Kalau gue kira dulu, koas "patol" itu, koas-koas yang hobinya nelat, bolos, ga ngerjain tugas, atau sering melakukan manipulasi-manipulasi terhadap sesuatunya. Intinya, selalu cari celah lah, dari peraturan yang ada, yang dia anggap menyusahkan. Tapi terus kata mas gue, "patol" itu, artinya nggak "fisiol", nggak sesuai normal. Waktu gue dateng ke puskesmas kepagian pun, menurut dia itu bisa dibilang patol. Hehe.. Semakin ke sini, gue makin sering liat temen-temen gue, nge-labeling temen-temen gue yang lain, yang keliatan banget ke-"patol"-annya. Kadang, ya, jadinya ngegosip gak guna, ngomongin temen-temen yang "patol-patol" itu. Tapi, somehow, gue suka gemes juga. Sebenernya, kita-kita yang "biasa" pun, bukan gak pernah "patol". Sering, bahkan rasanya, kita-kita yang biasa ini pun, mencari celah dari peraturan yang sudah ada. Jaga yang seenaknya saja. Tugas yang dibuat ala kadarnya, kadang nyontoh dari tugas-tugas yang sebelumnya yang dikerjain kakak tingkat. Kasus fiktif, sesuatu yang gak ada tapi dibilang ada. At the end, I think, udah ga ada lagi kayanya yang namanya "fisiol". Kalaupun ada, dikit banget paling, dan akan ada waktu-waktu, si "fisiol" itu mau gak mau ngikut temen-temennya, karena yah, namanya koas itu tentara men. Mainannya kelompokan, gak bisa sendirian. Akan selalu ada yang namanya, membenarkan yang biasa, di kehidupan para koas, yang katanya banyak tekanan. Jadi, yang ada itu, tinggal "patol" atau "patol banget". Hahaha.. Yah, sebagai pembelaan nih, banyak juga sih yang bilang, "Kalau hidup, jangan lurus-lurus banget, nanti stres." atau beberapa spv pun ngajarinnya, "Kalau koas gini, gapapa dek nakal-nakal, saya ya dulu begitu." Hehe.. Well, sekarang ini, kalau menurut gue pribadi, "fisiol" kalau berarti taat peraturan, tetep standar idealis yang terbaik. Hidup gak teratur itu, bukan hidup sih kalau menurut gue. Cuma, ya, kembali ke pribadi masing-masing aja, mau seberapa sering kesalahan atau peraturan yang dilanggar, asal mau tanggung jawab, nggak lempar batu sembunyi tangan. Jadi patol, oke lah, terserah, tapi, menurut gue lagi, jangan sampai merugikan orang lain. Merugikan teman sejawat, atau yang paling parah, pasien. Karena, kita ada di sini toh, at the end, adalah demi membantu pasien-pasien yang membutuhkan kan. Jangan sampai lah, niat awal itu jadi terselewengkan.. Dan yah, kita mesti hati-hati bro. Ngaca dulu lah, sebelum larut ngegosipin kejelekan orang selain kita. Karena kata pepatah, "Gajah di pelupuk mata tak terlihat, namun semut di ujung pulau tampak".
Well then, have a nice holiday y'all! :)
No comments:
Post a Comment