Monday, December 26, 2016
Hmm..
Friday, December 9, 2016
What to Buy for Birth Deliv: versi Emak Gue
"Kamu seneng nggak mau ketemu Dedek?"
"Seneng.."
"Nah, ya udah, seneng aja.. Nggak usah takut-takut.."
Begitulah kiranya si misua menenangkan gue. Haha.. Alhamdulillah ngebantu. Gue akhirnya lebih gigih untuk mengalihkan segala pikiran negatif gue ke arah yang lebih positif dan banyak senangnya. Dan, salah satunya adalah dengan: belanja. Belanja keperluan lahiran dan Dedek kelak. Haha..
For me, belanja itu, menyenangkan. Hahah. Dari jaman pertama punya gaji ya, beli-beli barang yang gue butuhin (dan sometimes gue pengenin :p) bisa jadi semacam endorphin tersendiri buat gue. Kayaknya sih nggak berlaku di gue doang ya, di kebanyakan orang ya pasti gitu kan. Wkwkwkwk.. Nah, berhubung sekarang waktunya udah pas (diajarin Mamake, kalau belanja keperluan baby nunggu lewat 7 bulan dulu), jadi deh gue mulai hunting perlengkapan perang ke sana-sini. Dan siapa sangka, ternyata perlengkapan baby tuh lucu-lucu bangeeeet.. Baju-bajunya, popoknya, kain-kain bedongnya, topinya, cubangs semuanya deh. Padahal udah beli berapa biji gitu, tapi eh rasanya mah kok masih pengen aja nambah-nambah yg merk lain lah, bahan lain, atau corak lain. Asli bisa bikin gue kalap deh, pengen punya semua-muanyaah. Wahahahaha..
To be honest, gue awalnya nggak antusias-antusias banget buat belanja ngelengkapin keperluan Dedek ini. Mungkin karena emang bawaan gue yang malas yak, mikirnya masih bisa ntar-ntar lah beli-beli nya. Ditambah waktu itu gue juga lagi agak down sih, begitu dikasih tahu bad news pada kontrol ke sekian gue. Itu posisi udah 7 mau 8 bulan padahal, tapi gue kaya masih belum tergerak. Haha.. Lagian gue juga bingung sebenernya, mau mulai nyiapin dari mana. Sampai akhirnya, Mamake dan Bapake tersayang datang ke Malang. Even masih aja ada omel-omelnya, seriusan kedatangan mereka jadi semacam pencerah tersendiri buat gue, yang nemen lagi kangen-kangennya sama Jakarta waktu itu. Baru deh, abis itu gue mulai belanja keperluan Dedek bareng Mama dan Papa (juga si Nonon, adek gue). Gue diceramahin panjang lebar wes, dijelasin ini itu, apa yang perlu dibeli, apa yang enggak. Dan, baru deh, gue jadi sadar, ternyata belanja keperluan baby itu sangat menyenangkan. Haha.. Mama juga cerita-cerita pengalamannya dulu mau lahiran gue, somehow jadi bikin semangat dan bikin gue lebih antusias buat ketemu Dedek. Thanks ya Maams..๐ Hehe..
Sedikit sharing nih, ini adalah barang-barang yang ada di list barang wajib gue, berdasarkan petuah dan pengalaman (haha) dari Mamake..
Buat Dedek:
- Popok kain
- Bedong
- Gurita --> tapi karena sudah tidak dianjurkan lagi oleh tenaga medis, distok dikit aja, diganti jadi kaus dalam (singlet)
- Kaus dalam (singlet)
- Atasan kancing
- Bawahan
- Topi
- Sarung tangan
- Sarung kaki
- Selimut dalam
- Selimut pergi-pergi
- Alas ompol --> buat alas di atas perlak, kata Mamake kalau mau hemat bisa bikin sendiri dari selimut RS yang loreng-loreng diguntingin
- Perlak
- Washlap
- Handuk
- Peralatan mandi (sabun, sampo, baby oil, minyak telon, bedak)
- Ember
- Gendongan kain
- Tas perlengkapan bayi --> bisa dipakai sebagai hospital bag juga, intinya begitu mau lahiran ke RS di tas ini sudah sedia semua perlengkapan yang dibutuhkan. Juga dipakai kalau Dedek mau jalan-jalan..๐
- Peralatan tidur --> bantal peang, bantal, guling, alas tidur, yang disesuaikan sendiri, tergantung baby akan ditaruh di box atau di kasur bareng ortunya.
Buat Emaknya Dedek:
- Gurita lahiran --> biar cepet singset lagi, katanya..
- Kain jarik
- Pembalut masa nifas
- Bra menyusui
- Baju menyusui --> untuk di RS sediakan macam baju tidur yang kancing depan, untuk di rumah atau pergi-pergi bebas, asal akses menyusui mudah.
Monday, October 24, 2016
Sepi
bukan bintang atau bulan
Kosong
Hampa kurasakan
Pikiran dan hatiku pun sepaham
Kosong
Tiba-tiba saja
semua isi menghilang
Aku termenung
Hanyut dalam gelap malam
yang sepi dan mencekam
Aku bosan sendirian
Wednesday, September 7, 2016
Just Something Quick and Random
Tuesday, September 6, 2016
Becoming Mom, Becoming Better Person
That's rite! Di kehamilan 22 - 24 wks ini, gue merasakan banget hal tsb. Ingat posting gue tentang amanah dan anugrah? Yup, beneran terbukti deh, kalau Dedek di dalam perut gue ini adalah amanah dan anugrah dari Yang Maha Kuasa. Jujur aja, awal-awal hamil, gue kagok berat. Bahkan hal sepele yang biasa gue lakukan, di mata orang-orang yang sudah lebih berpengalaman, dianggap nggak baik buat si Dedek. Like what? Naik turun tangga, naik motor, makan mie instan, minum kopi atau teh, capai, atau stres. Yaah, capai sama stres mah sahabat gue sih ya. Manusiawi toh, kalau orang hidup ketemu capek dan stres. Bahahaha.. Iya loh, segitunya, kita kudu hati-hati kalau udah menyandang status Mom Gonnabe or Bumil. Sayangnya, gue ini anaknya bandel. Dan kadang suka nekat. Even sana-sini bilang jangan sampai kecapaian, melihat aktivitas gue yg isinya bolak-balik jaga, gue mah pede aja ngerasa kalau gue nggak capai. Rasanya hampir selalu gue ngebatin, gue kuat, Dedek pun lebih kuat lagi. Huehehehe.. Sampai suatu waktu, pressure lebih besar datang. Gue berada di titik emotionally and physically drained. And guess what, buat gue, capai fisik itu masih bisa ditolerir, tapi, kalau udah capai hati,, walah. Disaster lah itu. Dan sayangnya Dedek pun ngikut Mamanya. Di suatu waktu, gue bleeding. Frankly I'll say, that's one of the scariest moment in my life. Gue beneran ngerasa bersalah banget sama Dedek. *Maapin Mama yaa Deek >.< Juga sama suami gue, sama ortu gue, karena yaah gue akui, gue kadang bandel, nggak ngejalanin nasihat-nasihat mereka.
