Status FB gue beberapa menit lalu: @ malang! Padahal emang gue udah dari beberapa bulan lalu stuck di Malang raya ini. Haha.. Abis.. Ngiri gue ngeliat status orang-orang. @ juanda, @ argowisata, @ jakarta, @ denpasar,, etc etc.. Hadooooh... Pamer sekalee lagi liburaaaaan... Sedangkan gue, di hari libur ini malah gak kemana-mana.. Ngendok aja di kamar kos, menunggu waktu libur selesai. Haha.. Paling banter ya kerjaan gue ngenet, makan, tidur.. Huhuhu..
Temen-temen gue banyak banget yang nanya, "Gak pulang, Den, ke Jakarta?". Bukan gue gak pengen balik ke Jakarta, tapi ya liburan 4 hari doang, di tengah-tengah UAS pulaa. Masa gue melupakan begitu saja nilai gastrointestinal yang down to earth itu? Hem.. Bukan pilihan yang bijak sepertinya kalau balik ke Jakarta di tengah libur natal ini. Alasan lain, ongkos ke Jakarta dari sini kan gak sedikit. Sayang kalau cuma dihabiskan untuk 3 hari di sana. Mana perjalanannya menghabiskan waktu seharian. Pegel-pegel sekujur tubuh.. Walau memang tidak berlaku untuk pesawat (2 jam nyampe), tapi tetep aja ongkos naik pesawat jauh lebih tidak murah.. Tapi, yang paling menjadi alasan gue gak balik sih,, keluarga gue mau berkunjung ke sini jugaa... Hehehehe.. Asiiiik.. Liburan gue gak ngezonk sendiri di sini :D
Mama, Papa, dan adek-adek gue mau ke Malang? Wah, beneran gue seneng banget deh. It's the first time! Yeah, kapan lagi keluarga gue all out bisa liburan bareng di sini. Hiks.. Sampe terharu gue.. Dari Jakarta ke Malang naik mobil, padahal yang bisa nyetir Papa gue doang. Oh God, gue sendiri suka ngeri bayanginnya.. Hehe.. Makanya nih, gue jadi semangat banget ngebersihin kamar kos gue. Malu kalo ketahuan jarang dipel sama adek-adek jelek gue itu. Gue sering nyombong tentang kamar gue juga sih soalnyaa.. Haha..
Taram taram taram,, syalalala.. Gue jadi gak bete lagi deh.. Liburan gue pun sepertinya akan jaaaaaauh lebih menyenangkan jika dihabiskan bersama keluarga gue tersayang.. Hehehe :D
Thursday, December 24, 2009
Monday, December 21, 2009
Ketika Aku Bertanya
pengen berbagi dikit neh. sekalian menuhin blog jugaa.. haha..
Ketika Aku Bertanya
Ketika aku sadar ada sesuatu yang salah
Ketika aku sadar semua terlalu berat untuk kujalani
Ketika aku sadar aku menyesal
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?
Ketika aku sadar, egoku terlalu besar
Ketika aku sadar, perkataanku terlalu kasar
Ketika aku sadar, pikiranku terlalu berlebihan
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?
Aku memang bodoh, jawabku
Aku memang salah, jawabku
Aku telah salah memberi penilaian
Aku telah jatuh ke dalam lubang yang besar
Aku salah mengambil keputusan
Tidak nyaman
Perasaanku saat ini
Meski banyak orang meyakinkan,
aku benar
Dan semua perasaan bersalah ini,
hanya risiko yang memang selalu ada
Yang membayangi hidup manusia
Dan aku telah memutuskan untuk mengambilnya
Ketika itu aku bertanya
Haruskah ku menangisinya?
Dan seseorang menjawabnya,
"Tidak, kau harus tegar menghadapinya,
Jangan lari dan takut seperti seorang pengecut
Karena pasti ada pelangi,
di balik hujan badai dengan petir menyambar-nyambar
Carilah pelangi itu,
dengan terus berikhtiar dan tawakal
Insyaallah.."
Dan aku pun mengangguk lemah,
mencoba tersenyum mengiyakannya
Ini puisi yang gue buat waktu merasa bersalaaaaaah banget sama seseorang.. Dan gue menjadi jauh lebih lega setelah curhat sama Mama tersayang.. Thx a lot for helping me, Mom..
Ketika Aku Bertanya
Ketika aku sadar ada sesuatu yang salah
Ketika aku sadar semua terlalu berat untuk kujalani
Ketika aku sadar aku menyesal
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?
Ketika aku sadar, egoku terlalu besar
Ketika aku sadar, perkataanku terlalu kasar
Ketika aku sadar, pikiranku terlalu berlebihan
Ketika itu aku bertanya
Bodohkah aku?
Salahkah aku?
Aku memang bodoh, jawabku
Aku memang salah, jawabku
Aku telah salah memberi penilaian
Aku telah jatuh ke dalam lubang yang besar
Aku salah mengambil keputusan
Tidak nyaman
Perasaanku saat ini
Meski banyak orang meyakinkan,
aku benar
Dan semua perasaan bersalah ini,
hanya risiko yang memang selalu ada
Yang membayangi hidup manusia
Dan aku telah memutuskan untuk mengambilnya
Ketika itu aku bertanya
Haruskah ku menangisinya?
Dan seseorang menjawabnya,
"Tidak, kau harus tegar menghadapinya,
Jangan lari dan takut seperti seorang pengecut
Karena pasti ada pelangi,
di balik hujan badai dengan petir menyambar-nyambar
Carilah pelangi itu,
dengan terus berikhtiar dan tawakal
Insyaallah.."
Dan aku pun mengangguk lemah,
mencoba tersenyum mengiyakannya
Ini puisi yang gue buat waktu merasa bersalaaaaaah banget sama seseorang.. Dan gue menjadi jauh lebih lega setelah curhat sama Mama tersayang.. Thx a lot for helping me, Mom..
Sunday, December 20, 2009
tentang upgrading BEM Sensei... lanjuuut..
Lanjutin lagi ceritanya yuk.. Hoho..
Seperti apa yg gue tulis di posting sebelumnya, mata gue dibukakan pada saat acara tersebut mendekati akhir, saat kepengurusan BEM mendekati akhir. Maksudnya?? Kan gue udah cerita, semangat kerja gue sebagai danus di acara ini tuh fluktuatif banget. Gak jarang lebih banyak down nya.. Banyak hal lah,, yang menyebabkan itu semua. Mulai dari nunggu sejam kaya orang bodoh di rektorat dengan baju saringan tahu berwarna hijau mencolok (waktu mau jualan di rektorat), jualan oleh-oleh yang butuh perjuangan buesar tapi ternyata hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan, belum lagi perasaan frustasi karena gak berhasil mempertemukan staf-staf gue dalam rapat.. Hehe, jujur-jujuran aja, gue sempet sebeeeeel setengah mampus! Pengen mundur aja dari kordi rasanya. Terlalu banyak hal yg berjalan tersendat-sendat dan hasilnya tak sesuai dengan yg diharapkan. Gimana gak bete berat??? Apalagi gue sering merasa anak-anak panitia lain toh gak semangat juga menjalani acara ini (pikiran egois gue waktu itu). Jadi merasa berjuang sendiri deh..
Akan tetapi.. Ternyata pemikiran gue salah. At least, saat Upgrading BEM terakhir (sesi tiga) dipersiapkan. Walaupun sempat bete dengan perubahan konsep yang mendadak (dari cuma outbond, jadi ada nginep dan jalan-jalan ke pasar segala, which means: semakin banyak uang yg harus dikeluarkan), gue baru sadar, ternyata yang bersusah payah di acara ini bukan gue doang. Yang mengkhawatirkan acara ini jalan atau enggak bukan gue doang. Mungkin memang jauuuh gak kelihatan di Upgrading waktu awal-awal, tapi semangat dan perjuangan itu terlihat sangat manis ketika kami mempersiapkan sesi terakhir Upgrading BEM ini. Yah,, gue sadar gue gak sendirian. Gue seneng, temen-temen kembali bersemangat dalam mempersiapkan acara ini. Gue sampai malu loh, karena gue merasa belum ngapa-ngapain jadinya. Bayangkan aja, sie humas, bela-belain bikin team outbond sendiri untuk menghemat biaya. Sie transportasi bela-belain gak nyewa bis or something like that juga untuk menghemat biaya. Panitia juga menyewa villa yang murah meriah untuk menghemat biaya. Terharu plus malu gue.. Seandainya danus lebih optimal lagi kerjanya, pasti bisa deh, panitia menyediakan fasilitas yang lebih.. Maaf ya semuaa..
