Wednesday, August 18, 2010

lima ayat

"Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)." (QS. Qaf: 39)

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar." (QS. An-Nahl: 126)

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami." (QS. Ath-Thur: 48)

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 45)

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam perperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 177)

Saturday, August 14, 2010

dear diary..

Jakarta, 14 Agustus 2010, hari ke-4 puasa

Dear diary..

Kemarin gue seneng banget, bisa ngumpul lagi sama anak-anak cepelapan. Tau kan cepelapan? Itu tuh, temen-temen gue satu angkatan di PMR 70, temen-temen satu ekskul waktu SMA dulu. Biar cuma ber enam dari tujuh belas, gak apa-apa deh. Udah berbulan-bulan gak ketemu, gue kangen banget sama temen-temen seperjuangan gue itu.. Temen-temen yang udah nemenin gue tiga tahun jatuh bangun membesarkan nama PMR. Hahaha.. Jadi kebayang-bayang waktu masih kelas satu dulu.. Masih cupuuuuu.. Direjes sama kakak kelas, digembleng waktu Plat A, bayar utang seri tiap istirahat.. Waaaah, gak akan bisa gue lupakan deh.. *geleng-geleng kepala sambil senyum..

Gue janjian sama anak-anak jam setengah lima di Blok M Plaza, mal yang jaraknya tinggal ngesot dari dari SMA gue. Hahaha.. Udah lama gak main ke Blok M.. Agak jauh dan bikin males emang, dari rumah gue ke sana. Jalanan di Jakarta kan gak ada yang sepi.. Mesti naik kendaraan umum lagi. Kebayang malesnya kan, kalo sore-sore naik metromini di jalanan yang macet juga.. Untung ada busway dari deket rumah gue ke Blok M. Nge-bus-way lagi gue..

Awal-awal perjalanan, gue lega, penumpangnya sedikit. Begitu lewat Mampang, weew, bus mendadak penuh sesak.. Untung gue dapet tempat duduk dari awal. Hehe.. Dan, selama perjalanan, sambil mencengkeram tas erat-erat (trauma handphone ilang di metromini), gue baru sadar kalau Jakarta di sore hari itu, keren banget.. Apalagi waktu itu cuaca lagi cerah banget.. Dari balik jendela transjakarta, gue melihat gedung-gedung pencakar langit yang berkilau keemasan diterpa sinar matahari. So sweet, sumpah pemandangan nya keren.. Mungkin orang lain bakal bilang itu biasa aja, tapi entah kenapa saat itu gue bener-bener kagum. Bahkan gue jadi senyam-senyum sendiri kaya orang tolol.. Haha..

Sampai di PH BP, gue ketemu deh sama anak-anak.. Perasaan gue, hmm, gak tau kenapa kok seneeeeeng banget.. Kaya anak kecil baru dikasih permen.. Ketemu Dini, Rara, Erlin, Nisyah, sama Yani.. Gak banyak yang berubah.. Masih tetep nyebelin, masih tetep ada yang pendiem, masih suka main kartu (bayangin, kita main capsa di PH! haha), masih mereka, masih gue.. Paling yang berubah, cuma gue yang agak nambah tinggi, dan dandanan yang udah bukan high-schooler lagi. Sedikit polesan bedak dan lipstik tipis dengan pakaian yang sedikit lebih terkesan mbak-mbak. Hehehe.. Dan pastinya, gue dan temen-temen sekarang udah punya dunia baru yang berbeda-beda.. Bahan obrolan pun berkembang sedikit lebih jauh.. Dunia kami bertambah luas.. Sudah bukan membicarakan ujian blok, UN, atau LDK PMR, tapi acara kampus, ospek, senat, BEM, mau lulus kapan, SP, cowok, etc.. Somehow, gue amazed banget dengan semua itu. Oh ya, omong-omong, abis makan gue nonton film. The Expendible kalo gak salah judulnya.. Dan highly recomended banget buat pecinta film aksi. :D

Pulangnya, gue naik metromini 75. Hahaha.. Jadi inget masa-masa SMA.. Waktu gue tidur melingker (melingker, bukan mengiler lho) di besi pegangan kursi paling depan sebelah kiri. Mudeng gak gue bilang kaya gitu? Haha.. Gilingan, pulang jam lima, paling cepet nyampe rumah jam setengah delapan.. Akibat Senopati-Warung Buncit yang luar biasa padat dengan mobil dan motor. Hahaha.. Dan malam itu, lagi-lagi gue ngejar metromini, menghirup asap polusi, mendengar lagu-lagu yang dibawakan pengamen jalanan, melihat jalan yang penuh dengan lampu kendaraan.. Menikmati Jakarta di waktu malam.. *halah halah..

Intinya, diary, saat itu, memori gue kembali mengingat kejadian-kejadian di masa lalu. Ucapan-ucapan seperti, "Wah, udah lama ya gak begini.." atau "Ya ampun, baru lihat.." atau "Masih tetep kaya dulu yaa.." bolak-balik berseliweran di pikiran gue.. Dan itu semua so sweet banget^^.. Agak aneh memang kedengerannya, tapi, asap Jakarta kali ini, dengan sejuta cerita di dalamnya, sangat membuat gue merasa nyaman.. It's fun, it's refreshing :)

Saturday, July 31, 2010

posting gak penting

Huaaaaah.. Udah hampir tengah malem, tapi masih belom pengen tidur.. Hm.. Entah kenapa jadi pengen nulis nih. Haha.. Kebetulan gue lagi liburan juga nih. Lagi menghabiskan waktu di Jakarta sama orang-orang rumah (baca: keluarga gue). Hehe.. Hooliidaaay :D Makanya jadi menggeje gini deh gue. Bawaan nya leyeh-leyeh sambil buka internet melulu. Paling banter kalo gak gitu ya makan, tidur, nonton TV, atau bercanda sama adek. Haha..

