Tuesday, March 22, 2016

Yang Bikin Kesal..

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/meski-jeda-sopir-taksi-vs-pengemudi-gojek-hampir-rusuh

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/mobil-taksi-pusaka-dirusak-pengojek-online-yang-mengamuk-pengemudi-kaget-dan-bingung

http://health.liputan6.com/read/2464959/penyebab-sopir-taksi-berbuat-anarkis-dari-pandangan-psikolog

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/ribuan-go-jek-menggeruduk-semanggi

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/video-pegojek-konvoi-kumpulkan-massa-untuk-serang-balik-sopir-taksi

http://news.liputan6.com/read/2464938/setelah-hancurkan-bajaj-driver-go-jek-serang-taksi-blue-bird

http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/inilah-video-perusakan-taksi-oleh-demonstran-di-tol

Sigh. Manusia itu barbar yak Di hari canggih begini, ternyata masih banyak aja yang lebih make otot dibanding otak. Untuk apa sih? Paling nggak suka gue, ada begini-begini. First, bawa banyak impact ke banyak orang, dan banyak ngerugiinnya! Coba itu warga Jakarta yang biasa ngangkot, ngebis, naxi, ngojek, kalau pada hilang semua sibuk sikut-sikutan gitu, gimana nasib para warga lho? Second, anarkis nya itu lhoo.. Aduh, kudu banget ada kaya begitu? Katanya demo, tapi ujung-ujungnya anarkis. Dari yang sweeping maksa teman "sejawat"nya, sampai bentrok sama kelompok satunya. Haish.. Lagian kenapa juga bisa jadi bentrok antar kelompok sih? Astaga, kenapa kelompok yang satunya nggak ngalem aja, nggak usah dilawan balik dan jadinya bentrokan gitu kan bisa? Istilahnya, udah tahu ada kompor kebakar, kok yo malah disiram bensin. Gue nggak percaya kalau gini ini murni dari mereka-mereka yang berkepentingan. Pasti ada provokatornya deh. Yang emang hobinya lihat kekacauan ye. Kalau ternyata memang murni tanpa provokator, yah terima saja fakta kalau (sebagian) (besar) orang Indonesia memang masih barbar dan seprimitif itu. *Miris Well, gue pribadi sih pengennya ya, ditindak tegas aja itu semua, seadil-adilnya. Baik dari yang kendaraan umum konvensional, maupun yang kendaraan umum aplikasi online. Yah maksudnya adil tuh, yang anaki ya hukum. Pihak perusahaan juga harusnya tegas, pecat aja itu semua oknum yang bersalah. Biar pada inget lagi, itu bapak-bapak, mana salah mana benar. Biar ada efek jeranya juga.

Sebenernya, ini PR buat pemerintah juga sik. Kok bisa sampai chaos gini lho, kan artinya ada masalah yang belum bisa diatasi. Semoga saja segera ditindaklanjuti ya oleh para penguasa agar insiden kaya gini nggak keulang. Dan, kita-kita sebagai masyarakat juga sebaiknya bisa bertindak cerdas, atau minimal, jangan memperkeruh suasana deh. Be a smart citizen, please. Jujur ya, miris juga lihat sosmed isinya kebencia semua. Siapa itu yang ngomong juga nggak jelas, benar pembaca, pengguna, apa provokator, apa robot, apa setan, nggak tahu deh. Ada aja yang bawa-bawa kebun binatang dalam komennya, atau sumpah serapah yang sakit rasanya buat didenger. Nggak usah lah kita ikut nyebar bensin di atas kompor terbakar, dengan komen-komen pedas yang isinya mencaci-maki (nyebarin kebencian doang, situ oke? risih sumpah bacanya), atau dengan sharing artikel / video / foto ke khalayak walaupun sebenarnya bukan seperti itu faktanya (yes, ada yang sharing foto jadul kecelakaan abang gojek dengan caption seakan-akan dia berdarah-darah karena pengeroyokan). Emang ada gunanya? Kesal boleh yes, tapi itu tadi, be smart and wise. Sesuatu terjadi, pasti ada asal muasalnya, lebih bijaklah dalam menilai. Yang terlihat benar belum tentu benar, yang terlihat salah belum tentu salah. Perbanyak isi otak kita dulu dengan data-data yang valid, biar kita pun tahu duduk perkaranya apa. Jangan sampai, cuma menghakimi karena kita melihat "percikan" yang terjadi. Atau kalau mau simpel, stay quiet aja sampai semua clear, daripada ikut-ikutan nyiram bensin? Ye gak?

No comments: