Showing posts with label #abaikan. Show all posts
Showing posts with label #abaikan. Show all posts

Saturday, March 19, 2016

Yang Terlintas...

Jelang suatu event akbar tahun depan, setelah membaca sana-sini, mengikuti diskusi orang-orang di dunia lain, sorry to say, kok kayaknya situasi yang terjadi ini mirip skenario sinetron yak? Kebaca aja gitu menurut feeling gue. Si Pak A adalah tokoh protagonis yang sedang dijegal oleh lawan-lawannya di jajaran penguasa, sementara Bapak-bapak lainnya adalah tokoh antagonis yang sebenarnya juga lumayan sering dibully juga sama rekan-rekan se genk Pak A dengan kekuatan media nya. Kesan yang ingin dimunculkan itu kayaknya jadi "teman segenk" vs "para penguasa", dan yang digambarkan baik, tentu saja "teman se genk". Walaupun nggak semua orang itu "teman se genk", tapi citra yang muncul sepertinya akan seperti itu. Dan ya itu tadi, ada peran protagonis & antagonisnya. Padahal ini bukan sinetron, ini kan dunia nyata. Di dunia nyata itu, abu-abu. Yang kelihatan serigala bisa aja dalamnya domba, atau beneran serigala. Yang kelihatan domba bisa aja dalamnya serigala, atau beneran domba. Atau yang terlihat domba, ternyata hobi makan rumput tetangga. Atau yang terlihat serigala, ternyata vegetarian. 

Btw, gitu gitu bukan sik jalan ceritanya? Kalau prediksi ke depannya gimana, ya, kaya ending sinetron, Si A selalu benar.

Gue gimana? Gue nggak ngurus. Keep silent aja sih sebelum benar-benar melihat itu effort Bapak-Bapak buat event akbar nanti. Keep skeptis, daripada koar-koar tapi ternyata cuma karena termakan ikut-ikutan. Haha..

Monday, March 14, 2016

suara kecil

Pembohong! Tukang PHP! Gue kesel. Kenapa akhir-akhir ini hidup gue penuh dengan harapan palsu dan ketidakpastian? Orang-orang jahat. Sakit tahu diginiin. Gue harus kaya gimana biar pada sadar? Hancur?

Gue willingly ngasih sayap gue. Gue dengerin apa yang lo pada bilang. Gue tersenyum di awal, seriusan nggak ada niatan jahat dan gue bener-bener nyangka yang terjadi itu kaya yang lo semua bilang. Tapi apa? Tipu-tipu aja. Seenggaknya, nggak usah bikin gue terjebak dengan kata-kata "Nanti bakal gini, nanti bakal gitu" kalau emang nggak bisa nepatin. Muna dasar!!

Wednesday, December 30, 2015

little confession

My dear Gie.. Guess what. I'm kinda miss wearing my coat again. I miss my med life. Hahaa silly me.. Padahal kalau pas dulu ribet di IGD, bawaannya sambat mulu. Dasar manusia, gak pernah puas.. Gue juga heran sebenernya, bisa kangen gini. Haha.. Mungkin karena udah keburu eneg sama suasana deket-deket ini yah.. Hehe.. Well Gie, doain aja lah. Masa - masa meng-eneg-an ini bisa segera berganti dengan kebahagiaan. Amin!! ^^

Saturday, December 26, 2015

GKDCSGMDKR@#%$$16&*!

Ya Allah.. maapkeun kalau masih nyampah aja di blog ini. Tapi seriusan Ya Allah, tolong beri hamba kesabaran buat menanggapi ini semua.. Kalau pas lagi fokus sendiri sama keluarga sih senang-senang aja rasanya, entah kenapa tapi, begitu kejadian kejadian ini itu, serasa kaya ketemu dementor.. T_____T

Thursday, June 12, 2014

Nite All...

Nite all.. Phew. Jujur, gue lagi galau. Wahaha.. Sebabnya? Banyak hal sih. Mungkin bisa dibilang post graduate syndrome kali ye.. Apalagi barusan diajak menggalau juga sama seorang sahabat. Hihi.. Dan bawaan gue kalau galau itu, jadinya pengen nyerocos panjang lebar, mengomentari sesuatu. Hm, sebenernya pengen deh ngeluarin sumpah serapah eh maap, komentar dan opinin maksudnya, terkait pilpres 2014 ini. Udah mendem sih dari tadi pagi. Apalagi, gue sering banget memantau lini masa, yang isinya seringkali nyebelin. Haha.. Tapi, jangan ngomongin itu dah. Ntar ada yang serius gitu bacanya (haha siapa jugaa yang bakal baca :p) ribet deh. Mari kita bicarakan yang masih fresh ada di pikiran gue aja, sinetron. Ralat, sinetron religi. Haha..

Jadi ceritanya, entah sejak kapan, keluarga gue (baca: mama, papa, adek paling kecil) suka sama salah satu sinetron yang tayangnya jam-jam segini ini. Kayanya sih udah lama tayang itu sinetron, dari bulan puasa kemaren paling yak, haha.. Dengan judul yang bisa dibilang bersaing dengan sinetron di stasiun tv tetangganya. Kita sebut saja sinetron itu M. Haha.. Di awal tadi gue bilang, 'M' ini adalah sinetron religi. Kenapa? Penilaian gamblang gue aja sih sebenernya. Pertama, dari judul yang bawa-bawa bau ibadah haji. Kedua, banyak ustad di dalamnya, yang dialognya ya dialog ustad. Ketiga, pemeran cewek mostly berkerudung. Hehe.. Mungkin di awal-awal, pas yaa jika dibilang ini sinetron religi. Tapi makin ke sini, entah kenapa, makin ngaco aja itu sinetron. Nuansa agama nya semakin hilang aja menurut gue, dan jalan cerita pun melenceng jauh dari judul utama. Sekarang malah banyak banget dagelan di sinetron 'M' itu. Sinetron komedi, lebih tepat rasanya. Mungkin memang pasar lebih suka yang lucu-lucu ya.. Tapi seenggaknya, yang buat lucu-lucuan itu, dibuat lebih benar dong. Abis, banyak banget printilan-printilan yang bikin saya ngebatin, "ah salah tuh" atau "ya kali orang bisa kaya gitu". Dari episode yang malam ini aja nih (yang masih tayang dan lagi ditonton sama adek gue di depan), ada beberapa yang bikin gue geleng-geleng. Terutama yang tentang printilan medisnya nih. Masa ada gitu, pasien luka bakar sekujur tubuh, dengan perban di semua badannya, dia kabur dari rumah sakit, terus jalan-jalan keliling kampung, terus nyungsep di tong sampah dan sebelumnya nyebur ke empang, tapi, masih survive. Oke, dari awal aja, luka bakar di sekujur tubuh, yang bahkan bibirnya meleleh dan daerah genitalia juga terkena, itu prognosis buruk lho. Bisa menyebabkan kematian. Bisa karena trauma inhalasi, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, yang kalau dirawat di rumah sakit pun belum tentu pulih. Lha ini, uda berapa hari lewat, masih ada aja, masih bisa nulis apa yang dipikirin, gerak-gerak, tanpa pakai oksigen pula. Dan terus dia kabur dari rumah sakit, sempet jalan-jalan pula keliling kampung? Heeeeloooo.. Iya kali, bisa kabur dari rumah sakit gitu aja, dengan perbannya masih putih. Gak berdarah-darah itu pas cabut infus? Oke lah itu sekian dari printilan yang ada medisnya, yang cukup bikin gue, begitulah. Yang lain nih, ada gitu ya, orang nih, dia hidup, terus mati, terus hidup, terus mati, terus hidup lagi? Hidup lagi pun setelah ada anak kecil yang mendoakan, dan dia bangkit dari kuburnya. Oke lah, mungkin si yang punya cerita mau bicara tentang mukjizat, tapi yaa nggak gitu juga lah. Emang lampu jalan, mati hidup mati hidup berkali-kali gitu? Dan bahkan setelah dia hidup lagi, si orang itu masih berniat membalas dendam ke tetangga-tetangga yang nggak mau membantu pemakamannya saking kejamnya perlakuan orang itu semasa hidup. Itu cerita dia dikasih kesempatan hidup lagi yaa, setelah arwahnya nangis-nangis berdoa minta kesempatan. Speechless ada kaya begituan di sinetron ini. -.- Belum lagi, ada adegan cowok-cowok yang pergi ke kuburan si orang itu, berniat mau ngambil tali pocongnya, biar kaya. Itu cowok-cowok ceritanya beragama Islam lho, pakai baju koko sama peci, di beberapa adegan digambarin solat, rajin berdoa, ya kaliii ngomongin tali pocong biar kaya? Tolooong.. Keganggu beneran deh ngeliatnya. Dan masih banyaak lagi adegan-adegan atau perintilan-perintilan di 'M' ini yang menurut gue gak masuk akal. Sampai-sampai gue sama adek cowok gue bikin tagline buat ini sinetron, "beyond human's logic". Hahaha..

Haaah.. Sekian dulu lah sesi komen-komen-karena-galau ini. Berharap ada manfaatnya sih, siapa tau gitu, produsernya gak sengaja baca, terus diperbaiki deh itu sinetron. Haha.. Wes wes, ya sudah, sampai sini dulu, disambung ke posting selanjutnya. After all, good night all ^^

Wednesday, June 4, 2014

#ngelantur-tengah-malam

Saya sih orangnya kaku, saklek, kata mama saya. Jadi, kalau menurut saya tidak jujur, ya sudah tidak jujur. Kalau menurut saya tidak amanah, ya sudah tidak amanah. Alasannya apa, itu urusan paling belakang. Yang pertama itu, masalah prinsip menurut saya. Saya juga punya kebiasaan yang agak aneh. Saya cenderung nggak suka sama yang namanya ketidakadilan. Dan tidak adil versi saya ini, biasanya lebih ekstrim definisinya. Haha.. Bilang lah di saat ada dua orang sedang bertarung, dan satu orang tersebut diserang dengan segala kejelekan yang ia punya, tapi yang satunya tidak. Saya pasti kesal. Harusnya kan sama-sama diserang. Begitupun jika hanya satu yang diangkat-angkat dan dipuja-puja, saya juga kesal. Kenapa tidak mengangkat kebaikan yang satu lagi? Saya ini memegang prinsip, sebaik-baiknya orang baik, pasti ada busuknya juga, dan sebusuk-busuknya orang jahat, pasti ada baiknya juga. Makanya, saya juga suka kesal kalau ada orang nyinyir-nyinyiran yang lebay. Emang dia Tuhan yang tahu segalanya? Bahkan segala informasi yang tersaji di depan kita saja, belum tentu itu fakta. Kita bisa tahu dari mana itu benar atau tidak? Bahkan opini yang dikatakan berulang-ulang dan (hanya) dipercayai banyak orang saja bisa kita anggap fakta. Saya suka nggak nyambung deh sama logika orang kebanyakan. Akhir-akhir ini buka sosmed, bukan terhibur, malah tambah gerah aja. Haha.. Tapi ini apa sayanya yang berlebihan apa gimana yaa.. Hahaha

Wednesday, December 11, 2013

Dear Gie..

