Saturday, December 26, 2015

GKDCSGMDKR@#%$$16&*!

Ya Allah.. maapkeun kalau masih nyampah aja di blog ini. Tapi seriusan Ya Allah, tolong beri hamba kesabaran buat menanggapi ini semua.. Kalau pas lagi fokus sendiri sama keluarga sih senang-senang aja rasanya, entah kenapa tapi, begitu kejadian kejadian ini itu, serasa kaya ketemu dementor.. T_____T

Monday, November 9, 2015

I'll Be There...

Jadi ceritanya, gue udah balik ke Jakarta. Ke rumah. Dan itu artinya, karena masih dalam masa tunggu surat izin kerja, gue jadi pengangguran terhormat. Hahaha.. Ya, nggak nganggur-nganggur banget juga sih. Masih mesti ribet ngurusin nikahan yang tinggal beberapa saat lagi. Kyaaaaaaaaaa..

Baiklah. Mari kita lupakan sejenak panik-panikan nya ngurus nikahan. Hm. Intinya gue cuma mau bilang ini sih. Gegara gue lama di rumah, otomatis gue terpapar dengan tv kabel yang ada. Hahaha.. Channel tv kabel, internet wi-fi unlimited, ditambah nggak perlu bingung mau makan apa tiap harinya? Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kau dustakan? :') Ah, balik ke tema awal, terpapar tv kabel. Gue akhirnya nonton serial ini juga bro, serial jadul legendaris, FRIENDS! Hahaha.. Dan jujur, langsung jatuh cinta. Dari ceritanya, tokoh-tokohnya, sampai ke soundtrack nya. Oke, gue tahu, gue telat. Telaaaaaaat banget. Hahaha.. But late is better than never rite? ;) *ngeles Nggak lama, gue langsung download lagu soundtrack nya yang ear catchy banget itu, dan seperti kebiasaan gue yang udah-udah, langsung ngapalin liriknya. Bahahaha.. Dan.. Jujur.. Gue makin jatuh cinta sama ini lagu begitu tahu liriknya.. :')

"I'll Be There For You (Theme From Friends)"

So no one told you life was gonna be this way
Your job's a joke, you're broke, your love life's D.O.A.
It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year, but

I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)

You're still in bed at ten and work began at eight
You've burned your breakfast, so far things are going great
Your mother warned you there'd be days like these
But she didn't tell you when the world has brought you down to your knees that

I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)

No one could ever know me
No one could ever see me
Seems you're the only one who knows what it's like to be me
Someone to face the day with, make it through all the rest with
Someone I'll always laugh with
Even at my worst, I'm best with you, yeah!

It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year

I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)

I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)

Ps: liriknya gue copas dari salah satu web, cuma supuranee lupa webnya mana.. Ini ada notes tambahan dari webnya: Thanks to Mija for correcting these lyrics. Writer(s): David L. Crane, Allee Willis, Marta Fran Kauffman, Philip Ronald Solem, Danny C. Wilde, Michael Jay Skloff. Copyright: Warner-barham Music LLC, Warner Olive Music LLC. 

Perjalanan Kembali ke Jakarta

16 Oktober 2015. Akhirnya. Selesai juga, tugas saya dan teman-teman dokter internship Jawa Timur dan sekitarnya selama 1 tahun ini. Pada tanggal tersebut, kami dilepas oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Walaupun, tanggal selesai dari tiap wahana berbeda-beda, tergantung dari keBIJAKan daerah masing-masing. Ah, ya sudah lah. Apapun itu, saya bersyukur, akhirnya tugas kerja ala pengabdian ini bisa selesai juga tanpa perlu mengulang. Hehe..

Hm.. Mungkin segala cerita tentang internship ini akan saya tuangkan di lain post, di lain waktu. Kepikiran buat bikin versi seru nya nih, maybe semacam top 5 cases, atau top 5 bad experiences, atau top quotes by spv. Gimana? Rasanya seru ya. Haha.. Well, next time saya coba bikin tulisannya. Karena jujur aja, 1 tahun jadi iship itu, too much to describe lah buat saya. Like a candy, rame rasanya. Dan mirip-mirip koas, tidak indah untuk diulang dan indah (tapi juga ada yang tidak) untuk dikenang. Huehehe.. Sneak peak, satu kata tentang iship ya, "belajar". Yep. I learnt A LOT selama setahun iship di sini. Baik dari segi medis maupun non medis. Hehe..

