Manusia tuh. Ada aja kelakuannya. Suka gak sadar kalau apa yg keluar dari mulutnya menyakitkan. Apa emang sengaja? Karena merasa dirinya paling benar? Sengganya, bisa kah sampaikan tanpa nada menghina? Emang kami apa? Sampah? Show some respect lah, wahai anda yang katanya priyayi dan kaum intelektual.
But I do believe one thing, Gusti Allah boten sare..
Bismillah. Sabar. Semangat. Pikirkan yang lain, semoga lancar acara nanti. Amin..
Wednesday, December 30, 2015
little confession
My dear Gie.. Guess what. I'm kinda miss wearing my coat again. I miss my med life. Hahaa silly me.. Padahal kalau pas dulu ribet di IGD, bawaannya sambat mulu. Dasar manusia, gak pernah puas.. Gue juga heran sebenernya, bisa kangen gini. Haha.. Mungkin karena udah keburu eneg sama suasana deket-deket ini yah.. Hehe.. Well Gie, doain aja lah. Masa - masa meng-eneg-an ini bisa segera berganti dengan kebahagiaan. Amin!! ^^
Saturday, December 26, 2015
GKDCSGMDKR@#%$$16&*!
Ya Allah.. maapkeun kalau masih nyampah aja di blog ini. Tapi seriusan Ya Allah, tolong beri hamba kesabaran buat menanggapi ini semua.. Kalau pas lagi fokus sendiri sama keluarga sih senang-senang aja rasanya, entah kenapa tapi, begitu kejadian kejadian ini itu, serasa kaya ketemu dementor.. T_____T
Monday, November 9, 2015
I'll Be There...
Jadi ceritanya, gue udah balik ke Jakarta. Ke rumah. Dan itu artinya, karena masih dalam masa tunggu surat izin kerja, gue jadi pengangguran terhormat. Hahaha.. Ya, nggak nganggur-nganggur banget juga sih. Masih mesti ribet ngurusin nikahan yang tinggal beberapa saat lagi. Kyaaaaaaaaaa..
Baiklah. Mari kita lupakan sejenak panik-panikan nya ngurus nikahan. Hm. Intinya gue cuma mau bilang ini sih. Gegara gue lama di rumah, otomatis gue terpapar dengan tv kabel yang ada. Hahaha.. Channel tv kabel, internet wi-fi unlimited, ditambah nggak perlu bingung mau makan apa tiap harinya? Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kau dustakan? :') Ah, balik ke tema awal, terpapar tv kabel. Gue akhirnya nonton serial ini juga bro, serial jadul legendaris, FRIENDS! Hahaha.. Dan jujur, langsung jatuh cinta. Dari ceritanya, tokoh-tokohnya, sampai ke soundtrack nya. Oke, gue tahu, gue telat. Telaaaaaaat banget. Hahaha.. But late is better than never rite? ;) *ngeles Nggak lama, gue langsung download lagu soundtrack nya yang ear catchy banget itu, dan seperti kebiasaan gue yang udah-udah, langsung ngapalin liriknya. Bahahaha.. Dan.. Jujur.. Gue makin jatuh cinta sama ini lagu begitu tahu liriknya.. :')
"I'll Be There For You (Theme From Friends)"
So no one told you life was gonna be this way
Your job's a joke, you're broke, your love life's D.O.A.
It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year, but
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
You're still in bed at ten and work began at eight
You've burned your breakfast, so far things are going great
Your mother warned you there'd be days like these
But she didn't tell you when the world has brought you down to your knees that
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
No one could ever know me
No one could ever see me
Seems you're the only one who knows what it's like to be me
Someone to face the day with, make it through all the rest with
Someone I'll always laugh with
Even at my worst, I'm best with you, yeah!
It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
So no one told you life was gonna be this way
Your job's a joke, you're broke, your love life's D.O.A.
It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year, but
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
You're still in bed at ten and work began at eight
You've burned your breakfast, so far things are going great
Your mother warned you there'd be days like these
But she didn't tell you when the world has brought you down to your knees that
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
No one could ever know me
No one could ever see me
Seems you're the only one who knows what it's like to be me
Someone to face the day with, make it through all the rest with
Someone I'll always laugh with
Even at my worst, I'm best with you, yeah!
It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
I'll be there for you
(When the rain starts to pour)
I'll be there for you
(Like I've been there before)
I'll be there for you
('Cause you're there for me too)
Ps: liriknya gue copas dari salah satu web, cuma supuranee lupa webnya mana.. Ini ada notes tambahan dari webnya: Thanks to Mija for correcting these lyrics. Writer(s): David L. Crane, Allee Willis, Marta Fran Kauffman, Philip Ronald Solem, Danny C. Wilde, Michael Jay Skloff. Copyright: Warner-barham Music LLC, Warner Olive Music LLC.
Perjalanan Kembali ke Jakarta
16 Oktober 2015. Akhirnya. Selesai juga, tugas saya dan teman-teman dokter internship Jawa Timur dan sekitarnya selama 1 tahun ini. Pada tanggal tersebut, kami dilepas oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Walaupun, tanggal selesai dari tiap wahana berbeda-beda, tergantung dari keBIJAKan daerah masing-masing. Ah, ya sudah lah. Apapun itu, saya bersyukur, akhirnya tugas kerja ala pengabdian ini bisa selesai juga tanpa perlu mengulang. Hehe..
Hm.. Mungkin segala cerita tentang internship ini akan saya tuangkan di lain post, di lain waktu. Kepikiran buat bikin versi seru nya nih, maybe semacam top 5 cases, atau top 5 bad experiences, atau top quotes by spv. Gimana? Rasanya seru ya. Haha.. Well, next time saya coba bikin tulisannya. Karena jujur aja, 1 tahun jadi iship itu, too much to describe lah buat saya. Like a candy, rame rasanya. Dan mirip-mirip koas, tidak indah untuk diulang dan indah (tapi juga ada yang tidak) untuk dikenang. Huehehe.. Sneak peak, satu kata tentang iship ya, "belajar". Yep. I learnt A LOT selama setahun iship di sini. Baik dari segi medis maupun non medis. Hehe..
