Thursday, December 24, 2009

update status!

Status FB gue beberapa menit lalu: @ malang! Padahal emang gue udah dari beberapa bulan lalu stuck di Malang raya ini. Haha.. Abis.. Ngiri gue ngeliat status orang-orang. @ juanda, @ argowisata, @ jakarta, @ denpasar,, etc etc.. Hadooooh... Pamer sekalee lagi liburaaaaan... Sedangkan gue, di hari libur ini malah gak kemana-mana.. Ngendok aja di kamar kos, menunggu waktu libur selesai. Haha.. Paling banter ya kerjaan gue ngenet, makan, tidur.. Huhuhu..

Temen-temen gue banyak banget yang nanya, "Gak pulang, Den, ke Jakarta?". Bukan gue gak pengen balik ke Jakarta, tapi ya liburan 4 hari doang, di tengah-tengah UAS pulaa. Masa gue melupakan begitu saja nilai gastrointestinal yang down to earth itu? Hem.. Bukan pilihan yang bijak sepertinya kalau balik ke Jakarta di tengah libur natal ini. Alasan lain, ongkos ke Jakarta dari sini kan gak sedikit. Sayang kalau cuma dihabiskan untuk 3 hari di sana. Mana perjalanannya menghabiskan waktu seharian. Pegel-pegel sekujur tubuh.. Walau memang tidak berlaku untuk pesawat (2 jam nyampe), tapi tetep aja ongkos naik pesawat jauh lebih tidak murah.. Tapi, yang paling menjadi alasan gue gak balik sih,, keluarga gue mau berkunjung ke sini jugaa... Hehehehe.. Asiiiik.. Liburan gue gak ngezonk sendiri di sini :D

Mama, Papa, dan adek-adek gue mau ke Malang? Wah, beneran gue seneng banget deh. It's the first time! Yeah, kapan lagi keluarga gue all out bisa liburan bareng di sini. Hiks.. Sampe terharu gue.. Dari Jakarta ke Malang naik mobil, padahal yang bisa nyetir Papa gue doang. Oh God, gue sendiri suka ngeri bayanginnya.. Hehe.. Makanya nih, gue jadi semangat banget ngebersihin kamar kos gue. Malu kalo ketahuan jarang dipel sama adek-adek jelek gue itu. Gue sering nyombong tentang kamar gue juga sih soalnyaa.. Haha..

Taram taram taram,, syalalala.. Gue jadi gak bete lagi deh.. Liburan gue pun sepertinya akan jaaaaaauh lebih menyenangkan jika dihabiskan bersama keluarga gue tersayang.. Hehehe :D

Monday, December 21, 2009

Ketika Aku Bertanya

pengen berbagi dikit neh. sekalian menuhin blog jugaa.. haha..

Ketika Aku Bertanya

Ketika aku sadar ada sesuatu yang salah
Ketika aku sadar semua terlalu berat untuk kujalani
Ketika aku sadar aku menyesal
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?

Ketika aku sadar, egoku terlalu besar
Ketika aku sadar, perkataanku terlalu kasar
Ketika aku sadar, pikiranku terlalu berlebihan
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?

Aku memang bodoh, jawabku
Aku memang salah, jawabku
Aku telah salah memberi penilaian
Aku telah jatuh ke dalam lubang yang besar
Aku salah mengambil keputusan

Tidak nyaman
Perasaanku saat ini
Meski banyak orang meyakinkan,
aku benar
Dan semua perasaan bersalah ini,
hanya risiko yang memang selalu ada
Yang membayangi hidup manusia
Dan aku telah memutuskan untuk mengambilnya

Ketika itu aku bertanya
Haruskah ku menangisinya?
Dan seseorang menjawabnya,
"Tidak, kau harus tegar menghadapinya,
Jangan lari dan takut seperti seorang pengecut
Karena pasti ada pelangi,
di balik hujan badai dengan petir menyambar-nyambar
Carilah pelangi itu,
dengan terus berikhtiar dan tawakal
Insyaallah.."
Dan aku pun mengangguk lemah,
mencoba tersenyum mengiyakannya

Ini puisi yang gue buat waktu merasa bersalaaaaaah banget sama seseorang.. Dan gue menjadi jauh lebih lega setelah curhat sama Mama tersayang.. Thx a lot for helping me, Mom..

Sunday, December 20, 2009

tentang upgrading BEM Sensei... lanjuuut..

Lanjutin lagi ceritanya yuk.. Hoho..

Seperti apa yg gue tulis di posting sebelumnya, mata gue dibukakan pada saat acara tersebut mendekati akhir, saat kepengurusan BEM mendekati akhir. Maksudnya?? Kan gue udah cerita, semangat kerja gue sebagai danus di acara ini tuh fluktuatif banget. Gak jarang lebih banyak down nya.. Banyak hal lah,, yang menyebabkan itu semua. Mulai dari nunggu sejam kaya orang bodoh di rektorat dengan baju saringan tahu berwarna hijau mencolok (waktu mau jualan di rektorat), jualan oleh-oleh yang butuh perjuangan buesar tapi ternyata hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan, belum lagi perasaan frustasi karena gak berhasil mempertemukan staf-staf gue dalam rapat.. Hehe, jujur-jujuran aja, gue sempet sebeeeeel setengah mampus! Pengen mundur aja dari kordi rasanya. Terlalu banyak hal yg berjalan tersendat-sendat dan hasilnya tak sesuai dengan yg diharapkan. Gimana gak bete berat??? Apalagi gue sering merasa anak-anak panitia lain toh gak semangat juga menjalani acara ini (pikiran egois gue waktu itu). Jadi merasa berjuang sendiri deh..

Akan tetapi.. Ternyata pemikiran gue salah. At least, saat Upgrading BEM terakhir (sesi tiga) dipersiapkan. Walaupun sempat bete dengan perubahan konsep yang mendadak (dari cuma outbond, jadi ada nginep dan jalan-jalan ke pasar segala, which means: semakin banyak uang yg harus dikeluarkan), gue baru sadar, ternyata yang bersusah payah di acara ini bukan gue doang. Yang mengkhawatirkan acara ini jalan atau enggak bukan gue doang. Mungkin memang jauuuh gak kelihatan di Upgrading waktu awal-awal, tapi semangat dan perjuangan itu terlihat sangat manis ketika kami mempersiapkan sesi terakhir Upgrading BEM ini. Yah,, gue sadar gue gak sendirian. Gue seneng, temen-temen kembali bersemangat dalam mempersiapkan acara ini. Gue sampai malu loh, karena gue merasa belum ngapa-ngapain jadinya. Bayangkan aja, sie humas, bela-belain bikin team outbond sendiri untuk menghemat biaya. Sie transportasi bela-belain gak nyewa bis or something like that juga untuk menghemat biaya. Panitia juga menyewa villa yang murah meriah untuk menghemat biaya. Terharu plus malu gue.. Seandainya danus lebih optimal lagi kerjanya, pasti bisa deh, panitia menyediakan fasilitas yang lebih.. Maaf ya semuaa..

Saat mempersiapkan sesi terakhir ini juga, gue sadar, bahwa teman-teman panitia yang lain sukses memotivasi gue untuk lebih bersemangat. Khususnya temen gue, kordi humas. Hem,, gue appreciate banget sama dia. Padahal di awal-awal kepanitiaan, bisa dibilang kasarnya dia "ditinggalin" lho. Sering gak dijarkom, sering gak tahu ada rapat (sering g dateng jadinya), job nya dikasih ke orang lain gitu aja.. Tapi dia tetep muncul sampai akhir lho. Dia yang mengusulkan bikin yel biar panitia bisa lebih semangat, dan it works! Dia juga yang mengusulkan untuk membentuk team outbond. Yang bolak-balik menghubungi pemilik villa, mengirim jarkom berkali-kali ke para peserta, membantu pembagian transport, mengurus konsumsi juga, sampai mengecek pengumpulan dana segala. Udah kaya kapelnya aja deh, hehe (no offense buat pak kapel :p). Secara pribadi, gue salut banget sama dia, dan bener-bener termotivasi karenanya. Dan tanpa mengesampingkan peran dari panitia lain juga, gue pun salut sama mereka semua. Dengan berbagai masalah yang timbul, mereka semua bisa terus bekerja seprofesional mungkin. Salut banget!! Dan karena melihat mereka bersusah payah seperti itu lah, gue pun bertekad gak akan mengeluh lebih banyak lagi. Seperti kata seorang teman panitia yang cukup mengena di hati gue, "Gak ada waktu untuk mengeluh, Den,". Yeah, at least untuk pengumpulan iuran wajib, danus akan menuai sukses. Dan Alhamdulillah.. Berkat kerjasama dari teman-teman semua, dari yang awalnya ketar-ketir bakal devisit, yang terjadi justru sebaliknya.. Hehehe :D

Acara pun akhirnya berjalan dengan amat sangat menyenangkan. Agak lebay dikit gak apa-apa kan.. Hehe.. Yah, gue gak nyangka acaranya akan semenarik ini. Nice job, sie acara! :D Dari study case yang membuat gue sadar bahwa pengetahuan gue tentang departemen-departemen di BEM itu masih terbatas, acara renungan yang membuat gue terharu dan tersanjung bukan main (sekaligus merasa belum layak dianugerahi penghargaan seperti itu) dengan kata-kata yang diucapkan oleh "dedengkot-dedengkot" BEM, sampai acara outbond sederhana tapi penuh makna dan membangkitkan kebersamaan dan semangat yang membara (halah.. bahasa gue hiperbol bgt dah).. Belom lagi acara gak formal, talk show tentang kepribadian (narasumber: Menkes BEM xp), yang bikin gue puas berkonsultasi, hehehe.. sampai acara curhat dari hati ke hati (sepertinya hanya ada di kalangan para cewek), yang bikin gue bersyuuuukuuuur banget, gue punya teman-teman seperjuangan, para pengurus BEM Sensei, yang sudah seperti keluarga.

