Sunday, July 27, 2014

Happy Eid Mubarak!^^



Alangkah elok orang-orang yang tersenyum..
Wajahnya berseri sembari mengamalkan ibadah..
Taqabbalallahu minna wa minkum..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah..
:-)

Friday, July 4, 2014

Di Antara Pilihan

Hari ini air mata gue tumpah. Dua kali. Hmm semoga nggak berpengaruh ke puasanya deh ya. Hehe.. Sebabnya apa? Karena membaca dua buah artikel, yang entahlah, menurut saya adalah petunjuk dan pencerahan dari Yang Maha Esa. 

Hidup itu pilihan. Sehari-hari manusia, tidak lepas dari proses memilih. Entah dari dua, tiga, atau lebih pilihan yang ada. Terkadang, kita ditempatkan pada posisi di mana seakan lebih baik tidak memilih. Misalnya, ketika dihadapkan oleh dua pilihan yang sama bagus, atau sama jelek. Tapi pada akhirnya, pasti kita akan memilih. Dan tiap pilihan mempunyai risiko masing-masing, yang berbeda tentunya. Gue pribadi, cukup sering rasanya, dipusingkan oleh pilihan-pilihan yang ada. Dari dulu, entah mengapa, gue lebih sering dihadapkan oleh pilihan yang sulit daripada yang mudah. Jatuhnya, gue sering banget galau dan bingungan. Hehe.. Tidak jarang juga, gue membatin, "Kok ketemu situasi kaya begini lagi? Kok harus milih yang sulit lagi? Kok mesti buat keputusan lagi?" Dan untuk menjawab itu semua, biasanya gue ber-rasionalisasi, kalau itu semua hanya hukum sebab akibat, karena gue masih belum mahir untuk menghadapi situasi "simalakama" tersebut. People said practices makes perfect, right?

Galau juga kadang menghampiri gue, di saat pilihan sudah gue tentukan. Ada aja, saat-saat gue termenung dan merasa gue salah pilih. Kadang, kecewa. Dan yang paling nggak enak, kadang muncul perasaan bodoh. Ya, gue jadi merasa seseorang yang bodoh, ceroboh, dan itu salah. Walau sebabnya simpel mungkin, karena kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, tidak sesuai dengan rencana awal yang diinginkan. Ujung-ujungnya, gue pasti kesal dan sakit hati karenanya. Walaupun beberapa orang bisa dengan mudahnya berkata, "Ya udah sih," bagi gue, kesalahan tersebut nggak bisa lewat begitu saja. Jujur deh, susah buat  gue terima. Gue pribadi pengen banget bisa mengurangi kelemahan gue itu, yang sering gue sebut "wrong syndrome".

Di saat-saat galau-galau begitu lah, gue biasanya mencari pertolongan. Bisa dalam bentuk apapun dan dari siapapun sebenarnya. Walaupun, ada beberapa saat gue salah mencari. Dan dari sekian kali gue mencari, pertolongan Allah adalah yang terbaik. Di saat gue galau, bingung, gundah, dengan curhat se-curhat-curhatnya kepada-Nya, perasaan gue akan membaik, dengan lebih cepat. Dan selain itu pun, tak jarang, gue merasa Ia menunjukan jalan dengan membimbing gue ke suatu tempat, atau menemukan sesuatu. Just like today. Gue sempet galau, apakah pilihan yang selama ini gue pegang teguh salah? Apalagi begitu membandingkan dengan situasi orang lain, rasanya jadi seperti menyedihkan. Tapi itu tadi, Alhamdulillah, saya ber-Tuhan, Allah S.W.T. :-) Pencerahan itu datang. You will know how it feels when it comes.