Gie, gue ini, apa emang gak jodoh ya temenan sama siapa2? Gak tau lah. Belakangan ini, gue semacam hilang kepercayaan sama yang namanya teman. Apalagi, sejak ribet jadi anggota kelompok di lab koas yang terakhir ini. Gue sering banget kecewa. Gue sering ngerasa capek. Gue sampe mikir, ini apa gue nya yang lebay, kok bisa sih sampai perasaan separah ini. Gak usah bahas yang dulu-dulu lah, tadi pagi aja gue udah (dibuat) kecewa lagi. Ceritanya, besok itu, hari presentasi laporan akhir tugas lab terakhir gue. Itu tugas kelompok. Nilai pun, nantinya nilai kelompok. Gue, dapet tugas untuk edit beberapa bab, begitu pun yang lainnya. Untuk bab pembahasan, dulu sepakatnya kerjain bareng. Gue bilang, gue coba kerjain sedikit, kalau stuck, minta bantuan. Tapi endingnya, yah makalah mangkrak di gue. Sampe detik2 akhir mau konsul pun, pembahasan yang dipakai itu punya gue aja. Total dari 4 orang temen sekelompok gue, ga ada tuh yang itikad baik mau bantu bikin pembahasan. Alasannya apa? Gak tau juga gue. Yang pasti 1 orang sakit. Sisanya? Pada ribet sama tugas individu masing-masing, paling. Tau lah. Itu spekulasi gue. Oke lah, akhirnya dikirim makalah seadanya itu ke pembimbing, yang sayangnya, Beliau pun sibuk, sampai gak dibalas2 e-mail itu, dan otomatis, gue gak tau juga ini salah atau benar. Dan tau apa yang bikin gue jengkel? Besok ini jadwal kelompok buat maju presentasi. Presentasi akhir, yang nilainya sangat diperhitungkan. Tapi temen-temen gue pada kemana? Gue minta tolong buat finishing makalah aja susah banget. Gue udah rela wes, yang ngerjain presentasi laporan besok. Masa buat ngurusin yang lain tinggal dikit itu aja masih harus gue? Butuh waktu berapa jam sih emang? Alasan besok maju ujian lisan? Emang gue nggak ujian lisan? Suruh minta tolong yang lain? Elo itu anggota kelompok apa bukan? Cuma mau cari enaknya gitu? Minimal lah, gue stuck di pembahasan. Itu pun udah sebagian gue kerjain. Bantu mikir kek.. Ada pula yang karena sakit. Yah, bukan berarti gue gak simpati, tapi, gue nggak minta banyak.. Bantuin mikir aja.. Gue pas presentasi proposal kemaren juga mati-matian berjuang ngerjain sampe begadang. Itu pas badan gue panas meriang, maag kumat, pusing pula. Rasanya mau mati aja, begitu inget masih ada tugas itu. Tapi gue seenggaknya usaha. Dan bisa. Kenapa kalian enggak? Dari kemarin malam, gue hubungin susah. Begitu dibalas pagi ini pun, respons lama. Gue minta tolong, masih dikomenin ini itu. Ini tugas siapa sih sebenernya? Kenapa nggak ada kesadaran banget ya? Dan sekarang gue pengen tau perkembangannya gimana.. Minimal persiapan buat konsul hari ini. Tapi kenapa gak ada kontak sama sekali? Gue BBM, SMS gak dibales. Apa masalahnya ada di jaringan komunikasi, bbm pending dan sebagainya? Kenapa gak SMS atau telpon aja? Gue udah nyantumin nomor hp gue kok di status itu. Ah. Kecewa gue. Bahkan konsul terakhir hari ini pun, 2 orang udah gak ikut. Sakit, dan besok ujian. 1 orang lagi? Gak tau kabarnya gimana. Yah, emang gak semuanya, dan gak selamanya temen-temen sekelompok gue begitu. Ada yang baik dan ok. Tapi so far, entahlah. Lebih sering bikin gue ngerasa beban daripada enggak. Entahlah. Somehow gue merasa terkhianati. Sakit. Gue udah tekad, masa bodo, besok pada mau komen apa. Biar slide nya dibilang aneh atau apa, biar. Gue gak peduli. Mereka bahkan gak mikirin dari awal. Banyak yang gak peduli. So why do I care to them?

Dan seenggaknya, tinggal 2 hari, aku bareng kelompokan sama mereka. Semoga segera selesai. Amin.