Saat mempersiapkan sesi terakhir ini juga, gue sadar, bahwa teman-teman panitia yang lain sukses memotivasi gue untuk lebih bersemangat. Khususnya temen gue, kordi humas. Hem,, gue appreciate banget sama dia. Padahal di awal-awal kepanitiaan, bisa dibilang kasarnya dia "ditinggalin" lho. Sering gak dijarkom, sering gak tahu ada rapat (sering g dateng jadinya), job nya dikasih ke orang lain gitu aja.. Tapi dia tetep muncul sampai akhir lho. Dia yang mengusulkan bikin yel biar panitia bisa lebih semangat, dan it works! Dia juga yang mengusulkan untuk membentuk team outbond. Yang bolak-balik menghubungi pemilik villa, mengirim jarkom berkali-kali ke para peserta, membantu pembagian transport, mengurus konsumsi juga, sampai mengecek pengumpulan dana segala. Udah kaya kapelnya aja deh, hehe (no offense buat pak kapel :p). Secara pribadi, gue salut banget sama dia, dan bener-bener termotivasi karenanya. Dan tanpa mengesampingkan peran dari panitia lain juga, gue pun salut sama mereka semua. Dengan berbagai masalah yang timbul, mereka semua bisa terus bekerja seprofesional mungkin. Salut banget!! Dan karena melihat mereka bersusah payah seperti itu lah, gue pun bertekad gak akan mengeluh lebih banyak lagi. Seperti kata seorang teman panitia yang cukup mengena di hati gue, "Gak ada waktu untuk mengeluh, Den,". Yeah, at least untuk pengumpulan iuran wajib, danus akan menuai sukses. Dan Alhamdulillah.. Berkat kerjasama dari teman-teman semua, dari yang awalnya ketar-ketir bakal devisit, yang terjadi justru sebaliknya.. Hehehe :D
Acara pun akhirnya berjalan dengan amat sangat menyenangkan. Agak lebay dikit gak apa-apa kan.. Hehe.. Yah, gue gak nyangka acaranya akan semenarik ini. Nice job, sie acara! :D Dari study case yang membuat gue sadar bahwa pengetahuan gue tentang departemen-departemen di BEM itu masih terbatas, acara renungan yang membuat gue terharu dan tersanjung bukan main (sekaligus merasa belum layak dianugerahi penghargaan seperti itu) dengan kata-kata yang diucapkan oleh "dedengkot-dedengkot" BEM, sampai acara outbond sederhana tapi penuh makna dan membangkitkan kebersamaan dan semangat yang membara (halah.. bahasa gue hiperbol bgt dah).. Belom lagi acara gak formal, talk show tentang kepribadian (narasumber: Menkes BEM xp), yang bikin gue puas berkonsultasi, hehehe.. sampai acara curhat dari hati ke hati (sepertinya hanya ada di kalangan para cewek), yang bikin gue bersyuuuukuuuur banget, gue punya teman-teman seperjuangan, para pengurus BEM Sensei, yang sudah seperti keluarga.
Secara keseluruhan, setelah mengikuti acara ini full satu hari satu malam di Songgoriti, hanya dua kata yang bisa gue ucapkan. Terimakasih dan maaf.
Terimakasih, untuk Allah SWT, atas segala kesempatan yang Ia berikan. Kesempatan untuk bisa mengalami semua momen indah ini, kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik, kesempatan untuk bisa bertemu dengan teman-teman yang luar bisa hebat yang membuatku termotivasi untuk menjadi orang hebat juga. Amin..
Terimakasih, untuk teman-teman, Kakak-Kakak, rekan seperjuangan pengurus BEM Sensei FKUB.. Terimakasih Kak, atas kepercayaannya terhadap seorang Dendri, terimakasih telah mengizinkan saya bergabung dan ikut berjuang dalam kepengurusan ini. Insyaallah saya akan berjuang untuk megemban amanah yang Kakak-Kakak estafetkan..