Secara keseluruhan, setelah mengikuti acara ini full satu hari satu malam di Songgoriti, hanya dua kata yang bisa gue ucapkan. Terimakasih dan maaf.

Terimakasih, untuk Allah SWT, atas segala kesempatan yang Ia berikan. Kesempatan untuk bisa mengalami semua momen indah ini, kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik, kesempatan untuk bisa bertemu dengan teman-teman yang luar bisa hebat yang membuatku termotivasi untuk menjadi orang hebat juga. Amin..

Terimakasih, untuk teman-teman, Kakak-Kakak, rekan seperjuangan pengurus BEM Sensei FKUB.. Terimakasih Kak, atas kepercayaannya terhadap seorang Dendri, terimakasih telah mengizinkan saya bergabung dan ikut berjuang dalam kepengurusan ini. Insyaallah saya akan berjuang untuk megemban amanah yang Kakak-Kakak estafetkan..

Juga untuk teman-teman semuanya,, terimakasih banyak atas supportnya selama ini. Atas cinta dan kasihnya, atas kesempatan untuk bisa berjuang bersama kalian semua.. Terimakasih banyak, telah membuatku belajar banyak hal. Terimakasih..

Dan maaf untuk semuanya, jika masih banyak hal yang belum bisa kupenuhi. Maaf jika masih banyak hal yang belum bisa kulakukan dengan sempurna. Maaf jika kinerjaku selama setahun ini masih belum seperti yang diharapkan.. Tapi insyaallah.. Aku akan terus berjuang agar bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, agar suatu saat aku dapat memberikan sesuatu untuk kolegium ku tercinta. Insyaallah.. Amin.

Semanggiiii!!!! :D

tentang upgrading BEM Sensei...

Seperti judul di atas, gue mau cerita tentang suatu acara ajaib yang kemarin Jumat baru selesai. Berbulan-bulan gue menjadi salah satu panitia, dengan semangat yang fluktuatif sekali, dan jujur, gue malah sempet kepikiran buat mengundurkan diri dari jabatan yg gue pegang waktu itu.. Hehehe..

Upgrading BEM. Udah ketahuan dari namanya kan, acara ini bertujuan untuk meng-upgrade skill sekaligus mengevaluasi kinerja para pengurus BEM waktu itu. Well, acara ini dibagi menjadi tiga sesi, yang gue sendiri masih suka bertanya-tanya pembagian itu berdasarkan apa yaa? Selain yang gue tahu biar gak sama kaya tahun kemarin.. (Maap kalo omongan gue ini agak frontal)

Nah, dengan kronis-nya acara ini, ditambah gue menjabat jadi kordi danus (dengan sedikit paksaan), plus anggaran dana yang gak sedikit, plus lagi anggota juga begitu (hem, bukan bermaksud menjelekkan, tapi gue merasa semangat dari anggota danus waktu itu pun kurang), ditambah lagi, acara itu entah mengapa seperti vakum dalam waktu yang cukup lama, otomatis gue sempet ogah-ogahan menjalani acara ini. Hehe, gue mah di sini jujur2an aja deh.. Sampai mata gue dibukakan saat menjelang Upgrading BEM ketiga. Yah, saat-saat menjelang akhir. Akhir dari acara ini, dan juga akhir dari kepengurusan BEM Sensei FKUB..

(Hem, sebenernya pengen gue lanjutin sampe selesai dalam satu tulisan ini sih, tapi apa daya, jam setengah tujuh mesti kumpul Lakesma nih, ada petis.. Hehe.. My first duty! Soo,, gue lanjutin lagi kapan2 yaaa.. :p)

-to be continued-

Saturday, December 5, 2009

together-gingachou-forever


Pengen nulis lagi ah... Udah lama gak ngisi blog ini. Yah, walaupun sedih juga, bikin blog orang lain ga ada yg tau. Biarlah, emang belom siap mental gue publish sih. Secara emang niat gue cuma nulis ngeluarin uneg2 ajaa, sekalian mengabadikan momen2 gue selama mengisi lembar kehidupan. halah2..