Kedewasaan bukan sesuatu yang diperoleh begitu saja. Gue pun nggak sependapat jika dikatakan hal tersebut berbanding lurus dengan bertambahnya usia. Imho, kedewasaan bisa didapat dengan terus berlatih. Dan salah satu cara tersebut adalah dengan berada dalam situasi di antara pilihan-pilihan. Di mana pada akhirnya, kita sendiri yang harus menentukan apa yang kita pilih, yang juga dapat berarti, akan seperti apa kita nanti. Dapat memutuskan dengan berlapang dada menerima segala risiko dari pilihan tersebut, adalah salah satu bentuk kedewasaan yang menurut gue diperlukan. Dan jika untuk menemukan hal itu kita memerlukan bantuan, kenapa tidak meminta? Tentunya dengan sebelumnya sudah kita imbangi dengan usaha yang setimpal. Ya, berusaha. Dengan mencari tahu lebih banyak, mengkaji, menimbang, melihat dalam berbagai sudut pandang, dan menghitung baik-buruk yang akan didapat. Walau ujung-ujungnya mungkin akan membuat kecewa, gue percaya, jika kita dewasa, kita akan selalu melihat hikmah di balik itu semua. Jika memang salah, kita akan belajar menjadi lebih baik. Atau mungkin, di lain waktu, dalam situasi berbeda, kita akan tersenyum dan berkata, "Alhamdulillah saya memutuskan demikian." Siapa tahu kan? :-)



Tuesday, July 1, 2014

Tong Kosong

Seiring dengan atmosfer pilpres yang makin panas, entah kenapa saya teringat-ingat suatu peribahasa:
"Tong kosong nyaring bunyinya."
Mungkin karena saya merasa sedikit terganggu ya, dengan kebisingan dari salah satu calon. Ya, ada salah satu, yang membuat saya merasa begitu. Entah kenapa seperti sudah over dosisnya di media nasional. Entah itu dari Beliau langsung, atau timsesnya, atau siapapun, jatuhnya sama saja dalam benak saya. Pernyataan-pernyataan yang saya dengar pun, sering menggelitik logika dan membuat saya heran. Tak jarang membuat jengah. Dan ya, membuat saya teringat-ingat peribahasa tersebut.
Well, semoga tidak demikian ya.. :)

Thursday, June 12, 2014

Nite All...

Nite all.. Phew. Jujur, gue lagi galau. Wahaha.. Sebabnya? Banyak hal sih. Mungkin bisa dibilang post graduate syndrome kali ye.. Apalagi barusan diajak menggalau juga sama seorang sahabat. Hihi.. Dan bawaan gue kalau galau itu, jadinya pengen nyerocos panjang lebar, mengomentari sesuatu. Hm, sebenernya pengen deh ngeluarin sumpah serapah eh maap, komentar dan opinin maksudnya, terkait pilpres 2014 ini. Udah mendem sih dari tadi pagi. Apalagi, gue sering banget memantau lini masa, yang isinya seringkali nyebelin. Haha.. Tapi, jangan ngomongin itu dah. Ntar ada yang serius gitu bacanya (haha siapa jugaa yang bakal baca :p) ribet deh. Mari kita bicarakan yang masih fresh ada di pikiran gue aja, sinetron. Ralat, sinetron religi. Haha..

Jadi ceritanya, entah sejak kapan, keluarga gue (baca: mama, papa, adek paling kecil) suka sama salah satu sinetron yang tayangnya jam-jam segini ini. Kayanya sih udah lama tayang itu sinetron, dari bulan puasa kemaren paling yak, haha.. Dengan judul yang bisa dibilang bersaing dengan sinetron di stasiun tv tetangganya. Kita sebut saja sinetron itu M. Haha.. Di awal tadi gue bilang, 'M' ini adalah sinetron religi. Kenapa? Penilaian gamblang gue aja sih sebenernya. Pertama, dari judul yang bawa-bawa bau ibadah haji. Kedua, banyak ustad di dalamnya, yang dialognya ya dialog ustad. Ketiga, pemeran cewek mostly berkerudung. Hehe.. Mungkin di awal-awal, pas yaa jika dibilang ini sinetron religi. Tapi makin ke sini, entah kenapa, makin ngaco aja itu sinetron. Nuansa agama nya semakin hilang aja menurut gue, dan jalan cerita pun melenceng jauh dari judul utama. Sekarang malah banyak banget dagelan di sinetron 'M' itu. Sinetron komedi, lebih tepat rasanya. Mungkin memang pasar lebih suka yang lucu-lucu ya.. Tapi seenggaknya, yang buat lucu-lucuan itu, dibuat lebih benar dong. Abis, banyak banget printilan-printilan yang bikin saya ngebatin, "ah salah tuh" atau "ya kali orang bisa kaya gitu". Dari episode yang malam ini aja nih (yang masih tayang dan lagi ditonton sama adek gue di depan), ada beberapa yang bikin gue geleng-geleng. Terutama yang tentang printilan medisnya nih. Masa ada gitu, pasien luka bakar sekujur tubuh, dengan perban di semua badannya, dia kabur dari rumah sakit, terus jalan-jalan keliling kampung, terus nyungsep di tong sampah dan sebelumnya nyebur ke empang, tapi, masih survive. Oke, dari awal aja, luka bakar di sekujur tubuh, yang bahkan bibirnya meleleh dan daerah genitalia juga terkena, itu prognosis buruk lho. Bisa menyebabkan kematian. Bisa karena trauma inhalasi, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, yang kalau dirawat di rumah sakit pun belum tentu pulih. Lha ini, uda berapa hari lewat, masih ada aja, masih bisa nulis apa yang dipikirin, gerak-gerak, tanpa pakai oksigen pula. Dan terus dia kabur dari rumah sakit, sempet jalan-jalan pula keliling kampung? Heeeeloooo.. Iya kali, bisa kabur dari rumah sakit gitu aja, dengan perbannya masih putih. Gak berdarah-darah itu pas cabut infus? Oke lah itu sekian dari printilan yang ada medisnya, yang cukup bikin gue, begitulah. Yang lain nih, ada gitu ya, orang nih, dia hidup, terus mati, terus hidup, terus mati, terus hidup lagi? Hidup lagi pun setelah ada anak kecil yang mendoakan, dan dia bangkit dari kuburnya. Oke lah, mungkin si yang punya cerita mau bicara tentang mukjizat, tapi yaa nggak gitu juga lah. Emang lampu jalan, mati hidup mati hidup berkali-kali gitu? Dan bahkan setelah dia hidup lagi, si orang itu masih berniat membalas dendam ke tetangga-tetangga yang nggak mau membantu pemakamannya saking kejamnya perlakuan orang itu semasa hidup. Itu cerita dia dikasih kesempatan hidup lagi yaa, setelah arwahnya nangis-nangis berdoa minta kesempatan. Speechless ada kaya begituan di sinetron ini. -.- Belum lagi, ada adegan cowok-cowok yang pergi ke kuburan si orang itu, berniat mau ngambil tali pocongnya, biar kaya. Itu cowok-cowok ceritanya beragama Islam lho, pakai baju koko sama peci, di beberapa adegan digambarin solat, rajin berdoa, ya kaliii ngomongin tali pocong biar kaya? Tolooong.. Keganggu beneran deh ngeliatnya. Dan masih banyaak lagi adegan-adegan atau perintilan-perintilan di 'M' ini yang menurut gue gak masuk akal. Sampai-sampai gue sama adek cowok gue bikin tagline buat ini sinetron, "beyond human's logic". Hahaha..

Haaah.. Sekian dulu lah sesi komen-komen-karena-galau ini. Berharap ada manfaatnya sih, siapa tau gitu, produsernya gak sengaja baca, terus diperbaiki deh itu sinetron. Haha.. Wes wes, ya sudah, sampai sini dulu, disambung ke posting selanjutnya. After all, good night all ^^

Wednesday, June 4, 2014

#ngelantur-tengah-malam

Saya sih orangnya kaku, saklek, kata mama saya. Jadi, kalau menurut saya tidak jujur, ya sudah tidak jujur. Kalau menurut saya tidak amanah, ya sudah tidak amanah. Alasannya apa, itu urusan paling belakang. Yang pertama itu, masalah prinsip menurut saya. Saya juga punya kebiasaan yang agak aneh. Saya cenderung nggak suka sama yang namanya ketidakadilan. Dan tidak adil versi saya ini, biasanya lebih ekstrim definisinya. Haha.. Bilang lah di saat ada dua orang sedang bertarung, dan satu orang tersebut diserang dengan segala kejelekan yang ia punya, tapi yang satunya tidak. Saya pasti kesal. Harusnya kan sama-sama diserang. Begitupun jika hanya satu yang diangkat-angkat dan dipuja-puja, saya juga kesal. Kenapa tidak mengangkat kebaikan yang satu lagi? Saya ini memegang prinsip, sebaik-baiknya orang baik, pasti ada busuknya juga, dan sebusuk-busuknya orang jahat, pasti ada baiknya juga. Makanya, saya juga suka kesal kalau ada orang nyinyir-nyinyiran yang lebay. Emang dia Tuhan yang tahu segalanya? Bahkan segala informasi yang tersaji di depan kita saja, belum tentu itu fakta. Kita bisa tahu dari mana itu benar atau tidak? Bahkan opini yang dikatakan berulang-ulang dan (hanya) dipercayai banyak orang saja bisa kita anggap fakta. Saya suka nggak nyambung deh sama logika orang kebanyakan. Akhir-akhir ini buka sosmed, bukan terhibur, malah tambah gerah aja. Haha.. Tapi ini apa sayanya yang berlebihan apa gimana yaa.. Hahaha

Tuesday, April 29, 2014

Mall Klender, Review ala Gue

Halo, para kolega. Kali ini gue mau buat review film ah, sekali-kali gitu. Kalau dilihat-lihat, selama ini gue ternyata lebih sering nge-review manga atau anime atau drama seri. Itu pun jarang. Haha.. Makanya nih, mumpung gue beberapa hari lalu abis nge-bolang ke Surabaya, dan abis nonton film Mall Klender. Iyak, itu film horor. Agak mengkhianati bio profil Blogger gue sih emang, secara gue bilang nggak suka film horor, haha.. Tapi apa mau dikata.. Saya mengikuti hukum mayoritas, karena nontonnya bareng-bareng temen kos, yang kebetulan, juga beberapa waktu belakangan ini pada jadi pecandu film horor. Haha..

Well, dan saat itu, di bioskop itu (Tunjungan 21), gue merasa film ini lebih oke dibanding film-film yang lain yang tayang. Kecuali kalau dibandingin sama The Raid 2 sih, tapi gue udah nonton kalau itu. Jujur, pertama tertarik itu, sama pemain-pemainnya. Ada Shandy Aulia, Denny Sumargo, Igor Saykoji, dan Tasya Kamila. Gue percaya aja gitu, akting mereka bakal oke, udah pernah lihat di film lain soalnya, walaupun belum pernah tahu akting nya Tasya gimana. Dan yang terpenting buat gue, nggak ada indikasi kalau film ini mengarah ke film horor-horor-an yang hobinya jual dada sama paha seperti yang udah-udah. Baik dari cast-nya maupun poster, Insyaallah aman. Hehe.. Makanya, makin mantap lah gue dan temen-temen buat nonton film ini.

And then the movie goes.. Film ini bercerita tentang Mila (Shandy Aulia) yang dibilang-bilang kakeknya kalau dia punya sixth sense, dapat melihat dan berinteraksi dengan dunia gaib. Tapi, kemampuan itu, mata batinnya terutama, baru akan terbuka saat ia berusia 23 tahun. Entah si Mila ini terobsesi apa gimana, ia dengan teman-temannya, ada Pandji, Danang, Karina, akhirnya menekuni kegiatan hunting tempat-tempat angker. Ingin membuktikan kalau dunia gaib itu ada. Sekalian buat bikin liputan, biar bisa dijual ke TV gitu deh ceritanya.. Dan dalam hati gue membatin, "Kook bisaa yaaaa ada orang senekat ituuuu.." Hahaha.. Oh ya, lanjut, sampai akhirnya, setelah berkali-kali hunting tanpa hasil, Mila melihat iklan tantangan dari suatu mall, yang terkenal angker. Tantangan berhadiah untuk membuktikan bahwa mall itu tidak berhantu. Mereka berempat pun sepakat, untuk mengikuti tantangan tersebut, sebagai hunting terakhir, jika tidak juga memberikan hasil. Tapi, yang berbeda di sini adalah, waktu pelaksanaan tantangan tersebut bertepatan dengan ulang tahun Mila yang ke 23. Jadi udah mulai kebayang kan, bakal kaya apa mereka semua nanti di mall itu? Huehehehe..

Overall, kalau ditanya, ini film serem apa enggak, gue jawabnya : SEREM! Setan-setannya bisa dibilang narsis deh. Tapi sayangnya, menurut gue, agak gampang ditebak. Hehe.. Jujur aja, musiknya terlalu gampang bikin kita tahu, kalau bentar lagi setannya bakal muncul. Ada sih, yang cuma bikin kaget, tapi nggak seberapa. Sisanya kebanyakan semacam kaya musik pemberitahuan kalau itu setan-setan unyu akan muncul. Yaah jadi kalau buat penonton penakut macam gue, bukannya bikin tambah penasaran setannya bakal kaya apa, malah dijadikan ajang nutup muka pake tangan. Hahahaha.. Hm, kalau dipikir-pikir, gue nggak ada yang ingat secara detail ya, tampang penampakanannya itu kaya apa aja. Paling gue cuma inget tangannya aja, atau badannya aja, atau mukanya tapi cuma sepertiga. Kebanyakan nutup matanya.. Haha.. Tapi, kalau diinget sekilas, teteeep serem bangeet.. Apalagi yang setan kaya di trailer itu, yang kebakar, yang gue telat nutup mata pas si itu setan keluar.. T.T Hm, kalau dari segi cerita, gue bilang oke lah. Hehe.. Ada twist nya di belakang, cukup seru juga jadinya. Dan ada adegan-adegan lucu-lucu-romantis-gimana-gitu nya juga, yang asli bikin ketawa. Jadi ada unsur menyenangkan nya waktu nonton film ini. Hm (lagi), kalau bicara akting pemain, oke lah menurut saya, tapi belum wow. Hehe.. Ada beberapa yang menurut gue malah kurang, jadi bikin agak nggak asik gitu. Sama ada juga, detail-detail kecil yang keliatan aja gitu, di mata gue, yang mengurangi keasikan film ini. Cuma, nggak banyak. Hehe.. Dan overall, film ini masih tetep asik buat ditonton, apalagi rame-rame. Kalau ditanya nilai, 7 dari 10 kalau menurut gue.. Hehe :D

Nah sudah, sampai di sini dulu. Buat yang belum pada nonton, tonton lah sana biar nggak penasaran. Huehehehe.. Akhir kata, cintai prodeuk sineas Indonesia, and see ya at my next post! xD

another galau moment :p

Galau. Galau yang kali ini, agak berat rasanya. Kalau diibaratkan mau pipis, anyang-anyangan rasanya. Haha.. Padahal perkara pindahan aja loh. Harusnya kan saya senang ya, akhirnya, selesai sudah semua kewajiban dan perjuangan saya, belajar di perantauan. Akhirnya saya bisa pulang. Iya, pulang. Kembali ke rumah. Ah, tapi kenapa rasanya malah jadi menggalau begini? Ada rasa berat hati, meninggalkan kota yang tenang ini. Apa karena tanpa sadar, saya juga sudah menganggapnya rumah ya? Kota ini dan segala isinya, dengan segala memori yang terbentuk di dalamnya, entah sejak kapan, akhirnya menjadi sama berharganya dengan kota kelahiran saya, Jakarta, beserta segala isinya. Iya, jadi sama.. Dan entahlah, saya merasa seakan-akan kedua tempat itu, saling menarik saya ke arah yang berbeda. Dan akhir-akhir ini, saya jadi sering membatin, "Seandainya, jarak Jakarta - Malang sama seperti Jakarta - Bogor atau Malang - Blitar.." Hehehe.. Kayanya saya kualat ya, hahaha..

Tuesday, April 22, 2014

Flower For You


Untuk semua kesabaranmu menghadapi aku, untuk semua jiwa besarmu yang kau tunjukan padaku, untuk semua nasihat dan solusi yang kau tawarkan, yang masih cukup sering aku bantah karena kepala batu, dan untuk tingkah lakumu yang juga cukup sering menyebalkan namun menambah warna hari-hariku..
Terima kasih.. :-) 

And just like the text in the picture above, thank you for your thoughtfulness..

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
ps : semoga kamu suka bunganya, walaupun kayanya gak mungkin suka sih. hehe :p

Kata Miko

"Kata orang, cuma Tuhan dan supir yang tahu kapan bajaj akan belok. Masih seperti itulah apa yang gue rasakan selama pacaran. Cuma Tuhan dan pasangan yang tahu, kapan hubungan kita akan berubah arah. Tapi yang bisa kita lakukan bukanlah menunggu dengan ketakutan. Yang bisa kita lakukan adalah memegang tangan pasangan kita, tumbuh bersama guncangan di dalamnya, dan turun berdua, ketika sama-sama sampai di tujuan." 

-Miko @ Cinta dalam Kardus

Monday, March 24, 2014

Tentang Duduk






































dari : link ini

Daylight

Here I am waiting, I’ll have to leave soon, why am I holdin’ on
We knew this day would come, we knew it all along
How did it come so fast
This is our last night, but it’s late and I’m tryin’ not to sleep
‘Cuz I know, when I wake I will have to slip away

And when the daylight comes I’ll have to go
But, tonight I’m ‘gonna hold you so close
‘Cuz in the daylight, we’ll be on our own
But, tonight I need to hold you so close

Oh whoa, oh whoa, oh whoa
Oh whoa, oh whoa, oh whoa

Here I am starring, at your perfection in my arms; so beautiful.
The sky is getting bright, the stars are burnin’ out.
Somebody slow it down.
This is way too hard, ‘cuz I know when the sun comes up I will leave
This is my last glance that will soon be memories

And when the daylight comes I’ll have to go
But, tonight I’m ‘gonna hold you so close
‘Cuz in the daylight, we’ll be on our own
But, tonight I need to hold you so close

Oh whoa, oh whoa, oh whoa
Oh whoa, oh whoa, oh whoa

I never wanted to stop, because I don’t want to start all over, start all over
I was afraid of the dark, but now it’s all that I want, all that I want, all that I want

And when the daylight comes I’ll have to go
But, tonight I’m ‘gonna hold you so close
‘Cuz in the daylight, we’ll be on our own
But, tonight I need to hold you so close

And when the daylight comes I’ll have to go
But, tonight I’m ‘gonna hold you so close
‘Cuz in the daylight, we’ll be on our own
But, tonight I need to hold you so close

Oh whoa, oh whoa, oh whoa
Oh whoa, oh whoa, oh whoa
Oh whoa, (yeah) oh whoa, (yeah) oh whoa (yeah) (yeah)
Oh whoa, (yeah hey) oh whoa, (yeah hey) oh whoa

Sunday, March 23, 2014

Sunday Night :)

Hari Minggu malam nih. Hari ini, tadi siang abis nganterin Mama balik ke Jakarta. Yup, si Mamam lagi ada kerjaan gitu di Trawas, deket Malang katanya, jadinya mampir deh. Seneng banget, punya quality time sama Mama sama si Nonon, adek gue.. Mana sebelumnya juga abis ber-quality-time sama pacaar, ahahahay.. So much happiness..:D

And now, sekarang gue lagi leyeh-leyeh aja nih. Santai, sambil surfing internet, update info dari milis, yaah sambil mengistirahatkan anggota tubuh yang udah beberapa hari ini sering sakit kaya orang jompo. Haha.. Oh ya, sambil nonton sekilas stand up-nya Pandji di Kompas TV. Sayangnya, gue telat nonton nya bro. Udah mau abis, makanya cuma sekilas. Haha.. Tapi even sekilas, bagian closingnya, tetep keren loh. Kata-kata penutup dia itu, motivasional sekali.. Lebih top dibanding pak Mario Teguh menurut gue. Kelihatan banget tulusnya.. Keren lah.. :) Even gue bukan stand up comedian, pesan dia nyampe ke gue..

