Evening, Bloggie. Here I come again. Miss me? Hehe.. Disclaimer nih, yg akan gue tulis dalam posting kali ini, murni opini hasil gue mikir ngalor ngidul ya.. Setelah sebelumnya berselancar di dunia maya, dan pada akhirnya menjadi miris. Hahaha..
Mereka yang dihina. Siapa? Banyak. Mau kamu orang baik, orang jahat, orang cantik atau tampan, orang jelek, beragama, tidak beragama, yang namanya dihina mah apes-apesan ya, bisa semua kena. Siapa yg menghina? Bisa siapa saja, sesuai keapesanmu dapat siapa. Orang yg nggak dikenal, bisa, orang yg dekat sama kamu pun bisa. Alasannya dihina? Nah ini juga lucu, bisa macam-macam juga! Tanpa alasan pun bisa lho, imho. Ciyusan? Kenapa gue sampai mikir kaya gini? Well, berawal dari gue yg suka baca ya.. Hobi suka bacain apapun ini juga bikin gue jadi suka penasaran sama apapun yg berbentuk tulisan. Apalagi di zaman internet begini, haha, tulisan bisa ditemui di mana-mana (kalau zaman dulu kan paling ketemu tulisan tuh di buku atau koran aja yak). Dari sering baca ini itu lah, gue jadi kepikiran sesuatu..
Beberapa kali, gue nemu akun haters artis yang ada di instagram. Reaksi pertama gue sih kaget ya. Ada ternyata, orang yg segitunya punya effort, mengeluarkan waktu, pemikiran, dan tenaga demi "menghina" seseorang yg mungkin dia sendiri tidak kenal. Iyalah, akun haters tsb mana ada yg masang nama asli di akunnya. Rata-rata mereka menamai akun tsb dengan nama artis yg diberikan tambahan huruf, angka, atau karakter (spasi) yang sedikit berbeda dgn akun ig asli si artis. Pertanyaan pertama, untuk apa? Pikiran suudzon gue nih, buat nyari followers kali yak. Mungkin ada aja kan fans yang memang mencari tahu idola mereka pada akhirnya akan nyangkut di akun tsb dan pada akhirnya larut dengan segala posting yg ada di akun haters tsb. Lucu. Buat apa? Nyari banyak orang agar sepaham, agar sama-sama membenci si artis? What for? Segitunya ya, sampai rela edit foto sana-sini, bikin caption panjang-panjang, cari-cari foto si artis tsb terus direpost dengan tambahan edit atau caption, kan itu effortnya nggak sedikit. Untuk apa? Demi lihat si artis jatuh? Miris. Lucunya lagi, ada saja momen di mana mimin akun tsb semacam ngeles. Haha.. Pakai bilang nggak maksud ngehina, berlindung dgn alasan menyampaikan kebenaran. Sampaikan kebenaran harus dengan menjelek-jelekkan orangnya? Harus dulu berlindung di balik akun anonim? Harus dulu ngajak orang banyak untuk percaya dengan dirinya, di belakang si artis itu? How coward.
Sekarang gini deh, even si artis yg dihujat itu punya salah, apa benar juga memperlakukan dia sebagai manusia yg perlu untuk dihina selamanya? Seandainya salah itu dilakukan di masa lalu, dan yang bersangkutan sudah bertobat tidak akan lagi mengulangi kesalahannya, apa pantas kesalahan di masa lalu tersebut terus diumbar demi menjelek-jelekkan dia? Lagian, apakah yakin, yang akun tsb bilang "kebenaran" adalah sesuatu yg benar? Testimoni dari sekian orang random, bisa dijadikan patokan kebenaran? Bukankah masih ada kemungkinan kalau semua yg disampaikan itu rekayasa? Lagipula, terlepas dari salah dan benar, Allah S.W.T. saja Maha Pengasih dan Pengampun, apalah hak kita sebagai makhluk untuk saling menghakimi dan menjatuhkan satu sama lain? Miris.