By the way, gue barusan sepertinya nyasar ke web yang salah.. Hm.. Gue jadi ngebaca tulisan orang-orang (yang menurut gue) sinting dan gak penting deh. Orang-orang yang kebanyakan mikir dan pas nulis lagi emosi. Haduuh.. Menyesal nih jadinya. Tapi entah kenapa jadi kepikiran juga.. Soalnya tulisan itu menyangkut agama gue juga sih. Dan sayangnya, in a bad way. Hmmmph.. Gue jadi emosi deh bawaannya. Awalnya sih berusaha buat bertahan, and stay calm. Tapi sepertinya gue belum bisa (dan masih jauh) untuk bisa bersikap semulia, sesabar, dan seikhlas Nabi Muhammad S.A.W. So, gue gak bisa lama-lama bersabar baca itu artikel yang entah mengapa isinya pembodohan semua.. Astaghfirullah..

Udah ah. Gak usah bahas artikel dodol itu. Sebenernya sih, yang gue heran, kok ada yaa, orang yang pikiran nya se-negatif itu.. Hm.. Yang sampai-sampai kelihatan banget rasa bencinya. Mending kalo benci doang, ini juga pake merendahkan dan menghina lagi.. *sabaar sabaar.. Kenapa sih harus sampai di tahap merendahkan dan menghina? Itu kan cuma nyulut api namanya, gak menyelesaikan masalah. Cuma bikin orang lain gak enak hati dan terluka, dan juga bisa menimbulkan marah. Terus kalau yang direndahkan itu membalas? Kan jadinya kaya lingkaran setan aja tuh.. Terus aja saling membenci dan menghina. Gak selesai-selesai masalahnya.

Menurut gue sih, inti semua ini adalah perbedaan. Perbedaan (kesenjangan) sosial, perbedaan agama, perbedaan idealisme, perbedaan kepentingan, perbedaan pendapat, perbedaan sudut pandang. Bukan karena itu, manusia jadi saling tidak suka, saling marah, saling benci, saling hina, dan ujungnya saling menyakiti? Contohlah di artikel dodol yang gue baca tadi. Cukup dengan perbedaan agama, perbedaan pendapat, dan perbedaan sudut pandang, artikel itu bisa menjadi sangat jahat (dari sudut pandang seorang gue). Oh, dan mungkin satu lagi yang memengaruhi, ego. Ego yang mempertahankan keyakinan bahwa dirinya lah yang paling benar.

Nah, kalau udah begitu sebenernya kan tinggal menahan ego. Menahan ego, dan menerima perbedaan tersebut dengan lapang dada dan seobjektif mungkin. Melihat sesuatu dari berbagai sisi, dengan sebelumnya menyamakan 'kacamata' yang kita pakai dengan orang lain. Masa kalah sama anak kelas 1 SD yang belajar tentang toleransi? Hahahaha.. Malu lah sedikit.. Dan kenapa sih gak berpikiran untuk mengalah? Seorang bijak pernah berkata, mengalah itu bukan berarti kalah lho. Haha.. Gak perlu lah, saling ngotot begitu kalau ujung-ujungnya menyakiti satu sama lain.. Apalagi kalau sudah berbicara keyakinan atau agama. Bahkan Allah pun telah berfirman, "Bagiku agamaku, bagimu agamamu." Tuh, di Al-Quran aja ada.. Gue jadi gak abis pikir sama orang-orang gak punya kerjaan kaya orang yang nulis artikel dodol tadi. Hmmph..

Tapi yaaa.. Kembali lagi semua itu teori. Dan sepertinya gue juga harus memandang dunia ini lebih luas lagi. Gue gak bisa juga menyangkal kenyataan, bahwa di dunia ini ada begitu banyak manusia yang berbeda. Yah, kita semua diciptakan unik, sangat unik. Dengan perpaduan sifat yang juga luar biasa unik. Ada yang jahat, ada yang baik, ada yang sedang jahat, ada yang sedang baik, ada yang punya sisi jahat, ada yang punya sisi baik, etc etc.. Semua itu abu-abu, tiap manusia pasti punya sisi malaikat dan sisi setan masing-masing.. Tinggal kita yang memilih, mau dibawa kemana? Dipertanggungjawabkan seperti apakah kelak? Yang mengurusinya pun sudah ada.. Dan itu bukan wewenang gue. Tugas gue adalah menerima kenyataan itu, dan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi orang baik. Gue alergi sih, sama hal-hal yang berbau 'jahat' :p Gue milih jadi orang baik aja deh. Hehehe.. Mohon doanya yaa :)

Hm.. Tapi.. Dipikir-pikir gue nulis 'posting gak penting' ini juga dalam keadaan emosi sih. Jadi yaa harap maklum dengan isinya. Maaf kalau geje dan ada yang tersinggung.. Kalau kedengeran sotoi banget juga harap maklum yaa :D Cuma sekadar mengeluarkan uneg-uneg biar lebih sreg. Ahahahaha.. Dan akhir kata, semoga aja tulisan ini bisa bermanfaat walau sedikit (dan agak tidak mungkin, hehe). Amin :)