Sebenernya agak bingung saya mau post apa. Hahaha. Cuma sekadar upaya agar blog saya sedikit lebih terisi. Haha..
*bentar deh, kok jadi ngomong fomal gini seh?
Ngomong-ngomong, sekarang udah akhir Juni aja deh. Gak kerasa ya, waktu berjalan cukup cpat juga.. Perasaan baru awal bulan kemaren gue geregetan sama agenda Juni yang bikin mules. Bayangin aja, mulai dari UTS, OSCE, UAS, semuanya numpuk di bulan Juni dengan rentang waktu gak lebih dari 1 hari. Belom lagi, ada LKMM ISMKI Wil. IV, yang mengundang delegasi mahasiswa kdokteran se-Jawa Timur dan sekitarnya, nyempil di tengah-tengah waktu PBL.. Phew.. What a month! (bahasa Inggris ngasal. haha)
Tapi.. (selalu ada kata tapi untuk segala sesuatunya) Ternyata semua tidak semengerikan yang gue pikir. Yah, namanya hidup. Semua berjalan, mengalir, seperti air di sungai.. Walaupun kadang terhadang batu besar, masih bisa tetap mengalir, menuju hilir.. Seperti hidup yang walaupun banyak halangan, harus terus berjalan, untuk mencapai tujuan.. Mungkin memang sifat hidup adalah seperti itu. Hehe.. (wah, omongan gue kok penuh metafor gini? haha)
Hidup yang seperti itu juga gak absen dari bulan Juni ini. Yah, kalau diperumpamakan, hidup gu di bulan padat-bin-bikin-stres ini penuh dengan warna.. Iya lhooo.. Dari yang abu-abu, sampai pink.. Hehheehe.. Intinya, Allah masih sangat baik sekali, memberikan gue kesempatan untuk menikmati indahnya pendar warna-warna hidup di bulan Juni ini.
Gak jarang, hari-hari yang gue lalui diselimuti langit hitam dan awan abu-abu.. Saat-saat dimana rasanya cuma ingin bersedih hati, terpuruk dalam penyesalan.. Walaupun banyak yang mengingatkan bahwa bersedih itu suatu hal yang sia-sia, dan walaupun sebenarnya gue gak perlu bersedih, tetep aja masa-masa itu ada. Masa-masa egois, dimana gue butuh mengasihani diri gue sendiri. Masa-masa dimana gue mulai jenuh dan lelah. Masa-masa dimana gue kalut dan begitu cemas dengan apa yang akan terjadi esok hari. (bawaannya jadi bete all the time deh, hehe) Tapi tak lama kemudian, warna itu berubah, perlahan memudar, memutih. Ya, putih. Warna putih gue umpamakan untuk saat-saat gue terdiam, termenung, dan mulai bisa berpikir jernih. Seperti saat gue mulai memunculkan tekad untuk bergerak, melepaskan diri dari aura-aura negatif. Saat gue menumbuhkan niat dan berkata dalam hati, "Jalan terus!".
Hari-hari gue pun terus berjalan, dengan warna-warna yang mulai muncul bergantian.. Perlahan tapi pasti, warna-warna cerah itu bemunculan. Walau tetap saja, abu-abu dan hitam tidak sepenuhnya hilang. Ada saat-saat merah menemani gue, yang sedang dipenuhi semangat hidup. Ada kuning, saat-saat gue selalu tertawa dan tersenyum menikmati kedodolan-kedodolan yang menyenangkan, saat-saat gue menggila bersama teman seperjuangan. Bahkan pink juga datang (dan sepertinya masih sampai skarang deh xp). Pink, untuk saat-saat... Behh.. Gue sampe bingung mau nulis apa. Haha.. Anggaplah untuk saat-saat dimana hati gue tersenyum karena seseorang. Seseorang yang tanpa sadar mulai mengisi hari-hari gue, dan bisa dibilang dia memiliki porsi yang cukup besar di hati gue sekarang. Haha.. Duh, sumpah gak keren banget ni gue mengungkapkannya.. Intinya, warna itu muncul ketika gue bertemu dengan dia, seseorang yang spesial. Hihi.. Warna yang hangat, menynangkan, dan membangkitkan semangat. Warna yang membuat gue belajar lebih banyak lagi tntang nilai-nilai kehidupan yang baru.. :)
Tuh kan. Berwarna banget deh Juni gue.. Padahal awalnya gue underestimate gitu, udah berburuk sangka duluan. Tapi ternyata, kalau dan karena gue mau, semua bisa berjalan menyenangkan.. Hehhe.. Satu yang bisa gue jadikan pelajaran, ketakutan, kesedihan, pnyesalan, semua itu ada karena prasangka. Nah, kalau gak mau terpuruk dalam aura-aura gelap hitam dan abu-abu, ubah saja prasangka itu. Maju aja terus, keep smiling, keep positive thinking. Ubah sedikit cara pandangmu, dan lepas kaca mata riben itu. Biar yang kelihatan bukan cuma hitam. Hehhehehehhe..
*btw bisa nulis banyak juga gue.. haha xp
No comments:
Post a Comment