Disclaimer: gue bukan fans artis tersebut ya. Jarang bgt gue ngefans sama yg namanya public figure. Palingan gue ngefans sama guru-guru gue, supervisor di kampus dan RS tempat gue menimba ilmu. Ngalamin momen-momen semacam fangirling sama spv sendiri pun pernah. Cuma nggak pernah deh rasanya yg gue jadi keki atau ilfeel berat cuma karena saat gue sapa, Beliaunya cuek. Hahaha.. Di balik ke-luar-biasaan Beliau sampai gue jadi ngefans, wajar lah ya kalau Beliau punya satu dua sisi yang agak pahit. Itu manusia! Wkwkwk.. Makanya suka heran sama para (mereka yang mengaku) fans yang gampang baper dan menuntut si idola menjadi seperti apa yg mereka inginkan. Nggak semua memang, tapi emang ada kan yang gitu. Hmmh.. Lika-liku dunia entertainment ya, kadang nggak masuk di logika gue. Hehe.. Well, balik ke disclaimer di awal paragraf tadi ya, artinya, bukan gue mau ngebela si idola juga ya, bukan mau membenarkan atau menyalahkan si idola juga, karena jujur, gue kan nggak tahu yg sebenarnya terjadi itu gimana. Sebagai manusia, gue cuma bisa beropini sesuai dengan apa yg gue lihat. Dan di sini yg gue garis bawahi adalah, gue miris ngelihat fenomena akun-akun haters ini bermunculan di dunia maya. Yang nimbrung pun nggak sedikit. Kan sayang, kalau medsos yg punya tujuan baik saat diciptakan, malah jadi ajang untuk saling menjatuhkan dan nyinyir.. Dan lagi, gue selalu percaya, Allah S.W.T. mboten sare. Allah Maha Adil, dann hati-hati lah dengan apa yg kita lakukan. Bahkan sebatas komen di medsos pun gue yakin, kelak akan dimintai pertanggungjawaban..
Akhir kata, setelah panjang lebar gue bertutur, *ceilah bahasa guee, gue tutup posting kali ini dengan, mohon maaf jika ada yg tersinggung yaa.. Posting ini tidak dibuat untuk menyulut apapun. Murni ngutarain opini (sekalian uneg-uneg) gue ajah. Hoho.. See ya in the next post, salam peace, love, and gaul! :D
Showing posts with label #self reminder. Show all posts
Showing posts with label #self reminder. Show all posts
Thursday, July 28, 2016
Friday, July 10, 2015
Sedikit Cerita dari Perantauan
Tok tok. Assalamualaikum.. Walah.. Banyak banget ya ini sarang laba-laba *brb ambil kemoceng *bersih-bersih :p
Hi Gie, my luply Bloggie. Piye kabare bro? Sepi yaa, udah berbulan-bulan saya anggurin? Hahaha.. Supurane, maklum, lagi jadi dokter ugd nih. Nge game aja jadi gak rutin. Apalagi ngeblog. Haha.. Ditambah fakta, udah sebulanan gak ngisi paket internet buat pc. Makin mahal aja sih itu paket. Yaudah deh. Makin lama saya anggurin sampean. Hehe..
Well, mari kita mulai update-an info dan sharing-sharing cerita yak. Berasa artis dah. Ahahaha..
First of all, you have to congratulate me, Gie. For what? Karena sebentar lagi iship gue selesai. Yuhuu.. Tinggal 4 bulan terakhir di IGD Ngudi Waluyo Wlingi. Hehe.. Gak kerasa ya, setahun itu cepet juga.. Kalau awal-awal dulu, rasanya tuh adaaa aja yang bikin stres dan berasa hidup gue hell abis selama iship. Tapi lama-lama, kalau dibawa enjoy, ya jadinya enjoy juga sih. Jadinya senang. Huehehe.. Apalagi, mata gue dibuka banget dengan program iship ini. Di mana gue boleh nangani pasien (well ya wajar lah, I'm a doctor already), tapi masih ada supervisi dari pembimbing atau dokter senior. Jadi ya, insyaallah aman. Dan gue jadi makin ngerti, hidupnya dokter tuh kaya apa. Yang dia gak bisa time-free, even sudah spv loh.. Yang harus bisa terus vit dan senyum saat hadapi pasien, even badan lagi meriang, pusing, atau diare (baru ngalamin, haha).. Yang gak boleh panik! Bahkan di saat kita bingung itu pasien perlu diapain.. Yang harus pinterr dan sabaar, menghadapi berbagai bentuk "patient's rejection" (ilmu baru nih buat gue.hehe). Ya kira-kira, kalau kata pembimbing gue, "Yo ngono iku kerjaannya dokter, dik. Yo ngono iku risiko jadi dokter. Mosok kate pindah jurusan?" Hahaha.. Bahkan, once, my supervisor asked me, "Gimana dik, masih mau jadi dokter?" :)
Apakah gue nyesel jadi dokter? Hmm gimana yah.. Hell no lah. Haha.. Anugerah dan tanggung jawab yang besar, bisa menjadi salah satu wujud pemberi bantuan terhadap sesama. Disamping ilmu-ilmu nya yang menarik di mata gue. Hehe.. Susaah payaaah sampai sini, kan Alhamdulillah banget toh bisa sampai seperti sekarang. Walaupun yg namanya cemas atau stres itu pasti ada. Dari yg jangka panjang dan bau-bau agak berat kaya mikirin nanti masa depan sebagai dokter bakal gimana, sampai yang jangka pendek tiap mau jaga ugd. Haha..