"Kalau anak yang semasa sekolah yang dibilang bandel, bodoh, bisa berdiri di sini sekarang, elo pasti juga bisa. Asal lo mau disiplin. Buat orang percaya sama elo, sama effort elo."

Well, kayaknya sih gak begitu juga sih, si Pandji ngomongnya, hehe.. Tapi kira-kira, pesan seperti itu lah yang nancep di memori gue, dan ngena di hati gue.. :)

Oke deh, itu dulu cerita pendeknya yaaak.. Semoga, hm, ada manfaatnya yak baca posting gue yang ini. Hehehe :D

Monday, March 17, 2014

Halo Again Bloggie :)

Hai Gie! Kangeeeeen.. Ahahaha.. Maap yaa, gue tinggal-tinggal terus, sampe nggak terurus.. Hehe *bersih-bersih-sarang-laba-laba Hm, ada banyak banget deh Gie, yang pengen gue ceritain ke elo nih. Update status, eh update info maksudnya. Hehe.. Lo kangen kan pastinya? Hahaha..

First of all Gie, bilang congratz dong ke guee.. Alhamdulillah Gie, akhirnyaaa, setelah bertahun-tahun gue kuliah, akhirnya Gieee, gue lulus UKDI! :D Uji Kompetensi Dokter Indonesia, Gie, yang sekarang ini sifatnya sebagai exit exam. Which means, itu ujian akhir gue, biar gue bisa lulus dari Univ. Brawijaya ini. Makanya Gie, Alhamdulillah, Allahuakbar! Allah Maha Baik Gie.. Doa gue dikabulkan.. Usaha gue selama ini, akhirnya berhasil Gie.. Jujur ya, gue udah takut banget. Soalnya, waktu ngerjain 200 soal itu, gue galau.. Gak bisa dibilang gampang Gie. Begitu juga pas ujian prakteknya (OSCE) yang ada 12 station itu. Ada beberapa station yang gue ngerasa gatot, walaupun di station yang lain, Alhamdulillah, diberi kemudahan dan gue cukup yakin dengan performa gue. Cuma ya itu, gue minderan sih orangnya. Little bit paranoid too, haha.. Gue takuut banget kalau gak lulus Gie.. Kalau sampe gue gak lulus, gue mesti bayar SPP lagi lho, belum lagi, harus kembali bayar biaya ujiannya yang jutaan itu.. Naudzubillah, gak mau gue. Kasihan Mama Papa kan Gie? Makanyaaaaa.. Gila gue seneng banget Gie.. Alhamdulillahirobbilalamiin.. Terimakasih banyak Ya Allah.. Beneran Gie, kelulusan ini gue persembahkan buat Mama dan Papa.. Untuk Mama dan Papa yang udah mati-matian, banting tulang nyekolahin gue. Yang udah mendidik gue, dari gue yang gak bisa apa-apa, sampai gue jadi seperti sekarang ini. Gue tahu Gie, mungkin masih kurang yaa, hadiah buat Mama Papa gue ini. Tapi Insyaallah Gie, ini masih awal.. Kelulusan ini adalah awal buat gue. Gue akan berusaha lebih giat lagi, untuk bisa menjadi seorang anak yang bisa membahagiakan dan dibanggakan oleh mereka, amin.. :") Dan pastinya, gue juga akan terus berusaha Gie, untuk menjadi dokter yang bener. Dokter yang pandai, terampil, berakhlaq baik, dan sukses tentunya. Semoga, gue bisa menjadi dokter yang amanah, yang akan bermanfaat bagi agama, bangsa, negara, dan keluarga. Amiiin :) Doain juga yo Gie, hehe.. Oh ya, sama satu lagi. Gue pengen banget bisa menjadi orang besar, yang juga bisa menyumbangkan sesuatu yang besar untuk sesama. Semoga, dengan jalan yang terbuka untuk gue sekarang, gue bisa mencapai itu semua ya.. Hehe.. Amin Ya Robbalalamiin.. :)