Thursday, November 21, 2013

The Man that's Running

Nama acaranya Running Man. Variety show asal Korsel. Udah populer dari dulu sih, tapi gue nya aja yang kebiasaan, lola. Baru ngerti, begitu jaga puskesmas, ada temen yang sering nonton ini. Jadi ikutan suka. Abis lucu banget. Gue seneng ngeliatnya, bikin rileks.. Walau kadang, jadi kaya semacam over juga sih. Masa nonton itu masih lebih bikin gue lebih lega dan berasa enakan dibanding sama ... Yah, kalau dipikir-pikir jadi so sad aja gitu. Gue ini kok loner amat, lebih bisa dibikin seneng sama film, haha. Tapi mau gimana lagi, abis yang ... itu kadang malah bikin gue jadi tambah bete karena ... nya. Nah lo, bingung ya sama "..." maksudnya apa? Hm, gak usah tahu lah. Sedih gue ceritanya. Hahahahaha :-p

ps: ini posting dibuat dengan suasana hati yg tidak karuan

ps lagi: isinya abaikan aja. cuma "nggacoran" saya yg lagi kesel, sama semuanya.. yah, terutama (sedihnya) ke saya sendiri sih keselnya .__.

buat Gie, pendengar setia gue..

Gie ganteng.. Malem ini, enggak tahu lah kenapa, gak semangat rasanya. Hm.. Sindrom besok ngumpul tugas individu kali ya.. Yah, sekarang ini, gue lagi koas di lab terakhir Gie, Public Health. Harusnya menyenangkan sih. Well, yah, emang menyenangkan kok. Gue seneng, tiap hari bisa nanganin pasien, berinteraksi dengan nakes lain, seperti dokter sebener-benernya dokter lah. Cuma, masih dalam supervisi dokter senior tentunya. Orang-orang di sana ramah-ramah dan baik-baik bangeet.. Sopan, mau membantu kalau gue sama temen-temen ada kesulitan. Dari kapusnya, dokter fungsional, perawat, bidan, akper, sampai sak pasien-pasien, semuanya oke banget deh. Bikin kerasan tiap stase, hehe.. Makanya, sebenernya PH itu menyenangkan. Kalauuu aja puskesmas nya nggak sejauh ini, yang jarak dari Malang kota itu minimal 1 jam, dan kalauuu aja gue bisa nyetir dan punya mobil atau motor sendiri, dan kalauuu aja tema diagnosis komunitasnya bukan tentang kespro dengan sasaran remaja cowok, PH ini akan jauuuh jauh jauh lebih menyenangkan menurut gue. Dan oh ya, satu lagi, kalauuu aja, tugas individu PH nggak harus 4 biji, dengan tugas home visit di dalamnya. Huh, JAUH lebih nyenengin lagi deh. Soalnya, seriusan, dibanding dx kom yang emang dasarnya udah bikin pusing, the real depressing task itu, ya, tugas individu. Ralat, tugas individu, dengan kondisi gak ada kendaraan. Udah gue gak bisa nyetir dan gak punya mobil atau motor, temen satu kelompok juga nggak ada yang punya dan bisa bawa motor. Ada yang punya mobil sih emang, nyetir sendiri, tapi ... yah begitulah. Gak perlu deh gue cerita kenapa sungkan gue mau minta tolong. Khasnya koas lah. .__. Seharusnya sih gue nggak se-stres ini yak. Gue lho kalau baca bukunya koas sana, isinya seneng-seneng semuanya. Asik-asik deh. Bersyukur took isinya.. Tapi seriusan deh, lingkungan sekitar gue, depressing banget. Ini gue udah keluar dari keadaan tentang tugas dan fasilitas ya. Bicara yang lain. Yah, kalau berminggu-minggu terpapar sama aura orang-orang panikan, pesimis parah, emosian, dan dikit-dikit ngeluh & nyalahin gitu, gimana gue nggak jadi depressed? Huff.. Gue sering ngebatin tau Gie, di PH ini, gue ngerasa tekanan batin paling parah sepertinya. Well, atau bisa dibilang terparah kedua setelah psikiatri. Haha.. Tapi ya udah lah, tinggal 2 minggu lagi. Mau se-nggak enak bagaimana pun, tetep harus selesai dijalanin. Dan gue nggak mau give up gitu aja, asal selesai kaya yang lain pengen. Pokoknya, finishing nanti, dan ujian harus bagus. Iya nggak Gie? Udah jauh-jauh, susah-susah, belum lagi tenanga, waktu, dan uang yang dikeluarkan, pokoknya harus all out, dan ada dampaknya di masyarakat. Gak rela gue, kalau endingnya sia-sia, hehe.. Dan semoga, finishing pas ujian pun, akan menyenangkan dan lancar. Dapet A, AMIN! :-D Well Gie, wish me luck yak, and then, see ya when I see ya :-) 

