Tuesday, September 6, 2016

Becoming Mom, Becoming Better Person

That's rite! Di kehamilan 22 - 24 wks ini, gue merasakan banget hal tsb. Ingat posting gue tentang amanah dan anugrah? Yup, beneran terbukti deh, kalau Dedek di dalam perut gue ini adalah amanah dan anugrah dari Yang Maha Kuasa. Jujur aja, awal-awal hamil, gue kagok berat. Bahkan hal sepele yang biasa gue lakukan, di mata orang-orang yang sudah lebih berpengalaman, dianggap nggak baik buat si Dedek. Like what? Naik turun tangga, naik motor, makan mie instan, minum kopi atau teh, capai, atau stres. Yaah, capai sama stres mah sahabat gue sih ya. Manusiawi toh, kalau orang hidup ketemu capek dan stres. Bahahaha.. Iya loh, segitunya, kita kudu hati-hati kalau udah menyandang status Mom Gonnabe or Bumil. Sayangnya, gue ini anaknya bandel. Dan kadang suka nekat. Even sana-sini bilang jangan sampai kecapaian, melihat aktivitas gue yg isinya bolak-balik jaga, gue mah pede aja ngerasa kalau gue nggak capai. Rasanya hampir selalu gue ngebatin, gue kuat, Dedek pun lebih kuat lagi. Huehehehe.. Sampai suatu waktu, pressure lebih besar datang. Gue berada di titik emotionally and physically drained. And guess what, buat gue, capai fisik itu masih bisa ditolerir, tapi, kalau udah capai hati,, walah. Disaster lah itu. Dan sayangnya Dedek pun ngikut Mamanya. Di suatu waktu, gue bleeding. Frankly I'll say, that's one of the scariest moment in my life. Gue beneran ngerasa bersalah banget sama Dedek. *Maapin Mama yaa Deek >.< Juga sama suami gue, sama ortu gue, karena yaah gue akui, gue kadang bandel, nggak ngejalanin nasihat-nasihat mereka.

Setelah insiden itu terjadi, langsung lah, gue rombak jadwal-jadwal yang memeluk gue seperti biasanya. Bed rest total! Haha. Suami jadi jauh lebih concern dan strict. Naik turun tangga nggak boleh, jalan kaki jauh nggak boleh, berdiri lama nggak boleh, dan dia jadi rajin beliin gue es krim. Haha. Gue juga diminta jangan pusing-pusing lagi mikirin jadwal jaga gue, yang memang waktu itu lagi banyak masalah. Disuruh kasih ke teman gitu deh, padahal ya temannya juga lagi sibuk. Hahaha.. Tapi seenggaknya, Alhamdulillah jadwal gue masih bisa tercover sama teman-teman gue. Ada sih, satu kali yang nggak bisa digantiin siapapun. Pas persis hari kejadian lagi. Pas banget juga bolak-balik dikasih tahu ada pasien. Huaaah sampai stres jadi tambah tambah rasanya, pas ada telpon panik dari RS. Mau gimana lagi deh, di saat masih bleeding jalan juga ke RS. Pengen nangis.. Ngerasa takut Dedek kenapa-kenapa. Untung saja, begitu sampai di RS ternyata pasien belum datang dan bisa ditangani dulu sama direktur. Huff langsung cuss rumah lagi deh, ngelanjutin terapi..