Setelah insiden itu terjadi, langsung lah, gue rombak jadwal-jadwal yang memeluk gue seperti biasanya. Bed rest total! Haha. Suami jadi jauh lebih concern dan strict. Naik turun tangga nggak boleh, jalan kaki jauh nggak boleh, berdiri lama nggak boleh, dan dia jadi rajin beliin gue es krim. Haha. Gue juga diminta jangan pusing-pusing lagi mikirin jadwal jaga gue, yang memang waktu itu lagi banyak masalah. Disuruh kasih ke teman gitu deh, padahal ya temannya juga lagi sibuk. Hahaha.. Tapi seenggaknya, Alhamdulillah jadwal gue masih bisa tercover sama teman-teman gue. Ada sih, satu kali yang nggak bisa digantiin siapapun. Pas persis hari kejadian lagi. Pas banget juga bolak-balik dikasih tahu ada pasien. Huaaah sampai stres jadi tambah tambah rasanya, pas ada telpon panik dari RS. Mau gimana lagi deh, di saat masih bleeding jalan juga ke RS. Pengen nangis.. Ngerasa takut Dedek kenapa-kenapa. Untung saja, begitu sampai di RS ternyata pasien belum datang dan bisa ditangani dulu sama direktur. Huff langsung cuss rumah lagi deh, ngelanjutin terapi..
Di masa recovery, gue total tiduran doang seharian. Rasanya tuh ya gimanaa gitu.. Soalnya jujur, gue nggak ngerasa badan gue sakit-sakit banget, tapi nggak boleh ngapa-ngapain. Minum obat pun kudu rutin tiap hari. Padahal, gue paling cuma ngerasa perut sakit-sakit sedikit dan masih ngeflek bolak-balik. Tapi justru itu gue jadi parno. Gue nggak tahu kan, si Dedek apa kabarnya. Kondisi gue yang seperti itu kalau nggak segera ditangani, bisa bahaya buat Dedek. Hiks.. Stres. Bawaannya pengen ngelungker doang sama suami, terus ngelus Dedek seharian.. Akan tetapi, sebenarnya di masa istirahat tersebut, gue juga jadi introspeksi. Banyak merenung juga. Pun banyak berdoa. Ada Dedek di dalam perut gue itu, beneran suatu keberuntungan. Lewat Dedek yang bahkan gue belum bisa sentuh fisiknya, gue diingatkan lagi untuk tidak egois. Ya, gue nggak boleh seenaknya lagi mikirin diri sendiri doang. I'm becoming a Mom, and I should be serious with that. Gue dititipi amanah luar biasa oleh Allah SWT, yang tidak semua wanita bisa mengalamainya. It's such a blessing for me. And guess what, walaupun kedengeran serem karena gue nggak bisa sekarep dewe lagi (haha), jujur aja, proses kehamilan ini memicu gue untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Gue jadi mau nggak mau lebih teratur makan, lebih bergizi juga makannya, nggak sering begadang lagi, mengurangi aktivitas berat, menjauhi hal-hal yang nggak baik buat tubuh kaya asap rokok atau pengawet pemanis buatan (even minimal menghindari), dari segi emosi pun gue sedikit demi sedikit berusaha untuk menjauhi stres, mencari inner peace (walaupun untuk kasus ini masih struggling banget, hehe). Walaupun semua judul awalnya "demi Dedek", dan kesannya badan gue jadi jauh lebih ringkih dari sebelum hamil, pada akhirnya semua bermuara kepada kebaikan gue sendiri. Iya kan, dengan do and don'ts yang banyak itu, gue berbenah diri juga akhirnya, dan gue akui, jadi lebih sehat (atau at least teratur) dibanding sebelumnya. Walaupun yaa yang namanya perubahan anatomis dan fisiologis pasti ada pada saat hamil, and sometimes they're not flattering. Tapi serius deh, dibawa enjoy aja, disyukuri, dinikmati, karena semua itu anugrah. Haha..
And then, sebagai penutup, gue mau tulis ini buat Dedek yang sekarang lagi hobi nendangin perut gue. Haha..
Thank you so much yaa Dedek..:) Terima kasih sudah memicu Mama berusaha lebih keras untuk jadi pribadi yang lebih baik. Mungkin nggak sempurna ya Dek, tapi buat kamu, buat kita, Mama akan berjuang sebaik-baiknya. Sama-sama semangat ya Deek, sehat-sehat terus yaa kamu di perut Mama, sampai siap kamu lahir ke dunia ini. Hehe.. I really really hope, kamu tumbuh sehat, cerdas, jadi anak yang berbakti, berbudi pekerti luhur, bertaqwa kepada Allah SWT, juga tampan kaya Papamu yaa (lebih aja juga gak apa-apa, hihi). Love you Dedek..:)
Saturday, September 3, 2016
Sepatah Dua Patah Kata dari Pecandu Olshopping
Hayo.. Teman-teman di sini siapa yg nggak asing dengan kalimat tersebut? Apalagi kalau teman-teman hobi online shopping, entah beneran belanja atau sekadar cuci mata. Pasti sering yaa lihat kalimat yg imho mengandung makna peringatan itu. Peringatan gimana? Ya peringatan dungs, soalnya gue sendiri sering banget nemuin ini kalimat nangkring di olshop, ditulis oleh owner olshop yg gregetan. Hahaha.. Kok bisa geregetan? Hmm banyak hal sebabnya, menurut gue. Tapi kalau ditarik satu garis besar, kebanyakan sebab utama adalah, buyer malas membaca. Misal nih, si owner udah mencantumkan keterangan lengkap dan detail dari suatu produk di caption foto, namun ada buyer yg menanyakannya lagi dengan mudahnya di kolom komentar. Yaa walaupun nggak semua owner atau seller akan memusingkan hal tsb, atau ada aja buyer yg beranggapan "Tinggal jawab aja susah amat," kan wajar juga toh, kalau ada yang nggak sabar dgn hal tsb. Apalagi kalau yg berkelakuan macam itu nggak cuma satu dua, tapi ratusan. Ratusan komentar datang, yg mungkin juga bertumpuk dgn notif ratusan like. Belum lagi kalau pas seller nya banyak kerjaan. Wahaha.. Wajar lah kalau seller gregetan.
Selain karena malas baca tsb, gue perhatikan juga ada sebab lain yg bikin seller suka gregetan dan jadi kelihatan galak. Komunikasi tanpa etika. Buat contoh aja nih, kamu abis ngiklan barang di IG. Tetiba ada yg nge PM kamu, ngechat "Brp?" Gue pribadi sih eneg sama yg begitu. Kamu siapa? Berapa apa? Iya si gue abis ngiklan, tapi kan nggak begitu juga. Apa sulitnya kasih salam, jelaskan maksud Anda apa, lalu beri terima kasih di akhir. Akan jauh lebih menyenangkan membalasnya kan. Mau pakai alasan karena "pembeli adalah raja"? Let me tell you something in ny mind. First, kamu masih dlm masa negosiasi dgn seller untuk membeli barang tsb, artinya belum tentu kamu fix seorang pembeli. Kamu masih jadi penawar lah (istilah sotoy gue ini haha). Second, raja itu, santun. Bukan berarti kamu punya uangnya, kamu jadi bebas untuk bertindak tidak sopan. Ngespam chat bolak-balik atau menggunakan kata kasar atau melakukan tindakan yg menyulitkan seller, bukan tindakan yg patut kalau memang alasanmu kamu itu raja. Dilayani, bukan berarti diladeni kekurangajarannya. Di sini seller dan buyer adalah sama manusia. Dari pada hubungan raja dan budak, lebih tepat hubungan mereka adalah partner. Rekanan bisnis. Kan jauh lebih nyaman belanjanya toh, kalau seller dan buyer bisa saling menghargai satu sama lain.