Yeah. Ugd. Sekarang gue lagi stase terakhir di program iship ini, ugd. Buat yg gak tahu apa itu ugd, ugd adalah unit gawat darurat. Agak lupa sih sebenrnya kalau di rs gue itu unit apa udah instalasi bentuknya. Haha.. Anyway, sesuai namanya, fungsi ugd atau ird adalah untuk penanganan kegawat-daruratan. Dan kalau gue pribadi sih, mengimbau, tulung lah ya, kalau sakitnya cuma batuk pilek panas ringan yang baru sehari minum obat belum sembuh, gak usah repot-repot ke ugd tengah malam atau pagi buta ya.. Kasian kan, mbak mas dokter dan suster nya.. Huahahaha..
Kembali ke pengalaman gue selama ugd.. Mungkin dua kata ini bisa menggambarkan apa itu jaga ugd, as a doctor (not coass): adrenalin rush! Yeaa.. Adrenalin rush banget dah. Apalagi kalau dapet pasien p1 (prioritas utama) yang prognosis ke depan jelek, misalnya datang dengan nafas satu-satu, syok berkepanjangan, sesak berat, dll. Bah. Mainannya sama nyawa kan soalnya. Jangan sampai salah deh. Makanya, berpatokan sama sop itu penting banet. Dan prinsip penanganan emergency a-b-c-d-e harus dipegang banget tiap kali jaga. Awal-awal, jujur aja, takut banget rasanya. Apalagi dunia nya baru. Bayangin, dari puskesmas yang hampir semua pasien gawat tinggal rujuk karena keterbatasan fasilitas, gue pindah ke ugd nya rumah sakit rujukan. Hahaa.. Tapi, akhir-akhir, insyaallah gue bisa lebih enjoy. Dan, bisa lebih tenang dan berpikiran jernih saat nangani pasien, ga kaya awal-awal banget deh. Hehe.. Apalagi, seseorang pernah bilang ke gue,
"Jaga itu, gak bisa kamu hindari. Tugas dokter ya jaga, nangani pasien. Kamu gak bisa gak mau nangani pasien. Makanya, jangan musuhan sama jaga. Koncoan sama jaga. Bawa enjoy aja, dinikmati. Disenangi.."
And if i may add, "disyukuri.." :)
Yaa, setuju sama ucapan seseorang itu. I'm a doctor already. Just be grateful with that, right? Dan pastinya, dengan makin sering ketemu kasus-kasus di ugd, keterampilan dan pengetahuan gue insyaallah bisa semakin mantap. Dengan sharing ke senior-senior dan teman-teman, wawasan gue semakin terbuka, dan makin banyak pandangan untuk menyikapi suatu hal. Insyaallah bekal ilmu yang amat bermanfaat di masa depan nanti, di saat gue sudah harus lepas dan mandiri di masyarakat..
