Saturday, March 19, 2016

Yang Terlintas...

Jelang suatu event akbar tahun depan, setelah membaca sana-sini, mengikuti diskusi orang-orang di dunia lain, sorry to say, kok kayaknya situasi yang terjadi ini mirip skenario sinetron yak? Kebaca aja gitu menurut feeling gue. Si Pak A adalah tokoh protagonis yang sedang dijegal oleh lawan-lawannya di jajaran penguasa, sementara Bapak-bapak lainnya adalah tokoh antagonis yang sebenarnya juga lumayan sering dibully juga sama rekan-rekan se genk Pak A dengan kekuatan media nya. Kesan yang ingin dimunculkan itu kayaknya jadi "teman segenk" vs "para penguasa", dan yang digambarkan baik, tentu saja "teman se genk". Walaupun nggak semua orang itu "teman se genk", tapi citra yang muncul sepertinya akan seperti itu. Dan ya itu tadi, ada peran protagonis & antagonisnya. Padahal ini bukan sinetron, ini kan dunia nyata. Di dunia nyata itu, abu-abu. Yang kelihatan serigala bisa aja dalamnya domba, atau beneran serigala. Yang kelihatan domba bisa aja dalamnya serigala, atau beneran domba. Atau yang terlihat domba, ternyata hobi makan rumput tetangga. Atau yang terlihat serigala, ternyata vegetarian. 

Btw, gitu gitu bukan sik jalan ceritanya? Kalau prediksi ke depannya gimana, ya, kaya ending sinetron, Si A selalu benar.

Gue gimana? Gue nggak ngurus. Keep silent aja sih sebelum benar-benar melihat itu effort Bapak-Bapak buat event akbar nanti. Keep skeptis, daripada koar-koar tapi ternyata cuma karena termakan ikut-ikutan. Haha..

Monday, March 14, 2016

suara kecil

Pembohong! Tukang PHP! Gue kesel. Kenapa akhir-akhir ini hidup gue penuh dengan harapan palsu dan ketidakpastian? Orang-orang jahat. Sakit tahu diginiin. Gue harus kaya gimana biar pada sadar? Hancur?

Gue willingly ngasih sayap gue. Gue dengerin apa yang lo pada bilang. Gue tersenyum di awal, seriusan nggak ada niatan jahat dan gue bener-bener nyangka yang terjadi itu kaya yang lo semua bilang. Tapi apa? Tipu-tipu aja. Seenggaknya, nggak usah bikin gue terjebak dengan kata-kata "Nanti bakal gini, nanti bakal gitu" kalau emang nggak bisa nepatin. Muna dasar!!

Wednesday, December 30, 2015

.....

Manusia tuh. Ada aja kelakuannya. Suka gak sadar kalau apa yg keluar dari mulutnya menyakitkan. Apa emang sengaja? Karena merasa dirinya paling benar? Sengganya, bisa kah sampaikan tanpa nada menghina? Emang kami apa? Sampah? Show some respect lah, wahai anda yang katanya priyayi dan kaum intelektual.

But I do believe one thing, Gusti Allah boten sare..

Bismillah. Sabar. Semangat. Pikirkan yang lain, semoga lancar acara nanti. Amin..