Btw kalau ngebaca celotehan gue di atas, kesannya gue tuh pernah punya pengalaman jadi seller gregetan yak. Tbh, gue blm pernah sik. Haha.. Cuma, ini hasil observasi gue aja, yg saban hari mantengin dunia olshop. Gue bisa ngerti perasaan seller-seller gregetan. Hahaha.. Dan, tbh lainnya, gue lebih banyak punya pengalaman sebagai buyer. Dikecewain sama olshop pun pernah. Wkwkwk.. Makanya nih, menurut gue lagi, kata-kata "be a smart buyer" tuh sebenarnya juga semacam pelindung untuk kita para customer lho. Masih bicara tentang belanja di dunia online ya ini. Jujur aja deh, gue banyak nemu kasus penipuan berkedok online shop. Kadang miris banget pas tahu kasusnya, banyak yg ketipu anak sekolah yg belanja pakai uang ortu mereka, dan banyak aja gitu yg imho bisa dicegah sebenarnya. Makanya, be smart itu penting sekali buat kita-kita yang mau membelanjakan uang lewat dunia maya. Penipuan di sini nggak cuma perkara uang ludes barang nggak sampai lho ya. Ada juga penipuan terkait orisinalitas barang, atau kondisi barang. Atau kondisi di mana seller tidak mau tanggung jawab dengan kesalahan yg ia lakukan kepada customer. Hiii.. Amit-amit kan ya kalau sampai kita kaya gitu.. Nah makanya nih, gue mau berbagi sedikit saran atau tips atau triks sotoy gue lah biar kita aman dan nyaman berbelanja online..
- Pastikan olshop trusted. Gimana? Lihat followers nya (kalau di IG), lihat rating nya (kalau di situs e-commerence misal La**da, Tok****ia, atau Sho**e, dll), dan lihat testimoni dari cust nya juga. Btw untuk testimoni, kita juga kudu cermat ya, karena akhir-akhir ini, kasus pencomotan testimoni atau endorsan artis lumayan banyak kejadian. Semacam palsu kan jadinya itu testimoni. Jumlah followers juga, karena jasa beli followers di IG pun marak. Jadi emang kudu repot juga kitanya, buat nentukan apa olshop tsb jujur atau tidak.
- Survey dulu harga di pasaran. Harga barang yg terlalu murah, bisa jadi salah satu indikasi ada yg tidak benar. Walaupun bisa juga menandakan sellernya baik hati dan mungkin lagi butuh duit. Haha.. Eh serius tapi. Survey harga pasar ini perlu. Misal dalam kasus kosmetik, apa mungkin lipstick import USA dgn harga counter Rp 125.000 dijual dengan harga Rp 200.000 selusin online? Barang asli apa gimana nih? Kita wajib waspada kalau memang beda harga jauh banget sampai bikin kita tergiur. Biasanya sih, harga online memang lebih murah, tapi tidak sampai setengahnya.
- Hindari belanja barang mewah. Misalnya, alat elektronik, perhiasan mahal, atau handphone. Kalau kamu nggak yakin itu olshop beneran trusted, mending nggak usah menurut gue. Kecuali kamu pernah lihat toko fisik mereka atau pernah sebelumnya belanja di situ dan aman-aman saja, atau kamu beli di olshop besar yg jelas udah punya nama. Deg-deg an banget nggak sih, kalau kita udah transfer sekian juta atau sekian ratus ribu, tapi terus barang nyampenya lama? Atau pas nyampe ada yg rusak gimana? Atau malah lebih buruk, barang nggak nyampe, gimana? Naudzubillah deh ya..
- Hati-hati belanja barang yg sedang digandrungi. Mungkin karena demand tinggi, jadi yg usaha tipu-tipu pun ikut tinggi. Lagi banyak lho kasus penipuan samyang atau i-phone gitu. Hati-hati aja lah pokoknya, lihat olshopnya, lihat harga yg ditawarkan. Kalau bisa murah banget, kira-kira kenapa itu? Apa mungkin? Apalagi kalau udah ada iming-iming yg bikin kita ngeces, macam: transfer 500 ribu, i-phone langsung dikirim, free ongkir. Itu kasus beneran btw. Kan masa iya, jualan barang tapi nyari rugi? I-phone aja harganya berapa lho.
- Perhatikan bahasa chat si seller. Pas kita masuk ke tahap tanya-tanya nih, ketika kita tertarik dgn barangnya. Ada yg aneh nggak? Sellernya kesannya maksa nggak? Kalau iya, kita patut waspada. Karena seller yg baik biasanya tidak memaksa dan memburu-buru customer untuk segera transfer. Contoh chat aneh, pernah kejadian, ada cust mau beli I-phone kredit, begitu ditanya proses kreditnya gimana, si seller malah ngebalas kalau hal tsb bisa dibicarakan belakangan dan langsung menanyakan alamat si cust. Suspicious nggak sih? Apalagi si cust hanya diberi syarat untuk serahkan fotokopi KTP untuk proses kredit tsb.
- Gunakan rekening bersama atau belanja via e-commerece. Lumayan membantu kalau ada apa-apa setelah kamu transfer pembayaran. Misal barang tidak sampai-sampai, atau barang yg dikirim cacat, atau salah varian. Dengan memakai rekber, uang kita tidak langsung berada di tangan seller, dan masih bisa kembali. Kalau yg ini gue punya pengalaman nggak enak nih. Salah juga sih ya, belanja buru-buru. Untung uang masih ketahan di e-commerece dan pengembalian dana bisa diajukan. Mungkin next time gue bakal cerita lebih detail yak.
- Bisa COD? Yaudah COD aja.. Sepengetahuan gue yg aotoy ini, metode COD itu metode paling safe di dunia belanja online. Sesuai namanya, COD adalah cash on delivery, yg artinya, kita bayar uang ke kurir, begitu barang sampai ke kita. Yap. Cash nya ya on delivery yaa.. Jadi, kalau namanya COD tapi bayarnya kudu via e-banking, m-banking, atau transfer manual dulu baru barang sampai ke kamu mah, itu sami mawon, duduk COD namanya. Apalagi kamu sama si seller atau kurirnya gak ada tketemunya juga. Sisi menguntungkan dari COD ini sih menurut gue, kita bisa cancel di saat nggak sreg begitu lihat barang. Tapi yaa siap-siap aja seller jadi kesel sama kamuh. Hahaha.. Walaupun menurut gue masih wajar aja sih, masalah nggak sreg itu. Misal, kasus ukuran tidak cukup, atau warna tidak sesuai. Dulu gue pernah belanja COD, dan emang sellernya sendiri yg nawarin ke gue, untuk pilih ukuran di waktu COD-an. Jadi awalnya gue pesan S, tapi begitu kurir datang, si seller udah ngebawain juga ukuran XS yg ternyata lebih pas di gue. Sesuai kesepakatan kan, gue enak, seller juga enak. Nah tapi, sebagai buyer yang smart dan beretika, kasus-kasus ketidaksesuaian tsb harusnya yaa udah melalui kesepakatan sama seller dulu ya. Jangan asal seenak jidat kita aja. Misal nih, udah fix pesan warna biru, udah ngomong ke seller nya, eh ya kok pas datang warnanya biru tiba-tiba pengen warna merah. Atau udah fix mau COD, tiba-tiba ngancel begitu aja karena kamu ada urusan, padahal si seller atau kurirnya udah otw. Seller juga manusia kali. Bayangin kalau kalian di posisi mereka lah, mana enak ketemu buyer semena-mena atau php kan. Terus, even judulnya COD, sebagai buyer smart dan beretika pun menurut gue penting untuk mengikuti rule of the games nya olshop yg berlaku yaaa..
- Google it. Apa yang di-google? Nama dan nomor rekening seller ybs. Ini tips dari sebagian buyer, dan lumayan ampuh juga. Terutama sih kasus jual beli barang elektronik ya. Katanya sih, kalau si seller ternyata penipu kelas kakap dan sudah lama berkecimpung di dunia penipuan, kecatat tuh nama dan no rek nya di jagad dunia maya. Mungkin di semacam forum, atau blog dari para korban. Lumayan lah ya, bisa bikin lebih waspada. Tapi tetep, hati-hati. Gak mutlak semua penipu bisa kita dapatkan infonya lewat google.
- Kalau punya IG, bisa tuh, dikepoin akun Black List Olshop. Buat buka wawasan dan saling tukar info kalau menurut gue. Di akun tsb biasanya banyak laporan-laporan dari buyer dan juga seller yang melaporkan tindakan penipuan atau ketidakpuasan dari suatu transaksi olshop. Olshopnya yg ada di IG biasanya, biar ada efek jera juga kali ya, namanya masuk akun black list kan otomatis kepercayaan calon-calon buyer pada hilang. Kita juga jadi tahu mana-mana aja seller bermasalah. Walaupun, tetep ya, kudu bijak kitanya. Ditelaah baik-baik dulu sebelum mutuskan, itu seller bermasalah bener apa enggak. Karena somehow, dengan ada akun begini, muncul juga efek samping nggak enak, macam kasus sengaja sikut-sikutan dan jatuhin nama baik sesama olshop atau buyer-buyer emesh nggak sabaran.
- Take your time, ojo kesusu. Yas. Ini salah satu point penting dalam belanja online menurut gue. Survey itu perlu, dan itu perlu waktu. Lihat-lihat testimoni, chat sama seller, memastikan barang yg kita mau itu bener, itu perlu waktu. Apalagi kalau mau belanja agak banyak ya.. Jangan gegabah lah intinya. Mentang-mentang harganya paling murah sejagad instagram, jangan buru-buru transfer. Cek ricek dulu. Bandingin juga, lebih worthed mana dibanding sama kamu belanja offline? Misal nih, kasus beli foundie. Nyesek loo kalau beli foundie online, udah bagus, mahal, eh shade nya terlalu gelap atau terang. Banyak tuh yg kejadian. Rata-rata buyer yg pada beli foundie tsb untuk pertama kali hanya dengan modal googling hasil swatch. Beleive me, it can't be used as patokan. Pardon my blepotan English ya, wkwkwk. Walau jatuhnya lebih murah dari pada beli di counter, kan mubadzir kalau ujung-ujungnya nggak bisa dipakai. So, take your time before purchase ya gaes.. Kalau nggak dapat barangnya karena kelamaan mikir gimana? Yaaaa anggap aja belum rejekimuuuh.. Huahahahaha.. #dilemparsandalsamareaders
- Last but not least, berdoa. Penting tuh brooh.. Biar belanjanya aman dan barokah. XD
Friday, August 5, 2016
Review Singkat L.A. Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss
Bahas kelebihannya dulu yak. Sesuai namanya yang tidak singkat, staying power L.A. Girl matte gloss ini pun mendekati abadi. Oke gue lebai. Long lasting lah maksud gue, nggak gampang hilang kaya lipstik matte lain yg gue punya. Tapi hati-hati jika dipakai saat makan makanan berminyak, karena warnanya bisa memudar dan meninggalkan tekstur yang kurang sedap dipandang mata. Walaupun warnanya masih ada yang nempel di bibir ya.
Thursday, July 28, 2016
Mereka yang Dihina
Mereka yang dihina. Siapa? Banyak. Mau kamu orang baik, orang jahat, orang cantik atau tampan, orang jelek, beragama, tidak beragama, yang namanya dihina mah apes-apesan ya, bisa semua kena. Siapa yg menghina? Bisa siapa saja, sesuai keapesanmu dapat siapa. Orang yg nggak dikenal, bisa, orang yg dekat sama kamu pun bisa. Alasannya dihina? Nah ini juga lucu, bisa macam-macam juga! Tanpa alasan pun bisa lho, imho. Ciyusan? Kenapa gue sampai mikir kaya gini? Well, berawal dari gue yg suka baca ya.. Hobi suka bacain apapun ini juga bikin gue jadi suka penasaran sama apapun yg berbentuk tulisan. Apalagi di zaman internet begini, haha, tulisan bisa ditemui di mana-mana (kalau zaman dulu kan paling ketemu tulisan tuh di buku atau koran aja yak). Dari sering baca ini itu lah, gue jadi kepikiran sesuatu..
Beberapa kali, gue nemu akun haters artis yang ada di instagram. Reaksi pertama gue sih kaget ya. Ada ternyata, orang yg segitunya punya effort, mengeluarkan waktu, pemikiran, dan tenaga demi "menghina" seseorang yg mungkin dia sendiri tidak kenal. Iyalah, akun haters tsb mana ada yg masang nama asli di akunnya. Rata-rata mereka menamai akun tsb dengan nama artis yg diberikan tambahan huruf, angka, atau karakter (spasi) yang sedikit berbeda dgn akun ig asli si artis. Pertanyaan pertama, untuk apa? Pikiran suudzon gue nih, buat nyari followers kali yak. Mungkin ada aja kan fans yang memang mencari tahu idola mereka pada akhirnya akan nyangkut di akun tsb dan pada akhirnya larut dengan segala posting yg ada di akun haters tsb. Lucu. Buat apa? Nyari banyak orang agar sepaham, agar sama-sama membenci si artis? What for? Segitunya ya, sampai rela edit foto sana-sini, bikin caption panjang-panjang, cari-cari foto si artis tsb terus direpost dengan tambahan edit atau caption, kan itu effortnya nggak sedikit. Untuk apa? Demi lihat si artis jatuh? Miris. Lucunya lagi, ada saja momen di mana mimin akun tsb semacam ngeles. Haha.. Pakai bilang nggak maksud ngehina, berlindung dgn alasan menyampaikan kebenaran. Sampaikan kebenaran harus dengan menjelek-jelekkan orangnya? Harus dulu berlindung di balik akun anonim? Harus dulu ngajak orang banyak untuk percaya dengan dirinya, di belakang si artis itu? How coward.