Like today, finally, rasanya ini for the first time, gue ketemu sama pasien paroxysmal vt, pulseless. Di mana ekg yang gue lihat, bukan gambaran ekg dari buku, tapi dari pasien itu. Dengan klinis sesuai dengan apa yang dulu-dulu diajari ke gue. Panik? Yes, sempet. Jujur aja. Tapi untungnya gue segera sadar. Hey, itu nyawa. Speed up, do the best! Dan Alhamdulillah, bisa stabil di ugd dan segera dievakuasi ke cvcu untuk ditangani dokter supervisor, senior gue. Jujur, gak akan gue lupa rasanya.. :')
Hmm.. Rasanya, segini dulu yah Gie, bagi-bagi ceritanya. Semoga bisa menghibur kekosonganmu karena berbulan-bulan gue cuekin yak. Hehe.. Mungkin lain kali, gue sambung lagi. Doain aja deh, hidup gue bisa semakin bermakna, bermanfaat, dan asik. Dan semakin dikelilingi oleh orang-orang baik hati. Huehehehe.. Well then, see ya later, Gie.. :)
Ps: Ramadhan karim..o:)
Sunday, January 11, 2015
Dua Tiga Kata Sebelum Tidur
Dari berbagai macam hal yang saya alami, tercetus suatu pemikiran oleh saya, bahwa bahagia itu simple. Simple, karena semua itu hanya permainan sudut pandang. Mungkin seperti melihat bunga mawar. Kita tahu, bahwa bunga mawar itu indah, sangat indah, tapi kadang, kita terlalu fokus memperhatikan duri yang ada di sepanjang tangkainya. Kita lupa, bahwa mahkota bunga mawar yang indah itu ada. Bersyukur, mungkin itu kuncinya. Cukup syukur. Syukuri apa yang ada. Jangan sampai kita lupa dengan apa yang kita punya. Di saat gelap adalah suatu ketiadaan cahaya, saya yakin, bahwa duka dan gundah dulana adalah suatu ketiadaan bahagia. Maka jangan jadikan ketiadaan itu ada, hanya karena sudut pandang kurang bijak yang kita gunakan. Bersyukurlah, berbahagialah, karena hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan bermuram durja, kawan..:)
p.s.: untuk mereka yang sedang "nggak enak perasaan", do not worry, be happy :)
Tuesday, April 22, 2014
Kata Miko
"Kata orang, cuma Tuhan dan supir yang tahu kapan bajaj akan belok. Masih seperti itulah apa yang gue rasakan selama pacaran. Cuma Tuhan dan pasangan yang tahu, kapan hubungan kita akan berubah arah. Tapi yang bisa kita lakukan bukanlah menunggu dengan ketakutan. Yang bisa kita lakukan adalah memegang tangan pasangan kita, tumbuh bersama guncangan di dalamnya, dan turun berdua, ketika sama-sama sampai di tujuan."
-Miko @ Cinta dalam Kardus
Sunday, March 23, 2014
Sunday Night :)
Hari Minggu malam nih. Hari ini, tadi siang abis nganterin Mama balik ke Jakarta. Yup, si Mamam lagi ada kerjaan gitu di Trawas, deket Malang katanya, jadinya mampir deh. Seneng banget, punya quality time sama Mama sama si Nonon, adek gue.. Mana sebelumnya juga abis ber-quality-time sama pacaar, ahahahay.. So much happiness..:D
And now, sekarang gue lagi leyeh-leyeh aja nih. Santai, sambil surfing internet, update info dari milis, yaah sambil mengistirahatkan anggota tubuh yang udah beberapa hari ini sering sakit kaya orang jompo. Haha.. Oh ya, sambil nonton sekilas stand up-nya Pandji di Kompas TV. Sayangnya, gue telat nonton nya bro. Udah mau abis, makanya cuma sekilas. Haha.. Tapi even sekilas, bagian closingnya, tetep keren loh. Kata-kata penutup dia itu, motivasional sekali.. Lebih top dibanding pak Mario Teguh menurut gue. Kelihatan banget tulusnya.. Keren lah.. :) Even gue bukan stand up comedian, pesan dia nyampe ke gue..
"Kalau anak yang semasa sekolah yang dibilang bandel, bodoh, bisa berdiri di sini sekarang, elo pasti juga bisa. Asal lo mau disiplin. Buat orang percaya sama elo, sama effort elo."
Well, kayaknya sih gak begitu juga sih, si Pandji ngomongnya, hehe.. Tapi kira-kira, pesan seperti itu lah yang nancep di memori gue, dan ngena di hati gue.. :)
Oke deh, itu dulu cerita pendeknya yaaak.. Semoga, hm, ada manfaatnya yak baca posting gue yang ini. Hehehe :D
Friday, September 27, 2013
Time After Time
Time After Time
by Cyndi Lauper
Lying in my bed I hear the clock tick,
And think of you
Caught up in circles confusion,
Is nothing new
Flashback, warm nights,
Almost left behind
Suitcases of memories,
Time after,
Sometimes you picture me,
I'm walking too far ahead
You're calling to me, I can't hear
What you've said,
Then you say, go slow,
I fall behind,
The second hand unwinds
[Chorus:]
If you're lost you can look, and you will find me
Time after time
If you fall I will catch you, I'll be waiting
Time after time
After my picture fades and darkness has
Turned to gray
Watching through windows, you're wondering
If I'm OK
Secrets stolen from deep inside
The drum beats out of time,
[Chorus:]
If you're lost...