Di masa recovery, gue total tiduran doang seharian. Rasanya tuh ya gimanaa gitu.. Soalnya jujur, gue nggak ngerasa badan gue sakit-sakit banget, tapi nggak boleh ngapa-ngapain. Minum obat pun kudu rutin tiap hari. Padahal, gue paling cuma ngerasa perut sakit-sakit sedikit dan masih ngeflek bolak-balik. Tapi justru itu gue jadi parno. Gue nggak tahu kan, si Dedek apa kabarnya. Kondisi gue yang seperti itu kalau nggak segera ditangani, bisa bahaya buat Dedek. Hiks.. Stres. Bawaannya pengen ngelungker doang sama suami, terus ngelus Dedek seharian.. Akan tetapi, sebenarnya di masa istirahat tersebut, gue juga jadi introspeksi. Banyak merenung juga. Pun banyak berdoa. Ada Dedek di dalam perut gue itu, beneran suatu keberuntungan. Lewat Dedek yang bahkan gue belum bisa sentuh fisiknya, gue diingatkan lagi untuk tidak egois. Ya, gue nggak boleh seenaknya lagi mikirin diri sendiri doang. I'm becoming a Mom, and I should be serious with that. Gue dititipi amanah luar biasa oleh Allah SWT, yang tidak semua wanita bisa mengalamainya. It's such a blessing for me. And guess what, walaupun kedengeran serem karena gue nggak bisa sekarep dewe lagi (haha), jujur aja, proses kehamilan ini memicu gue untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Gue jadi mau nggak mau lebih teratur makan, lebih bergizi juga makannya, nggak sering begadang lagi, mengurangi aktivitas berat, menjauhi hal-hal yang nggak baik buat tubuh kaya asap rokok atau pengawet pemanis buatan (even minimal menghindari), dari segi emosi pun gue sedikit demi sedikit berusaha untuk menjauhi stres, mencari inner peace (walaupun untuk kasus ini masih struggling banget, hehe). Walaupun semua judul awalnya "demi Dedek", dan kesannya badan gue jadi jauh lebih ringkih dari sebelum hamil, pada akhirnya semua bermuara kepada kebaikan gue sendiri. Iya kan, dengan do and don'ts yang banyak itu, gue berbenah diri juga akhirnya, dan gue akui, jadi lebih sehat (atau at least teratur) dibanding sebelumnya. Walaupun yaa yang namanya perubahan anatomis dan fisiologis pasti ada pada saat hamil, and sometimes they're not flattering. Tapi serius deh, dibawa enjoy aja, disyukuri, dinikmati, karena semua itu anugrah. Haha..

And then, sebagai penutup, gue mau tulis ini buat Dedek yang sekarang lagi hobi nendangin perut gue. Haha..

Thank you so much yaa Dedek..:) Terima kasih sudah memicu Mama berusaha lebih keras untuk jadi pribadi yang lebih baik. Mungkin nggak sempurna ya Dek, tapi buat kamu, buat kita, Mama akan berjuang sebaik-baiknya. Sama-sama semangat ya Deek, sehat-sehat terus yaa kamu di perut Mama, sampai siap kamu lahir ke dunia ini. Hehe.. I really really hope, kamu tumbuh sehat, cerdas, jadi anak yang berbakti, berbudi pekerti luhur, bertaqwa kepada Allah SWT, juga tampan kaya Papamu yaa (lebih aja juga gak apa-apa, hihi). Love you Dedek..:)

Saturday, September 3, 2016

Sepatah Dua Patah Kata dari Pecandu Olshopping

"Be a smart buyer, please!"

Hayo.. Teman-teman di sini siapa yg nggak asing dengan kalimat tersebut? Apalagi kalau teman-teman hobi online shopping, entah beneran belanja atau sekadar cuci mata. Pasti sering yaa lihat kalimat yg imho mengandung makna peringatan itu. Peringatan gimana? Ya peringatan dungs, soalnya gue sendiri sering banget nemuin ini kalimat nangkring di olshop, ditulis oleh owner olshop yg gregetan. Hahaha.. Kok bisa geregetan? Hmm banyak hal sebabnya, menurut gue. Tapi kalau ditarik satu garis besar, kebanyakan sebab utama adalah, buyer malas membaca. Misal nih, si owner udah mencantumkan keterangan lengkap dan detail dari suatu produk di caption foto, namun ada buyer yg menanyakannya lagi dengan mudahnya di kolom komentar. Yaa walaupun nggak semua owner atau seller akan memusingkan hal tsb, atau ada aja buyer yg beranggapan "Tinggal jawab aja susah amat," kan wajar juga toh, kalau ada yang nggak sabar dgn hal tsb. Apalagi kalau yg berkelakuan macam itu nggak cuma satu dua, tapi ratusan. Ratusan komentar datang, yg mungkin juga bertumpuk dgn notif ratusan like. Belum lagi kalau pas seller nya banyak kerjaan. Wahaha.. Wajar lah kalau seller gregetan.