Sekarang gini deh, even si artis yg dihujat itu punya salah, apa benar juga memperlakukan dia sebagai manusia yg perlu untuk dihina selamanya? Seandainya salah itu dilakukan di masa lalu, dan yang bersangkutan sudah bertobat tidak akan lagi mengulangi kesalahannya, apa pantas kesalahan di masa lalu tersebut terus diumbar demi menjelek-jelekkan dia? Lagian, apakah yakin, yang akun tsb bilang "kebenaran" adalah sesuatu yg benar? Testimoni dari sekian orang random, bisa dijadikan patokan kebenaran? Bukankah masih ada kemungkinan kalau semua yg disampaikan itu rekayasa? Lagipula, terlepas dari salah dan benar, Allah S.W.T. saja Maha Pengasih dan Pengampun, apalah hak kita sebagai makhluk untuk saling menghakimi dan menjatuhkan satu sama lain? Miris.
Disclaimer: gue bukan fans artis tersebut ya. Jarang bgt gue ngefans sama yg namanya public figure. Palingan gue ngefans sama guru-guru gue, supervisor di kampus dan RS tempat gue menimba ilmu. Ngalamin momen-momen semacam fangirling sama spv sendiri pun pernah. Cuma nggak pernah deh rasanya yg gue jadi keki atau ilfeel berat cuma karena saat gue sapa, Beliaunya cuek. Hahaha.. Di balik ke-luar-biasaan Beliau sampai gue jadi ngefans, wajar lah ya kalau Beliau punya satu dua sisi yang agak pahit. Itu manusia! Wkwkwk.. Makanya suka heran sama para (mereka yang mengaku) fans yang gampang baper dan menuntut si idola menjadi seperti apa yg mereka inginkan. Nggak semua memang, tapi emang ada kan yang gitu. Hmmh.. Lika-liku dunia entertainment ya, kadang nggak masuk di logika gue. Hehe.. Well, balik ke disclaimer di awal paragraf tadi ya, artinya, bukan gue mau ngebela si idola juga ya, bukan mau membenarkan atau menyalahkan si idola juga, karena jujur, gue kan nggak tahu yg sebenarnya terjadi itu gimana. Sebagai manusia, gue cuma bisa beropini sesuai dengan apa yg gue lihat. Dan di sini yg gue garis bawahi adalah, gue miris ngelihat fenomena akun-akun haters ini bermunculan di dunia maya. Yang nimbrung pun nggak sedikit. Kan sayang, kalau medsos yg punya tujuan baik saat diciptakan, malah jadi ajang untuk saling menjatuhkan dan nyinyir.. Dan lagi, gue selalu percaya, Allah S.W.T. mboten sare. Allah Maha Adil, dann hati-hati lah dengan apa yg kita lakukan. Bahkan sebatas komen di medsos pun gue yakin, kelak akan dimintai pertanggungjawaban..
Akhir kata, setelah panjang lebar gue bertutur, *ceilah bahasa guee, gue tutup posting kali ini dengan, mohon maaf jika ada yg tersinggung yaa.. Posting ini tidak dibuat untuk menyulut apapun. Murni ngutarain opini (sekalian uneg-uneg) gue ajah. Hoho.. See ya in the next post, salam peace, love, and gaul! :D
Sunday, June 12, 2016
Midnight Mumbling
Kenapa apes? Jujur ya, lepas nikah, gue nggak pernah sibuk-sibuk banget sama yang namanya kerja. Prioritas gue sekarang, nomor satu adalah suami. Nomor berikutnya adalah keluarga. And then, mengusahakan jadi isteri yang baik. Gue bukan tipe ibu rumah tangga juga, masak sekadarnyaa, bersih-bersih masih lebih rajin suami, far from perfect lah. Tapi seenggaknya gue lagi mengupayakan saran-saran suami gue buat kehidupan kami ke depannya lebih baik. Misal, belajar nyetir. Iya, gue emang nggak bisa nyetir mobil ataupun motor. Gue tahu caranya, tahu teorinya emang, tapi berantakan pas praktik. Dulu waktu iship gue bela-belain kursus nyetir, ujungnya gagal. Haha.. Dulu sih di Jakarta gue nyantai aja nggak bisa naik apa-apa. Transport di sana mudah. Gue mau ke sekolah, RS, kantor kelurahan, mal, pasar, banyak pilihan moda transportasinya. Mau ngangkot, ngebis, ngebusway, ngojek, sabeb. Jam operasinalnya juga nggak berbatas Magrib. Tapi sekarang kan, gue pindah ke kota impian misua. Iya, impian. Karena kota asal misua saya kan tetangga kota ini. Haha.. Well bisa ditebak lah ya, di sini gue jadi mati kutu. Haha.. Ke RS yang jaraknya deket aja minimal naik angkot 2 kali. Dulu pas ngekos di deket RS, kalau mau ke kampus kudu jalan kaki rada jauh dulu baru bisa ngangkot. Mungkin itulah kenapa gue kurus yak. Wkwk.. And then, malam-malam juga was was kalau mau pergi. Bilang lah jalan sama temen ke mal sore, wah malamnya gue pernah susah banget nggak nemu angkot buat pulang. Untungnya ada taxi. Tapi taxi di sini minimum tarifnya aja Rp 30.000.. Kebayang beratnya nggak sih kalau pas dulu gue masih kuliah. Bahkan sekarang aja rasanya gue juga males ngeluarin duit segitu buat transport doang. Haha.. Jadilah semuamuamua pasti nyuruh atau menyarankan gue buat bisa nyetir. Haha.. Yah padahal sebagian hati kecil pengennya kaya tuan putri gitu. Nggak usah repot, biar kaya emak. Wkwkwk.. Tapi ya gue sadar kok, kan ini bukan di dunia dongeng. Dan gue kalau mau ngikut emak, ujungnya bakal ngerepotin orang.. Malu juga lama-lama. Even keluarga, kalau bukan adek-adek atau emak bapak gue sendiri yang gue mintai tolong, mah ya sungkaaaan.. Bosen juga rasanya jadi semacam ditagih, kapan bisa nyetirnya. Haha.. That's why lah, membisakan diri nyetir jadi salah satu mini point prioritas gue. Gue bukan orang yang optimis banget sih ya, jadi gue tahu, butuh proses yang agak lama lagi buat gue bisa menguasai hal tsb. Well, Bismillah deh tapi, seenggaknya kan udah gue niatin. Insyaallah pelan-pelan asal klakon. Hehe..
Eh btw tadi lagi ngomong apa sik, jadi bahas nyetir-nyetiran gini? Oalah dalaah gue lagi bahas apes yak. Wkwkwk.. Balik deh ke fokus utama yang bikin gue galau ini. Karena kerja jadi prioritas gue yang ke sekian, gue pun nggak bisa dibilang sibuk. Gue punya banyak waktu luang sebenarnya. Gue tetep praktik, tapi paling cuma sekian hari per minggu, itu pun demi gue bisa interaksi sama pasien, ngamalin ilmu, dan sekalian bantu temen. Yup, sering dimintai tolong gantikan ceritanya. Hehe.. Awalnya fine-fine aja, sampai gue bosen dan pengen punya tempat untuk settle. Gue pun ngurus klinik pribadi. Itu juga anjurannya misua dan mertua. Bukan klinik murni punya gue juga sik, punya keluarga misua sebenarnya. Motivasi simpel aja, gue pengen punya tempat. Pengen jadi dokter, yang punya pasien yang percaya sama gue. Punya tempat di mana isinya dunia gue, peraturan gue, di mana gue bisa ngamalin ilmu gue. Haha.. Sakjane kalau mau punya tempat aja harusnya simpel ya, sebar aja lamaran ke mana-mana, kan siapa tahu ada yang nyangkut. Haha.. Tapi di situ lah jeleknya gue. Gue takut, dan kebanyakan mikir. Gue nggak pengen aja gitu, ntar gue sama misua gue sama-sama sibuk dengan kerjaan doang. Apalagi dokter.... Gak enak aja, gitu. Iya tahu, gue serakah emang. Hahaha.. Miip. Well balik ke klinik, klinik yang gue kira tinggal diurus sip dokternya aja, ternyata masih jauuuh dari siap. Iya, salah gue lagi karena hidup dalam dunia imajinasi. Haha.. Ya secara dibilangin, "Udah, tinggal ngurus SIP aja kamu," gue langsung jump in my personal conclusion deh. Sebenarnya kalau dipikir-pikir ya ambigu juga itu maknanya. Haha.. Alhasil, klinik itu jadi salah satu goal jangka panjang gue. Gue juga masih dalam masa penantian untuk jadi pegawai di suatu RS. Yang gue niatin banget lah pokoknya, entah kenapa. Wkwkwk.. Daaaan di saat itulah Gie, tawaran ini datang. Setelah banyak ngobrol sama teman sendiri, akhirnya gue iya in. Gue jadi dokter UGD lagi cuy. Akhirnya gue punya tempat.. Alhamdulillah.. Ahahahahaha.. Eh tapi, ini bulan Ramadhan.. Nanti, lebarannya gimana dong?
Bukan apa-apa. Lebaran sama keluarga menurut gue penting banget. Kayanya udah cukup deh gue nggak ngabisin waktu sama emak bapak dan adek-adek. Dan ini kita bicara tentang Lebaran, masa-masa suci di mana Emak dan Bapak bisa libur bareng. Di luar itu mah, jangan tanya deh, jadwal Emak gue ala-ala artis dah. Haha.. Gue pernah Lebaran di RS, sama temen kos, sama keluarga pacar, di masa-masa gue studi dulu. Prinsip gue waktu itu, this too shall pass. Lepas SMA, gue kuliah di perantauan. Pulang nggak bisa sesering temen-temen yang rumahnya masih di Jatim juga. Selesai kuliah, jadi dokter, ada internsip satu taun. Itu pun di Jawa Timur lagi, jarang pulang lagi. Terus, selesai iship, gue nikah. Alhamdulillah.. Tapi yah komit ngikut suami akhirnya..:) Dan ternyata ini salah satu konsekuensinya. This too shall pass? Nope. Gue nggak bisa berharap lagi untuk tinggal nunggu ini semua lewat. Yang ada mah, sekarang, gue harus bisa menghadapi semuanya dengan baik ya.. Iya kan Gie?
Banyak yang bilang, pacaran LDR itu soro. Tapi menurut gue, LDR sama ortu dan adek sendiri juga nggak jauh beda soro nya. Apalagi bertahun-tahun. Apalagi pas kamu udah jadi isteri orang, yaah, bakal kerasa ya.. Gue jadi sering gitu, nginget-nginget masa-masa gue masih kecil dulu. Jalan-jalan, ngobrol, mudik, muntah di mobil, makan nasi uduk Kebon Kacang, dicurhatin Emak sampe tengah malem, dianterin Bapak ke sekolah, berantem sama adek, dll dll. Masa-masa gue sama keluarga gue pun sebenernya juga nggak perfect. Ada kalanya kok, gue sebel-sebelan, gue ngeluh, gue stres sama keluarga sendiri. Tapi, gimanapun, Emak, Bapak, adek-adek gue, ya keluarga gue yang gue sayang banget. Nggak ada yang bisa gantikan persis sama, walaupun jujur Alhamdulillah aku juga punya keluarga baru dari misua.. Cuma, kalau udah lama nggak ketemu gini, wajar kan gue kangen Gie? Nggak apa kan, pengen ngerasain masa-masa mudik seru dulu Gie? Iya nggak Gie....? :')
Hehehe.... Mangkanya gue galau. Tau gitu, gue ngeiyain tawarannya buat selepas Lebaran aja yaaa Gieee.. Dudul emang, gue kok nggak kepikiran.. TTwTT Sekarang bahkan kata resign ada di benak gue. Apalagi abis misua sama Emak punya pendapat yang sama.. Demi Lebaran, sama keluarga.. Yah, gue mungkin kelihatan lebay banget atau gegabah ya.. Tapi apalah katamu nak, buat gue,
"Family is not important thing, it's everything..."
Friday, June 10, 2016
Sekilas Info: Gue, Anugrah & Amanah
Wait? Baby? Yup yup. Alhamdulillah nih Gie, positip gue, positip! Kyaa kyaaaaa.. Baru kemarin rasanya, gue ngerasa amazed banget dengan fakta gue udah jadi isteri orang, eh sekarang gue dikasih amanah oleh Allah S.W.T., untuk menjadi ibu. I'm mom gonna be now..:D Jujur deh, kalau ditanya rasanya gimana, semacam nano-nano gitu. Seneng iya, gelisah iya, takut juga iya. Haha.. Gue masih ngerasa gue sama suami masih bocah sih, eh udah mau jadi parents aja.. Hihi.. Ditambah lagi, namanya gue ya, mesti ada aja deh kepikiran hal-hal yang bikin cemas. Kadang, takut salah aja gitu. Ok I know I'm a doctor and I already learned about these baby & pregnancy things. Tapi ini kali pertamaa gue ngalamin sendiri. Hahaha.. Beda ye rasanya sama pas belajar dari buku dulu. Gue jujur jadi meraba-raba lagi, banyak tanya ke mama, atau browsing di internet, baca-baca rumpian ibu-ibu di dunia maya. Intinya berusaha buat ngebuka pandangan dan wawasan gue lebih lebar lagi deh. Tapi malah jadi parno kadang-kadang. Bahahaha.. Dibilang jangan makan sayur anorganik lah, ga boleh naik turun tangga, ga boleh pake high heels, ga boleh capek-capek, dst dst. Naaaah padahal gue nya yaa masih aja kaya gitu. Hahaha.. Ya gimana dong, kadang keadaan nya tidak memungkinkan buat ngehindari yg ga dibolehin itu.. Tapi seenggaknya gue udah cari second opinion juga sih, jadi, ya ga seberapa merasa bersalah deh. Hehe..
Btw, jadi calon emak tuh, ruwarrbyasah ya rasanya.. Badan gue berasa banget berubahnya. Dulu kayanya gue badak aja mau ngapa-ngapain, strong lah ngelakuin banyak aktivitas. Setelah hamil, jalan-jalan di mal aja payah rasanya. Hahaa.. Bawaannya jadi mau tidur terus. Indra penciuman juga makin sensitif. Kecium bau nyengat dikit, pasti mual sampai mau muntah. Haha.. Yah, gue termasuk yang sering mual-mual juga selama hamil muda ini. Untungnya gak sampai muntah sih, Alhamdulillah masih bisa gue tahan. Haha.. Gue dulu ngira, bumil tuh mual-mual kalau pagi aja. Ternyata, di gue nggak gitu. Tapi ya nggak setiap saat juga mualnya kambuh. Cuma kalau udah muncul, wah bisa seharian itu mual-mual nggak hilang. And this is the fun fact, entah kenapa mual gue biasanya parah kalau pas misua lagi nggak di rumah (selain pas nyium bau nyengat yak). Baby gue nanti kayanya manja sama papanya deh ya. Hahaha.. Jujur deh, perubahan-perubahan itu nggak jarang bikin gue sambat. Apalagi emang udah dari sononya gue tukang sambat :p. Tapi, tiap gue ngebayangin masa depan gue nanti, ngebayangin gimana gue dan misua akhirnya punya baby, rasanya semangat gue muncul lagi. Gue sama misua diberi anugerah lho, anugerah! Anugerah dan amanah tentunya, oleh Allah S.W.T.. Jujur, walaupun deg deg ser, gue dan misua happy banget. Kami bakal jadi orangtua dan punya anak yang merupakan perpaduan dari kami berdua. Akan ada yang meneruskan garis keluarga kami. Akan ada yang mewarisi bagian-bagian dari kami. Akan ada yang menggantikan kami nanti.. Yang pastinya akan kami rawat dan sayangi dari dia masih berbentuk sel yang kecil, sampai.. Mm.. Forever? Yes, sayangnya ortu ke anak kan sepanjang masa.. Is it magic? Yes, it's magic. Ahamdulillah..
Gue bener-bener berharap, baby di perut gue ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, sehat terus, dan tidak kurang suatu apa.. Walaupun gue kadang masih pecicilan dan gradak gruduk kaya bocah, gue yakin baby gue kuat. Hehe.. Iya, dia Insyaallah sekuat emak sama bapaknya yak, atau bahkan lebih kuat.. Dan lebih baik juga.. Aamiin YRA..:)
Hmmm.. Segitu dulu ya Gie sekilas infonya. Pan kapan gue cerita lagi. Iyah, infonya emang tentang hidup gue. Lha ini blog sapa? Blog gue kan. Hahaha.. Mungkin kalau ada yang baca, minta doanya juga yaa, semoga baby dan emaknya ini bisa sehat dan kuat terus selama menjalani proses penuh keajaiban ini.. Semoga Allah membalas kebaikan kalian, yang telah sudi mendoakan gue.. Aamiin..^^
Ps: We wish you to be strong, healthy, and happy always, hey little precious.. Mom and Dad luv u..:*
Sunday, May 15, 2016
Bahagia
Bahagianya tiap orang kan beda. Ada yang bisa makan nasi pakai kerupuk sudah bahagia, ada yang perlu beli tas LV keluaran terbaru dulu baru bahagia. Ada yang main clash royale menang terus aja, sudah bahagia, ada yang punya rumah sendiri dulu, baru bahagia. Dan itu sih hak masing-masing juga ya, menetapkan standar bahagianya. Bukan apa-apa sik, gue pribadi suka jengah aja kalau lihat bahagia dipamerin dengan agak lebay gitu di dunia maya. Ah-pa-la-gih, kalau pamer bahagianya berbau materi dan dunia. Haha.. Abis, kalau ini hati lagi evil (yeah, I'm not that perfectly kind people :p), yang ada gue nya malah nyiyir. Ish kok pamer sih, ish emang kamu aja yg bisa gitu, ish gak tau apa gue lagi nabung susah payah buat ke luar negeri, dan ish-ish yang lain. Bikin sirik daaah. Haha.. Hati kecil sih nggak pengen, tapi apa daya, kadang emosi jadi menghalalkan segalanya.. #ampuniakuYaAllah
Haha.. Jadi mah, menurut gue lagi nih, kalau kita bahagia, daripada dipamerin, lebih baik disyukurin aja deh kepada Yang Maha Segalanya. Bersyukurnya juga yaa sebaiknya nggak usah lewat update sana sini juga sik menurut gue. Lebih personal dengan Sang Pencipta kan lebih indah. Hehe.. Atau, kalau lagi bahagia, berbagi juga boleh banget. Berbagi ilmunya tapi, ojok cuma ngiming-ngimingi bikin mupeng ae. Ahahaha.. Misal nih, kasih kiat atau tips lah gimana kamu bisa sampai sebahagia itu, atau misal lain, kamu share info tentang tempat liburan yang kamu senengin itu. Kalau ada bagi-bagi ilmunya kan, lumayan lah, cenderung lebih bermanfaat toh jadinya. Mengumbar dengan bijak lah istilahnya, nggak seberapa bikin jengah deh. Hihihi..
Tuesday, April 5, 2016
[PERTAMAX!] Review (ala-ala--kadarnya) Purbasari Matte Lipstick
Okeh, langsung saja. Gue mau bikin review lipstick ala beauty blogger Bro Sis! Huahahaha.. Yep, jujur saja, udah sejak sekian bulan ini, gue semacam kena racun dan berubah jadi beauty junkie. Awalnya sih karena gue sering baca-baca blog, yang (un)fortunately, isinya tentang segala dunia per-lenong-an (baca: make up) wanita. Tapii gue sukses kena racun! Hahaha.. Baca-baca beauty blog itu entah kenapa jadi nagih, dan ajaibnya bikin gue melakukan effort lebih buat googling segala produk (nggak semua juga sih, yang nyantol di hati gue ajah) yang dibahas di blog-blog itu. Yang ujung-ujungnya berakhir ke lapak jualan online. Jeng jeng! Haha.. Beberapa kali khilaf juga sik. Pernah deh, impulsif gitu, beli lipstick untuk pertama kalinya cuma karena penasaran abis baca review di beauty blog. Tanpa gue coba swatch dulu tuh, langsung aja gue ngomong ke BA nya buat beli itu shade. Ujung-ujungnya, ternyata gonjreng mania Sodara-Sodara.. Dan sudahlah itu lipstick lebih sering duduk manis di tempat make up. Eh tapi entah kenapa gue puas! Hahahaha *ketawaevil Ah, lagian itu lipstick masih lumayan bisa gue pake lah, agak diakali dikit bisa jadi kalem warnanya. Haha.. *mekanismepembelaanego Mungkin istilahnya, naluri kewanitaan gue mulai berkembang yak. Ahahaha.. Padahal sampai gue lulus kuliah awal-awal, gue masih awam banget deh sama yang namanya skin care, make up, atau semacamnya. Akhir-akhir ini malah jadi antusias banget, segala-gala pengen dicoba. Haha.. Ada bawaan karena udah nikah juga kali yak, bikin pengen tampil cetar setiap saat. Hihihi..
Sudah-sudah, balik ke inti pembicaraan: posting berisi. Haha.. So, untuk pertamanya gue bikin beauty review, gue mau ngasih pendapat gue tentang lipstick lokal murmer yang lagi populer banget di kancah per-lenong-an.. Lipstick tersebut adalah... JENG JENG JENG JENG..