You said go slow,
I fall behind
The second hand unwinds,
[Chorus:]
If you're lost...
...Time after time
Time after time
Time after time
Time after time
***
Lirik dari sini :)
Tuesday, September 17, 2013
Belajar Berbagi di Bulan Suci :)
Alhamdulillah, kalau menurut kalender saya, hari ini adalah hari ke-14 bulan Ramadhan, dan tidak ada satu hari pun yang tidak dipenuhi berkah bagi saya. Sekali lagi alhamdulillah.. :-) Dan tahun ini, adalah tahun kedua saya berpuasa dengan status dokter muda, atau yang lebih dikenal koas, di suatu rumah sakit umum daerah. Kenapa saya itung-itung? Karena Ramadhan nya koas itu istimewa. Haha.. Secara, koas itu, mau lagi bulan puasa atau enggak, ya tetep aja kesibukannya, ujiannya, jaga malamnya, jalan teruus.. Saya masih ingat, tahun pertama sebagai koas saat menjalankan ibadah puasa, saya sedang berada di bagian atau laboratorium bedah. Di mana jadwal jaga malamnya lumayan banyak juga, sekitar 8 kali dalam 1 bulan. Kalau sudah jaga malam, apalagi itu di UGD, berarti saya tidak bisa pulang. Berjaga di rumah sakit dari jam 3 sore, sampai jam 7 esok paginya, lalu dilanjutkan kembali kegiatan stase di rumah sakit seperti biasa sampai jam 3 sore kembali. Itu berarti otomatis saya harus berbuka dan sahur di rumah sakit pula. Itu juga curi-curi waktu, harus di saat tidak ada pasien. Kalau ada pasien, ya tetap, prioritas utama adalah menangani pasien dulu. Sempat saat itu, saya mendapat pasien dengan luka bakar di tangan karena terkena petasan. Nggak tanggung-tanggung, pasien datang sekitar tengah malam dan harus dijahit jari-jarinya yang terluka. Jari-jari, which means, banyak, dan nggak bisa cepet. Haha.. Jadilah saya lakukan tugas saya, sendirian, berhubung teman-teman lain pun sedang sibuk dengan pasien masing-masing. Sendirian, pasiennya juga kurang kooperatif, bagian yang harus saya jahit juga lumayan menantang waktu itu, yaitu di jari dan sela-sela jari. Hehehe.. Tapi, namanya tugas, mau ngantuk mau apapun, ya tetep lah harus saya kerjakan. Hehe.. Sampai tak terasa waktu sahur hampir habis. Haha.. Syukur, ppds nya waktu itu baik banget, mengingatkan saya untuk sahur dulu, dan akhirnya saya sempat untuk sahur walaupun ngebut dengan kecepatan ekstra. Hehe.. Bener-bener pengalaman yang nggak bisa saya lupain deh.. :)
Kalau tahun ini, alhamdulillah, saya sudah tidak sedang stase di lab mayor. Hehe.. Jadi bisa lebih menghabiskan waktu di kos-kos an, sama temen-temen, sama kakak-kakak, yang nggak kerasa, udah setahun lebih saya bertetangga dengan mereka. Kebetulan, saya menghabiskan waktu saya ber-stase di lab kulit dan radiologi, untuk tahun ini. Yang punya jadwal pulang tetap, yaitu jam 2 siang. Hehehe.. Dan jadwal jaganya pun jauuh lebih ringan jika dibandingkan dengan bedah dulu, yang ada jaga malamnya. Hehe..
Nah dan ternyata, di tahun ini, ada kejadian baru yang saya alami selama Ramadhan. Yang belakangan ini mulai menjadi kebiasaan. Hehe.. Buka dan sahur bareng satu kos. Kedengerannya sederhana ya? Tapi kalau buat saya, itu kebahagiaan tersendiri. Hehe.. Tantangan tersendiri juga.. Semacam tradisi baru, yang entahlah, saya sempat agak kikuk juga begitu awal-awal ikutan. Secara, selama ini saya terbiasa sendirian. Kalau lagi di kos, biasanya sahur makan sendiri di kamar, buka pun sendiri di kamar, dengan makanan yang sudah dibeli sebelumnya. Kalau nggak begitu, paling menghabiskan sahur dan buka sembari jaga di rumah sakit. Hehe.. Tapi sekarang, semacam ada perasaan sungkan kalau makan sendiri-sendiri begitu. Yah, memang dimana-mana itu lebih enak bareng-bareng ya daripada sendirian. Hehe..