Belakangan ini gue lagi keranjingan banget ke rental komik deket kosan. Hum.. Jadi lah sifat malas gue tambah terasah, hehe.. Dan karena hobi baru gue itu, gue nemuin satu manga yang bikin gue terkagum-kagum. Namanya Sparkling Gingachou..

Ceritanya tentang persahabatan gitu deh. Ralat, persahabatan yang bikin ngiri. Hehe.. Gimana gue gak ngiri? Persahabatan yang digambarkan indah banget sih. Dan (mungkin) karena gue sendiri belum pernah mengalaminya. Apa gue yg gak sadar ya? Haha.. Ya sudah lah.

Hem, komik ini bercerita tentang persahabatan yang terjalin antara enam putera-puteri pemilik toko di pusat pertokoan Gingachou, Miyake Chino (toko sayur), Kurosu Ai (toko ikan), Shirouma Mamoru (kedai sake), Satou Kasumi (eh, gue lupa.. kalo gak salah sih yakitori), Shiiba Anko (toko kelontong bukan y? lupa juga nih..), dan Hanasaka Ikkyu (kedai mi atau soba). Mereka berenam sudah bersahabat dari kecil, tumbuh dan menjadi dewasa di pusat pertokoan itu. Dengan sifat yang berbeda-beda, ajaibnya, mereka bisa saling memahami satu sama lain, mendukung, menguatkan, bahkan juga mengingatkan.. Mungkin karena memang besar di tempat yang sama, dan dari kecil udah sobatan (yah, walaupun alasan yg paling tepat adalah karena si pengarang emang pengen bercerita seperti itu.. haha :p), buaanyaak hal menyenangkan yang mereka lalui bersama. Mulai dari tampil di festival pertokoan, ikut kuis rally, mencari harta karun, sampai nangkep pencuri bareng2.. Dan yang pastinya membuat tali persahabatan mereka bertambah kuat. Best friend forever banget deh mereka.. Wajar kan, kalo gue ngiri.. hehe..

Secara gambar, te-o-pe deh. Gue sih suka. Soft banget, dan blink-blink.. Em, maksudnya gambarnya cerah gitu, menampakkan keindahan di sana-sini. Yah, agak susah sih, mendeskripsikan gambarnya gimana. Mending langsung liat sendiri aja deh. Pokoknya gak jelek lah gambarnya, dan gak lebay juga. Hehe.. Kalau dari segi cerita, hum, two thumbs up. Gue suka banget. Penyampaiannya juga enak, mengalir, seakan melihat kehidupan kita sehari-hari. Pop banget, walaupun juga ada sisi melankolisnya, dan disandingkan sedemikian rupa dengan humor yang pas. Komedinya oke punya deh, at least gue pasti ngakak kalo udah ngeliat Mamoru bertingkah entah polos atau bodoh, hehe. Apalagi kalau udah cerita tentang hubungan Mike-Kuro. Konyol abis.. Lucu deh, kalo ngeliat Kuro salting setengah mampus sedangkan Mike santai-santai aja gak nyadar apa-apa. Walaupun hubungan mereka berdua juga selalu bikin gue terenyuh sambil bilang "so sweet" berkali-kali. Selain itu, biarpun komik ini berseri, ceritanya pendek-pendek, per chapter selesai, kaya Detective Conan gitu deh. Jadi, biar gak baca dari nomer satu, pasti bisa ngerti dengan gampang kok (pengalaman pribadi, gue langsung minjem nomer enam karena gak liat ada tulisan nomer nyempil di kanan bawah).

Over all, I love this comic. Highly recomended untuk dibaca waktu luang. Lumayan lah, bisa membuat kita senyam-senyum sendiri membayangkan momen-momen indah yang pernah atau akan kita lakukan bersama sahabat tercinta. Cerita yang diangkat emang ringan, tapi sarat makna. Bikin gue ngeh, hidup pasti akan jauh lebih indah jika kita hadapi bersama-sama, dengan saling berbagi dan menyayangi. Suatu hal yang mungkin sudah pudar di kebanyakan orang yak. Karena kita toh gak bisa menolak kenyataan bagaimana manusia menjadi makin individualis seiring dengan perkembangan zaman. Ya kan? Ya kan? (tengoklah kehidupan di kota-kota besar sana..) Walaupun emang gak bisa dipukul rata untuk semua orang, semua kembali ke diri masing-masing.

Yah, tapi gue yakin kok. Persahabatan yang luar biasa indah itu tidak ada di Gingachou saja, tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Kuncinya, asal kita mau. Asal kita mau mengesampingkan ego, asal kita mau berbagi, dan asal kita mau menerima sahabat apa adanya.

(hahhahaha.. maap kalo banyak yg gak nyambung ngomongnya..)