Thursday, November 21, 2013

The Man that's Running

Nama acaranya Running Man. Variety show asal Korsel. Udah populer dari dulu sih, tapi gue nya aja yang kebiasaan, lola. Baru ngerti, begitu jaga puskesmas, ada temen yang sering nonton ini. Jadi ikutan suka. Abis lucu banget. Gue seneng ngeliatnya, bikin rileks.. Walau kadang, jadi kaya semacam over juga sih. Masa nonton itu masih lebih bikin gue lebih lega dan berasa enakan dibanding sama ... Yah, kalau dipikir-pikir jadi so sad aja gitu. Gue ini kok loner amat, lebih bisa dibikin seneng sama film, haha. Tapi mau gimana lagi, abis yang ... itu kadang malah bikin gue jadi tambah bete karena ... nya. Nah lo, bingung ya sama "..." maksudnya apa? Hm, gak usah tahu lah. Sedih gue ceritanya. Hahahahaha :-p

ps: ini posting dibuat dengan suasana hati yg tidak karuan

ps lagi: isinya abaikan aja. cuma "nggacoran" saya yg lagi kesel, sama semuanya.. yah, terutama (sedihnya) ke saya sendiri sih keselnya .__.

buat Gie, pendengar setia gue..

Gie ganteng.. Malem ini, enggak tahu lah kenapa, gak semangat rasanya. Hm.. Sindrom besok ngumpul tugas individu kali ya.. Yah, sekarang ini, gue lagi koas di lab terakhir Gie, Public Health. Harusnya menyenangkan sih. Well, yah, emang menyenangkan kok. Gue seneng, tiap hari bisa nanganin pasien, berinteraksi dengan nakes lain, seperti dokter sebener-benernya dokter lah. Cuma, masih dalam supervisi dokter senior tentunya. Orang-orang di sana ramah-ramah dan baik-baik bangeet.. Sopan, mau membantu kalau gue sama temen-temen ada kesulitan. Dari kapusnya, dokter fungsional, perawat, bidan, akper, sampai sak pasien-pasien, semuanya oke banget deh. Bikin kerasan tiap stase, hehe.. Makanya, sebenernya PH itu menyenangkan. Kalauuu aja puskesmas nya nggak sejauh ini, yang jarak dari Malang kota itu minimal 1 jam, dan kalauuu aja gue bisa nyetir dan punya mobil atau motor sendiri, dan kalauuu aja tema diagnosis komunitasnya bukan tentang kespro dengan sasaran remaja cowok, PH ini akan jauuuh jauh jauh lebih menyenangkan menurut gue. Dan oh ya, satu lagi, kalauuu aja, tugas individu PH nggak harus 4 biji, dengan tugas home visit di dalamnya. Huh, JAUH lebih nyenengin lagi deh. Soalnya, seriusan, dibanding dx kom yang emang dasarnya udah bikin pusing, the real depressing task itu, ya, tugas individu. Ralat, tugas individu, dengan kondisi gak ada kendaraan. Udah gue gak bisa nyetir dan gak punya mobil atau motor, temen satu kelompok juga nggak ada yang punya dan bisa bawa motor. Ada yang punya mobil sih emang, nyetir sendiri, tapi ... yah begitulah. Gak perlu deh gue cerita kenapa sungkan gue mau minta tolong. Khasnya koas lah. .__. Seharusnya sih gue nggak se-stres ini yak. Gue lho kalau baca bukunya koas sana, isinya seneng-seneng semuanya. Asik-asik deh. Bersyukur took isinya.. Tapi seriusan deh, lingkungan sekitar gue, depressing banget. Ini gue udah keluar dari keadaan tentang tugas dan fasilitas ya. Bicara yang lain. Yah, kalau berminggu-minggu terpapar sama aura orang-orang panikan, pesimis parah, emosian, dan dikit-dikit ngeluh & nyalahin gitu, gimana gue nggak jadi depressed? Huff.. Gue sering ngebatin tau Gie, di PH ini, gue ngerasa tekanan batin paling parah sepertinya. Well, atau bisa dibilang terparah kedua setelah psikiatri. Haha.. Tapi ya udah lah, tinggal 2 minggu lagi. Mau se-nggak enak bagaimana pun, tetep harus selesai dijalanin. Dan gue nggak mau give up gitu aja, asal selesai kaya yang lain pengen. Pokoknya, finishing nanti, dan ujian harus bagus. Iya nggak Gie? Udah jauh-jauh, susah-susah, belum lagi tenanga, waktu, dan uang yang dikeluarkan, pokoknya harus all out, dan ada dampaknya di masyarakat. Gak rela gue, kalau endingnya sia-sia, hehe.. Dan semoga, finishing pas ujian pun, akan menyenangkan dan lancar. Dapet A, AMIN! :-D Well Gie, wish me luck yak, and then, see ya when I see ya :-) 

