Saturday, December 5, 2009

together-gingachou-forever


Pengen nulis lagi ah... Udah lama gak ngisi blog ini. Yah, walaupun sedih juga, bikin blog orang lain ga ada yg tau. Biarlah, emang belom siap mental gue publish sih. Secara emang niat gue cuma nulis ngeluarin uneg2 ajaa, sekalian mengabadikan momen2 gue selama mengisi lembar kehidupan. halah2..

Belakangan ini gue lagi keranjingan banget ke rental komik deket kosan. Hum.. Jadi lah sifat malas gue tambah terasah, hehe.. Dan karena hobi baru gue itu, gue nemuin satu manga yang bikin gue terkagum-kagum. Namanya Sparkling Gingachou..

Ceritanya tentang persahabatan gitu deh. Ralat, persahabatan yang bikin ngiri. Hehe.. Gimana gue gak ngiri? Persahabatan yang digambarkan indah banget sih. Dan (mungkin) karena gue sendiri belum pernah mengalaminya. Apa gue yg gak sadar ya? Haha.. Ya sudah lah.

Hem, komik ini bercerita tentang persahabatan yang terjalin antara enam putera-puteri pemilik toko di pusat pertokoan Gingachou, Miyake Chino (toko sayur), Kurosu Ai (toko ikan), Shirouma Mamoru (kedai sake), Satou Kasumi (eh, gue lupa.. kalo gak salah sih yakitori), Shiiba Anko (toko kelontong bukan y? lupa juga nih..), dan Hanasaka Ikkyu (kedai mi atau soba). Mereka berenam sudah bersahabat dari kecil, tumbuh dan menjadi dewasa di pusat pertokoan itu. Dengan sifat yang berbeda-beda, ajaibnya, mereka bisa saling memahami satu sama lain, mendukung, menguatkan, bahkan juga mengingatkan.. Mungkin karena memang besar di tempat yang sama, dan dari kecil udah sobatan (yah, walaupun alasan yg paling tepat adalah karena si pengarang emang pengen bercerita seperti itu.. haha :p), buaanyaak hal menyenangkan yang mereka lalui bersama. Mulai dari tampil di festival pertokoan, ikut kuis rally, mencari harta karun, sampai nangkep pencuri bareng2.. Dan yang pastinya membuat tali persahabatan mereka bertambah kuat. Best friend forever banget deh mereka.. Wajar kan, kalo gue ngiri.. hehe..

Secara gambar, te-o-pe deh. Gue sih suka. Soft banget, dan blink-blink.. Em, maksudnya gambarnya cerah gitu, menampakkan keindahan di sana-sini. Yah, agak susah sih, mendeskripsikan gambarnya gimana. Mending langsung liat sendiri aja deh. Pokoknya gak jelek lah gambarnya, dan gak lebay juga. Hehe.. Kalau dari segi cerita, hum, two thumbs up. Gue suka banget. Penyampaiannya juga enak, mengalir, seakan melihat kehidupan kita sehari-hari. Pop banget, walaupun juga ada sisi melankolisnya, dan disandingkan sedemikian rupa dengan humor yang pas. Komedinya oke punya deh, at least gue pasti ngakak kalo udah ngeliat Mamoru bertingkah entah polos atau bodoh, hehe. Apalagi kalau udah cerita tentang hubungan Mike-Kuro. Konyol abis.. Lucu deh, kalo ngeliat Kuro salting setengah mampus sedangkan Mike santai-santai aja gak nyadar apa-apa. Walaupun hubungan mereka berdua juga selalu bikin gue terenyuh sambil bilang "so sweet" berkali-kali. Selain itu, biarpun komik ini berseri, ceritanya pendek-pendek, per chapter selesai, kaya Detective Conan gitu deh. Jadi, biar gak baca dari nomer satu, pasti bisa ngerti dengan gampang kok (pengalaman pribadi, gue langsung minjem nomer enam karena gak liat ada tulisan nomer nyempil di kanan bawah).

Over all, I love this comic. Highly recomended untuk dibaca waktu luang. Lumayan lah, bisa membuat kita senyam-senyum sendiri membayangkan momen-momen indah yang pernah atau akan kita lakukan bersama sahabat tercinta. Cerita yang diangkat emang ringan, tapi sarat makna. Bikin gue ngeh, hidup pasti akan jauh lebih indah jika kita hadapi bersama-sama, dengan saling berbagi dan menyayangi. Suatu hal yang mungkin sudah pudar di kebanyakan orang yak. Karena kita toh gak bisa menolak kenyataan bagaimana manusia menjadi makin individualis seiring dengan perkembangan zaman. Ya kan? Ya kan? (tengoklah kehidupan di kota-kota besar sana..) Walaupun emang gak bisa dipukul rata untuk semua orang, semua kembali ke diri masing-masing.

Yah, tapi gue yakin kok. Persahabatan yang luar biasa indah itu tidak ada di Gingachou saja, tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Kuncinya, asal kita mau. Asal kita mau mengesampingkan ego, asal kita mau berbagi, dan asal kita mau menerima sahabat apa adanya.

(hahhahaha.. maap kalo banyak yg gak nyambung ngomongnya..)

