mulai gelisah, bertanya ke sana ke mari, kapankah belajar bersama diadakan (baca: bahas soal bareng.. hoho). Masalahnya, yang bisa dijadiin narasumber buat belajar bareng itu cuma segelintir dari anak-anak yg adaa.. huhuhu.. Anggap lah, yg mnurut gue bisa dijadiin narasumber terpercaya itu, harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain: 1) IP > 3,7; 2) kalo duduk pasti di lini terdepan dari kelas; 3) yang paling aktif nanya sama dosen; 4) kalo dosen lagi ngejelasin, mereka seakan lagi di dunia lain, sambil dikit-dikit diskusi "kenapa beginii, kenapa begituu"
hohoho...
Merekalah yg gue kasih julukan golongan profesor. Dan anak-anak pasti ngerasa aman banget kalo udah belajar bareng mereka, apalagi kalo dapet duduk di sebelah mereka waktu ujian (xp). Yah,, kind a suggestion kali yaa.. hihihi
Awal-awal sii, mulus2 aja belajar barengnyaa. Mungkin semboyan kita waktu itu : "makin rame, makin asyik!". Yupp,, pernah kita bikin kantin FK heboh bukan main. Bayangin aja, ada temen gue yang teriak pas di kuping gue, gara2 gak ngedenger penjelasan dari si narasumber. Behh,, memang cukup rusuh!
Sayangnyaa,, semboyan "makin rame makin asyik" yang dianut sama anak-anak, ternyata gak disukai sama narasumber. Ya iyalaaaahhh.. Mulut biru2 ngomong diulang2 muluu.. Mana kuping juga dipaksa menangkap suara-suara tarzan dan tarzanwati (peace xp).. Ditambah otak mereka kan dobel kerja jugaa,, lah wong mereka tutornyaa.. Dan jadilah diadakan belajar bersama yang "gak terlalu rame". Dan itu berarti,, hanya segelintir orang-orang terpilih yang bisa dapet free pass belajar bareng sama si narasumber. Di sini dilemanya teman-teman.. Gue (tanpa maksud nyombong yah) termasuk ke golongan beruntung coz bisa diajak belajar bareng mereka. Cuma, gue ga boleh ngasih tau anak2 lain kalo ada belajar bareng ituu (duuhh,, kesannya kaya apaaa gituu). Masalahnya, kan gue tipe anak banyak temen tuh (hihi,, bcandaa^^), ga enak lah gue gak ngasih kabar sama nak2 yg lain.. Secara qta tuh udah saling titip2an, kalo2 ada belajar bareng "profesor", harap saling memberi kabar.. Pheeww.. simalakamaaa..
Huru-hara keduanyaa,, apalagi lah kalo bukan pas ujiannya. Hmm.. Pemandangan paling umum yg gue liat adalah koloni-koloni mahasiswa yang sibuk berkutat dengan soal taun lalu. Yang paling gede koloninya, siapa lagi kalo bukan Pak Profesor,, hehe.. Tapi ada juga yang malah hahahihi, g megang soal sama sekali. Alesannya sih, biar rileks,, belajarnya cukup kemaren ajahh.. hoho.. Belum lagi fenomena PMP, alias posisi menentukan prestasi.. Hmmmmhh.. Pilihannya cuma 2 : 1) duduk di lini belakang; 2) duduk di deket2 profesor.
Yang bikin gue g abis pikir,, heyy kita ini anak FK kalii.. Mau jadi dokterrrr. Apa jadinya kalo nilai2 yang kita bawa untuk menunjang karier kita nanti ternyata bukan hasil sendiri?? Huummm.. Gue si mikirnya, jangan sampe nilai2 bagus doang yg kita dapet, tapi ilmu yang kita dapet malah ga ada. Gilaa,, ntar kita kerja nanganin manusia kaliii.. Belom lagi, kita semua pastilah dituntut untuk profesional kan, waktu bekerja. Kalo dari hal yg kecil aja udah ga profesional,, terlalu menggampangkan,, gimana nanti kalo udah terjun ke masyarakat?? Yah, mungkin pemikiran gue ini dianggep muna atau sok suci, or etc lahh.. Tapi jujur, gue masih berani ngomong : "Gue lebih bangga dapet nilai jelek hasil sendiri, daripada nilai A hasil nyontek." Huahhahahaha...

Saturday, February 28, 2009

m e n a n t i

hem.. apakah saya bodoh menunggu sesuatu yang tak pasti?
dengan hanya modal saya yakin dengan perasaan ini?
percaya dengan sinyal-sinyal yang belum tentu artinya.
tapi saya pun tak bisa lupakan dia.
mungkin bisa, tapi saya tidak mau.
apa yang harus saya lakukan?
saya pun tidak mau seperti Nurul dalam Ayat-ayat Cinta.
tapi saya tidak tahu bagaimana persaannya.
walaupun tiap hari saya mendoakannya.
haruskah saya bertanya padanya??
...
mendadak mellow...

Ah*?& D*#ni jadi CAWAPRES??

