Showing posts with label #chitchatrandom. Show all posts
Showing posts with label #chitchatrandom. Show all posts

Tuesday, April 22, 2025

Cerita Ngalor Ngidul Ke Sekian, Kekuatan Ucapan

Ha~lo! Masih dalam edisi #maternityleave #babynumber3 nih, dan akhirnya ada waktu buat buka laptop lagi. Haha. Boleh lah ya, sekian menit gue cerita-cerita di sini, mumpung Alfa dalam kondisi kondusif dan mata ini nggak lagi seberat biasanya yhaa (bayangin mata abis begadang lebih dari 2 malam deh).

Oh ya, pada percaya sama istilah "ucapan adalah doa" nggak? Atau istilah "mulutmu harimau mu" atau "senjata paling tajam adalah lidah"? Ketiga istilah tadi kan kesannya kaya beda jauh ya maknanya, tapi menurut gue prinsip dasarnya sama sih. Sama-sama menekankan bahwa kata-kata / ucapan adalah se-powerful itu. Gue pribadi jujur percaya sih. Dan hm, alasan gue mulai percaya itu pun, masih gue inget sampai sekarang. Jujur aja karena pernah ngalamin sih, haha, jadi event pertama gue ngalamin hal itu tuh, masih gue inget banget.

Dulu banget, waktu gue masih SMA, gue ikut suatu ekskul dengan segala tradisi dan event nya. Hehe. Ada satu masa di saat gue udah senior, giliran junior gue yang nyiapin event ulang tahun sekaligus tanggung jawab nyiapkan kue tart buat dimakan bareng-bareng. Standar kue tart waktu itu di ekskul gue adalah birthday cake ber-layer dengan krim dan hiasannya macam kue-kue ulang tahun yang dijual di Harvest. Tapi waktu itu, gue inget sempat ada kaya delay waktu acara berlangsung dan gue ketawa-ketawa bercanda sama temen gue, "Wah jangan-jangan ini cake nya yang dibeli salah, bukan birthday cake yang biasa tapi kue tradisional kaya lapis gitu lagi," yang entah kenapa saat itu gue anggep lucu haha. Dan yha, betulan kejadian dong apa yang gue bercandain itu. Persisss kaya apa yang gue omongin ke temen gue. Hahahaha. Dan jujur aja, gue ini (apalagi masa-masa masih bocil remaja labil) adalah tipe orang yang lihat segala sesuatu nya itu hitam / putih, dan banyak orang yang bilang kalau gue "suka pakai kacamata kuda" haha. Yah artinya gue tuh semacam selurus itu sampai polos / naif dah. Jadi udah bisa ditebak dong, kejadian kue itu jadi semacam titik balik buat gue pribadi, buat lebih hati-hati lagi saat ngomong, walaupun lagi bercanda. Wkwkwk.

Nah, akhir-akhir ini jujur ada hal-hal yang menggelitik gue buat nulis ini sih, berawal dari share-an status medsos seseorang yang gue lihat. Ada beberapa video pendek yang dijadikan status gitu deh, dan intinya membandingkan negara sendiri dengan negara lain, dimana kesannya negara sendiri tuh jelek banget gitu loh. Bukan gue denial dengan fakta sih ya. Karena emang faktanya, banyak siswa dan guru yang bikin konten joged-joged di tiktok. Tapi kan bukan berarti semua-mua nya begitu nggak sih? Gue agak jengah aja, kalau yang dilakukan itu cherry picking data dan terus dipakai buat menjelek-jelekkan. Nggak ada fungsi nya juga ngejelekin gitu, dan jadi semacam generalisasi juga nggak sih? Bayangin lah gimana perasaan siswa dan guru yang tidak melakukan itu dan belajar dengan serius di mostly of their time? Mempunyai visi misi yang mulia yang memang ingin menjadi orang berpendidikan? Mungkin kaya siswa yang jujur dituduh nyontek cuma perkara ada beberapa teman lain yang ketahuan nyontek? Kan bisa jadi sakit hati ya (personal experience, pernah merasakan galau nya digeneralisasi wkwk). Lagian emang nggak takut ya dengan kekuatan ucapan? Bolak-balik share, meyakini bahwa negara nya sejelek itu, nggak takut kah akan benar-benar "ter-amin-i" menjadi buruk? Malah nambah serem kan ya. Kayaknya mending diganti dengan ucapan baik dan afirmasi positif, doa agar negara kita bisa berbenah dan menjadi lebih baik lagi kan.