Ah, jadi saya mau cerita apa? Saya mau cerita pengalaman saya kembali ke rumah, tanggal 21 Oktober silam. As you all know, saya ini mah statusnya anak perantauan selama beberapa tahun belakangan. Dari tahun 2008 sampai 2013, saya kuliah di Malang. Dari tahun 2013 sampai awal 2014 pun, persiapan untuk segala macam ujian juga di Malang. Saya sumpah dokter di pertengahan April 2014, disusul wisuda beberapa selang waktu setelahnya, itu pun posisi di Malang. Begitu Oktober, saya lanjut lagi jadi anak perantauan selama 1 tahun, kali ini di Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sooo I'm so excited that finally I can go home for real. Not just for a short moment like holidays, I'm moving bro. Haha.. Walaupun sebenarnya, pulang saya ini juga bisa dibilang.. hmm.. yah.. pulang untuk kembali sih. Haha.. Anyways, akhirnya setelah membereskan urusan packing dan beberes rumah kontrakan, pamit sana pamit sini, akhirnya berangkatlah saya ke Jakarta, naik bis. Just like my dream, saudara-saudara. Akhirnya setelah sekian lama, saya nge-bis lagi.^^
Pilihan saya akhirnya jatuh pada bis Rosalia Indah (Rosin) kelas eksekutif, setelah sebelumnya galau memilih antara Rosin atau Lorena. Fyi, sebelumnya saya lumayan sering naik Lorena untuk perjalanan Jakarta-Malang atau sebaliknya. Kenapa? Karena di zaman itu, cuma Lorena yang punya kelas super eksekutif (SE) dengan seat 2-1. Hei, perjalanan Jakarta-Malang tuh nggak sebentar yaa, kalau apes, bisa lebih dari 24 jam kita di perjalanan. So, comfy is a must for me. Dan seat 2-1 cukup menjamin itu. Saya kalau naik Lorena SE mesti ngambil seat yang tunggal itu saudara, dan agak depan. Udah tempat duduknya lapang, nggak usah canggung juga kalau di sebelahnya ada penumpang lain. Pardon me for not being so socially active while in a trip, especially when I'm alone. Hehe.. Jujur, kalau lagi pergi-pergi sendiri, saya prefer buat gak banyak omong atau ajak-ajak ngobrol penumpang lain. Tingkat waspada lagi tinggi-tingginya soalnya. Haha.. Oke, lanjut ke masalah bis. Ternyata saudara, saya baru tahu, kalau ternyata sekarang Lorena udah nggak punya kelas SE lagi. Cyediiih.. Jadi, saya makin ragu deh buat naik Lorena lagi. Kalau sama-sama adanya kelas eksekutif kaya po-po bis lain, kenapa nggak sekalian aja saya nyoba po bis baru? Alasan ke dua, cukup banyak orang yang merekomendasikan Rosin ke saya. Yang paling banyak disebut-sebut sih, kru nya profesional dan tempat pemberhentian nyaman. Sebenernya saya sempat ragu mau pakai Rosin apa enggak, karena begitu saya tanya-tanya, tidak ada bis yang langsung ke Jakarta (Lebak Bulus) dari Malang. Harus transit dulu di Solo. Dari segi waktu, rasanya lebih lama kan. Tapi, jujur saya nggak terlalu mempermasalahkan, karena tujuan saya naik bis lebih ke nostalgia dan menikmati sekali lagi perjalanan darat dari Malang-Jakarta, dan saya cari nyaman. Cuma, waktu itu kan, namanya lagi pindahan, barang bawaan saya banyaaak.. Ada 1 kardus gede, 1 koper gede, 1 tas baju jinjing, dan 1 ransel lengkap dengan notebook di dalamnya. Bisa aja sih saya bawa semuanya sekalian, cuma kan beeraaaaaaat.. Apa nggak rempong nanti kalau perlu transit-transit di Solo? Hmmm..
Anyway, setelah diyakinkan sama admin tiket Rosin kalau nggak usah khawatir masalah banyak barang, dan dipertegas lagi setelahnya oleh kenyataan kalau Lorena nggak punya kelas SE lagi, akhirnya mantap lah saya pilih Rosin. Saya menggunakan Rosin kelas eksekutif, dengan tiket Rp 290.000, dan transit (ganti bis) di kantor pusat Rosin di Solo. For the first time, numpak Rosin dari Malang ke Jakarta. Huehehe.. Saking antusiasnya, karena ini sesuatu yang baru buat saya, saya sampai bikin catatan perjalanan. Hahaha.. Maunya sih, bikin posting ala-ala blogger gitu, yang apik include foto-foto di dalamnya, tapi maafkan diriku yang masih cupu dan pemalu. Kan saya ceritanya sendirian nih pulkam, agak isin gimana gitu lho, kalau tiba-tiba jepret ini, jepret itu. Hahaha.. Jadilah, antusiasme ini saya tuangkan dalam kata-kata dulu ya. Hahaha.. So, here we go..
Penampakan Rosin kelas eksekutif (gambar nyomot dari web yaa :p)
Oh ya, saya diharuskan siap di pool bis Rosin di Bunul Rejo Malang jam 07.30, karena pemberangkatan jam 08.00. Tapi dasar mental ngaret ya, jam 07.30 saya baru berangkat menuju pool. Untung ini Malang, bukan Jakarta, gak akan kejebak macet lama-lama lah. Haha.. Sempet ngebatin sih, "Ah gak apa-apa telat dikit ini, berangkat jam 8 ini, lagian kan bis biasanya ngaret (pengalaman pakai Lorena yang 90% mesti ngaret jam penjemputannya)." Tapi saya salah saudara.. Karena sekitar jam 07.40, saya ditelpon dari pool dan dibilang sudah ditunggu. Sampai di sana untungnya masih jam 8 kurang. Hahahaha.. Daaan, voila, Rosin ini on time lho. Karena saya ingat, bis berangkat dari pool pada saat jam digital di bis menunjukkan 08.00. Acung jempol deh..
08.00 : Berangkat dari pool Bunul Rejo Malang, yeaaay on time..^^
09.46 : Sampai di Wlingi (lewat) --> Ternyata, nggak seperti yang biasanya saya alami kalau naik bis, Rosin ini nggak lewat Surabaya, tapi Blitar, Kediri, dst sampai Solo. Sebelum lewat Wlingi, bis ini mampir di agen resmi Kepanjen dan menaikkan penumpang.
10.57 : In the middle of Blitar city, abis pick up penumpang di kantor agen Rosin Blitar. So far, gak ada angkut-angkut penumpang selain dari kantor agen. Plus point lagi deh.
Saya bisa tidur nyaman di bis ini. Saya duduk di seat 3A, lumayan depan lah ya, may fav seat too (gak terlalu depan, gak terlalu belakang).. Bis nya bersih, jarak antar jok pun lapang, wangi, dan cover jok nya kiyut ada motif mawar dengan warna elegan. Sesuai kan sama nama bis nya. Haha.. AC juga kenceng, dan sebelum berangkat kru mengecek satu persatu penumpang. Emang sih, beda ya seat 2-2 sama 2-1. Apalagi, pas banget, di sebelah saya ada penumpang lain. Istilahnya, eksklusifitas agak terganggu. Bahahahaha *hadeh bahasa gue hiperbola -.- Tapi, seperti yang sudah saya sampaikan, bis nya masih tergolong super nyaman buat saya yang cupu ini. Ditambah badan yang kecil *tsaaah, tidur saya pun juga semakin nyaman karena gak perlu desek-desekan sama penumpang sebelah. :D Ah, ini ada catatan yang saya tulis pada jam segitu (me from the past! :p): So far, bisnya ciamik. Semoga, yang baik-baik aja terus yang kejadian selama perjalanan ini. Still looooong way to go to Jakarta. Ciayo! :D
11.13 : Sudah sampai Sambi, Kabupaten Kediri.
14.21 : Madiun kota. :)
16.32 : Sragen.. Lama juga yaa nyampe Solo.. Lapaaaar TT-TT
Nah! Ini salah satu kekurangannya saudara. Ternyata, di Rosin ini sudah tidak ada kebijakan pemberian snack dan air mineral yang seinget saya dulu ada (pernah numpak Rosin dari Malang ke Purwokerto, dapat snack dan makan malam 1 kali). Jadi, cuma dapat makanan 1 kali, itu juga malam dan pas di Solo. Jadi bayangin dong, perut saya udah kaya apa.. Secara dari jam 8 pagi udah duduk manis di bis, nggak bawa bekal pula. Untung saja sudah sarapan, jadi ini perut nggak perih-perih banget lah ya. Saya juga sempat bingung urusan solat. Tapi untungnya saat sekitar jam 5 sore, bis berhenti sebentar di pom bensin. Jadi bisa disempetin deh buat solat Dzuhur dan Ashar.
17.11 : Stop di pom bensin. Kayanya udah masuk wilayah Solo nih..
17.28 : Welcome to Kantor Pusat Rosin, Solo Palur!^^
Oke. Mungkin pengakuan saya ini terdengar norak, tapi jujur, saya benar-benar dibuat terkagum-kagum dengan kantor pusat ini. Wah. Rasanya kaya nggak kalah sama bandara. Hahaha.. Tempatnya luaaaas, ada minimarket, restoran, juga toilet dan tempat ibadah yang memadai, dengan 8 jalur terpisah yang diisi bis-bis keren Rosin dari berbagai jurusan. Oh ya, di sini juga ada tempat tunggu yang luas, lengkap dengan pusat informasi beserta petugasnya. Di sini saya harus berganti bis. Setelah mengemas seluruh barang bawaan, saya diminta untuk melapor dulu ke pusat informasi, untuk re-check-in dan memastikan bis mana yang akan saya naiki nanti. Untungnya, jarak dari bis yang pertama ke pusat informasi adalah tinggal ngesot. Haha. Jadi, nggak terlalu lama deh saya jalan sambil bawa-bawa kardus dan koper segede gaban.
Setelah melapor, saya diberitahu bahwa bis yang akan membawa saya ke Lebak Bulus belum siap. Memang sih, sejak awal petugas Rosin di Malang sudah memberitahu saya bahwa akan ada jeda menunggu yang cukup lama saat transit di Solo. Saya dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu, makan dan bersantai, sambil menunggu. Dan untungnya lagi, barang bawaan saya yang banyak itu boleh dititipkan dulu di pusat informasi. Akan ada kernet yang nantinya membantu saya memindahkan barang-barang dari pusat informasi ke bagasi bis yang baru. Yeay..^^ Oh ya, dan di sini saya bertemu partner perjalanan baru. Seorang ibu-ibu dari Madiun, yang juga sama-sama harus ganti bis seperti saya. Lumayan, ada teman ngobrol selama istirahat. Hehe..
Setelah melapor, saya diberitahu bahwa bis yang akan membawa saya ke Lebak Bulus belum siap. Memang sih, sejak awal petugas Rosin di Malang sudah memberitahu saya bahwa akan ada jeda menunggu yang cukup lama saat transit di Solo. Saya dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu, makan dan bersantai, sambil menunggu. Dan untungnya lagi, barang bawaan saya yang banyak itu boleh dititipkan dulu di pusat informasi. Akan ada kernet yang nantinya membantu saya memindahkan barang-barang dari pusat informasi ke bagasi bis yang baru. Yeay..^^ Oh ya, dan di sini saya bertemu partner perjalanan baru. Seorang ibu-ibu dari Madiun, yang juga sama-sama harus ganti bis seperti saya. Lumayan, ada teman ngobrol selama istirahat. Hehe..
18.32 : Masih transit di Solo, nunggu bis yang ke Lebak Bulus!
18.42 : Akhirnya berangkat lagii dari Solo, Bismillah..
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya, bis berangkat. And guess what. Saya dapat kursi paling depan, belakang supir persis, dengan kursi sebelah yang kosong! Hahahaha.. Lucky daaaay..:D Perjalanan pun berlanjut dengan menyenangkan. Beberapa kali saya tidur-bangun. Sampai akhirnya saya benar-benar tertidur agak lama..
01.46 : Kebangun.. Tau-tau udah di Tegal..
Di jam-jam segini, saya banyakan tidur saudara-saudara. Haha.. Secara yaaa, bisnya super comfy dan saya abis makan besar, gimana nggak ngantuk.. Oh ya, di saat saya kebangun di Tegal ini, for the first time after many months, saya akhirnya melihat hujan juga. Hehe..
02.08 : Melewati Brebes yang padat lancar.
Dan... catatan perjalanan saya (yang saya ketik di notes handphone) berakhir jam 02.08 di Brebes. Hahaha.. Setelah itu, saya lebih memilih buat tidur, bahkan sampai saya datang di Jakarta. Oh ya, sebelumnya saya sempat berhenti di tempat peristirahatan untuk solat Subuh, cuma lupa di mana tempatnya. Hehe.. Dan akhirnya lagi, dengan ajaib, saya sampai di Terminal Lebak Bulus Jakarta, tepat waktu seperti yang diinformasikan oleh petugas Rosin Malang, yaitu jam 08.00 pagi. Lama yak, 24 jam! Hahaha.. Tapi trust me, it's worthed, terutama buat kamu yang emang suka naik bis dan nggak lagi buru-buru..:D
After all, saya cuma bilang, Rosalia Indah ini, recommended by me. Buat yang suka touring jalur barat, atau yang bosen naik kereta untuk perjalanan jauh (maybe gara-gara bosen pemandangan gitu-gitu aja atau harus duduk terus selama perjalanan :p) boleh banget deh dicoba Rosin ini. Akhir kata, see ya at next post! ^^
Saturday, August 29, 2015
selentingan ke sekian...
I'm wondering...
What if..
Ucapan kita, baik secara langsung atau sekadar melalui update status di media sosial, secara tidak sengaja melukai hati seseorang, tapi kita tidak tahu bahwa orang tersebut tersakiti...
Dosa nggak sih?
What if..
Ucapan kita, baik secara langsung atau sekadar melalui update status di media sosial, secara tidak sengaja melukai hati seseorang, tapi kita tidak tahu bahwa orang tersebut tersakiti...
Dosa nggak sih?
Friday, July 10, 2015
Sedikit Cerita dari Perantauan
Tok tok. Assalamualaikum.. Walah.. Banyak banget ya ini sarang laba-laba *brb ambil kemoceng *bersih-bersih :p
Hi Gie, my luply Bloggie. Piye kabare bro? Sepi yaa, udah berbulan-bulan saya anggurin? Hahaha.. Supurane, maklum, lagi jadi dokter ugd nih. Nge game aja jadi gak rutin. Apalagi ngeblog. Haha.. Ditambah fakta, udah sebulanan gak ngisi paket internet buat pc. Makin mahal aja sih itu paket. Yaudah deh. Makin lama saya anggurin sampean. Hehe..