Nah, yang kedua nih Gie.. Sekarang ini lagi hot-hot nya pemilu loh.. Tanggal 9 April 2014, bakal ada pemilu legislatif, yang milih anggota DPR, DPRD, dll itu tuh. Terus beberapa bulan setelahnya, pemilu presiden deh. To be honest, gue masih bingung lho milih siapa. Kalau kata adek gue yang kuliah di Fisip nih, malah dibilang baiknya golput aje. Hahaha.. Males lah gue, bukan gue banget kalo golput. Gue kan hobinya ikut-ikutan melakukan sesuatu. Hahahaha.. Udah ada beberapa pikiran sih yang gue yakini tentang beberapa calon. Tapi yaa, belum tentu itu 100% bener, makanya gue masih cari-cari lagi. Well, even suara gue cuma dihitung 1, dan 1 itu adalah dari sekian ratus juga rakyat, gue mau berkontribusi Gie. Berkontribusi untuk menentukan masa depan negara gue ini, di mana gue adalah rakyat yang tinggal di sana. Ini sebenernya yaa, tentang masa depan gue sendiri kan? Haha.. Well then, gue berharap Gie, semoga diberi pencerahan oleh Allah, untuk memilih yang paling baik dari yang ada. Harapan gue, pemimpin gue nanti bisa adil. Adil dulu lah. Maksud gue, menangani rakyatnya ya adil. Gak pilih kasih, atau cuma mementingkan segelintir golongan. Gak gembar-gembor bela wong cilik aja, tapi yang lain-lain gak dipikirin. Dan semoga juga, pemimpin gue nanti adalah seorang yang amanah, cerdas, dan tegas. Wes itu cukup lah. Semoga pemimpin gue nanti juga adalah beneran pemimpin. Yang niat awalnya gak neko-neko, tapi cukup, ingin memajukan Indonesia. Kalau bisa mencerdaskan, lebih baik. Hehe.. Semoga ya Gie, rakyat Indonesia bisa memperoleh yang jauh lebih baik dari yang sudah-sudah. Dan nggak begitu aja kemakan penggiringan opini dari berbagai media, dengan segala jenis pencitraan di dalamnya. Amin. Hehehe..

Well then, itu dulu ya Gie, cerita-cerita gue.. Lain kali, gue cerita-cerita lagi.. See ya again Bloggie! :D

Sunday, March 2, 2014

sunday morning in my house..

Suatu pagi di Hari Minggu..

Me : Mam, bakal milih Pak AB nggak pas pemilu?
Mam : Enggak.
Me : Kenapa Mam?
Mam : Enggak milih aja.
Me : Kasih alasan dong Mam kenapanya..
Adek gue : (tetiba nyamber) Elo Kak, jangan pilih Pak AB. Udah liat dia di Mata Najwa? Ketauan kan kalau dia itu blaaa blaaaa bla blaa blaaaa.. Pokoknya jangan milih..
Pap : (tetiba keluar kamar) Eh Kak ada tape uli, itu panggil
Adek gue : blaa bl.. Eh TAPE ULIII! (langsung lari keluar rumah)
Me : -_____-"?

Monday, January 6, 2014

2014 Wishes

My wishes for 2014..

Orang-orang bodoh di Indonesia, please, segeralah hilang atau minimal berkurang..

Orang-orang pandai di Indonesia, please, tolong bantu menghilangkan atau minimal mengurangi jumlah golongan orang-orang pertama tadi..

Orang-orang miskin dan kaya di Indonesia, semoga selalu dapat hidup berdampingan, dalam damai, saling support, berjuang bersama untuk mensejahterakan "kita", rakyat Indonesia, tanpa perlu saling nyinyir..

Orang-orang baik hati, bermoral, berhati nurani, dan bijaksana di Indonesia, please, segeralah bertambah banyak dan tulari orang-orang lain dengan kebaikan.. Agar kelak, kedamaian datang di negeri ini..

Amin