Selain karena malas baca tsb, gue perhatikan juga ada sebab lain yg bikin seller suka gregetan dan jadi kelihatan galak. Komunikasi tanpa etika. Buat contoh aja nih, kamu abis ngiklan barang di IG. Tetiba ada yg nge PM kamu, ngechat "Brp?" Gue pribadi sih eneg sama yg begitu. Kamu siapa? Berapa apa? Iya si gue abis ngiklan, tapi kan nggak begitu juga. Apa sulitnya kasih salam, jelaskan maksud Anda apa, lalu beri terima kasih di akhir. Akan jauh lebih menyenangkan membalasnya kan. Mau pakai alasan karena "pembeli adalah raja"? Let me tell you something in ny mind. First, kamu masih dlm masa negosiasi dgn seller untuk membeli barang tsb, artinya belum tentu kamu fix seorang pembeli. Kamu masih jadi penawar lah (istilah sotoy gue ini haha). Second, raja itu, santun. Bukan berarti kamu punya uangnya, kamu jadi bebas untuk bertindak tidak sopan. Ngespam chat bolak-balik atau menggunakan kata kasar atau melakukan tindakan yg menyulitkan seller, bukan tindakan yg patut kalau memang alasanmu kamu itu raja. Dilayani, bukan berarti diladeni kekurangajarannya. Di sini seller dan buyer adalah sama manusia. Dari pada hubungan raja dan budak, lebih tepat hubungan mereka adalah partner. Rekanan bisnis. Kan jauh lebih nyaman belanjanya toh, kalau seller dan buyer bisa saling menghargai satu sama lain.

Btw kalau ngebaca celotehan gue di atas, kesannya gue tuh pernah punya pengalaman jadi seller gregetan yak. Tbh, gue blm pernah sik. Haha.. Cuma, ini hasil observasi gue aja, yg saban hari mantengin dunia olshop. Gue bisa ngerti perasaan seller-seller gregetan. Hahaha.. Dan, tbh lainnya, gue lebih banyak punya pengalaman sebagai buyer. Dikecewain sama olshop pun pernah. Wkwkwk.. Makanya nih, menurut gue lagi, kata-kata "be a smart buyer" tuh sebenarnya juga semacam pelindung untuk kita para customer lho. Masih bicara tentang belanja di dunia online ya ini. Jujur aja deh, gue banyak nemu kasus penipuan berkedok online shop. Kadang miris banget pas tahu kasusnya, banyak yg ketipu anak sekolah yg belanja pakai uang ortu mereka, dan banyak aja gitu yg imho bisa dicegah sebenarnya. Makanya, be smart itu penting sekali buat kita-kita yang mau membelanjakan uang lewat dunia maya. Penipuan di sini nggak cuma perkara uang ludes barang nggak sampai lho ya. Ada juga penipuan terkait orisinalitas barang, atau kondisi barang. Atau kondisi di mana seller tidak mau tanggung jawab dengan kesalahan yg ia lakukan kepada customer. Hiii.. Amit-amit kan ya kalau sampai kita kaya gitu.. Nah makanya nih, gue mau berbagi sedikit saran atau tips atau triks sotoy gue lah biar kita aman dan nyaman berbelanja online..

  1. Pastikan olshop trusted. Gimana? Lihat followers nya (kalau di IG), lihat rating nya (kalau di situs e-commerence misal La**da, Tok****ia, atau Sho**e, dll), dan lihat testimoni dari cust nya juga. Btw untuk testimoni, kita juga kudu cermat ya, karena akhir-akhir ini, kasus pencomotan testimoni atau endorsan artis lumayan banyak kejadian. Semacam palsu kan jadinya itu testimoni. Jumlah followers juga, karena jasa beli followers di IG pun marak. Jadi emang kudu repot juga kitanya, buat nentukan apa olshop tsb jujur atau tidak.
  2. Survey dulu harga di pasaran. Harga barang yg terlalu murah, bisa jadi salah satu indikasi ada yg tidak benar. Walaupun bisa juga menandakan sellernya baik hati dan mungkin lagi butuh duit. Haha.. Eh serius tapi. Survey harga pasar ini perlu. Misal dalam kasus kosmetik, apa mungkin lipstick import USA dgn harga counter Rp 125.000 dijual dengan harga Rp 200.000 selusin online? Barang asli apa gimana nih? Kita wajib waspada kalau memang beda harga jauh banget sampai bikin kita tergiur. Biasanya sih, harga online memang lebih murah, tapi tidak sampai setengahnya.
  3. Hindari belanja barang mewah. Misalnya, alat elektronik, perhiasan mahal, atau handphone. Kalau kamu nggak yakin itu olshop beneran trusted, mending nggak usah menurut gue. Kecuali kamu pernah lihat toko fisik mereka atau pernah sebelumnya belanja di situ dan aman-aman saja, atau kamu beli di olshop besar yg jelas udah punya nama. Deg-deg an banget nggak sih, kalau kita udah transfer sekian juta atau sekian ratus ribu, tapi terus barang nyampenya lama? Atau pas nyampe ada yg rusak gimana? Atau malah lebih buruk, barang nggak nyampe, gimana? Naudzubillah deh ya..
  4. Hati-hati belanja barang yg sedang digandrungi. Mungkin karena demand tinggi, jadi yg usaha tipu-tipu pun ikut tinggi. Lagi banyak lho kasus penipuan samyang atau i-phone gitu. Hati-hati aja lah pokoknya, lihat olshopnya, lihat harga yg ditawarkan. Kalau bisa murah banget, kira-kira kenapa itu? Apa mungkin? Apalagi kalau udah ada iming-iming yg bikin kita ngeces, macam: transfer 500 ribu, i-phone langsung dikirim, free ongkir. Itu kasus beneran btw. Kan masa iya, jualan barang tapi nyari rugi? I-phone aja harganya berapa lho.
  5. Perhatikan bahasa chat si seller. Pas kita masuk ke tahap tanya-tanya nih, ketika kita tertarik dgn barangnya. Ada yg aneh nggak? Sellernya kesannya maksa nggak? Kalau iya, kita patut waspada. Karena seller yg baik biasanya tidak memaksa dan memburu-buru customer untuk segera transfer. Contoh chat aneh, pernah kejadian, ada cust mau beli I-phone kredit, begitu ditanya proses kreditnya gimana, si seller malah ngebalas kalau hal tsb bisa dibicarakan belakangan dan langsung menanyakan alamat si cust. Suspicious nggak sih? Apalagi si cust hanya diberi syarat untuk serahkan fotokopi KTP untuk proses kredit tsb.
  6. Gunakan rekening bersama atau belanja via e-commerece. Lumayan membantu kalau ada apa-apa setelah kamu transfer pembayaran. Misal barang tidak sampai-sampai, atau barang yg dikirim cacat, atau salah varian. Dengan memakai rekber, uang kita tidak langsung berada di tangan seller, dan masih bisa kembali. Kalau yg ini gue punya pengalaman nggak enak nih. Salah juga sih ya, belanja buru-buru. Untung uang masih ketahan di e-commerece dan pengembalian dana bisa diajukan. Mungkin next time gue bakal cerita lebih detail yak.
  7. Bisa COD? Yaudah COD aja.. Sepengetahuan gue yg aotoy ini, metode COD itu metode paling safe di dunia belanja online. Sesuai namanya, COD adalah cash on delivery, yg artinya, kita bayar uang ke kurir, begitu barang sampai ke kita. Yap. Cash nya ya on delivery yaa.. Jadi, kalau namanya COD tapi bayarnya kudu via e-banking, m-banking, atau transfer manual dulu baru barang sampai ke kamu mah, itu sami mawon, duduk COD namanya. Apalagi kamu sama si seller atau kurirnya gak ada tketemunya juga. Sisi menguntungkan dari COD ini sih menurut gue, kita bisa cancel di saat nggak sreg begitu lihat barang. Tapi yaa siap-siap aja seller jadi kesel sama kamuh. Hahaha.. Walaupun menurut gue masih wajar aja sih, masalah nggak sreg itu. Misal, kasus ukuran tidak cukup, atau warna tidak sesuai. Dulu gue pernah belanja COD, dan emang sellernya sendiri yg nawarin ke gue, untuk pilih ukuran di waktu COD-an. Jadi awalnya gue pesan S, tapi begitu kurir datang, si seller udah ngebawain juga ukuran XS yg ternyata lebih pas di gue. Sesuai kesepakatan kan, gue enak, seller juga enak. Nah tapi, sebagai buyer yang smart dan beretika, kasus-kasus ketidaksesuaian tsb harusnya yaa udah melalui kesepakatan sama seller dulu ya. Jangan asal seenak jidat kita aja. Misal nih, udah fix pesan warna biru, udah ngomong ke seller nya, eh ya kok pas datang warnanya biru tiba-tiba pengen warna merah. Atau udah fix mau COD, tiba-tiba ngancel begitu aja karena kamu ada urusan, padahal si seller atau kurirnya udah otw. Seller juga manusia kali. Bayangin kalau kalian di posisi mereka lah, mana enak ketemu buyer semena-mena atau php kan. Terus, even judulnya COD, sebagai buyer smart dan beretika pun menurut gue penting untuk mengikuti rule of the games nya olshop yg berlaku yaaa..
  8. Google it. Apa yang di-google? Nama dan nomor rekening seller ybs. Ini tips dari sebagian buyer, dan lumayan ampuh juga. Terutama sih kasus jual beli barang elektronik ya. Katanya sih, kalau si seller ternyata penipu kelas kakap dan sudah lama berkecimpung di dunia penipuan, kecatat tuh nama dan no rek nya di jagad dunia maya. Mungkin di semacam forum, atau blog dari para korban. Lumayan lah ya, bisa bikin lebih waspada. Tapi tetep, hati-hati. Gak mutlak semua penipu bisa kita dapatkan infonya lewat google.
  9. Kalau punya IG, bisa tuh, dikepoin akun Black List Olshop. Buat buka wawasan dan saling tukar info kalau menurut gue. Di akun tsb biasanya banyak laporan-laporan dari buyer dan juga seller yang melaporkan tindakan penipuan atau ketidakpuasan dari suatu transaksi olshop. Olshopnya yg ada di IG biasanya, biar ada efek jera juga kali ya, namanya masuk akun black list kan otomatis kepercayaan calon-calon buyer pada hilang. Kita juga jadi tahu mana-mana aja seller bermasalah. Walaupun, tetep ya, kudu bijak kitanya. Ditelaah baik-baik dulu sebelum mutuskan, itu seller bermasalah bener apa enggak. Karena somehow, dengan ada akun begini, muncul juga efek samping nggak enak, macam kasus sengaja sikut-sikutan dan jatuhin nama baik sesama olshop atau buyer-buyer emesh nggak sabaran.
  10. Take your time, ojo kesusu. Yas. Ini salah satu point penting dalam belanja online menurut gue. Survey itu perlu, dan itu perlu waktu. Lihat-lihat testimoni, chat sama seller, memastikan barang yg kita mau itu bener, itu perlu waktu. Apalagi kalau mau belanja agak banyak ya.. Jangan gegabah lah intinya. Mentang-mentang harganya paling murah sejagad instagram, jangan buru-buru transfer. Cek ricek dulu. Bandingin juga, lebih worthed mana dibanding sama kamu belanja offline? Misal nih, kasus beli foundie. Nyesek loo kalau beli foundie online, udah bagus, mahal, eh shade nya terlalu gelap atau terang. Banyak tuh yg kejadian. Rata-rata buyer yg pada beli foundie tsb untuk pertama kali hanya dengan modal googling hasil swatch. Beleive me, it can't be used as patokan. Pardon my blepotan English ya, wkwkwk. Walau jatuhnya lebih murah dari pada beli di counter, kan mubadzir kalau ujung-ujungnya nggak bisa dipakai. So, take your time before purchase ya gaes.. Kalau nggak dapat barangnya karena kelamaan mikir gimana? Yaaaa anggap aja belum rejekimuuuh.. Huahahahaha.. #dilemparsandalsamareaders
  11. Last but not least, berdoa. Penting tuh brooh.. Biar belanjanya aman dan barokah. XD
Well gaes.. Itu aja dulu lah yaa, sharing sotoy dari gue, sebagai seorang pecandu belanja online. Disclaimer niii, yg gue tulis di atas murni hasil pemikiran gue ya. Pemikiran dari sekian pengalaman jual beli di dunia online. Kalau ada yg nggak setuju, yaa mohon maafkan. Kalau ternyata bermanfaat, yaa Alhamdulillah, ada gunanya juga gue nulis panjang-panjang. Wkwkwk.. Last but not least, gue tetap berharap tulisan sotoy ini bisa sedikit banyak membantu para readers (yg nyasar ke sini, haha) yg punya ketertarikan tersendiri dengan dunia belanja online. Till next post yee, salam! xD

Friday, August 5, 2016

Review Singkat L.A. Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss

Sugeng dalu sedulur kabeh.. Hari ini, entah kenapa gue galau. Mungkin karena besok pagi bakal aja ujian tahap ke sekian untuk penerimaan pegawai yang gue ikuti ya, sedangkan hari ini, gue kudu jaga RS dari jam 2 siang sampai besok jam 7 pagi. Wajar nggak sih, gue galau? Hag hag.. Well biasanya kalau galau, gue makan. Nah ini gue udah makan banyak enak, tapi yo tetap aja rasanya pengen ngapaiiin gitu buat mengalihkan kegalauan ini. Jadi kepikiran bikin review gincu deh ah. Hahaha..

Review kali ini singkat aja ya, bertolak belakang dengan nama produk ini yang tidak singkat (bisa dilihat di judul post ye, malas gue ngetik lagi, wkwkwk). Kepikiran pengen nulis ini pun karena sejujurnya gue cukup jarang memakai lipen satu ini, dan hari ini entahlah gue kok tiba-tiba pengen, dan gue kembali jatuh cinta dengan warnanya. Semacam celebek (bukan ceb** lama bersih kagak) sama mantan lah. Haha..

Pertama, mari kita kenalan singkat. Produk ini adalah liquid lipstick buatan negeri Paman Sam, USA. Dikemas dalam bentuk tube yang kokoh dan cukup besar, dengan desain yang cukup cute menurut gue. Tube nya pun transparan sehingga kita bisa langsung tahu warna si lipen. Shade yang gue bahas kali ini adalah Dreamy, yang berwarna pinkish nude dan kalem banget di bibir gue.

Bahas kelebihannya dulu yak. Sesuai namanya yang tidak singkat, staying power L.A. Girl matte gloss ini pun mendekati abadi. Oke gue lebai. Long lasting lah maksud gue, nggak gampang hilang kaya lipstik matte lain yg gue punya. Tapi hati-hati jika dipakai saat makan makanan berminyak, karena warnanya bisa memudar dan meninggalkan tekstur yang kurang sedap dipandang mata. Walaupun warnanya masih ada yang nempel di bibir ya.

Hal lain yang gue suka adalah pilihan warnanya yang banyak dan cakep-cakep (bisa digoogling ya bu ibu, kalau mau lihat pilihan warnanya apa aja). Termasuk shade yang gue punya ini nih. Gak tahu kata orang gimana sih, tapi gue suka aja lihatnya di bibir gue. Jadi berkesan masih ABG. Huahahahaha.. Nanti deh, di akhir post gue kasih lihat poto-potonyah. Ahahaha..

Oh ya, lipen ini finishnya dead matte menurut gue. Tapi memakainya kudu bener dan telaten. Kaya hari ini, setelah sebelumnya sering salah teknik waktu mengaplikasikan ke bibir, akhirnya gue beneran nemu dead matte finish dari gincu terkenal ini. Sedikit tips sotoy ala gue, jangan langsung katupkan bibir di saat lipstik masih basah dan baru dioles. Setelah dioleskan dengan semerata mungkin, tunggu lipstik kering, lalu tap tap halus dengan tisu, baru deh bibir dikatupkan. Coba abis itu tap lagi bibir kamu dengan tangan atau tisu, transfer proof lho hasilnya. Minum di cangkir juga nggak berbekas. Hehe..

Cuma sayangnya, lipen ini cenderung lengket. Apalagi kalau makainya nggak bener, wueh bibir kaya pakai lem deh. Rasa lengketnya jauh berkurang kalau dia sudah benar-benar ngeset jadi matte, tapi jujur, masih berasa dikit lengketnya. Aroma lipen ini juga somehow seperti cat atau minyak. Gue sempet takut tuh waktu pertama kali nyoba, ini apa produknya palsu apa gimana, tapi kan gue beli di webstore kosmetik yang terpercaya ya. Untung lah setelah googling sana-sini, baru tahu kalau memang dari sononye bau lipen ini seperti itu. Daan yang terakhir gue nggak suka adalah teksturnya yang berubah setelah kena makanan berminyak. Jadi nggumpal nggak enak gitu deh lah. Mau touch up langsung juga nggak bagus jadinya. Imho, kudu dihapus dulu lah baru ditimpal yang baru. Padahal ya menghapusnya itu perlu pakai remover. Semacam revot bagi gue. Sakit (wo)man, kalau cuma pakai air biasa terus digosrok-gosrok. Haha..

Wes, segitu dulu tulisan gue malam ini. Next time, gue coba bikin #beautytalks yang lebih berbobot lagi. Doakan yah. Nyahahaha..

Nah, nih gue kasih bonus penampakannya di bibir gue..:D