Well, mari kita mulai update-an info dan sharing-sharing cerita yak. Berasa artis dah. Ahahaha..
First of all, you have to congratulate me, Gie. For what? Karena sebentar lagi iship gue selesai. Yuhuu.. Tinggal 4 bulan terakhir di IGD Ngudi Waluyo Wlingi. Hehe.. Gak kerasa ya, setahun itu cepet juga.. Kalau awal-awal dulu, rasanya tuh adaaa aja yang bikin stres dan berasa hidup gue hell abis selama iship. Tapi lama-lama, kalau dibawa enjoy, ya jadinya enjoy juga sih. Jadinya senang. Huehehe.. Apalagi, mata gue dibuka banget dengan program iship ini. Di mana gue boleh nangani pasien (well ya wajar lah, I'm a doctor already), tapi masih ada supervisi dari pembimbing atau dokter senior. Jadi ya, insyaallah aman. Dan gue jadi makin ngerti, hidupnya dokter tuh kaya apa. Yang dia gak bisa time-free, even sudah spv loh.. Yang harus bisa terus vit dan senyum saat hadapi pasien, even badan lagi meriang, pusing, atau diare (baru ngalamin, haha).. Yang gak boleh panik! Bahkan di saat kita bingung itu pasien perlu diapain.. Yang harus pinterr dan sabaar, menghadapi berbagai bentuk "patient's rejection" (ilmu baru nih buat gue.hehe). Ya kira-kira, kalau kata pembimbing gue, "Yo ngono iku kerjaannya dokter, dik. Yo ngono iku risiko jadi dokter. Mosok kate pindah jurusan?" Hahaha.. Bahkan, once, my supervisor asked me, "Gimana dik, masih mau jadi dokter?" :)
Apakah gue nyesel jadi dokter? Hmm gimana yah.. Hell no lah. Haha.. Anugerah dan tanggung jawab yang besar, bisa menjadi salah satu wujud pemberi bantuan terhadap sesama. Disamping ilmu-ilmu nya yang menarik di mata gue. Hehe.. Susaah payaaah sampai sini, kan Alhamdulillah banget toh bisa sampai seperti sekarang. Walaupun yg namanya cemas atau stres itu pasti ada. Dari yg jangka panjang dan bau-bau agak berat kaya mikirin nanti masa depan sebagai dokter bakal gimana, sampai yang jangka pendek tiap mau jaga ugd. Haha..
Yeah. Ugd. Sekarang gue lagi stase terakhir di program iship ini, ugd. Buat yg gak tahu apa itu ugd, ugd adalah unit gawat darurat. Agak lupa sih sebenrnya kalau di rs gue itu unit apa udah instalasi bentuknya. Haha.. Anyway, sesuai namanya, fungsi ugd atau ird adalah untuk penanganan kegawat-daruratan. Dan kalau gue pribadi sih, mengimbau, tulung lah ya, kalau sakitnya cuma batuk pilek panas ringan yang baru sehari minum obat belum sembuh, gak usah repot-repot ke ugd tengah malam atau pagi buta ya.. Kasian kan, mbak mas dokter dan suster nya.. Huahahaha..
Kembali ke pengalaman gue selama ugd.. Mungkin dua kata ini bisa menggambarkan apa itu jaga ugd, as a doctor (not coass): adrenalin rush! Yeaa.. Adrenalin rush banget dah. Apalagi kalau dapet pasien p1 (prioritas utama) yang prognosis ke depan jelek, misalnya datang dengan nafas satu-satu, syok berkepanjangan, sesak berat, dll. Bah. Mainannya sama nyawa kan soalnya. Jangan sampai salah deh. Makanya, berpatokan sama sop itu penting banet. Dan prinsip penanganan emergency a-b-c-d-e harus dipegang banget tiap kali jaga. Awal-awal, jujur aja, takut banget rasanya. Apalagi dunia nya baru. Bayangin, dari puskesmas yang hampir semua pasien gawat tinggal rujuk karena keterbatasan fasilitas, gue pindah ke ugd nya rumah sakit rujukan. Hahaa.. Tapi, akhir-akhir, insyaallah gue bisa lebih enjoy. Dan, bisa lebih tenang dan berpikiran jernih saat nangani pasien, ga kaya awal-awal banget deh. Hehe.. Apalagi, seseorang pernah bilang ke gue,
"Jaga itu, gak bisa kamu hindari. Tugas dokter ya jaga, nangani pasien. Kamu gak bisa gak mau nangani pasien. Makanya, jangan musuhan sama jaga. Koncoan sama jaga. Bawa enjoy aja, dinikmati. Disenangi.."
And if i may add, "disyukuri.." :)
Yaa, setuju sama ucapan seseorang itu. I'm a doctor already. Just be grateful with that, right? Dan pastinya, dengan makin sering ketemu kasus-kasus di ugd, keterampilan dan pengetahuan gue insyaallah bisa semakin mantap. Dengan sharing ke senior-senior dan teman-teman, wawasan gue semakin terbuka, dan makin banyak pandangan untuk menyikapi suatu hal. Insyaallah bekal ilmu yang amat bermanfaat di masa depan nanti, di saat gue sudah harus lepas dan mandiri di masyarakat..
Like today, finally, rasanya ini for the first time, gue ketemu sama pasien paroxysmal vt, pulseless. Di mana ekg yang gue lihat, bukan gambaran ekg dari buku, tapi dari pasien itu. Dengan klinis sesuai dengan apa yang dulu-dulu diajari ke gue. Panik? Yes, sempet. Jujur aja. Tapi untungnya gue segera sadar. Hey, itu nyawa. Speed up, do the best! Dan Alhamdulillah, bisa stabil di ugd dan segera dievakuasi ke cvcu untuk ditangani dokter supervisor, senior gue. Jujur, gak akan gue lupa rasanya.. :')
Hmm.. Rasanya, segini dulu yah Gie, bagi-bagi ceritanya. Semoga bisa menghibur kekosonganmu karena berbulan-bulan gue cuekin yak. Hehe.. Mungkin lain kali, gue sambung lagi. Doain aja deh, hidup gue bisa semakin bermakna, bermanfaat, dan asik. Dan semakin dikelilingi oleh orang-orang baik hati. Huehehehe.. Well then, see ya later, Gie.. :)
Ps: Ramadhan karim..o:)
Saturday, June 20, 2015
wondering and wondering...