Ah, jadi saya mau cerita apa? Saya mau cerita pengalaman saya kembali ke rumah, tanggal 21 Oktober silam. As you all know, saya ini mah statusnya anak perantauan selama beberapa tahun belakangan. Dari tahun 2008 sampai 2013, saya kuliah di Malang. Dari tahun 2013 sampai awal 2014 pun, persiapan untuk segala macam ujian juga di Malang. Saya sumpah dokter di pertengahan April 2014, disusul wisuda beberapa selang waktu setelahnya, itu pun posisi di Malang. Begitu Oktober, saya lanjut lagi jadi anak perantauan selama 1 tahun, kali ini di Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sooo I'm so excited that finally I can go home for real. Not just for a short moment like holidays, I'm moving bro. Haha.. Walaupun sebenarnya, pulang saya ini juga bisa dibilang.. hmm.. yah.. pulang untuk kembali sih. Haha.. Anyways, akhirnya setelah membereskan urusan packing dan beberes rumah kontrakan, pamit sana pamit sini, akhirnya berangkatlah saya ke Jakarta, naik bis. Just like my dream, saudara-saudara. Akhirnya setelah sekian lama, saya nge-bis lagi.^^

Pilihan saya akhirnya jatuh pada bis Rosalia Indah (Rosin) kelas eksekutif, setelah sebelumnya galau memilih antara Rosin atau Lorena. Fyi, sebelumnya saya lumayan sering naik Lorena untuk perjalanan Jakarta-Malang atau sebaliknya. Kenapa? Karena di zaman itu, cuma Lorena yang punya kelas super eksekutif (SE) dengan seat 2-1. Hei, perjalanan Jakarta-Malang tuh nggak sebentar yaa, kalau apes, bisa lebih dari 24 jam kita di perjalanan. So, comfy is a must for me. Dan seat 2-1 cukup menjamin itu. Saya kalau naik Lorena SE mesti ngambil seat yang tunggal itu saudara, dan agak depan. Udah tempat duduknya lapang, nggak usah canggung juga kalau di sebelahnya ada penumpang lain. Pardon me for not being so socially active while in a trip, especially when I'm alone. Hehe.. Jujur, kalau lagi pergi-pergi sendiri, saya prefer buat gak banyak omong atau ajak-ajak ngobrol penumpang lain. Tingkat waspada lagi tinggi-tingginya soalnya. Haha.. Oke, lanjut ke masalah bis. Ternyata saudara, saya baru tahu, kalau ternyata sekarang Lorena udah nggak punya kelas SE lagi. Cyediiih.. Jadi, saya makin ragu deh buat naik Lorena lagi. Kalau sama-sama adanya kelas eksekutif kaya po-po bis lain, kenapa nggak sekalian aja saya nyoba po bis baru? Alasan ke dua, cukup banyak orang yang merekomendasikan Rosin ke saya. Yang paling banyak disebut-sebut sih, kru nya profesional dan tempat pemberhentian nyaman. Sebenernya saya sempat ragu mau pakai Rosin apa enggak, karena begitu saya tanya-tanya, tidak ada bis yang langsung ke Jakarta (Lebak Bulus) dari Malang. Harus transit dulu di Solo. Dari segi waktu, rasanya lebih lama kan. Tapi, jujur saya nggak terlalu mempermasalahkan, karena tujuan saya naik bis lebih ke nostalgia dan menikmati sekali lagi perjalanan darat dari Malang-Jakarta, dan saya cari nyaman. Cuma, waktu itu kan, namanya lagi pindahan, barang bawaan saya banyaaak.. Ada 1 kardus gede, 1 koper gede, 1 tas baju jinjing, dan 1 ransel lengkap dengan notebook di dalamnya. Bisa aja sih saya bawa semuanya sekalian, cuma kan beeraaaaaaat.. Apa nggak rempong nanti kalau perlu transit-transit di Solo? Hmmm..  

