Diriwayatkan bahwa suatu kali Nabi bertanya kepada para sahabatnya, "Siapakah orang yang bangkrut?".
"Orang yang rugi hingga modalnya habis dalam perdagangan," jawab mereka.
Nabi meluruskan bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang selama di dunia telah melakukan banyak ibadah dan amal kebaikan tetapi sering menyakiti orang lain. Di akhirat kelak dia merasa akan mendapat pahala yang besar dari Allah, tetapi tiba-tiba datang orang yang pernah disakitinya selama di dunia dan menuntutnya. Akhirnya Allah mengambil pahalanya dan diberikan kepada di penuntut. Kemudian datang lagi yang lain, menuntut hal serupa. Lama-lama pahala amal kebaikannya habis, sedangkan orang yang menuntut masih antre. Karena pahalanya sudah habis, sebagai pembalasan kedzaliman pada orang lain, dia harus menerima dosa si penuntut. Sehingga akhirnya dia tidak lagi memanggul pahala melainkan dosa yang bertumpuk.
Berkenaan dengan itu, hendaklah setiap kita menjaga diri lebih hati-hati dalam setiap langkah. Apalagi mereka yang sedang mendapatkan amanah besar, seperti para pemimpin rakyat. Semestinya mereka lebih ekstra hati-hati, bisa jadi tanpa sadar kebijakan yang mereka buat merugikan rakyat. Akibatnya amal ibadah yang sudah banyak itu bisa berganti menjadi dosa karena dituntut orang-orang yang selama ini didzaliminya.
Diriwayatkan Imam Ahmad dan At Tarmidzi, Umar bin Chattab berpesan, "Hisablah dirimu sebelum dihisab! Timbanglah diri kalian sebelum ditimbang! Sesungguhnya berintrospeksi bagi kalian hari ini lebih ringan daripada hisab di kemudian hari. Begitu juga dengan 'aradl (penampakan amal) yang agung."
Ingatlah, neraca Allah di akhirat kelak akan sangat teramat cermat mencatat dan memperhitungkan setiap detak gerak kita.
Kami akan memasang neraca yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (QS. Al-Anbiya': 47)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ps: tulisan di atas merupakan kutipan dari artikel berjudul Kajian Utama: Pentingnya Muhasabah Bagi Anda oleh Ustadz Hanif Hannan, yang dimuat pada Majalah BMH News Edisi V, Desember 2008, Dzulhajj 1429 H. Sebuah artikel yang cukup membuat saya merenung cukup lama, tak lama setelah membacanya.. Terimakasih saya ucapkan kepada penulis yang jujur membuat saya bisa lebih introspeksi diri.. :-)
No comments:
Post a Comment