Saya perempuan. Cewek. Wanita. Yang dari dulu, mungkin emang naluriah yah, suka sama cerita princess-princess dunia dongeng. Who doesn't want to be some? Dinomorsatukan, disayang. Jadi pemeran utamanya. Ketemu sama prince yang baik hati, tampan, menerima dia sepenuh hati. Hahaha.. Tapi yah, hey wake up. Itu adanya di dunia dongeng aja kali. Kalau saya mah sekarang, hidupnya di dunia nyata. Dunia nyata, bukan dunia dongeng ala princess-princess cantik itu..
Saya mah, daripada proncess, lebih mirip badut jadinya yah. Senyum sana, senyum sini, bikin orang lain ketawa, tapi sebenernya.. Pengen nangis juga aslinya. Haha.. Pernah sih, beberapa kali ngerasa banget, kaya princess! Tapi begitu senengnya belum tuntas, saya balik lagi jadi badut.hehe..
Okeh okeh, gak boleh banyak sambat. Terimo ae buk, terimo ae..
Hehehehe..
Ramadhan 3rd, 2015. Happy fasting buat yg menjalankan..:)
Saya mah, daripada proncess, lebih mirip badut jadinya yah. Senyum sana, senyum sini, bikin orang lain ketawa, tapi sebenernya.. Pengen nangis juga aslinya. Haha.. Pernah sih, beberapa kali ngerasa banget, kaya princess! Tapi begitu senengnya belum tuntas, saya balik lagi jadi badut.hehe..
Okeh okeh, gak boleh banyak sambat. Terimo ae buk, terimo ae..
Hehehehe..
Ramadhan 3rd, 2015. Happy fasting buat yg menjalankan..:)
Wednesday, May 20, 2015
Sunday, May 17, 2015
butek
Butek. Rasanya banyaaaaaak banget yg mau gue ungkapin, gue ceritain, gue pengen. Tapi entah lah, kenapa rasanya takut. Takut gak ada yang dengerin, atau peduli. Takut ujung-ujungnya gue malah bikin tambah masalah..
Once, seseorang pernah bilang, jangan takut. Kita hadapin bareng, bisa. Tapi sekarang, kata-kata itu rasanya hilang. Perasaan takut gue makin membuncah, gak tau kenapa. Takut pun, karena sesuatu yang belum pasti. Takut karena spekulasi. Takut akan perkiraan-perkiraan yang entah lah, muncul lagi..
Beda. Beda nya jauh banget.. Jadi takut, suatu saat gue bisa jadi nyakitin orang lain. Gimana caranya ya biar bisa enak semuanya? Tanpa perlu debat sana debat sini gitu. Tanpa perlu akhirnya, jatuhnya, gue jadi harus milih.. Gue gak mau..:'(
How can I, win everyone's heart? Even I have to suffer, I think it's okay. As long as I can make them happy. My happiness doesn't matter, it's alright. I think I can deal with that..
:(
Once, seseorang pernah bilang, jangan takut. Kita hadapin bareng, bisa. Tapi sekarang, kata-kata itu rasanya hilang. Perasaan takut gue makin membuncah, gak tau kenapa. Takut pun, karena sesuatu yang belum pasti. Takut karena spekulasi. Takut akan perkiraan-perkiraan yang entah lah, muncul lagi..
Beda. Beda nya jauh banget.. Jadi takut, suatu saat gue bisa jadi nyakitin orang lain. Gimana caranya ya biar bisa enak semuanya? Tanpa perlu debat sana debat sini gitu. Tanpa perlu akhirnya, jatuhnya, gue jadi harus milih.. Gue gak mau..:'(
How can I, win everyone's heart? Even I have to suffer, I think it's okay. As long as I can make them happy. My happiness doesn't matter, it's alright. I think I can deal with that..
:(
Thursday, May 14, 2015
untitled
Kenapa ya, manusia itu punya sisi unik, "eman"an. Maksud gue, dalam merayakan sesuatu gitu. Bilanglah, ngerayain ultah ke 17. Sekali seumur hidup, eman kalau gak keren ngerayainnya. Sumpah dokter, sekali seumur hidup, eman kalau nggak bagus kebayanya, kalau nggak kelihatan cantik, kalau nggak foto di studio. Atau nikahan. Sekali seumur hidup, harus mewah dong. Warna kebaya harus cetar, gedung yang bagus, makanan harus enak. Gak, gak mewah kok. Cuma harus bagus aja. Tapi di jaman begini mah, bagus itu, nggak dapet 50 juta. Karena sekali seumur hidup yaa, mau nikah harus super kaya dulu? Hmm.. Jd kepikiran sama orang2 yg bilang lah hidupnya rata2 ke bawah. Apa kepikiran, saya nikahnya nanti dulu, kalau punya uang ratusan juta. Atau simply, ya udah ayo nikah. Yang penting kan kamu sama saya sudah sah.. Hmm.. Wondering and wondering.. Di saat mau yang banyak itu ada, karena embel-embel sekali seumur hidup, pasti lah, biaya yang diperlukan makin besar. Kalau pas memang ada biayanya, gak masalah lah ya. Tapi kalau pas nggal ada? Apa akan jatuhnya jadi memaksakan ada, karena sekali seumur hidup? Atau mungkin karena hampir semua orang akan melakukan demikian? Akan worthed kah? Hmm.. Manusia itu unik.
Wednesday, May 6, 2015
Selentingan..
Suka heran sama orang yang memilih bunuh diri, sementara saya di sini bertemu baaaaanyaaaak orang sakit yang sangat berharap dirinya bisa kembali sehat wal'afiat. Gagal paham..
Ps: Turut berduka cita kepada keluarga Bapak Je.. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi-Nya. Amin..
Thursday, April 16, 2015
23 :)
Tanggal 14 April kemarin, saya ulang tahun. Nggak kerasa sudah 23 tahun. 23 tahun, usia yang akhirnya saya capai juga. Haha.. Usia ini spesial menurut saya. Haha.. Kenapa? Karena saya menjanjikan seseorang sesuatu di usia itu. Yang Alhamdulillah, semoga dalam waktu dekat dapat terpenuhi. Amin.. :)
Dan, di ulang tahun ke 23 ini, saya dapat surprise dari teman-teman. Haha.. Surprise, lilin di atas es krim durian. More than enough for me, to feel happy and grateful. Mereka.. Masih mau repot-repot buat saya. It's such an honor for me. Di hari itu pun, aliran doa dari Mama, Papa, adik-adik, teman-teman, dia, rasanya membuat hari saya benar-benar menjadi indah. I do feel sooo grateful..
After all, harapan saya masih nggak beda dari harapan-harapan sebelumnya. Menjadi lebih baik dan dewasa lagi di usia yang bertambah (atau berkurang? hehe) ini. Semoga semakin berkah dan bisa menjadi manusia bermanfaat.. Dan Ya Allah, tolong jaga selalu keluarga, teman, dan dia.. Doa yang sama untuk mereka semua. Aaamin.. :)
Tuesday, April 7, 2015
Jadi Ceritanya...