Oh ya, nggak kaya sebelum-sebelumnya, tahun ini teman-teman kos saya pada masak bareng, baik buat buka maupun sahur. Bahan-bahan masaknya, terserah dari siapa aja. Masing-masing pada nyumbang yang ada. Nggak ada yang itung-itungan. Makannya pun bareng-bareng, bebas buat siapa aja asal masih penghuni kos-kosan. Nah, saya pernah tuh, di hari-hari awal puasa, saya ketiduran sampai mau Magrib. Bangun-bangun, teman-teman ternyata sudah ramai, dan mereka sudah hampir selesai masak untuk berbuka. Otomatis saya sungkan, kok nggak bantu-bantu dari awal. Mana nggak nyumbang bahan-bahan juga. Saya lalu bergegas, inisiatif untuk membeli makanan buka di luar. Eh, begitu pamit, malah kena omel sama anak-anak kos. Mereka ternyata malah mempersilakan saya untuk gabung saja, makan makanan hasil masakan anak-anak tadi. Jujur, awalnya saya nolak-nolak. Sungkan bangeet.. Tapi karena temen-temen saya itu makin kekeuh juga, ya akhirnya saya makan bareng mereka semua, makanan yang tadi mereka masak rame-rame, dengan perasaan nano-nano.. Sampai-sampai sesudahnya, saya cerita ke salah satu teman tentang apa yang saya rasakan. Tapi dia justru tertawa, dan berkata, "Itu wajar namanya. Teman itu ya seperti itu. Nanti, kalau kamu punya sesuatu, tinggal gantian aja bagi-bagi nya." Just as simple as that. Tapi bikin saya tertegun agak lama. Kalau dipikir-pikir, selama ini saya jarang sekali berbagi dengan teman seperti itu. Hampir lupa rasanya, hidup ramai-ramai dengan banyak teman, yang hampir sama rasanya seperti waktu tinggal di rumah. Kalau dipikir-pikir, sepertinya memang saya sudah terlalu lama, hidup sekadarnya, berbagi sekadarnya. Baru saat itu saya sadar, mereka itu teman-teman saya, dan saya teman-teman mereka. Bahkan lebih dari teman, teman baik. Mereka tulus berbagi dengan saya. Mereka mau membantu saya tampa pamrih. Sementara saya selama ini? Lebih sering mengurung diri di kamar, menyibukkan diri dengan tugas, atau bermain game, atau lebih memilih tidur, saya seperti lupa, ada mereka, teman-teman baik saya..
Alhamdulillah, mungkin itu salah satu berkah yang saya dapatkan di Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Nggak cuma dalam konteks berbagi apa yang dipunya, hubungan kami sebagai saudara juga kian terasa. Diberi kesempatan untuk bersama-sama, berjamaah dalam menjalankan ibadah, sungguh suatu berkah, yang luar biasa indah..:-) Dan terimakasih untuk itu semua, Ya Allah.. Terimakasih telah membuka mata saya, terimakasih telah mengelilingi saya dengan orang-orang berhati malaikat itu.. Terimakasih..:-)
Kalau tahun ini, alhamdulillah, saya sudah tidak sedang stase di lab mayor. Hehe.. Jadi bisa lebih menghabiskan waktu di kos-kos an, sama temen-temen, sama kakak-kakak, yang nggak kerasa, udah setahun lebih saya bertetangga dengan mereka. Kebetulan, saya menghabiskan waktu saya ber-stase di lab kulit dan radiologi, untuk tahun ini. Yang punya jadwal pulang tetap, yaitu jam 2 siang. Hehehe.. Dan jadwal jaganya pun jauuh lebih ringan jika dibandingkan dengan bedah dulu, yang ada jaga malamnya. Hehe..