Juga untuk teman-teman semuanya,, terimakasih banyak atas supportnya selama ini. Atas cinta dan kasihnya, atas kesempatan untuk bisa berjuang bersama kalian semua.. Terimakasih banyak, telah membuatku belajar banyak hal. Terimakasih..
Dan maaf untuk semuanya, jika masih banyak hal yang belum bisa kupenuhi. Maaf jika masih banyak hal yang belum bisa kulakukan dengan sempurna. Maaf jika kinerjaku selama setahun ini masih belum seperti yang diharapkan.. Tapi insyaallah.. Aku akan terus berjuang agar bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, agar suatu saat aku dapat memberikan sesuatu untuk kolegium ku tercinta. Insyaallah.. Amin.
Semanggiiii!!!! :D
Seperti apa yg gue tulis di posting sebelumnya, mata gue dibukakan pada saat acara tersebut mendekati akhir, saat kepengurusan BEM mendekati akhir. Maksudnya?? Kan gue udah cerita, semangat kerja gue sebagai danus di acara ini tuh fluktuatif banget. Gak jarang lebih banyak down nya.. Banyak hal lah,, yang menyebabkan itu semua. Mulai dari nunggu sejam kaya orang bodoh di rektorat dengan baju saringan tahu berwarna hijau mencolok (waktu mau jualan di rektorat), jualan oleh-oleh yang butuh perjuangan buesar tapi ternyata hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan, belum lagi perasaan frustasi karena gak berhasil mempertemukan staf-staf gue dalam rapat.. Hehe, jujur-jujuran aja, gue sempet sebeeeeel setengah mampus! Pengen mundur aja dari kordi rasanya. Terlalu banyak hal yg berjalan tersendat-sendat dan hasilnya tak sesuai dengan yg diharapkan. Gimana gak bete berat??? Apalagi gue sering merasa anak-anak panitia lain toh gak semangat juga menjalani acara ini (pikiran egois gue waktu itu). Jadi merasa berjuang sendiri deh..
Akan tetapi.. Ternyata pemikiran gue salah. At least, saat Upgrading BEM terakhir (sesi tiga) dipersiapkan. Walaupun sempat bete dengan perubahan konsep yang mendadak (dari cuma outbond, jadi ada nginep dan jalan-jalan ke pasar segala, which means: semakin banyak uang yg harus dikeluarkan), gue baru sadar, ternyata yang bersusah payah di acara ini bukan gue doang. Yang mengkhawatirkan acara ini jalan atau enggak bukan gue doang. Mungkin memang jauuuh gak kelihatan di Upgrading waktu awal-awal, tapi semangat dan perjuangan itu terlihat sangat manis ketika kami mempersiapkan sesi terakhir Upgrading BEM ini. Yah,, gue sadar gue gak sendirian. Gue seneng, temen-temen kembali bersemangat dalam mempersiapkan acara ini. Gue sampai malu loh, karena gue merasa belum ngapa-ngapain jadinya. Bayangkan aja, sie humas, bela-belain bikin team outbond sendiri untuk menghemat biaya. Sie transportasi bela-belain gak nyewa bis or something like that juga untuk menghemat biaya. Panitia juga menyewa villa yang murah meriah untuk menghemat biaya. Terharu plus malu gue.. Seandainya danus lebih optimal lagi kerjanya, pasti bisa deh, panitia menyediakan fasilitas yang lebih.. Maaf ya semuaa..