Sunday, September 29, 2013

huff day

Bloggie.. Kenapa sih gue sering banget ngerasa sepi? Ngerasa sendirian? Padahal gue gak tinggal di kuburan kali Gie. Kosan gue, rame. Anak-anaknya cerewet-cerewet semua. Hehe.. Bukan gue nggak mau gabung sama mereka. Gue ngobrol kok, bercandaan. Cuma kalau udah ada yang omong-omongan tentang suatu yang gue nggak ngerti, gue jadi ngerasa minder aja buat gabung lagi. Kebiasaan jelek. Haha. Apalagi kalau kos lagi sepi gini. Di kamar aja, nggak ada kerjaan, cuma ngenet, tidur, dengerin lagu. Rasanya sesek aja gitu. Mau jalan-jalan, ngajak temen, eh lagi gak bisa. Hm.. Alamat sendirian lagi. Hehe. Begitu curhat, tanggapannya gitu-gitu aja. Harapan gue, nggak sesimpel itu mungkin. Nggak yang cuma di "haha hehe" in doang. Hehehe. Jadi berasa makin kecil ini hati. Malah jadi bete sendiri, ngerasa kaya.. nggak dingertiin. Tuh kan, aneh banget gue Gie. Huff.. Kebiasaan jelek yang susah banget ilang. Sebenernya gue udah biasa banget sendirian kaya gini lho. Cuma, nggak tau lah. Belakangan ini rasa seseknya kaya progresif gitu deh, tiap ketemu situasi yang sama. Mesti ngapain gue ya Gie?

Wednesday, July 31, 2013

randomness for a while..

Ini Ramadhan hari ke 15, jam 10.27 PM menurut laptop mungil saya..

Ceritanya lagi menggalau dengan Firasat nya Raisa, dan Malaikat Juga Tahu nya Glenn. Hahah.. Efek abis nonton Rectoverso nya Dee.. Dan efek mau dapet juga nih kayaknya. Tau lah, saya semacam jadi gampang mellow begini -___-"

Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu.. Desau angin meniupkan namamu.. Tubuhku terpaku..

Ah itu ceritanya suara Mbak Raisa jadi latar belakang saya nulis ini. Hahaha..
Firasat ya, firasat.. Kalau omong-omong firasat, saya nggak tahu deh firasat saya ini gimana. Gimana gimana maksudnya nih? Gimana buat siapa? Hahaha.. Buat siapa? Yaa siapa lagi.. Yang belakangan ini selalu menjadi sumber ke-mendayu-dayu-an saya, terutama kalau lagi ada pergejolakan hormon di badan saya. *Ngeles dikit lah, macak pinter. Haha ;p Ah udah, saya nggak mau ngebahas firasat mentang-mentang saya lagi dengerin lagu itu yang diulang terus-terusan.. Saya mau cerita dikit aja deh tentang yang dari tadi seliweran di pikiran saya..

Harusnya, saya bersyukur. Ketemu orang sebaik itu. Baik banget malah.. Haha.. Bisa deket sama orang yang se-mengagumkan itu. Mengagumkan banget pula.. Bukan maksud lebay, saya ini seriiing banget diceritain, atau denger cerita, dari orang-orang banyak, temennya, keluarganya, dia itu gini gitu gini gitu. And guess what, semuanyaa pasti yang apik-apik. Haha.. Mungkin ada aja sih cerita jeleknya, tapi itu dikit, dari adeknya paling, dan tetep aja, saya bisa lihat betapa si dia itu adalah seorang yang sangat lovable di mata adeknya yang kesel-kesel-sayang gitu sama dia. Heheh..

Namun tak kau lihat.. Terkadang malaikat tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan..