Nah dan ternyata, di tahun ini, ada kejadian baru yang saya alami selama Ramadhan. Yang belakangan ini mulai menjadi kebiasaan. Hehe.. Buka dan sahur bareng satu kos. Kedengerannya sederhana ya? Tapi kalau buat saya, itu kebahagiaan tersendiri. Hehe.. Tantangan tersendiri juga.. Semacam tradisi baru, yang entahlah, saya sempat agak kikuk juga begitu awal-awal ikutan. Secara, selama ini saya terbiasa sendirian. Kalau lagi di kos, biasanya sahur makan sendiri di kamar, buka pun sendiri di kamar, dengan makanan yang sudah dibeli sebelumnya. Kalau nggak begitu, paling menghabiskan sahur dan buka sembari jaga di rumah sakit. Hehe.. Tapi sekarang, semacam ada perasaan sungkan kalau makan sendiri-sendiri begitu. Yah, memang dimana-mana itu lebih enak bareng-bareng ya daripada sendirian. Hehe..
Oh ya, nggak kaya sebelum-sebelumnya, tahun ini teman-teman kos saya pada masak bareng, baik buat buka maupun sahur. Bahan-bahan masaknya, terserah dari siapa aja. Masing-masing pada nyumbang yang ada. Nggak ada yang itung-itungan. Makannya pun bareng-bareng, bebas buat siapa aja asal masih penghuni kos-kosan. Nah, saya pernah tuh, di hari-hari awal puasa, saya ketiduran sampai mau Magrib. Bangun-bangun, teman-teman ternyata sudah ramai, dan mereka sudah hampir selesai masak untuk berbuka. Otomatis saya sungkan, kok nggak bantu-bantu dari awal. Mana nggak nyumbang bahan-bahan juga. Saya lalu bergegas, inisiatif untuk membeli makanan buka di luar. Eh, begitu pamit, malah kena omel sama anak-anak kos. Mereka ternyata malah mempersilakan saya untuk gabung saja, makan makanan hasil masakan anak-anak tadi. Jujur, awalnya saya nolak-nolak. Sungkan bangeet.. Tapi karena temen-temen saya itu makin kekeuh juga, ya akhirnya saya makan bareng mereka semua, makanan yang tadi mereka masak rame-rame, dengan perasaan nano-nano.. Sampai-sampai sesudahnya, saya cerita ke salah satu teman tentang apa yang saya rasakan. Tapi dia justru tertawa, dan berkata, "Itu wajar namanya. Teman itu ya seperti itu. Nanti, kalau kamu punya sesuatu, tinggal gantian aja bagi-bagi nya." Just as simple as that. Tapi bikin saya tertegun agak lama. Kalau dipikir-pikir, selama ini saya jarang sekali berbagi dengan teman seperti itu. Hampir lupa rasanya, hidup ramai-ramai dengan banyak teman, yang hampir sama rasanya seperti waktu tinggal di rumah. Kalau dipikir-pikir, sepertinya memang saya sudah terlalu lama, hidup sekadarnya, berbagi sekadarnya. Baru saat itu saya sadar, mereka itu teman-teman saya, dan saya teman-teman mereka. Bahkan lebih dari teman, teman baik. Mereka tulus berbagi dengan saya. Mereka mau membantu saya tampa pamrih. Sementara saya selama ini? Lebih sering mengurung diri di kamar, menyibukkan diri dengan tugas, atau bermain game, atau lebih memilih tidur, saya seperti lupa, ada mereka, teman-teman baik saya..
Alhamdulillah, mungkin itu salah satu berkah yang saya dapatkan di Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Nggak cuma dalam konteks berbagi apa yang dipunya, hubungan kami sebagai saudara juga kian terasa. Diberi kesempatan untuk bersama-sama, berjamaah dalam menjalankan ibadah, sungguh suatu berkah, yang luar biasa indah..:-) Dan terimakasih untuk itu semua, Ya Allah.. Terimakasih telah membuka mata saya, terimakasih telah mengelilingi saya dengan orang-orang berhati malaikat itu.. Terimakasih..:-)
Monday, May 27, 2013
saat jaga malam
Kapan hari, di suatu shift jaga, pasien yang saya bantu pernapasannya sepanjang malam, akhirnya berpulang ke Rahmatullah.. Dan kamu tahu, apa yang keluarganya katakan?
"Ngapunten Dok, tolong maafkan kalau anak saya ada salah. Maafkan ya Dok,"
Aish, Pak.. Kenapa malah minta maaf ke saya.. Anak Bapak mana ada salah sama saya.. Kita doain bareng aja ya Pak, insyaallah Adek lagi bahagia di alam sana.. Bapak yang sabar ya..
"Ngapunten Dok, tolong maafkan kalau anak saya ada salah. Maafkan ya Dok,"
Aish, Pak.. Kenapa malah minta maaf ke saya.. Anak Bapak mana ada salah sama saya.. Kita doain bareng aja ya Pak, insyaallah Adek lagi bahagia di alam sana.. Bapak yang sabar ya..
Friday, December 30, 2011
I WILL DO ALL MY BEST! FIGHT!! XD
Yeah. Finally. Saya. Nulis. Blog. Lagi... Phew.. Guess what, sekarang saya masih duduk di kantin, mencoba menyelesaikan laporan PKNM yang revisiannya segudang sementara temen-temen yang lain udah pada pulang siap-siap liburan. Hahaha.. Lusa udah tanggal 1 Januari euy, ckck, betapa oh betapa.. Waktu kalau jalan nggak bilang-bilang sama saya *lha emang gue siapa? haha.. Yah. Gak kerasa. Bangeeeet gak kerasa, udah mau 2012 aja.. Gak kerasa, kontrak saya di kehidupan pre-klinik sudah hampir habis.. Tanggal 2 sampe 13 Januari ke depan ni, saya udah UAS semester 7. Semester terakhir saya di kampus ijo FKUB. Dan nggak tanggung-tanggung, tanggal 16 Januari sampe 1 bulan ke depan saya sudah harus ikut orientasi klinik a.k.a clerk. Habis itu sekitar bulan Februari ada SP sama UK *yah, mudah-mudahan saya nggak perlu ikut, amiin.. Jangan lupa mau ada progress test juga di bulan Februari. Dan puncaknya adalah bulan Maret, yudisium S.Ked gelombang pertama.. Terus abis itu panum, terus abis panum... Saya sudah koas *AMIN!
Whoaaaaa.. Gimana saya nggak galau tingkat dewa? Sebentar lagi, sebentar lagi.. Sebentar lagi dateline euy, dan saya masih pusing ngerjain revisian PKNM plus masih agak galau mau ujian TA. Hahaha.. Padahal UAS udah tinggal lusa. Belom belajar pisan. Jujur, saya bisa dibilang termasuk orang yang gampang panik dan parno. Ujung-ujungnya nggak bisa tenang dan fokus deh. Terus jadi lama selesainya. Masa sampe dosen pembimbing saya kemarin nanyain kok saya lama banget baru konsul TA lagi. Hahaha.. Beliau sampai yakin banget bilang, "Kalau saya lihat ini, kamu orangnya tidak bisa bilang tidak ya. Makanya urusan kamu jadi terbengkalai.." Ah gue pengen banget bilang enggak sebenernya. Tapi.. Entah ya, kok serasa ada yang berdesir gitu di dalam hati saya diikuti bunyi 'JLEB!'. Hahahahaha.. Good news nya, saya seneng, Beliau ternyata perhatian sama saya *GR tingkat dewa :p Beliau juga sempet-sempetnya sharing pengalaman Beliau sama saya. Semacam dapat nasihat dan pencerahan begitu jadinya. Hehe.. Saya jadi makin sayang sama dosbing saya yang satu itu. Hohoho..:)
Hm. Cukup wes cerita-cerita (lagi-lagi dan lagi) galaunya. HAHA.. Tapi tenang aja, sebagai penganut ilmu 'when there is a will there is a way' dan 'do the best and Allah will Do the rest', saya nggak akan nyerah! Lihat saja, biar agak lama, saya pasti sampai ke tujuan saya. Hehe.. Udah tinggal 5 cm lagi nyampe! *yah, begitulah saya mengintepretasikan maksud 5 cm nya Dhony Dirgantoro :p Hahahaha.. Dengan usaha, doa, restu orangtua tercinta dan tentunya ridho Allah S.W.T.. Insyaallah, saya bisa.. Mohon doanya ya, semua.. :-)
ps: gambar lucu ini saya ambil dari sini, makasi yaa, gambarnya memotivasi beuud..hehe
ps lagi: aah, saya kangen deh sama mama, papa, ocha, agil, eyang.. belum sempet liburan ni. kapan yaa sekeluarga saya itu bisa menang tiket liburan gratis ke malang.. *ngarep, haha
Subscribe to:
Comments (Atom)