Tuesday, November 5, 2013

something about "patol"

Kalau gue kira dulu, koas "patol" itu, koas-koas yang hobinya nelat, bolos, ga ngerjain tugas, atau sering melakukan manipulasi-manipulasi terhadap sesuatunya. Intinya, selalu cari celah lah, dari peraturan yang ada, yang dia anggap menyusahkan. Tapi terus kata mas gue, "patol" itu, artinya nggak "fisiol", nggak sesuai normal. Waktu gue dateng ke puskesmas kepagian pun, menurut dia itu bisa dibilang patol. Hehe.. Semakin ke sini, gue makin sering liat temen-temen gue, nge-labeling temen-temen gue yang lain, yang keliatan banget ke-"patol"-annya. Kadang, ya, jadinya ngegosip gak guna, ngomongin temen-temen yang "patol-patol" itu. Tapi, somehow, gue suka gemes juga. Sebenernya, kita-kita yang "biasa" pun, bukan gak pernah "patol". Sering, bahkan rasanya, kita-kita yang biasa ini pun, mencari celah dari peraturan yang sudah ada. Jaga yang seenaknya saja. Tugas yang dibuat ala kadarnya, kadang nyontoh dari tugas-tugas yang sebelumnya yang dikerjain kakak tingkat. Kasus fiktif, sesuatu yang gak ada tapi dibilang ada. At the end, I think, udah ga ada lagi kayanya yang namanya "fisiol". Kalaupun ada, dikit banget paling, dan akan ada waktu-waktu, si "fisiol" itu mau gak mau ngikut temen-temennya, karena yah, namanya koas itu tentara men. Mainannya kelompokan, gak bisa sendirian. Akan selalu ada yang namanya, membenarkan yang biasa, di kehidupan para koas, yang katanya banyak tekanan. Jadi, yang ada itu, tinggal "patol" atau "patol banget". Hahaha.. Yah, sebagai pembelaan nih, banyak juga sih yang bilang, "Kalau hidup, jangan lurus-lurus banget, nanti stres." atau beberapa spv pun ngajarinnya, "Kalau koas gini, gapapa dek nakal-nakal, saya ya dulu begitu." Hehe.. Well, sekarang ini, kalau menurut gue pribadi, "fisiol" kalau berarti taat peraturan, tetep standar idealis yang terbaik. Hidup gak teratur itu, bukan hidup sih kalau menurut gue. Cuma, ya, kembali ke pribadi masing-masing aja, mau seberapa sering kesalahan atau peraturan yang dilanggar, asal mau tanggung jawab, nggak lempar batu sembunyi tangan. Jadi patol, oke lah, terserah, tapi, menurut gue lagi, jangan sampai merugikan orang lain. Merugikan teman sejawat, atau yang paling parah, pasien. Karena, kita ada di sini toh, at the end, adalah demi membantu pasien-pasien yang membutuhkan kan. Jangan sampai lah, niat awal itu jadi terselewengkan.. Dan yah, kita mesti hati-hati bro. Ngaca dulu lah, sebelum larut ngegosipin kejelekan orang selain kita. Karena kata pepatah, "Gajah di pelupuk mata tak terlihat, namun semut di ujung pulau tampak".

Well then, have a nice holiday y'all! :)