Anyway, setelah diyakinkan sama admin tiket Rosin kalau nggak usah khawatir masalah banyak barang, dan dipertegas lagi setelahnya oleh kenyataan kalau Lorena nggak punya kelas SE lagi, akhirnya mantap lah saya pilih Rosin. Saya menggunakan Rosin kelas eksekutif, dengan tiket Rp 290.000, dan transit (ganti bis) di kantor pusat Rosin di Solo. For the first time, numpak Rosin dari Malang ke Jakarta. Huehehe.. Saking antusiasnya, karena ini sesuatu yang baru buat saya, saya sampai bikin catatan perjalanan. Hahaha.. Maunya sih, bikin posting ala-ala blogger gitu, yang apik include foto-foto di dalamnya, tapi maafkan diriku yang masih cupu dan pemalu. Kan saya ceritanya sendirian nih pulkam, agak isin gimana gitu lho, kalau tiba-tiba jepret ini, jepret itu. Hahaha.. Jadilah, antusiasme ini saya tuangkan dalam kata-kata dulu ya. Hahaha.. So, here we go..

Penampakan Rosin kelas eksekutif (gambar nyomot dari web yaa :p)

Oh ya, saya diharuskan siap di pool bis Rosin di Bunul Rejo Malang jam 07.30, karena pemberangkatan jam 08.00. Tapi dasar mental ngaret ya, jam 07.30 saya baru berangkat menuju pool. Untung ini Malang, bukan Jakarta, gak akan kejebak macet lama-lama lah. Haha.. Sempet ngebatin sih, "Ah gak apa-apa telat dikit ini, berangkat jam 8 ini, lagian kan bis biasanya ngaret (pengalaman pakai Lorena yang 90% mesti ngaret jam penjemputannya)." Tapi saya salah saudara.. Karena sekitar jam 07.40, saya ditelpon dari pool dan dibilang sudah ditunggu. Sampai di sana untungnya masih jam 8 kurang. Hahahaha.. Daaan, voila, Rosin ini on time lho. Karena saya ingat, bis berangkat dari pool pada saat jam digital di bis menunjukkan 08.00. Acung jempol deh..

08.00 : Berangkat dari pool Bunul Rejo Malang, yeaaay on time..^^
09.46 : Sampai di Wlingi (lewat) --> Ternyata, nggak seperti yang biasanya saya alami kalau naik bis, Rosin ini nggak lewat Surabaya, tapi Blitar, Kediri, dst sampai Solo. Sebelum lewat Wlingi, bis ini mampir di agen resmi Kepanjen dan menaikkan penumpang.
10.57 : In the middle of Blitar city, abis pick up penumpang di kantor agen Rosin Blitar. So far, gak ada angkut-angkut penumpang selain dari kantor agen. Plus point lagi deh.

Saya bisa tidur nyaman di bis ini. Saya duduk di seat 3A, lumayan depan lah ya, may fav seat too (gak terlalu depan, gak terlalu belakang).. Bis nya bersih, jarak antar jok pun lapang, wangi, dan cover jok nya kiyut ada motif mawar dengan warna elegan. Sesuai kan sama nama bis nya. Haha.. AC juga kenceng, dan sebelum berangkat kru mengecek satu persatu penumpang. Emang sih, beda ya seat 2-2 sama 2-1. Apalagi, pas banget, di sebelah saya ada penumpang lain. Istilahnya, eksklusifitas agak terganggu. Bahahahaha *hadeh bahasa gue hiperbola -.- Tapi, seperti yang sudah saya sampaikan, bis nya masih tergolong super nyaman buat saya yang cupu ini. Ditambah badan yang kecil *tsaaah, tidur saya pun juga semakin nyaman karena gak perlu desek-desekan sama penumpang sebelah. :D Ah, ini ada catatan yang saya tulis pada jam segitu (me from the past! :p): So far, bisnya ciamik. Semoga, yang baik-baik aja terus yang kejadian selama perjalanan ini. Still looooong way to go to Jakarta. Ciayo! :D

 11.13 : Sudah sampai Sambi, Kabupaten Kediri.
14.21 : Madiun kota. :)
16.32 : Sragen.. Lama juga yaa nyampe Solo.. Lapaaaar TT-TT
  
Nah! Ini salah satu kekurangannya saudara. Ternyata, di Rosin ini sudah tidak ada kebijakan pemberian snack dan air mineral yang seinget saya dulu ada (pernah numpak Rosin dari Malang ke Purwokerto, dapat snack dan makan malam 1 kali). Jadi, cuma dapat makanan 1 kali, itu juga malam dan pas di Solo. Jadi bayangin dong, perut saya udah kaya apa.. Secara dari jam 8 pagi udah duduk manis di bis, nggak bawa bekal pula. Untung saja sudah sarapan, jadi ini perut nggak perih-perih banget lah ya. Saya juga sempat bingung urusan solat. Tapi untungnya saat sekitar jam 5 sore, bis berhenti sebentar di pom bensin. Jadi bisa disempetin deh buat solat Dzuhur dan Ashar.