Somehow saking seringnya saya denger cerita dari orang-orang, saya suka kesel. Wahaha.. Gak penting juga sih alasannya, biasa, itu perasaan saya mulai memunculkan aksinya. Semacem bikin saya mikir, "Woy deen kemane aje lo? masa gak ngerti kalo mas lo itu begini begitu begini begitu?" Ahahahay.. Pikiran berlebihan sih emang, tapi yaa jujur aja gue cukup sering gitu deh kepikiran kaya gitu. Kaya, "Aduuh lo itu sebenernya siapanya sih deeen? Where have you been?" Hahahah :3 Abis, selama ini, dia mana pernah cerita-cerita dia abis ngapain aja.. Yang ada, kalau lagi ketemu, saya deh yang cuap-cuap udah kaya pembawa berita. Nyerocos ini itu ini itu, sampai kadang jadi diem-diem an lagi karena abis bahan. Wahahaha..

Kalau sama saya, dia cerita itu dikit-dikit. Banyakan usil sama isengnya malah, sampe bikin kesel-kesel-tapi-suka gimana gitu. Kalau sama saya, dia tegas. Sometimes, dingin. Kadang bikin saya kesel. Tapi pastiii kalau dipikir-pikir lagi, saya yang akhirnya mengakui, emang benar yang dia lakukan itu. Ada pelajaran yang bisa saya ambil, untuk diri saya tentunya, pada akhirnya. Terus saya uring-uringan sendiri deh. Haha :p Yah gitu, nggak keliatan. Hehe.. Tapi kalau sama orang lain, entah kenapa saya pikir, dia berbeda. Lebih hangat, kalau menurut feeling saya. Hehe.. Jadi lebih keliatan. Dan kadang, kadang, bikin saya mikir, apa ada yang salah sama saya ya? Haha.. Bikin saya terkagum-kagum lagi, dari jauh. Hehe.. Mungkin karena memang dasarnya dia orang yang sangat baik ya.. Ngomong juga irit-irit.. Nggak sesumbar. Man of wisdom, man of action, in my opinion. Tapi somehow, saya juga jadi ngebatin deh, "Aaargh dirimu terlalu baik!" Tapi kalau saya bilang gitu ke dia, palingan dia bilang, "Mau aku nggak baik aja?" Hihi emang dasar saya wanita, banyak maunya. Hehehe..

Ah. Seumur-umur, saya nggak pernah cerita tentang seseorang sampe sengalor-ngidul gini. Huehehehe.. Seumur-umur, saya nggak pernah ngerasa se-complicated ini sama seseorang. Nano-nano banget deh intinya. Sampe saya mendayu-dayu gini malem-malem, mana pernah kalau bukan karena dia. Haha.. Hm kalau dia, pernah nggak ya, kaya saya begini seumur-umurnya? Hehehehe..

Cuma bisa berharap, ke depannya, memang dia untuk saya. Dan saya untuk dia. Dan sangat amat berharap, Allah ridho, keluarga ridho.. Hehe.. Dan juga berharap, saya, dia, bisa menjalani semua ini dengan baik, bisa saling mem-baik-an, lebih mengerti dan memahami.. Hehehe.. Amin..

Ps: baca label tags nya yah, udah saya ingetin, ada label "abaikan!" haha karena tulisan ini murni, curhatan seorang pribadi yang sering di-galau-kan dengan perasaannya sendiri. dan perasaan-perasaan yang saya ceritakan di atas itu, kebanyakan adalah di saat pergejolakan hormonal sedang terjadi pada tubuh saya. huehehehe..

