Wednesday, October 28, 2009

iseng-iseng..

ada sedikit hasil corat-coret gue nih.. lumayan buat bacaan iseng.. hehe xp

well, terinspirasi dari kisah nyata sebenarnya.. hoho

Bertahun-tahun sudah, kupendam dalam-dalam perasaan ini
Berkali-kali, hendak membuang atau mengganti
Menyemangati diri, dengan sesuatu yang tak murni dari hati
Menyombongkan diri, seakan dengan mudah semua dapat hilang dan pergi

Namun tahun adalah waktu yang lama
Rasa itu terlalu mengakar seiring waktu yang berjalan
Dengan mataku yang terbiasa menyaksikan hadirmu
Dengan hatiku yang bertahap mulai mencari-carimu
Kekagumanku muncul begitu saja
Perasaan ini mengalir tak tertahan

Bukan jarang, aku menyangkal semua
Bukan jarang, aku meragukannya
Namun, aku terus memikirkannya
Aku memilih mempertahankannya
Sampai sekarang, entah mengapa…

Melihatmu, mataku berbinar-binar
Mendengarmu, bibirku tersenyum tiada henti
Berbicara denganmu, hatiku terlonjak kegirangan
Dan saat kau mendiamkanku, jantungku terus berdebar
bertanya-tanya salah apa yang telah kulakukan
karena aku terlalu menyukaimu, itulah kebodohanku
Bibirku tak mudah terbuka saat hanya kau yang ada
Perasaanku tak tertata saat hanya kau yang ada
Rasa ini menahanku untuk mengenalmu lebih jauh,
Aku mengenalmu secukupnya, hal yang sangat kusesali

Mungkin, kamu hanya serpihan memori putih-abu-abu ku
Sepenggal kisah masa lalu,
dan aku harus terus maju tanpa menghiraukan itu
Sejak kita semakin jauh
Kini, semua seakan hanya dongeng bagiku
Tak mungkin lagi kupertahankan mimpiku
Kau pun hanya diam,
meluluhlantakkan harapan yang dulu sempat berkembang
Ketika dulu kita tertawa bersama
Saling berbagi mimpi dan cita-cita
Bersama mengejar tujuan walau berbeda
Bersaing memperoleh kejayaan
Bersusah payah memecahkan masalah
Berkembang bersama mencapai kedewasaan

Satu tahun sudah, sejak kita terpisah jarak
Dengan awal yang tidak pasti,
penuh dengan teka-teki,
yang hanya dipenuhi tebakan dan harapan,
Seharusnya kau hilang,
setidaknya perasaan ini memudar
Tapi yang terjadi justru berlawanan
Tak jarang, aku terus memikirkanmu
Tak jarang, aku sangat merindukanmu
Merindukan ucapanmu yang memotivasiku
Merindukan tindakanmu yang mengagumkanku,
dan juga membingungkanku
Merindukan tawa candamu yang menyenangkanku
Merindukan saat-saat menyenangkan bersamamu
Merindukan semua tentangmu

Beritahu aku mengapa!
Mengapa aku tak bisa melupakannya
Mengapa aku masih menyimpan butir-butir harapan
Mengapa jarak tak membuatku lupa
Apa karena semua yang kau tinggalkan SANGAT membekas?
Membekas dalam, tertanam di relung hati
Karena engkau yang pertama?
Atau semua hanya perasaan sesaat semata?

Mungkin akan kubiarkan perasaan ini terus ada
Membiarkan waktu yang menjaganya
Entah akan terus kokoh tertanam,
atau mulai goyah dan lantas hilang
Tergerus arus waktu dan kedewasaan
Dengan pilihan yang ada di tangan
Memperjuangkan perasaan manis yang bertabur kepahitan,
atau beralih merelakannya melayang

Dan mungkin kau mau berbaik hati memberitahuku
Apa kau merasakan hal yang sama?
Karena entah mengapa, dulu aku sempat percaya,
kau pun merasakannya
Walaupun besar kemungkinan,
semua hanya sekadar angan
Setidaknya beri tahu aku kebenaran
Agar aku dapat tenang,
melanjutkan perjalanan

Denganmu, atau tanpamu…
:’)