Thursday, July 28, 2016

Mereka yang Dihina

Evening, Bloggie. Here I come again. Miss me? Hehe.. Disclaimer nih, yg akan gue tulis dalam posting kali ini, murni opini hasil gue mikir ngalor ngidul ya.. Setelah sebelumnya berselancar di dunia maya, dan pada akhirnya menjadi miris. Hahaha..

Mereka yang dihina. Siapa? Banyak. Mau kamu orang baik, orang jahat, orang cantik atau tampan, orang jelek, beragama, tidak beragama, yang namanya dihina mah apes-apesan ya, bisa semua kena. Siapa yg menghina? Bisa siapa saja, sesuai keapesanmu dapat siapa. Orang yg nggak dikenal, bisa, orang yg dekat sama kamu pun bisa. Alasannya dihina? Nah ini juga lucu, bisa macam-macam juga! Tanpa alasan pun bisa lho, imho. Ciyusan? Kenapa gue sampai mikir kaya gini? Well, berawal dari gue yg suka baca ya.. Hobi suka bacain apapun ini juga bikin gue jadi suka penasaran sama apapun yg berbentuk tulisan. Apalagi di zaman internet begini, haha, tulisan bisa ditemui di mana-mana (kalau zaman dulu kan paling ketemu tulisan tuh di buku atau koran aja yak). Dari sering baca ini itu lah, gue jadi kepikiran sesuatu..

Beberapa kali, gue nemu akun haters artis yang ada di instagram. Reaksi pertama gue sih kaget ya. Ada ternyata, orang yg segitunya punya effort, mengeluarkan waktu, pemikiran, dan tenaga demi "menghina" seseorang yg mungkin dia sendiri tidak kenal. Iyalah, akun haters tsb mana ada yg masang nama asli di akunnya. Rata-rata mereka menamai akun tsb dengan nama artis yg diberikan tambahan huruf, angka, atau karakter (spasi) yang sedikit berbeda dgn akun ig asli si artis. Pertanyaan pertama, untuk apa? Pikiran suudzon gue nih, buat nyari followers kali yak. Mungkin ada aja kan fans yang memang mencari tahu idola mereka pada akhirnya akan nyangkut di akun tsb dan pada akhirnya larut dengan segala posting yg ada di akun haters tsb. Lucu. Buat apa? Nyari banyak orang agar sepaham, agar sama-sama membenci si artis? What for? Segitunya ya, sampai rela edit foto sana-sini, bikin caption panjang-panjang, cari-cari foto si artis tsb terus direpost dengan tambahan edit atau caption, kan itu effortnya nggak sedikit. Untuk apa? Demi lihat si artis jatuh? Miris. Lucunya lagi, ada saja momen di mana mimin akun tsb semacam ngeles. Haha.. Pakai bilang nggak maksud ngehina, berlindung dgn alasan menyampaikan kebenaran. Sampaikan kebenaran harus dengan menjelek-jelekkan orangnya? Harus dulu berlindung di balik akun anonim? Harus dulu ngajak orang banyak untuk percaya dengan dirinya, di belakang si artis itu? How coward.

Sekarang gini deh, even si artis yg dihujat itu punya salah, apa benar juga memperlakukan dia sebagai manusia yg perlu untuk dihina selamanya? Seandainya salah itu dilakukan di masa lalu, dan yang bersangkutan sudah bertobat tidak akan lagi mengulangi kesalahannya, apa pantas kesalahan di masa lalu tersebut terus diumbar demi menjelek-jelekkan dia? Lagian, apakah yakin, yang akun tsb bilang "kebenaran" adalah sesuatu yg benar? Testimoni dari sekian orang random, bisa dijadikan patokan kebenaran? Bukankah masih ada kemungkinan kalau semua yg disampaikan itu rekayasa? Lagipula, terlepas dari salah dan benar, Allah S.W.T. saja Maha Pengasih dan Pengampun, apalah hak kita sebagai makhluk untuk saling menghakimi dan menjatuhkan satu sama lain? Miris.

Disclaimer: gue bukan fans artis tersebut ya. Jarang bgt gue ngefans sama yg namanya public figure. Palingan gue ngefans sama guru-guru gue, supervisor di kampus dan RS tempat gue menimba ilmu. Ngalamin momen-momen semacam fangirling sama spv sendiri pun pernah. Cuma nggak pernah deh rasanya yg gue jadi keki atau ilfeel berat cuma karena saat gue sapa, Beliaunya cuek. Hahaha.. Di balik ke-luar-biasaan Beliau sampai gue jadi ngefans, wajar lah ya kalau Beliau punya satu dua sisi yang agak pahit. Itu manusia! Wkwkwk.. Makanya suka heran sama para (mereka yang mengaku) fans yang gampang baper dan menuntut si idola menjadi seperti apa yg mereka inginkan. Nggak semua memang, tapi emang ada kan yang gitu. Hmmh.. Lika-liku dunia entertainment ya, kadang nggak masuk di logika gue. Hehe.. Well, balik ke disclaimer di awal paragraf tadi ya, artinya, bukan gue mau ngebela si idola juga ya, bukan mau membenarkan atau menyalahkan si idola juga, karena jujur, gue kan nggak tahu yg sebenarnya terjadi itu gimana. Sebagai manusia, gue cuma bisa beropini sesuai dengan apa yg gue lihat. Dan di sini yg gue garis bawahi adalah, gue miris ngelihat fenomena akun-akun haters ini bermunculan di dunia maya. Yang nimbrung pun nggak sedikit. Kan sayang, kalau medsos yg punya tujuan baik saat diciptakan, malah jadi ajang untuk saling menjatuhkan dan nyinyir.. Dan lagi, gue selalu percaya, Allah S.W.T. mboten sare. Allah Maha Adil, dann hati-hati lah dengan apa yg kita lakukan. Bahkan sebatas komen di medsos pun gue yakin, kelak akan dimintai pertanggungjawaban..

Akhir kata, setelah panjang lebar gue bertutur, *ceilah bahasa guee, gue tutup posting kali ini dengan, mohon maaf jika ada yg tersinggung yaa.. Posting ini tidak dibuat untuk menyulut apapun. Murni ngutarain opini (sekalian uneg-uneg) gue ajah. Hoho.. See ya in the next post, salam peace, love, and gaul! :D

No comments: