Wednesday, March 14, 2012

singing-makes-me-feel-better :3

Greatest Love Of All - Whitney Houston

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

Everybody's searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfilled my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me

[Chorus:]
I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

[Chorus]

And if, by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

ps: karokean lagu ini (yang versi remix) di saat galau rasanya luar biasa.. :D
lirik diambil dari sini

Thursday, February 23, 2012

bingung.....

Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.. Huff.. Kenapa ya, Ya Allah, saya kok bingungan banget jadi orang? Ketemu sesuatu yang nggak sesuai rencana, bingung. Disuruh milih, bingung. Dikit-dikit bingung, dikit-dikit bingung.. Padahal, perasaan saya dulu nggak gini-gini banget, Ya Allah.. Waktu saya SD, saya pernah nggak direken waktu jadi dirigen pas upacara bendera. Waktu itu saya udah di tengah-tengah lapangan, tinggal nyanyi, tapi temen-temen grasak-grusuk semua.. Saya bukannya bingung, malah pede aja nyanyi dengan suara yang jauh lebih keras dari biasanya. Sampe temen-temen sama guru-guru saya kaget waktu itu. Hehe.. Waktu disuruh tampil main biola buat perpisahan kelas 6 juga, saya nggak bingung.. Deg-deg-an mungkin iya.. Tapi saya inget, waktu itu saya nggak repot-repot mikir, nanti saya mainnya bagus apa jelek.. Padahal waktu itu saya baru mulai belajar main biola.. Hehe.. Terus terus, waktu saya lulus SD, saya juga nggak bingung mau masuk SMP mana.. Biarpun emang Mama yang milihin sih, tapi yaa, saya enjoy aja ngikutin nya.. Terus, waktu masuk aksel pun, saya nggak bingung.. Nggak bingung kalau nanti harus belajar terus atau gimana.. Saya inget, waktu itu Mama cuma bilang, "anggap aja iseng-iseng Kak.. lulus ya alhamdulillah, nggak ya nggak apa-apa.." Dan puff.. Ternyata saya diterima di aksel dan lanjut menikmati hari-hari saya di aksel, tanpa merasa ada yang aneh. Walaupun orang-orang bilangnya yaa saya dan temen-temen saya itu sama kaya anak-anak SLB.. Tapi Ya Allah, saya nggak terlalu merhatiin juga.. Nggak pernah kepikiran sampe bingung-bingung gitu.. Sama kaya waktu di kelas saya ada gerakan nyontek bersama. Yah, nggak nyontek bersama sih, cuma katanya kita cuma menyesuaikan dengan kurikulum waktu itu, KBK ditambah b kecil di belakangnya. Which means, KBKb = kurikulum bersama kita bisa. Biar diajak terang-terangan dan hampir semua anak di kelas ikutan, saya nggak pernah bingung buat bilang enggak. Iya, Ya Allah.. Seinget saya, ya, saya tenang-tenang aja biarpun nggak ikut gerakan paling keren di kelas saya waktu itu. Temen-temen saya juga santai aja nerima keputusan saya.. Waktu awal masuk SMA juga sama.. Pernah, karena emang kesalahan teknis, nama saya yang harusnya masuk di SMA saya waktu itu nggak terpampang. Tapi yaa, saya tenang aja, Ya Allah.. Saya nggak bingung, karena saya tahu itu bukan salah saya.. Saya udah sesuai prosedur kok.. Malah Mama Papa saya yang bingung, terus heboh. Pas mau nanya ke panitia nya, saya malah kena marah gara-gara lupa bawa berkas-berkas yang ternyata diperlukan.. Yaah kan waktu itu saya mana tahu kalo ternyata berkasnya dibutuhin. Hehe.. Waktu mau milih masuk ekskul apa juga saya nggak bingung-bingung, Ya Allah.. Saya nggak mikir, ke depannya ekskul itu bakal ngasih apa buat saya.. Saya nggak mikir, saya bakal eksis atau enggak ikut ekskul itu.. Saya juga nggak peduli, biar waktu itu promosi ekskul yang saya pilih nggak semenarik ekskul-ekskul lain.. Saya milih cuma karena saya ingin.. Dan, yah memang ada masalah satu dua di sana-sini, ada beberapa hal yang nggak saya duga terjadi, tapi, saya bersyukur dengan pilihan saya..

Tapi sekarang, Ya Allah, saya itu bingungan banget orangnya.. Beh, jangankan dihadapkan sama masalah. Sekarang aja nih, saya aja sering bingung mau makan apa.. Keluar dari kos, mikir-mikir, makanan apa yang murah, enak, dan sehat.. Pengen makan lalapan, mikir-mikir sama minyak yang dipake berkali-kali. Mau makan nasi goreng, mikir-mikir sama bumbunya dan rasanya. Mau makan makaroni, mikir-mikir harganya. Haha.. Disuruh milih juga sering bingung.. Kaya beli kertas buat TA, saya mikir banget sama harganya.. Secara uang di kantong udah ngepas banget.. Tapi nemu yang harganya murah, pengennya yang bagus.. Mikirnya cuma sekali seumur hidup, TA saya harus istimewa.. Tapi ya itu, saya juga wajib banyak-banyak berhemat sekarang.. Begitu juga waktu ngeprint.. Udah mantepin buat ngeprint semurah-murahnya, begitu diprint, eh hasilnya malah nggak sesuai rencana.. Kelewat tipis warnanya, sampai nggak kelihatan.. Bukan bagian yang terlalu penting memang, tapi yaa tetep aja itu TA. Jadi bingung mesti diulang lagi apa enggak.. Padahal bujet saya udah pas-pasan banget.. Dan sekarang, juga sama Ya Allah.. Saya bingung, mau liburan di rumah aja, atau uangnya saya pakai buat SP dan UK.. Sebenernya, kalau bicara ingin, saya ya inginnya liburan aja di rumah Ya Allah.. Kangen sama Mama, Papa, Agil, Ocha, Eyang.. Yah kalau Noni kan nanti dia balik mau kuliah lagi, hehe.. Tapi tadi abis telpon-telpon an sama Papa lagi, kok saya jadi bingung lagi ya, Ya Allah.. Kata Papa, lebih baik saya memperbaiki nilai aja, lewat SP sama UK.. Terus saya bilang, "Pa tapi nanti kalau udah keburu koas kan nggak ada liburan.. Bakal jauh lebih susah pulkam.." Tapi Papa saya bilangnya, nilai itu penting buat pendidikan spesialis nanti, kalau saya ingin lanjut jadi spesialis.. Nah lo, saya jadi kepikiran kan, Ya Allah.. Saya kan pingin jadi SpA.. Kalau gara-gara IP saya terhambat padahal saya punya kesempatan untuk memperbaikinya tapi nggak saya ambil, saya kayaknya bakal nyesel nanti.. Terus kata Papa lagi, saya nanti di sana toh sendirian. Nggak ada siapa-siapa.. Agil sama Ocha sekolah, Papa Mama kerja, banyak ke luar kota.. Terus katanya lagi nanti Papa sama Mama mau ke Malang malah.. Tapi yaah, saya nggak tau kapan.. Walaupun endingnya Papa bilang terserah saya, tetep aja saya bingung jadinya, Ya Allah.. Padahal waktu terus jalan.. Tapi ya itu, saya bingung.. Huff..

Astaghfirullahhalazim.. Astaghfirullahhalazim.. Astaghfirullahhalazim..
Ya Allah.. Maaf ya, saya curhat panjang lebar begini.. Saya bener-bener lagi butuh mengeluarkan isi hati saya Ya Allah.. Saya bingung.. Mohon bantuan-Mu ya, Ya Allah.. Tolong tunjukan saya jalan, biar saya mantap dengan apa yang saya lakukan nanti.. Amiin.. Terimakasih Allah.. :)

Friday, February 17, 2012

Bangkrut..

Diriwayatkan bahwa suatu kali Nabi bertanya kepada para sahabatnya, "Siapakah orang yang bangkrut?".
"Orang yang rugi hingga modalnya habis dalam perdagangan," jawab mereka.

Nabi meluruskan bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang selama di dunia telah melakukan banyak ibadah dan amal kebaikan tetapi sering menyakiti orang lain. Di akhirat kelak dia merasa akan mendapat pahala yang besar dari Allah, tetapi tiba-tiba datang orang yang pernah disakitinya selama di dunia dan menuntutnya. Akhirnya Allah mengambil pahalanya dan diberikan kepada di penuntut. Kemudian datang lagi yang lain, menuntut hal serupa. Lama-lama pahala amal kebaikannya habis, sedangkan orang yang menuntut masih antre. Karena pahalanya sudah habis, sebagai pembalasan kedzaliman pada orang lain, dia harus menerima dosa si penuntut. Sehingga akhirnya dia tidak lagi memanggul pahala melainkan dosa yang bertumpuk.

Berkenaan dengan itu, hendaklah setiap kita menjaga diri lebih hati-hati dalam setiap langkah. Apalagi mereka yang sedang mendapatkan amanah besar, seperti para pemimpin rakyat. Semestinya mereka lebih ekstra hati-hati, bisa jadi tanpa sadar kebijakan yang mereka buat merugikan rakyat. Akibatnya amal ibadah yang sudah banyak itu bisa berganti menjadi dosa karena dituntut orang-orang yang selama ini didzaliminya.

Diriwayatkan Imam Ahmad dan At Tarmidzi, Umar bin Chattab berpesan, "Hisablah dirimu sebelum dihisab! Timbanglah diri kalian sebelum ditimbang! Sesungguhnya berintrospeksi bagi kalian hari ini lebih ringan daripada hisab di kemudian hari. Begitu juga dengan 'aradl (penampakan amal) yang agung."

Ingatlah, neraca Allah di akhirat kelak akan sangat teramat cermat mencatat dan memperhitungkan setiap detak gerak kita.

Kami akan memasang neraca yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (QS. Al-Anbiya': 47)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ps: tulisan di atas merupakan kutipan dari artikel berjudul Kajian Utama: Pentingnya Muhasabah Bagi Anda oleh Ustadz Hanif Hannan, yang dimuat pada Majalah BMH News Edisi V, Desember 2008, Dzulhajj 1429 H. Sebuah artikel yang cukup membuat saya merenung cukup lama, tak lama setelah membacanya.. Terimakasih saya ucapkan kepada penulis yang jujur membuat saya bisa lebih introspeksi diri.. :-)