Jadi ceritanya, ini tulisan random aja. Haha.. Yah, random aja tiba-tiba saya pengen aja gitu, nulis-nulis lagi di sini. Mungkin karena udah seharian ini gak main SW kali ya. ATM rusak, kalau malam di sekitar juga sepi, warung-warung tutup jadi nggak bisa beli pulsa, jadi otomatis seharian nggak bisa internetan dari smartphone dan main Summoner's War kaya biasanya. Hahaha.. Oke lah, penting banget itu saya ceritain segala. Haha. Harap maklum deh, karena visi saya saat ini adalah bukan untuk menulis sesuatu yang berbobot yah, tapi memang murni karena pengen aja tulas tulis apa yang dari tadi lewat-lewat mulu di benak saya.
Hmmh.. Oke. Jadi ceritanya, saya baru saja kesal. Kesal kenapa? Kesal karena hal yang nggak penting sebenarnya. Kesal karena ternyata saya sudah membuang cukup banyak waktu dan energi demi menyimak sesuatu yang hanya memancing emosi saya. Dan sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, ih nggak penting banget saya emosi cuma karenanya! Huff.. Tapi, gimana ya, saya gampang banget emosi sih. Apalagi di masa-masa pergejolakan hormonal ini. Hahaha.. Sebenarnya, bukan emosi yang marah-marah nggak jelas gitu sih. Sebenarnya, lebih ke arah, kecewa. Semua berawal dari berita online. Berita online dengan headline yang sedap dan gurih, yang tanpa membaca isinya aja, udah kebayang, akan seperti apa reaksi-reaksi yang muncul dari pembaca. And thanks to technology, reaksi pembaca itu pun bisa langsung ketahuan, terpampang jelas di kolom komentar, walaupun bisa saja yang meninggalkan komen di sana bukan pembaca sebenarnya. Yah, thanks to technology lagi ya, seakan-akan semuanya bebas dan berhak berbicara apapun. Cuma sayangnya, nggak jarang, yang terjadi malah akun-akun yang (mengaku) pembaca itu, meninggalkan komentar dengan tidak bijak. Iya, tidak bijak. Bukan jadi ajang diskusi yang enak, malah jadi ajang saling ejek dan menjelekkan. Saling hina, saling caci. Ini lah beberapa contohnya..
"Kaum berakhlak emang tipikal *** ini, otaknya di pangkal paha..."
"Eh guoblok! klo Korupsi merugikan negara&rakyat. tp ***blablabla*** (-skip.karena.kepanjangan) termasuk mensubsidi kunyuk2 bodoh seperti anda!!!"
"You know what else they are famous for? For being 100x smarter than smartass like you.."
Hm.. Cuma karena satu berita itu aja. Idealnya kolom komentar itu kan, biar bisa diskusi nggak sih? Kalau ada yang pro kenapa, kontra kenapa. Siapa tahu dari diskusinya muncul solusi gitu. Tapi kayanya itu cuma ada di angan-angan. Kebanyakan yang kejadian tipikal kaya yang di atas itu deh. Udah akunnya anonim nggak jelas semua. Kita nggak tahu toh, mereka-mereka itu apa benar memang pembaca atau pihak-pihak lain yang 'bekerja' karena ada kepentingan tertentu? Misi untuk mengadu domba? Bisa jadi. Menjatuhkan pihak tertentu? Bisa jadi. Well, di era dunia tanpa batas kaya sekarang, skenario apapun rasanya masuk akal dan bisa kejadian toh. Ya itu lah makanya. Kecewa aja, masih banyak nemu beginian. Walaupun sekarang siapapun berhak untuk bicara, apa harus bicara dengan segitu kasarnya? Kan nggak bertanggung jawab. Jadi kayaknya tuh, orang-orang nggak peduli lagi sama pepatah "mulutmu, harimaumu". Gak takut efek buruknya apa ya? Bisa melukai hati orang lain kan? Bisa juga dituntut terus urusan sama penjara kan? Iya gak? Itu tuh, udah banyak kejadian kan yang cuma karena tulisan di dunia maya, jadi dikurung penjara di dunia nyata. Bisa toh artinya? Apa karena mereka bicara di dunia maya, dan nggak akan bisa ketahuan mereka siapa? Padahal lho, nggak nyaman banget dih ngeliatnya. Bikin kesel lho. Jadi bikin mbatin, Ya Allah, segini rendahnya ta moral orang-orang di negeri saya? Segini nya nggak beretika kalau bicara? Mana yang katanya negara Indonesia, adatnya orang timur, penuh sopan dan santun.. Mbatin ya, mbatin.. Apalagi masa-masa saya gampang emosi begini. Haha..
Eh terus ya, abis kesel baca itu berita online, saya nonton TV. Eh lha ya kok, sama.. Yang saya tonton pun, sedang memperlihatkan suasana di mana ada dua orang berseteru. Dua orang, dalam acara pencarian bakat, yang digadang-gadang adalah suatu tampilan acara yang real tanpa rekayasa skenario apapun. Haduh. Cuma karena beda pendapat, harus banget teriak-teriak nggak jelas? Dan kalau pun, pendapat kamu nggak bisa diterima sama orang lain, harus kah tetap memaksakan kalau pendapat kamu itu yang paling benar? Sementara batas benar dan salah itu, dalam menilai seseorang, sulit sekali rasanya untuk dilihat. Menilai seseorang, seobjektif mungkin, pasti ada subjektifnya. Kecuali kalau kaya kita menilai seseorang dengan ujian tertulis misalnya, itu kan jelas, nilainya ya dilihat dari benar salah nya dia jawab pertanyaan. Thaaat's why, nggak usah berlebihan lah kan bisa. Acara itu kan ratingnya tinggi, katanya ditonton baaanyaaaaak orang, anak-anak, dewasa, tua, muda, iya toh? Masa memperlihatkan hal nggak dewasa begitu? Kurang pantas rasanya. Demi apa sih? Rating? Karena kebanyakan masyarakat kita terhibur kalau lihat orang ribut? Sensasi? Harga diri? Padahal udah bagus-bagus itu acara, jadi rusak kan. Karena kesannya jadi urakan. Yang bicara juga jatuhnya, jadi bicara seenak jidat. Bagaimana pun faktanya, kalau dia bicara A, ya yang benar adalah A itu. Orang lain juga harus bilang A itu yang benar. Lho kok maksa?
Sampai sini, kelihatan kan bodohnya saya.. Bisa emosi hanya karena dua hal nggak penting ini. Haha.. Kalau pacar denger, pasti deh saya diceramahi lagi. Ha ha ha.. :p Hm, eh tapi sebenernya saya juga melakukan semacam generalisasi ya.. Belum tentu semua orang seperti itu, walaupun kebanyakan yang saya temui seperti itu. Yah, positive thinking saja, siapa tahu, emang apesnya saya ketemunya sama orang-orang yang sukanya bikin kesal seperti itu. Haha.. Karena toh buktinya, saya juga nemu kok, yang bikin adem di dunia maya. Hehe.. Salah satunya, tumblr milik seseorang, yang entah lah, selalu sukses membuat mata saya siaga membaca seluruh posting barunya yang belum saya baca. Menghibur, mengedukasi, mengetuk pintu hati kadang. Membuat saya bisa lebih sadar lagi, dengan esensi hidup. Iya. Baca tumblr itu, jadi seperti bicara sama Mama, di mana selalu ada transfer ilmu di dalamnya. Alhamdulillah kan ya.. Hehe.. Mau tau akunnya apa? Bisa dilihat di following list saya di blog ini yak. Hehehe..