Tuesday, July 2, 2013

posting absurd malam-malam

Hai Bloggie.. Kenapa ya? Sesek banget rasanya gue sekarang. Hahaha.. Sesek karena rasa sedih enggak enak banget, sedih karena berasa gue tuh powerless banget. Hahaha.. Sesek juga karena berasa, ini kenapa hati gue kok sepi banget, padahal ini di kos lagi rame. Kaya orang goblok. Hahahaha.. Somehow, gak somehow juga sebenernya, sering bahkan, gue bingung sama diri gue sendiri. Gue bingung maunya apa, kaya anak kecil yang kalau ngambek susah didiemin. Kalo lagi eror kaya gini nih, pemicu dikit aja bisa bikin gue nangis. Hahaha.. Kaya barusan Mama telpon, dan seperti biasa, semacem agak ngomel, nyuruh gue lebih merhatiin adek gue. Disuruh bantu cari kos-kosan, disuruh nasihatin biar dia nggak kerja-kerja sambilan biar kuliahnya nggak keganggu, disuruh nasihatin pula biar dia nggak ngambek karena cuma dikirim uang bulanan sekian, disuruh ngingetin dia karena kuliahnya banyak yang keteteran, dll dll. Dan begitu tentang gue, cuma ditanya, "lagi di kos?" sama "enggak jaga?" Haha dasar gue koas, mukanya aja (bahkan bukan muka deh, suara doang cukup) muka jaga. Gue jadi mikir, emang sesibuk itu ya gue sama diri gue sendiri dan dunia gue sebagai koas? Perasaan even gue jaga, gue pasti sempet kok, angkat telpon mama, papa, bbm-an sama mereka, ikut ngebanyol di grup keluarga, hahahaha.. Kadang pengen aja, ditanyain gitu, kabarnya gimana? Tadi koasnya gimana? Udah makan belum? Sehat gak? Hehehehehe.. Atau gue perlu bikin masalah dulu ya, baru bisa lebih direken? Kaya minta nikah maybe? Karena kayanya satu hal itu yang menurut mama masalah yang ada pada gue. Hahaha.. Mama papa kemarin juga main ke sini, ke malang, kapan hari bilangnya, pengen negok adek gue, yang baru sakit. Haha.. Sekalian nyampein kalau eyang kangen dan dia disuruh pulang. Lah kalau gue? Mesti tanya dulu, "aku perlu pulang nggak pah?" Jadi pelengkap aja ya rasanya, Wahahaha.. Kalau kaya gitu-gitu, entahlah, gue berasa nggak dianggep banget. Apa emang bukan jatah gue ya manja-manja kaya gitu? Hahahaha.. Udah lewat umurnya, tapi ya dianggep dewasa juga belum, buktinya gue masih dituntut ini-itu juga sama ortu. Haha.. Misal gue yang sakit, pengen manja dikit gitu, yang ada ya dimarahin malah. Disuruh minum vitamin sama obat, sambil diomelin, "kok bisa sakit gitu?" Hehehe.. Kalau adek gue yang sakit, gue disuruh nengok ke kos nya bahkan. Haha.. Yah, wajar kali ya karena gue kakaknya. Hehe.. Tapi somehow gue jadi iri aja sama adek gue itu. Hehehehe..

Sepii.. Haha.. Sepi kali rasanya. Mau ngobrol sama siapa, nggak bisa. Sama dia, bisa sebenernya, tapi kalau gue lagi sensi banget gini, mending gue gak ambil risiko kayanya, karena dia akan membalas segala tumpahan emosi gue dengan logika, dan endingnya, begitulah. Hehe.. Mau curcol sama mbak sebelah, malu.. Mereka lagi asyik ngomongin something yang gue nggak ngerti apa. Pengen nimbrung, tapi malah seringnya nggak nyambung. Gue semacem kenyang dan bosen, sama orang-orang yang kalau ngobrol di depan gue, suaranya pelan-pelan, dan kalau gue tanya jawabnya seadanya. Yaa mereka punya bahan pembicaraan yang bukan ranahnya gue buat tahu,gitu. Hehehe.. Ah, makin absurd aja.. Tapi seenggaknya gue sedikit lega, hehe.. Seseorang pernah bilang, "Menulislah, maka kamu tidak akan merasa sendiri. Karena ada Tuhan yang sedang menemani melalui penamu sendiri." Dan ya, izinkan gue meyakini itu untuk malam ini. Hehehe.. Seenggaknya biar nggak sepi-sepi banget rasanya hati ini. Hehehehehe..