Saat mempersiapkan sesi terakhir ini juga, gue sadar, bahwa teman-teman panitia yang lain sukses memotivasi gue untuk lebih bersemangat. Khususnya temen gue, kordi humas. Hem,, gue appreciate banget sama dia. Padahal di awal-awal kepanitiaan, bisa dibilang kasarnya dia "ditinggalin" lho. Sering gak dijarkom, sering gak tahu ada rapat (sering g dateng jadinya), job nya dikasih ke orang lain gitu aja.. Tapi dia tetep muncul sampai akhir lho. Dia yang mengusulkan bikin yel biar panitia bisa lebih semangat, dan it works! Dia juga yang mengusulkan untuk membentuk team outbond. Yang bolak-balik menghubungi pemilik villa, mengirim jarkom berkali-kali ke para peserta, membantu pembagian transport, mengurus konsumsi juga, sampai mengecek pengumpulan dana segala. Udah kaya kapelnya aja deh, hehe (no offense buat pak kapel :p). Secara pribadi, gue salut banget sama dia, dan bener-bener termotivasi karenanya. Dan tanpa mengesampingkan peran dari panitia lain juga, gue pun salut sama mereka semua. Dengan berbagai masalah yang timbul, mereka semua bisa terus bekerja seprofesional mungkin. Salut banget!! Dan karena melihat mereka bersusah payah seperti itu lah, gue pun bertekad gak akan mengeluh lebih banyak lagi. Seperti kata seorang teman panitia yang cukup mengena di hati gue, "Gak ada waktu untuk mengeluh, Den,". Yeah, at least untuk pengumpulan iuran wajib, danus akan menuai sukses. Dan Alhamdulillah.. Berkat kerjasama dari teman-teman semua, dari yang awalnya ketar-ketir bakal devisit, yang terjadi justru sebaliknya.. Hehehe :D
Acara pun akhirnya berjalan dengan amat sangat menyenangkan. Agak lebay dikit gak apa-apa kan.. Hehe.. Yah, gue gak nyangka acaranya akan semenarik ini. Nice job, sie acara! :D Dari study case yang membuat gue sadar bahwa pengetahuan gue tentang departemen-departemen di BEM itu masih terbatas, acara renungan yang membuat gue terharu dan tersanjung bukan main (sekaligus merasa belum layak dianugerahi penghargaan seperti itu) dengan kata-kata yang diucapkan oleh "dedengkot-dedengkot" BEM, sampai acara outbond sederhana tapi penuh makna dan membangkitkan kebersamaan dan semangat yang membara (halah.. bahasa gue hiperbol bgt dah).. Belom lagi acara gak formal, talk show tentang kepribadian (narasumber: Menkes BEM xp), yang bikin gue puas berkonsultasi, hehehe.. sampai acara curhat dari hati ke hati (sepertinya hanya ada di kalangan para cewek), yang bikin gue bersyuuuukuuuur banget, gue punya teman-teman seperjuangan, para pengurus BEM Sensei, yang sudah seperti keluarga.
Secara keseluruhan, setelah mengikuti acara ini full satu hari satu malam di Songgoriti, hanya dua kata yang bisa gue ucapkan. Terimakasih dan maaf.
Terimakasih, untuk Allah SWT, atas segala kesempatan yang Ia berikan. Kesempatan untuk bisa mengalami semua momen indah ini, kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik, kesempatan untuk bisa bertemu dengan teman-teman yang luar bisa hebat yang membuatku termotivasi untuk menjadi orang hebat juga. Amin..
Terimakasih, untuk teman-teman, Kakak-Kakak, rekan seperjuangan pengurus BEM Sensei FKUB.. Terimakasih Kak, atas kepercayaannya terhadap seorang Dendri, terimakasih telah mengizinkan saya bergabung dan ikut berjuang dalam kepengurusan ini. Insyaallah saya akan berjuang untuk megemban amanah yang Kakak-Kakak estafetkan..
Juga untuk teman-teman semuanya,, terimakasih banyak atas supportnya selama ini. Atas cinta dan kasihnya, atas kesempatan untuk bisa berjuang bersama kalian semua.. Terimakasih banyak, telah membuatku belajar banyak hal. Terimakasih..
Dan maaf untuk semuanya, jika masih banyak hal yang belum bisa kupenuhi. Maaf jika masih banyak hal yang belum bisa kulakukan dengan sempurna. Maaf jika kinerjaku selama setahun ini masih belum seperti yang diharapkan.. Tapi insyaallah.. Aku akan terus berjuang agar bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, agar suatu saat aku dapat memberikan sesuatu untuk kolegium ku tercinta. Insyaallah.. Amin.
Semanggiiii!!!! :D
Subscribe to:
Comments (Atom)