Nah. Jadi ceritanya, sampai di sini dulu yak. Saya ngantuk. Hahaha.. Dan, belum sempat bikin kuisioner untuk besok dikonsulkan. Hahahaha.. So, thanks for reading this. Bah ha ha ha ha.. Dan, maaf lah ya, kalau saya terlalu nyampah.. :p Akhir kata, see ya next post! ^^
Thursday, January 29, 2015
Curhat Mereka
Saya orangnya seneng curhat. Hampir ke semua orang yang saya kenal, pasti kalau ada apa-apa saya cerita sama mereka. Biar bisa lebih lega. Walaupun emang masalahnya nggak selesai sih. Tapi tadi siang, gantian. Saya yang dicurhati. Dicurhati sama orang yang baru saya temui di hari itu. Sama pasien saya, waktu mereka datang berobat ke saya..
"Suami saya nikah lagi, Dok. Saya lagi sakit, tapi malah ditinggal suami.." ujar salah seorang ibu, yang memiliki kelainan liver.
"Anak saya baru meninggal, Dok. Anak pertama saya.." ujar seorang ibu yang lain, yang sedang berjuang melawan diabetes dan hipertensi nya.
And guess what.. Saya bingung mau respons bagaimana. Padahal udah bolak-balik saya sering curhat. Dicurhati temen-temen juga sering.Tapi kalau udah nangani pasien yang curhat, saya agak mati kutu. Saya hanya boleh berempati, tidak bersimpati. Dan entahlah, dalam beberapa kesempatan, rasanya sulit. Saya takut salah ngomong.
Saya cuma bisa bilang, "Sabar ya Bu.." atau "Biar dibalas di akherat ya Bu.." and another cliche soothing words. Did it help them? I don't know. I just can hope, it did help. I wish..
Dan pastinya, saya juga berharap, advis demi advis yang saya berikan, obat demi obat yang saya resepkan, juga pemeriksaan demi pemeriksaan yang saya lakukan, bisa membantu mereka, para pasien saya, untuk bisa sembuh dari sakit yang mereka derita.
Amin. Amin Ya Rabbal Alamin..
Saturday, January 24, 2015
Mamaku Bintang
Mama. Mamam. Mami. Mamski. Begitulah aku panggil
Mama. Ganti-ganti gitu deh, sesuai mood dan keinginanku saat itu. Hehe.
Kalau Mama ditanya sukanya apa, pasti jawabnya bingung. Seperti saat kapan hari aku akhirnya punya gaji pertama, dan ingin membelikan Mama sesuatu.
"Ma, kalau tas batik kaya gini suka nggak?" ujarku di suatu saat sambil menunjukkan foto tas batik lucu yang dijual di suatu online shop.
"Hmm, ya, suka."
"Kalau yang sweater ini, bagus nggak Ma? Suka?"
"Ya, suka juga."
"Lebih suka yang mana Ma?"
"Ya, sama aja Kak."
"Hmm, jadi bingung ni Mams mau ngasih yang mana. Hahaha.."
"Ya terserah Kakak aja, Mama mah suka-suka aja kalau Kakak yang kasih.."
Begitulah Mama kalau ditanya. Hehe. Tapi aku cukup tahu apa yang Mama suka. Mama suka baju-baju yang simpel dan nyaman dipakai. Dan karena perawakan tubuhnya yang cukup tinggi besar, Mama lebih sering beli baju di pojok busana laki-laki. Hehe. Mamaku juga hobi membaca. Buku-buku yang ia suka baca, kebanyakan buku biografi tokoh yang tebel-tebel, atau Al Quran. Mama juga seorang pegawai negeri, yang nyambi sebagai dokter hewan di luar jam kerja. Mama nggak buka praktik, tapi on call, tergantung ada pasien yang membutuhkan atau tidak. Sehari-harinya, Mama lebih menghabiskan waktu sebagai pegawai negeri. Kalau ditanya kenapa memilih bekerja seperti itu, Mama pernah berkata,
"Biar pulangnya bisa sore Kak, jadi masih bisa ketemu kamu sama adik-adik kamu."
So sweet kan Mamaku? Hehehe..
Mama itu, semacam gabungan antara absurd dan
super. Hehehe. Sebenernya agak susah juga sih ngejelasinnya gimana. Absurd itu,
semacam anti mainstream lah ya. Iya,
anti mainstream. Mama bukan tipe
ibu-ibu yang tiap pagi bikinin Papa secangkir kopi atau masakin anak-anaknya
sarapan. Dulu, sempat sih, kepikiran dan agak nggak terima kenapa Mama nggak
seperti mama-mama lainnya. Nggak suka masak, hobi tidur, jarang bilang sayang
ke anak-anaknya, dan lain-lain, dan lain-lain. Tapi sekarang, perasaan itu mah
cerita lama. Hehe.. Seiring aku bertambah besar, aku semakin mengerti dan memaklumi.
Semua punya alasan, alasan yang bisa diterima.
Oh ya, aku sama Mama punya satu kesamaan. Kami
sama-sama hobi bercerita dan mengomentari apa-apa yang sedang terjadi saat itu.
Yup, apa saja. Mulai dari berita di TV, headline koran, sampai perlakuan kakak-kakak
kelasku di sekolah, atau tentang pekerjaan Mama di kantor. Kalau sudah ngobrol,
wah, bisa sampai tengah malam baru tidur. Dan, selalu ada yang ajaib dalam tiap
obrolanku dengan Mama. Iya, ajaib. Karena entah mengapa, aku merasa selalu ada
pelajaran yang aku petik dari tiap obrolan kami. Pelajaran tentang hidup.
"Bekerja itu Kak, kamu nggak perlu ngejar
uang. Yang penting keterampilan kamu. Uang akan mengalir sendirinya seiring
keterampilan kamu meningkat," kata Mama suatu malam. Yang sampai sekarang
masih sering aku ingat-ingat, di saat aku sedang kalut memikirkan pemasukan dan
pengeluaran.
"Yang pasti, berkomitmen dengan cowok itu
punya satu risiko Kak. Patah hati. Dan itu rasanya sakit. Kamu harus siap
dengan risiko itu. Kalau pun kamu ngerasain itu, Mama nggak mau ya nanti kamu
sampai patah semangat. Kamu tetep harus sisakan sekian persen dari hati kamu,
buat kamu sendiri," itu nasihat Mama waktu aku lagi pertama kalinya cowok
yang aku suka menyatakan perasaannya.
“Namanya perempuan Kak, harus kuat..”
Ya, itulah Mamaku. Biar nggak suka masak (Papa masih lebih sering masak enak malah di rumah, hehe), dan lebih sering bolak-balik ke luar kota
karena pekerjaannya, Mama tetep Mama. Perempuan super dan tangguh. Di saat apapun,
bahkan di saat Papa mengalami masa-masa jatuh. Mama tetap tegar, sabar, dan
terus berjuang. Semangat juang Mama itu, seperti bintang di langit malam.
Selalu terlihat. Berpendar dan indah. Pemikiran-pemikiran Mama itu, selalu
membuatku bergumam setuju, dan pada akhirnya aku camkan dalam hidupku. Mungkin
dari luar, Mama terlihat cuek dan keras hati. Tapi sesungguhnya, Mamaku adalah
seorang wanita yang lembut. Hanya saja, mungkin sulit bagi Mama untuk
mengekspresikannya. Hehe..
Ya, itulah Mamaku. Mama yang selalu bersinar, setidaknya
menyinari aku, Papa, dan ketiga adik-adikku. Sesuai dengan namanya, Bintang. :)
...
"Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di website http://nulisbarengibu.com”
Sunday, January 11, 2015
Dua Tiga Kata Sebelum Tidur
Dari berbagai macam hal yang saya alami, tercetus suatu pemikiran oleh saya, bahwa bahagia itu simple. Simple, karena semua itu hanya permainan sudut pandang. Mungkin seperti melihat bunga mawar. Kita tahu, bahwa bunga mawar itu indah, sangat indah, tapi kadang, kita terlalu fokus memperhatikan duri yang ada di sepanjang tangkainya. Kita lupa, bahwa mahkota bunga mawar yang indah itu ada. Bersyukur, mungkin itu kuncinya. Cukup syukur. Syukuri apa yang ada. Jangan sampai kita lupa dengan apa yang kita punya. Di saat gelap adalah suatu ketiadaan cahaya, saya yakin, bahwa duka dan gundah dulana adalah suatu ketiadaan bahagia. Maka jangan jadikan ketiadaan itu ada, hanya karena sudut pandang kurang bijak yang kita gunakan. Bersyukurlah, berbahagialah, karena hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan bermuram durja, kawan..:)
p.s.: untuk mereka yang sedang "nggak enak perasaan", do not worry, be happy :)
Setelah Sekian Bulan
Good evening, people.. Halo Gie! Gak kerasa ya, udah lewat beberapa bulan aja nih, semenjak posting terakhir waktu Lebaran kemarin. *nyengir Setelah sekian bulan berlalu, banyak cerita rasanya yang bisa saya sampaikan. Terlalu banyak malah. Hahaha.. Banyak yang berubah, banyak yang baru. Hehe..
Eh, apa? Oh, tidak tidak, kalau dia, masih sama kok. Masih, saya sama dia. Dan saya pun (sampai saat ini) selalu berharap dia bisa terus sama saya. Huehehehehe.. Kalaupun ada yang berubah, mungkin taraf kedewasaan kami berdua, yang rasanya sih bertambah. Sudah nggak seberapa sering galau-galau seperti a-be-ge (bukan nama angkot) ababil lah. Walaupun tetep, masih ada sisi-sisi bocahnya, hehe. Hmm, bicara dia, otomatis saya jadi kepikiran dua kata, yaitu: masa dan depan. Masa depan. Posisi sekarang sih, saya lagi punya banyak rencana dan angan-angan untuk ke depannya, bersama dia, tentunya. Hehehe.. Tapi nggak usah cerita banyak dulu deh, mohon bantu doanya aja yak, moga-moga rencana dan angan-angan yang saya pasang di benak saya ini direstui oleh Yang Maha Kuasa dan bisa terlaksana dengan baik. Amin..
Oh ya, sekarang ini, saya udah resmi bukan anak Malang lagi loh. Alhamdulillah, setelah melalui berbagai proses yang panjang, penuh ketidakpastian, rumit, pelik, dan sedikit drama (HAHA), akhirnya saya terpilih (sebenarnya lebih tepat memilih lalu disetujui) menjadi dokter internsip selama 1 tahun di Kabupaten Blitar, tepatnya, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dan Puskesmas Sutojayan. Alhamdulillah, doa saya dikabulkan. Hehe.. Kebetulan emang pengen banget dapat Wlingi (setelah sebelumnya banting setir dari Kepanjen karena takut kalah saing), karena lokasinya yang terdekat kedua dari Malang. Dibandingkan dengan wahana-wahana isip lain yaa..
Nah, jadi, dihitung sejak pertengahan Oktober, kalau nggak salah sudah 2 bulan-an, saya merasakan manis pahitnya menjadi dokter internsip di sebuah rumah sakit daerah. Sekitar 2 bulan ini, saya dengan teman-teman kelompok kecil saya menjalankan hari-hari sebagai dokter umum yang bertugas di poliklinik RS. Alhamdulillah, saya cukup senang dengan apa yang saya jalani ini. Walaupun nggak selamanya perjalanan dirasa mulus, so far, I'm happy. Iya, nggak selamanya mulus. Ada aja loh, rasa-rasa kesel, capek, malas, marah, bingung, sedih, yang muncul dari bermacam situasi berbeda selama program internsip ini. Dipatolin TS senior, pernah. Dicuekin perawat waktu mau ngerujuk pasien gawat, pernah. Disangka mahasiswa perawat sama keluarga pasien, pernah. Didatangi pasien psikosomatis yang sama berulang kali, sampai mulut berbusa karena bolak-balik KIE, juga pernah. Pengalaman pahitnya yaa istilahnya, tapi tetep aja, senyum-senyum sendiri jadinya kalau saya ingat-ingat lagi. Karena dari pengalaman-pengalaman absurd itu, saya belajar hal baru. Dan jujur, saya mulai menikmati profesi saya sebagai dokter. Entah kenapa, rasanya senang bisa membantu pasien-pasien yang datang ke saya. Senang sekali rasanya, begitu pasien membaik dengan terapi yang saya berikan. Perasaan "ternyata-saya-bisa-bermanfaat" itu loo, yang epic banget rasanya. Hehe.. Dan pada akhirnya pun, kalimat wejangan dari Papi, untuk kami para dokter, memang benar adanya. To cure sometimes, to relieve often, and to comfort always, yes that's my duty, as a doctor. :-)
Oke deh, Gie, dan pembaca sekalian, sampai sini dulu saya cerita-cerita yak. Dilanjut lagi kapan-kapan. Dan doakan saya yaaa, agar bisa lebih bersyukur terhadap nikmat dan nggak sedikit-sedikit sambat. Hehe.. Jujur kok, saya bersyukuuuur banget bisa jadi dokter, dan semoga saja saya bisa makin istiqomah dengan profesi saya ini. Amin.. o:) Well then, good night everybody..^^
Subscribe to:
Comments (Atom)
