Jadi ceritanya, ini tulisan random aja. Haha.. Yah, random aja tiba-tiba saya pengen aja gitu, nulis-nulis lagi di sini. Mungkin karena udah seharian ini gak main SW kali ya. ATM rusak, kalau malam di sekitar juga sepi, warung-warung tutup jadi nggak bisa beli pulsa, jadi otomatis seharian nggak bisa internetan dari smartphone dan main Summoner's War kaya biasanya. Hahaha.. Oke lah, penting banget itu saya ceritain segala. Haha. Harap maklum deh, karena visi saya saat ini adalah bukan untuk menulis sesuatu yang berbobot yah, tapi memang murni karena pengen aja tulas tulis apa yang dari tadi lewat-lewat mulu di benak saya.
Hmmh.. Oke. Jadi ceritanya, saya baru saja kesal. Kesal kenapa? Kesal karena hal yang nggak penting sebenarnya. Kesal karena ternyata saya sudah membuang cukup banyak waktu dan energi demi menyimak sesuatu yang hanya memancing emosi saya. Dan sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, ih nggak penting banget saya emosi cuma karenanya! Huff.. Tapi, gimana ya, saya gampang banget emosi sih. Apalagi di masa-masa pergejolakan hormonal ini. Hahaha.. Sebenarnya, bukan emosi yang marah-marah nggak jelas gitu sih. Sebenarnya, lebih ke arah, kecewa. Semua berawal dari berita online. Berita online dengan headline yang sedap dan gurih, yang tanpa membaca isinya aja, udah kebayang, akan seperti apa reaksi-reaksi yang muncul dari pembaca. And thanks to technology, reaksi pembaca itu pun bisa langsung ketahuan, terpampang jelas di kolom komentar, walaupun bisa saja yang meninggalkan komen di sana bukan pembaca sebenarnya. Yah, thanks to technology lagi ya, seakan-akan semuanya bebas dan berhak berbicara apapun. Cuma sayangnya, nggak jarang, yang terjadi malah akun-akun yang (mengaku) pembaca itu, meninggalkan komentar dengan tidak bijak. Iya, tidak bijak. Bukan jadi ajang diskusi yang enak, malah jadi ajang saling ejek dan menjelekkan. Saling hina, saling caci. Ini lah beberapa contohnya..
"Kaum berakhlak emang tipikal *** ini, otaknya di pangkal paha..."
"Eh guoblok! klo Korupsi merugikan negara&rakyat. tp ***blablabla*** (-skip.karena.kepanjangan) termasuk mensubsidi kunyuk2 bodoh seperti anda!!!"
"You know what else they are famous for? For being 100x smarter than smartass like you.."
Hm.. Cuma karena satu berita itu aja. Idealnya kolom komentar itu kan, biar bisa diskusi nggak sih? Kalau ada yang pro kenapa, kontra kenapa. Siapa tahu dari diskusinya muncul solusi gitu. Tapi kayanya itu cuma ada di angan-angan. Kebanyakan yang kejadian tipikal kaya yang di atas itu deh. Udah akunnya anonim nggak jelas semua. Kita nggak tahu toh, mereka-mereka itu apa benar memang pembaca atau pihak-pihak lain yang 'bekerja' karena ada kepentingan tertentu? Misi untuk mengadu domba? Bisa jadi. Menjatuhkan pihak tertentu? Bisa jadi. Well, di era dunia tanpa batas kaya sekarang, skenario apapun rasanya masuk akal dan bisa kejadian toh. Ya itu lah makanya. Kecewa aja, masih banyak nemu beginian. Walaupun sekarang siapapun berhak untuk bicara, apa harus bicara dengan segitu kasarnya? Kan nggak bertanggung jawab. Jadi kayaknya tuh, orang-orang nggak peduli lagi sama pepatah "mulutmu, harimaumu". Gak takut efek buruknya apa ya? Bisa melukai hati orang lain kan? Bisa juga dituntut terus urusan sama penjara kan? Iya gak? Itu tuh, udah banyak kejadian kan yang cuma karena tulisan di dunia maya, jadi dikurung penjara di dunia nyata. Bisa toh artinya? Apa karena mereka bicara di dunia maya, dan nggak akan bisa ketahuan mereka siapa? Padahal lho, nggak nyaman banget dih ngeliatnya. Bikin kesel lho. Jadi bikin mbatin, Ya Allah, segini rendahnya ta moral orang-orang di negeri saya? Segini nya nggak beretika kalau bicara? Mana yang katanya negara Indonesia, adatnya orang timur, penuh sopan dan santun.. Mbatin ya, mbatin.. Apalagi masa-masa saya gampang emosi begini. Haha..