Gila.
Ketauan banget sih, tuh partai cuma nyari pendukung lewat popularitasnyaah??!!
Iiiiihh... Dikira rakyat tu mainan apa??
Berpirlah jauh ke depan Saudara-Saudaraa.
Pemimpin memiliki tanggung jawab yang amat besar. Apalahi pake embel2 Indonesia di belakangnya. Harus bisa mengayomi semua rakyatnya dari SEMUA golongan. Menyatukan mereka di bawah satu visi, misi, dan tujuan yaitu: MEMBANGUN INDONESIA. Tetap jaya, harmonis, dan eksis di kancah dunia. Menghasilkan generasi-generasi gemilang yang akan mengubah dunia menjadi lebih baik. Menghilangkan (@ least mengurangi) segala kelemahan dan kekurangan yang ada, khususnya moral kita yang semakin "abrakadabra" seperti sekarang. Jangan dianggep investasi semata dong!!
INDONESIA HARUS BANGKIT DARI KETERPURUKAN.
Bukan malah makin mendewakan duit dgn menghalalkan segala caraaaaa!!!!
Untuk RAKYAT INDONESIA : Pintar2lah kalian memilih pemimpin negara. Setidaknya ia harus memiliki visi-misi ke depan yang secara REAL akan diwujudkan. Menomorsatukan rakyat. MANDIRI, dari hal ini dapat ditarik kesimpulan awal kalo pemimpin tersebut memiliki wibawa untuk memimpin dan berani mengambil keputusan. Yahh, bukan yang cuma ngasih duit di depan terus abis itu dilupakan.. Ingat! Kita menggadaikan 5 tahun nasib kita ke depan lho!! 5 TAUN! So, pintar-pintarlah memilih, gunakan hati nurani, pikirkan kemajuan kita BERSAMA. Plus,, jangan lupa "Bismillah" dulu ya.. x)
***
Begh.. kesel saya denger beritanya..

Tuesday, February 3, 2009

Memang Benar?

Sebelumnya gue minta maav kalo2 ada yg ngebaca tulisan (or lbih pas dibilang unek2) gue ini, dan jadi tersinggung.

Belakangan ini, gue jadi sering nonton acara2 'drama religi' yg sering ditayangin di salah satu stasiun televisi swasta. U know, drama religi yg ada unsur2 azab2 gitu deh.. Religi islami tepatnya. Kenapa gue jadi sering nonton? Ya, berhubungan dengan aktivitas gue skarang ini juga sih,, libur ga ada kerjaan.. hehe..

Gue emang dasarnya ga terlalu suka dengan acara2 tv semacem itu. Ya, walaupun ga terlalu ganggu bagi gue. Toh maksud awal acara2 kaya gitu kan, cuma pengen nunjukin kalo orang jahat itu, suatu hari akan mendapat azab dari Allah, dan orang baik, selalu akan mendapat kebalikannya. Oke, gue setuju, itu adalah satu pesan moral yang baik.

Tapiii,, masalahnya.. Gue jadi agak keganggu juga ngeliat keganjilan2 (mnurut gue) or ketidakcocokan adegan2 yg ada, or penokohannya. Lebay bgt menurut gue. Israf! Contoh: Sekelompok cowok dengan berbaju koko dan berpeci, dengan gampangnya percaya oleh hasutan seseorang yg memfitnah seseorang. Itu tuh ceritanya mereka abis solat tauuu!! Kok abis itu malah keluar masjid sambil mencaci maki, main hakim sendiri, sama orang yang belum tentu kebukti salahnya apa. Maksud guee,, mereka tuh ceritanya orang tau agama,, masa' segitu gampangnya percaya ma hasutan gak jelas,, pake caci-maki sama ngegebukin segala lagi.. Behh, gue jadi ga abis pikir maksudnya apa. Segitu ceteknya kah? Dianggep apa, baju koko, peci, sarung, yang orang2 tadi pake buat 'main hakim sendiri'?? Dan gue selalu ngedumel dalem hati,, "Ya ampun.. Lebay banget, sumpah.."

Tapi lagi,, gue baru berpikir, gimana kalo itu emang sebuah realita yang ada di negara ini? Dan gimana kalo adegan2 semacem itu emang bukan lebay, tapi kenyataan? Toh, gue sering ngeliat di TV, gimana kelakuan bar-bar orang kebanyakan sekarang ini. Kaya waktu tadi gue nonton berita waktu ricuh demo di DPRD Sumut. Hhh.. Kayanya emang bgitu gak sih, kelakuan wong Indonesia skarang ini? Kita gak seramah apa kata orang2 dulu? Kasar. Urakan. Skali lagi sori kalo menyinggung..

Kenapa jalan perundingan baik2 itu terkesan gag ada? Kenapa yg ditonjolkan malah sikap mau menang sendiri, mainn hakim sendiri, seakan udah ga ada yg namanya hukum? Apa ga ada yg mikir akibat jangka panjangnya? Kenapa harus pake otot, kalo kita sebagai manusia dianugerahkan otak yang ditambah akal oleh Tuhan? Kenapa gak tiap pihak make logika buat nentuin win2 solution yang adaaaa?? Kan enak tuh, kalo semua pihak dimenangkan..

Emang ngomong tuh gampang. Seperti tulisan gue yg mengalir lancar inii.. haha.. Yah @ least gue sih pengennya kita mulai 'mencoba'. Dan gak capek buat terus mencoba, mencari win2 solution buat tiap masalah yang ada. Gimanapun kita semua saudara kan? Gak usah lah,, saling menyakiti.. Haha..

Smogaaaa... Gue gak akan lagi denger masih ada yg namanya main hakim sendiri di negara ini.. Kedengerannya muluk banget yah? Haha,, amin saja lah..