Like I said before, ucapan tuh kuat banget, gue percaya. Kalau tujuannya ningkatin awareness, rasanya nggak perlu sampai bolak-balik share nya dengan caption yang downgrading nggak sih? Entah lah mungkin cara mengekspresikan perasaan tiap orang beda-beda ya, mungkin karena kecewanya sudah menumpuk juga. Hanya saja, imho, kurang bijak sih jadinya. Rasanya better kalau fokus ke solusi nya instead of masalah nya, tapi tetap tanpa kita melupakan masalahnya itu apa ya. Yah, disampaikan dengan santun lah kalau ada kritik, kan masih manusia ya judulnya. Manusia kalau nggak santun tuh, entah lah, menurut gue kaya kureng manusiawi jadinya. Selain ucapan adalah doa, gue juga termasuk yang percaya kalau segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, ibarat gue kata, semua-mua hal itu ada dosisnya. Terlalu berlebihan membenci sesuatu tidak baik, terlalu berlebihan menyukai sesuatu juga tidak baik. Jadi nggak perlu juga lah mengkritik secara berlebihan, sekecewa apapun dirimu (again, ini personal opinion gue ya).

Well sementara itu dulu deh ya, cerita ngalor ngidul gue hari ini. Kalau bermanfaat memberi kebaikan, Alhamdulillah, kalau dirasa tidak, monggo di skip saja wkwkwk. Intinya emang gue cuma pengen cerita ngeluarin uneg-uneg aja sih ehehe. See ya at next post (semoga ada) yes! ;D

Sunday, October 16, 2022

How're You? How's Life?

Woi. Akhirnya ah, gue nulis-nulis lagi di sini. Random aja sih. Haha. Tetiba kepengen gitu. So, yha, seperti judul tulisan ini, apa kabar dah pada? Masih semangat? Struggle to survive juga toh masihan? Bagus. Harus gitu emang. Hehe.. Gue di sini juga sama sih. Jalanin hari demi hari, dari satu masalah ke masalah lain, dari satu moment bahagia ke moment bahagia lain, dari satu memori ke memori lain. Masih banyak banget PR nih, banyak tugasnya, hehe. Tapi kalau kata Asa sama Aru, ya gak papa. Yes, nggak apa-apa, dijalanin satu-satu, pelan-pelan diselesaikan, sambil terus berkembang kan ya. Iya, berkembang bukan badannya nih maksudnya, tapi kepribadiannya, kebijaksanaannya, wawasannya, ketaqwaannya, gitu lho.

Hm, terus mau cerita dikit deh nih. Akhir-akhir ini ternyata gue lumayan jadi into K-Pop deh. Ada satu grup idol K-Pop yang lagu-lagunya lagi sering gue dengerin. Haha. Jadi semacam work anthem gitu, bisa bikin fokus dan ngerjain kerjaan jadi lebih cepat. Aneh bin ajaib juga sih buat seorang gue ya. Wkwkwk. Abis dulu-dulu perasaan cenderung nggak tertarik sama lagu-lagu yang liriknya gue nggak paham, atau yang terlalu jedag jedug gitu lho. Kan banyak lagu K-Pop tuh jedag-jedug ya, apalagi rilisan baru-baru tuh, imho, musiknya 'keras' gitu lho, yang loud banyak dentuman gitu lhoo.. Get what I mean kan yah? Tapi kayaknya, memang pepatah "music is a universal language" itu nggak salah sih. Dan kebetulan juga, lagu-lagu grup ini tuh, banyak yang nyantol di gue. Cocok aja gitu sama selera. Menyenangkan di telinga, dan mengagumkan mata juga kalau lihat video-video klip nya.

Well, grup idol yang gue maksud itu Red Velvet. The five queens, for me. Haha. Coba deh cek-cek ke beberapa lagu mereka. Entah kenapa deh, di gue lagu-lagu mereka tuh cocok banget. Belum bosen-bosen dengerinnya. Nggak yang terlalu 'loud' terus ada festivalnya, ada quirk nya, tapi tetep beautiful dan beat nya enak-enak gitu. Nah lho gimana deh tuh maksudnya? Haha. Yaah, intinya musik-musik mereka tuh bikin terngiang-ngiang gitu lho. Sampai gue lihat ada lagu baru keluaran grup lain itu tuh malah jadi ngebatin, lho kok mirip sama lagu RV yak konsepnya? Haha. Saking merhatiin detailnya lagu-lagu RV kali yak.

Tapi serius, lagu-lagu RV menurut gue bagus-bagus dan unik sih. Sok atuh lah, siapa tahu mau coba-coba, bisa dicek lagu-lagu ini nih: Bad Boy, Peek a Boo, Zimsalabim, Psycho, Wild Side, Feel My Rythm, Remember Forever, In My Dreams, Ice Cream Cake, Zoo. 10 besar buat gue nih, yang paling favorit sampai saat ini deh. Siapa tahu pada cocok juga ye kaaan. Hehe..:D 

Tuesday, March 22, 2016

Yang Bikin Kesal..