Purbasari matte lipstick, shade 81, 83, dan 86 xD
Tolong harap maklum kalau isinya masih juaaaaaauh dari postingnya beauty blogger yaak.. Namanya juga review ala-ala--kadarnya.. Ahahaha..

Okeh. Kita mulai. Ahahaha.. Pertama, tentang kemasan. Seperti pada gambar di atas yang gue nemu dari official site nya Purbasari, bisa dilihat yah, packaging lipstick ini kaya gimana. Slim, light, with black and gold color. Kelihatan elegan kan yaah.. Tapi, kalau udah megang, jujur aja kerasa banget ringkihnya. Hehe.. Nggak jarang juga denger orang-orang yang bilang kalau lipstick ini gampang patah. Makanya, tiap mau make, gue pasti cuma ngeluarin si lippies dikit banget dari tube nya. Eh tapi, dibanding kemasannya Wet 'n Wild megalast matte lipstick mah, gue jauh lebih nyaman sama kemasan Purbasari ini. Lebih aman aja gitu, tutupnya beneran nutup tanpa perlu takut isi lippies kesenggol dan belepotan ke mana-mana.
Terdapat 10 warna varian dari lipstick ini yang diberi nomor 81 - 90, dengan nama shade yang cantik (nama bebatuan alam) sesuai dengan penampakannya. Gue sendiri nggak tertarik buat nyobain semua warna jugak sih. Jangan sampe deh, kasihan
Let's see the hand swatch! :D Nah bisa kelihatan kan ya, kalau ada 1 yg nude, sementara sisanya warna yang lebih bold. Swatch ini semuanya hasil dari 2 kali oles dengan pencahayaan lampu kamar yah..
Dari kiri ke kanan: pirus (83), diamond (81), topaz (86)
Hm, kalau beauty blogger beneran biasanya dijabarin lengkap ya, itu warna-warna kaya gimana. Tapi kalau gue mah nggak sanggup dah. Cukup kasih foto di atas aja, sekiranya para readers wes paham lah yaa.. Kalau gue kasih penjabaran pakai ilmu gue yang nggak seberapa, takutnya malah sesat euy. Ahahaha.. Tapi kalau murni yang ada di pikiran dan penglihatan gue nih, gampangannya, si pirus itu ungu merah agak coklat, maybe a lil bit kind of vampy, si diamond itu coklat oranye muda, dan si topaz coklat merah tua. Setidaknya itulah yang gue lihat dengan mata awam gue ini. Hohoho..
Oh ya, dan kalau menurut gue (lagi), wajar aja sih si Purbasari matte lipstick ini juara. Dengan harga yang affordable (beli online rata-rata 30 - 40 ribuan, sementara di toko offline bisa 20 ribuan), lipstick ini punya kualitas yang bagus. Yap bagus. Pertama, teksturnya creamy dan ringan banget. Nggak kaya pakai lipstick deh kalau menurut gue. Padahal pigmentasinya kece badai. Yap, pigmentasinya oke. Sekali ulas aja udah cukup buat nutupin bibir kita. Finishnya? Matte. Dead matte sih dibanding lipstick matte lain yang gue punya. Kalau cuma nyentuh bibir cangkir atau nyium suami tipis-tipis-manis, dia nggak transfer. Tapi kalau barbar sih ya masih bekas ke mana-mana lah, walaupun warnanya nggak langsung hilang semua. Nilai plus lagi, walaupun biasanya matte lipstick bikin kering, si Purbasari ini enggak lho. Ya kembali lagi, di bibir gue ya. Tapi biasanya gue masih parnoan sih, sebelumnya pasti gue olesin lip balm. Mungkin ada pengaruh lip balm nya juga kali yak. Hehe.. Mungkin kurangnya, lipstick ini nggak seberapa long lasting ya. Cuma dari pengalaman pakai lipstick (yang harganya merakyat sih) macam-macam kayaknya ya sama aja. Dipakai makan ya luntur. Hoho. Kalau didiemin aja, sekitar 4 - 6 jam masih bagus. Tapi gue sih malah sukanya yang begitu. Berasa lebih aman aja dibanding pakai liquid lipstick yang ngapusnya aja harus pakai make up remover gitu. Hehe..
Udah deh, gitu dulu aja review ala-ala nya. Yeaaaay akhirnya bisa juga gue ngepost beginian. Hahahaha.. Mudah-mudahan berguna deh yah. Atau enggak, minimal menambah tingkat kekerenan blog gue nol koma sekian persen. Bahahaha.. Oh ya, kesimpulannya, gue mah fall in love lah sama si Purbasari ini. Lipstick lokal keren punya, ikut bangga deh rasanya. Repurchase? Of course. Haha.. Tapi ntar mau nyoba shade yang lain aja kalau yang gue punya udah pada habis. Kayaknya crystal (90) cakep tuh. Hohoho.. Apa? Kenapa nggak langsung beli aja? Kan murah? Ahahahaha.. Ahahahaha yaah gimana yaaa.. Ada yang selalu ngingetin gue sih sekarang, kalau lipstick gue udah kebanyakan... *liriksuamiyglagibobo Awalnya bete sik, tapi yah, kalau dia nya bilang, "Kamu tuh pakai warna apa aja tetep cantik kok. Masa kamu mau beli semua warna lipstick yang ada?" aku bisa apaaaa.. Kyaa kyaaa kyaaaa.. >w< *dilemparsandalreaders Maap klo jadi bikin eneg. Ahahahay.. Oke lah. Itu aja. See you at next post yak! xD
PS: Nih gue kasih bonus, hasil makai ketiga lipstick tadi di bibir gue.. Tentunya semua yang terlihat di foto tergantung sama warna asli bibir, jenis kamera dan pencahayaan juga yak, jadi dijadikan masukan saja, jangan patokan. Haha..

Si topaz (86) yang ternyata cerah juga kalau di kena pencahayaan cukup :p

Si a-lil-bit-vampy pirus (83)

Si favorit, diamond (81) yang gue pake ke kondangan
Tuesday, March 22, 2016
Yang Bikin Kesal..
http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/mobil-taksi-pusaka-dirusak-pengojek-online-yang-mengamuk-pengemudi-kaget-dan-bingung
http://health.liputan6.com/read/2464959/penyebab-sopir-taksi-berbuat-anarkis-dari-pandangan-psikolog
http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/ribuan-go-jek-menggeruduk-semanggi
http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/video-pegojek-konvoi-kumpulkan-massa-untuk-serang-balik-sopir-taksi
http://news.liputan6.com/read/2464938/setelah-hancurkan-bajaj-driver-go-jek-serang-taksi-blue-bird
http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/22/inilah-video-perusakan-taksi-oleh-demonstran-di-tol
Saturday, March 19, 2016
Yang Terlintas...
Monday, March 14, 2016
suara kecil
Gue willingly ngasih sayap gue. Gue dengerin apa yang lo pada bilang. Gue tersenyum di awal, seriusan nggak ada niatan jahat dan gue bener-bener nyangka yang terjadi itu kaya yang lo semua bilang. Tapi apa? Tipu-tipu aja. Seenggaknya, nggak usah bikin gue terjebak dengan kata-kata "Nanti bakal gini, nanti bakal gitu" kalau emang nggak bisa nepatin. Muna dasar!!