17.11 : Stop di pom bensin. Kayanya udah masuk wilayah Solo nih..
17.28 : Welcome to Kantor Pusat Rosin, Solo Palur!^^

Oke. Mungkin pengakuan saya ini terdengar norak, tapi jujur, saya benar-benar dibuat terkagum-kagum dengan kantor pusat ini. Wah. Rasanya kaya nggak kalah sama bandara. Hahaha.. Tempatnya luaaaas, ada minimarket, restoran, juga toilet dan tempat ibadah yang memadai, dengan 8 jalur terpisah yang diisi bis-bis keren Rosin dari berbagai jurusan. Oh ya, di sini juga ada tempat tunggu yang luas, lengkap dengan pusat informasi beserta petugasnya. Di sini saya harus berganti bis. Setelah mengemas seluruh barang bawaan, saya diminta untuk melapor dulu ke pusat informasi, untuk re-check-in dan memastikan bis mana yang akan saya naiki nanti. Untungnya, jarak dari bis yang pertama ke pusat informasi adalah tinggal ngesot. Haha. Jadi, nggak terlalu lama deh saya jalan sambil bawa-bawa kardus dan koper segede gaban.

Setelah melapor, saya diberitahu bahwa bis yang akan membawa saya ke Lebak Bulus belum siap. Memang sih, sejak awal petugas Rosin di Malang sudah memberitahu saya bahwa akan ada jeda menunggu yang cukup lama saat transit di Solo. Saya dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu, makan dan bersantai, sambil menunggu. Dan untungnya lagi, barang bawaan saya yang banyak itu boleh dititipkan dulu di pusat informasi. Akan ada kernet yang nantinya membantu saya memindahkan barang-barang dari pusat informasi ke bagasi bis yang baru. Yeay..^^ Oh ya, dan di sini saya bertemu partner perjalanan baru. Seorang ibu-ibu dari Madiun, yang juga sama-sama harus ganti bis seperti saya. Lumayan, ada teman ngobrol selama istirahat. Hehe..

18.32 : Masih transit di Solo, nunggu bis yang ke Lebak Bulus!  
18.42 : Akhirnya berangkat lagii dari Solo, Bismillah..

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya, bis berangkat. And guess what. Saya dapat kursi paling depan, belakang supir persis, dengan kursi sebelah yang kosong! Hahahaha.. Lucky daaaay..:D Perjalanan pun berlanjut dengan menyenangkan. Beberapa kali saya tidur-bangun. Sampai akhirnya saya benar-benar tertidur agak lama..

01.46 : Kebangun.. Tau-tau udah di Tegal..

Di jam-jam segini, saya banyakan tidur saudara-saudara. Haha.. Secara yaaa, bisnya super comfy dan saya abis makan besar, gimana nggak ngantuk.. Oh ya, di saat saya kebangun di Tegal ini, for the first time after many months, saya akhirnya melihat hujan juga. Hehe..

02.08 : Melewati Brebes yang padat lancar.

Dan... catatan perjalanan saya (yang saya ketik di notes handphone) berakhir jam 02.08 di Brebes. Hahaha.. Setelah itu, saya lebih memilih buat tidur, bahkan sampai saya datang di Jakarta. Oh ya, sebelumnya saya sempat berhenti di tempat peristirahatan untuk solat Subuh, cuma lupa di mana tempatnya. Hehe.. Dan akhirnya lagi, dengan ajaib, saya sampai di Terminal Lebak Bulus Jakarta, tepat waktu seperti yang diinformasikan oleh petugas Rosin Malang, yaitu jam 08.00 pagi. Lama yak, 24 jam! Hahaha.. Tapi trust me, it's worthed, terutama buat kamu yang emang suka naik bis dan nggak lagi buru-buru..:D

After all, saya cuma bilang, Rosalia Indah ini, recommended by me. Buat yang suka touring jalur barat, atau yang bosen naik kereta untuk perjalanan jauh (maybe gara-gara bosen pemandangan gitu-gitu aja atau harus duduk terus selama perjalanan :p) boleh banget deh dicoba Rosin ini. Akhir kata, see ya at next post! ^^