Eh terus ya, abis kesel baca itu berita online, saya nonton TV. Eh lha ya kok, sama.. Yang saya tonton pun, sedang memperlihatkan suasana di mana ada dua orang berseteru. Dua orang, dalam acara pencarian bakat, yang digadang-gadang adalah suatu tampilan acara yang real tanpa rekayasa skenario apapun. Haduh. Cuma karena beda pendapat, harus banget teriak-teriak nggak jelas? Dan kalau pun, pendapat kamu nggak bisa diterima sama orang lain, harus kah tetap memaksakan kalau pendapat kamu itu yang paling benar? Sementara batas benar dan salah itu, dalam menilai seseorang, sulit sekali rasanya untuk dilihat. Menilai seseorang, seobjektif mungkin, pasti ada subjektifnya. Kecuali kalau kaya kita menilai seseorang dengan ujian tertulis misalnya, itu kan jelas, nilainya ya dilihat dari benar salah nya dia jawab pertanyaan. Thaaat's why, nggak usah berlebihan lah kan bisa. Acara itu kan ratingnya tinggi, katanya ditonton baaanyaaaaak orang, anak-anak, dewasa, tua, muda, iya toh? Masa memperlihatkan hal nggak dewasa begitu? Kurang pantas rasanya. Demi apa sih? Rating? Karena kebanyakan masyarakat kita terhibur kalau lihat orang ribut? Sensasi? Harga diri? Padahal udah bagus-bagus itu acara, jadi rusak kan. Karena kesannya jadi urakan. Yang bicara juga jatuhnya, jadi bicara seenak jidat. Bagaimana pun faktanya, kalau dia bicara A, ya yang benar adalah A itu. Orang lain juga harus bilang A itu yang benar. Lho kok maksa?
Sampai sini, kelihatan kan bodohnya saya.. Bisa emosi hanya karena dua hal nggak penting ini. Haha.. Kalau pacar denger, pasti deh saya diceramahi lagi. Ha ha ha.. :p Hm, eh tapi sebenernya saya juga melakukan semacam generalisasi ya.. Belum tentu semua orang seperti itu, walaupun kebanyakan yang saya temui seperti itu. Yah, positive thinking saja, siapa tahu, emang apesnya saya ketemunya sama orang-orang yang sukanya bikin kesal seperti itu. Haha.. Karena toh buktinya, saya juga nemu kok, yang bikin adem di dunia maya. Hehe.. Salah satunya, tumblr milik seseorang, yang entah lah, selalu sukses membuat mata saya siaga membaca seluruh posting barunya yang belum saya baca. Menghibur, mengedukasi, mengetuk pintu hati kadang. Membuat saya bisa lebih sadar lagi, dengan esensi hidup. Iya. Baca tumblr itu, jadi seperti bicara sama Mama, di mana selalu ada transfer ilmu di dalamnya. Alhamdulillah kan ya.. Hehe.. Mau tau akunnya apa? Bisa dilihat di following list saya di blog ini yak. Hehehe..
Nah. Jadi ceritanya, sampai di sini dulu yak. Saya ngantuk. Hahaha.. Dan, belum sempat bikin kuisioner untuk besok dikonsulkan. Hahahaha.. So, thanks for reading this. Bah ha ha ha ha.. Dan, maaf lah ya, kalau saya terlalu nyampah.. :p Akhir kata, see ya next post! ^^
No comments:
Post a Comment