Wednesday, October 28, 2009

iseng-iseng..

ada sedikit hasil corat-coret gue nih.. lumayan buat bacaan iseng.. hehe xp

well, terinspirasi dari kisah nyata sebenarnya.. hoho

Bertahun-tahun sudah, kupendam dalam-dalam perasaan ini
Berkali-kali, hendak membuang atau mengganti
Menyemangati diri, dengan sesuatu yang tak murni dari hati
Menyombongkan diri, seakan dengan mudah semua dapat hilang dan pergi

Namun tahun adalah waktu yang lama
Rasa itu terlalu mengakar seiring waktu yang berjalan
Dengan mataku yang terbiasa menyaksikan hadirmu
Dengan hatiku yang bertahap mulai mencari-carimu
Kekagumanku muncul begitu saja
Perasaan ini mengalir tak tertahan

Bukan jarang, aku menyangkal semua
Bukan jarang, aku meragukannya
Namun, aku terus memikirkannya
Aku memilih mempertahankannya
Sampai sekarang, entah mengapa…

Melihatmu, mataku berbinar-binar
Mendengarmu, bibirku tersenyum tiada henti
Berbicara denganmu, hatiku terlonjak kegirangan
Dan saat kau mendiamkanku, jantungku terus berdebar
bertanya-tanya salah apa yang telah kulakukan
karena aku terlalu menyukaimu, itulah kebodohanku
Bibirku tak mudah terbuka saat hanya kau yang ada
Perasaanku tak tertata saat hanya kau yang ada
Rasa ini menahanku untuk mengenalmu lebih jauh,
Aku mengenalmu secukupnya, hal yang sangat kusesali

Mungkin, kamu hanya serpihan memori putih-abu-abu ku
Sepenggal kisah masa lalu,
dan aku harus terus maju tanpa menghiraukan itu
Sejak kita semakin jauh
Kini, semua seakan hanya dongeng bagiku
Tak mungkin lagi kupertahankan mimpiku
Kau pun hanya diam,
meluluhlantakkan harapan yang dulu sempat berkembang
Ketika dulu kita tertawa bersama
Saling berbagi mimpi dan cita-cita
Bersama mengejar tujuan walau berbeda
Bersaing memperoleh kejayaan
Bersusah payah memecahkan masalah
Berkembang bersama mencapai kedewasaan

Satu tahun sudah, sejak kita terpisah jarak
Dengan awal yang tidak pasti,
penuh dengan teka-teki,
yang hanya dipenuhi tebakan dan harapan,
Seharusnya kau hilang,
setidaknya perasaan ini memudar
Tapi yang terjadi justru berlawanan
Tak jarang, aku terus memikirkanmu
Tak jarang, aku sangat merindukanmu
Merindukan ucapanmu yang memotivasiku
Merindukan tindakanmu yang mengagumkanku,
dan juga membingungkanku
Merindukan tawa candamu yang menyenangkanku
Merindukan saat-saat menyenangkan bersamamu
Merindukan semua tentangmu

Beritahu aku mengapa!
Mengapa aku tak bisa melupakannya
Mengapa aku masih menyimpan butir-butir harapan
Mengapa jarak tak membuatku lupa
Apa karena semua yang kau tinggalkan SANGAT membekas?
Membekas dalam, tertanam di relung hati
Karena engkau yang pertama?
Atau semua hanya perasaan sesaat semata?

Mungkin akan kubiarkan perasaan ini terus ada
Membiarkan waktu yang menjaganya
Entah akan terus kokoh tertanam,
atau mulai goyah dan lantas hilang
Tergerus arus waktu dan kedewasaan
Dengan pilihan yang ada di tangan
Memperjuangkan perasaan manis yang bertabur kepahitan,
atau beralih merelakannya melayang

Dan mungkin kau mau berbaik hati memberitahuku
Apa kau merasakan hal yang sama?
Karena entah mengapa, dulu aku sempat percaya,
kau pun merasakannya
Walaupun besar kemungkinan,
semua hanya sekadar angan
Setidaknya beri tahu aku kebenaran
Agar aku dapat tenang,
melanjutkan perjalanan

Denganmu, atau tanpamu…
:’)

Wednesday, August 26, 2009

aaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrggggggghhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!

damn!
Puasa gini, ternyata Allah memberikan cobaan buat gue.
Yah, harusnya gue sabar, tapi, ternyata sabar itu gak mudah ya..
Emang dimana-mana ngomong itu lebih gampang dari praktik.
Yaaaa.. banget..
Mungkin gue pengen sedikit bandel buat bilang, kesabaran gue abis!
Bolehkah? Wallahualam.
Mungkin gue akan mencari2 alasan, kalau semua kekesalan2 itu sudah terakumulasi sedari dulu!
Bolehkah? Wallahualam.
Gue sebel! Gue ngerasa gak dianggap! Gue ngerasa gak dihormati! Gue ngerasa gak punya temen yang real! Fake semuaaaa!!! Gak ada yang ngerti gue!!
Sekarang apa yang harus gue lakuin??
Gue pengeeeen banget marah, ngomong kasar sama anak2 itu,
karena gue KECEWA,
gue SAKIT HATI.
Tapi..
bolehkah?
bisakah?
Karena pada kenyataannya, gue teralu pengecut buat melampiaskan semua kekesalan gue.
Karena gue terlalu takut salah.
Karena gue takut, ternyata memang semua itu gue yang salah.
Tapi sumpah, gue marah.
Dan entah kenapa, semua itu seakan diperburuk dengan kenyataan2 yang hanya membuat gue sedih.