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/meski-jeda-sopir-taksi-vs-pengemudi-gojek-hampir-rusuh

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/mobil-taksi-pusaka-dirusak-pengojek-online-yang-mengamuk-pengemudi-kaget-dan-bingung

http://health.liputan6.com/read/2464959/penyebab-sopir-taksi-berbuat-anarkis-dari-pandangan-psikolog

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/ribuan-go-jek-menggeruduk-semanggi

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/video-pegojek-konvoi-kumpulkan-massa-untuk-serang-balik-sopir-taksi

http://news.liputan6.com/read/2464938/setelah-hancurkan-bajaj-driver-go-jek-serang-taksi-blue-bird

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/inilah-video-perusakan-taksi-oleh-demonstran-di-tol

Sigh. Manusia itu barbar yak Di hari canggih begini, ternyata masih banyak aja yang lebih make otot dibanding otak. Untuk apa sih? Paling nggak suka gue, ada begini-begini. First, bawa banyak impact ke banyak orang, dan banyak ngerugiinnya! Coba itu warga Jakarta yang biasa ngangkot, ngebis, naxi, ngojek, kalau pada hilang semua sibuk sikut-sikutan gitu, gimana nasib para warga lho? Second, anarkis nya itu lhoo.. Aduh, kudu banget ada kaya begitu? Katanya demo, tapi ujung-ujungnya anarkis. Dari yang sweeping maksa teman "sejawat"nya, sampai bentrok sama kelompok satunya. Haish.. Lagian kenapa juga bisa jadi bentrok antar kelompok sih? Astaga, kenapa kelompok yang satunya nggak ngalem aja, nggak usah dilawan balik dan jadinya bentrokan gitu kan bisa? Istilahnya, udah tahu ada kompor kebakar, kok yo malah disiram bensin. Gue nggak percaya kalau gini ini murni dari mereka-mereka yang berkepentingan. Pasti ada provokatornya deh. Yang emang hobinya lihat kekacauan ye. Kalau ternyata memang murni tanpa provokator, yah terima saja fakta kalau (sebagian) (besar) orang Indonesia memang masih barbar dan seprimitif itu. *Miris Well, gue pribadi sih pengennya ya, ditindak tegas aja itu semua, seadil-adilnya. Baik dari yang kendaraan umum konvensional, maupun yang kendaraan umum aplikasi online. Yah maksudnya adil tuh, yang anaki ya hukum. Pihak perusahaan juga harusnya tegas, pecat aja itu semua oknum yang bersalah. Biar pada inget lagi, itu bapak-bapak, mana salah mana benar. Biar ada efek jeranya juga.

Sebenernya, ini PR buat pemerintah juga sik. Kok bisa sampai chaos gini lho, kan artinya ada masalah yang belum bisa diatasi. Semoga saja segera ditindaklanjuti ya oleh para penguasa agar insiden kaya gini nggak keulang. Dan, kita-kita sebagai masyarakat juga sebaiknya bisa bertindak cerdas, atau minimal, jangan memperkeruh suasana deh. Be a smart citizen, please. Jujur ya, miris juga lihat sosmed isinya kebencia semua. Siapa itu yang ngomong juga nggak jelas, benar pembaca, pengguna, apa provokator, apa robot, apa setan, nggak tahu deh. Ada aja yang bawa-bawa kebun binatang dalam komennya, atau sumpah serapah yang sakit rasanya buat didenger. Nggak usah lah kita ikut nyebar bensin di atas kompor terbakar, dengan komen-komen pedas yang isinya mencaci-maki (nyebarin kebencian doang, situ oke? risih sumpah bacanya), atau dengan sharing artikel / video / foto ke khalayak walaupun sebenarnya bukan seperti itu faktanya (yes, ada yang sharing foto jadul kecelakaan abang gojek dengan caption seakan-akan dia berdarah-darah karena pengeroyokan). Emang ada gunanya? Kesal boleh yes, tapi itu tadi, be smart and wise. Sesuatu terjadi, pasti ada asal muasalnya, lebih bijaklah dalam menilai. Yang terlihat benar belum tentu benar, yang terlihat salah belum tentu salah. Perbanyak isi otak kita dulu dengan data-data yang valid, biar kita pun tahu duduk perkaranya apa. Jangan sampai, cuma menghakimi karena kita melihat "percikan" yang terjadi. Atau kalau mau simpel, stay quiet aja sampai semua clear, daripada ikut-ikutan nyiram bensin? Ye gak?